Arsip untuk Kategori 'Derived from the Abstracts'

Agama

Agama itu

Seperti kartu seluler

Masing-masing bersaing

Beradu siapa yang paling efisien

Siapa yang paling hemat

 

Agama itu

Seperti kartu seluler

Kadang selalu ada yang bersikeras

Menganggap kartunya yang terbaik

Menghina yang lain dengan nista

Kadang melempar cerita bohong yang tidak benar

 

Agama itu

Seperti kartu seluler

 

Dan Tuhan

Seperti businessman; orang penting

Yang punya banyak telepon buat dihubungi

 

 

Entri ngasal di kala gundah… entahlah.

Quote of the Day

“Admiration leads you astray from the truth.”

Sosuke Aizen [end of hypnosis:170]

.

.

Biarpun aslinya dimaksudkan untuk kekaguman berlebihan terhadap seseorang, tapi saya rasa kutipan ini bisa berlaku secara universal. Entah itu pada solidaritas, relasi, pacar, pemahaman tertentu, atau bahkan agama dan kepercayaan. :roll:

.

PS: Buat yang ingin tahu apa artinya, silakan merujuk [kesini]. :)

Suara Tanpa Pita

Sejujurnya saya sedang rada galau sekarang. Sebutlah, tugas-tugas yang mendesak, urusan forum internet, dan sebagian blogosfer yang keracunan limbah pembuangan industri. Tapi saya tidak disini untuk curhat atau semacamnya, karena itu bukan tujuan saya ngeblog. :? Saya mau mengarang dulu.

Tidak begitu dihimbau buat first-glancer. :P

Selamat terbosan-bosan.

Prajurit Jerman yang Menembak dengan Bazooka

Apa anehnya jika ada seorang prajurit Jerman yang menembakkan senjata bazooka di tengah-tengah medan pertempuran pada Perang Dunia II seperti yang digambarkan dalam film-film lawas Hollywood atau permainan penembak orang pertama?

“Tidak ada yang tampak aneh dengan sepucuk bazooka tersandang di punggung…”

Jika Anda jeli, maka sebenarnya hal itu dapat terdengar agak aneh. Karena itu menandakan prajurit Jerman yang bersangkutan sedang berada dalam certain circumstances sehingga menyebabkan sang pembela negara harus menggunakan sepucuk bazooka. :P

Masukkan kalimat yang menarik untuk diklik.

Long Way to Say Goodbye

Aku pernah bermimpi

‘Tuk gapai bintang di angkasa

Tanpa pernah kusadari

Luasnya angkasa ini

Hanya merelakan kilauan

Dari cahaya sang bintang

***

Jalan panjang yang mengekang.

Tak Bisa Hidup Tanpamu

Sejak pertama aku bersama dirimu

Kutahu aku tak bisa lepaskan tanganmu

Yang mengelus pelan diriku

Menghidupkan rasa dalam asaku

.

Meski ku tahu

Matamu tak pernah tertuju padaku

Hatimu tak pernah menganggap diriku

.

Meski ku tahu

Insan lain pun menarik hatimu

Melirik satu dan dua setiap kau mau

.

Kutetap bersyukur

Pada langit dan tangan penggerak semesta

Yang telah menciptakan dirimu

Untuk hadir di hatiku

.

Kubiarkan senyumku mengembang

Karena kau tetap luangkan waktumu untukku

Tetap hadir dalam kekosonganku

Walau dengan sayapmu yang mengepak

.

Barisan kata ini mungkin tak cukup

Untuk mengucapkan rasaku padamu

Karena telah menghidupkan hari-hariku

Meski samar sudah bayangmu

.

Ah,

Oksigen

Ku berterima kasih padamu

.

Trivia:

Bahasa itu Memang Multitafsir, Bos…

Kalau ada orang bilang bahasa itu membingungkan, jangan heran. Karena bahasa itu memang membingungkan kalau tidak dilihat pada konteksnya. Kenapa perlu lihat-lihat konteks segala? Soalnya bahasa itu multitafsir. Satu kata yang sama artinya bisa beda kalo dipakai di kalimat yang berbeda pula. Contoh gampang,

Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif.

Danu sedang mencacah daging untuk membuat perkedel.

Lihat bedanya? :P Cacah pada kalimat pertama maksudnya adalah bilangan, sementara cacah pada kalimat kedua maksudnya adalah mencincang. Sekedar informasi, di bahasa Indonesia (menurut KBBI), kata ‘cacah’ punya empat arti: 1. gambar pada kulit bekas cacahan; 2. mencincang (daging) halus-halus; 3. bhs Jawa: petani yang tetap jadi warga desa; 4. bilangan.

Makanya, kalau lagi menafsirkan kalimat, lihat konteksnya. Jangan asal menafsirkan bahwa ramalan (yang mistis) itu sama dengan ramalan cuaca. :mrgreen: Walaupun sama-sama pakai kata dasar ‘ramal’, arti dari ‘ramalan’ di kata ramalan cuaca itu adalah prakiraan.

O, tunggu. Apa cuma bahasa kita aja yang mengalami derita makna yang membingungkan seperti ini? :| Jelas tidak. Hampir semua bahasa yang ada itu multitafsir; punya makna jamak. Seperti bahasa di Tiongkok, yang dikatakan oleh mas roze, ‘Ma’ itu bisa berarti ibu atau kuda. Contoh lain yang lebih gampang? Bahasa Inggris. Kata ‘mole’ itu bisa berarti: 1. tikus tanah; 2. semacam tahi lalat; 3. unit dasar SI untuk mengukur jumlah bahan.

Masalah lainnya. Soal punktuasi — atau sebenarnya lebih tepat disebut sebagai tanda baca, karena istilah punktuasi kayaknya ngga ada di kamus-kamus. :P

Lihat bedanya,

Kucing makan tikus mati

Kucing makan, tikus mati

Kucing makan tikus, mati

Ya ya, contoh itu memang contoh standar di buku-buku paket bahasa Indonesia. Sekarang bisakah Anda lihat perbedaannya? Kalimat pertama punya arti “kucing memakan tikus yang sudah mati”. Kalimat kedua punya arti “kucing makan, lalu tikus mati (entah karena apa)”. Sementara kalimat ketiga punya arti “kucing makan tikus, lalu mati”. Peletakan tanda koma yang berbeda saja sudah membuat kalimat itu punya arti berbeda. Hayo, siapa bilang punktuasi tanda baca itu tidak penting? :mrgreen:

Contoh lain dari peletakan kata atau tanda baca yang kurang tepat?

Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-62!

Selamat Hari Ulang Tahun ke-62 Republik Indonesia!

Apa bedanya antara kalimat pertama dan kalimat kedua? Kalau kalimat pertama, artinya jadi “selamat Hari Ulang Tahunnya RI yang nomor 62″. Jadi maksudnya yang ulang tahun adalah Republik Indonesia yang ke-62; dengan kata lain, ada 62 Republik Indonesia di dunia ini. :P

Sementara di kalimat kedua punya arti “Selamat Hari Ulang Tahun untuk Republik Indonesia (yang sekarang sudah berumur 62 tahun)”. Nah, ini yang lebih tepat untuk dipakai.

.

.

.

O iya, buat yang kesulitan menjamah KBBI karena harganya yang sulit untuk dijangkau, atau sekedar malas membawa buku tebal yang bisa dipakai buat nimpuk orang, bersyukurlah karena pemerintah telah berbaik hati. Ada versi online dari KBBI [disini]. :D Berita lama sih, tapi kalau Anda mau lihat-lihat del.icio.us saya, sudah kelihatan kalau disimpan sejak dulu.

Selanjutnya tinggal kita lihat apakah teori konsumsi yang mengatakan bahwa ‘kebutuhan manusia itu tidak terbatas’ itu benar apa tidak, jika sebentar lagi akan ada protes kalau isinya KBBI kurang lengkap. Atau semacamnya. :mrgreen:

A Light in the Night

Kalau Sudah Kuasa

Kalau sudah kuasa

Lupa diri siapa

Terus tebar pesona

Padahal ga bisa apa-apa

Kalau sudah kuasa…

Halaman Berikutnya »


Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 121,925 soldiers