Pengguna internet yang aktif berseliweran ke berbagai komunitas — sebutlah forum board, blog, layanan social-networking, atau yang lainnya — biasanya punya username tersendiri. Entah apakah username itu diambil dari nama asli atau rekaan sendiri untuk identitas dunia maya. Ada yang panjang, ada yang pendek. Nama seperti “Xaliber”, misalnya, nama yang saya ambil sebagai identitas tetap di dunia maya, cuma terdiri atas nama depan (nama panggilan) saja.
Tapi ada kalanya nama depan saja tidak cukup. Ada yang menambahkan nama belakang (seperti nama marga) atau titel-titel tertentu. Misalnya username seperti “Xaliber von Reginhild” yang menambahkan nama belakang, atau “Swordsmaster Xaliber” yang menyandang gelar.
Tampaknya terdengar bagus, tapi pada prakteknya tidak efisien. Alasannya jelas: merepotkan buat ditulis. Apalagi jika itu tertanam di URL; seperti nama blog atau username di situs semacam Plurk dan Politikana. Dampaknya berakibat tidak hanya pada si empunya nama, tapi juga orang lain. Nama-nama yang panjang begitu menyulitkan penulisan yang cepat, terutama jika mesti ditulis lewat media yang tak memfasilitasi keyboard (misal: handphone). Belum lagi jika pada kasus forum board, nama-nama demikian bisa menerobos tembok pada tampilan forum.

Jenis username yang menyebalkan.
Padahal mestinya tidak perlu jadi semenyebalkan itu. Apalagi kalau si pengguna internet itu dikenal memiliki identitas nama yang tetap dan tidak berubah. Daripada menggunakan nama yang panjang lebar, mengapa tidak diringkas menjadi satu patah kata saja?
Ya, mari berbaik sangka. Mungkin ada nama yang memang mesti dimuat secara lengkap; tidak bisa berdiri sendiri. Karena kalau dipotong hanya jadi satu kata akan terdengar ganjil atau kehilangan makna aslinya. Nama seperti “South Camellia”, misalnya. Jika dihilangkan salah satu katanya, maka artinya akan berbeda. Arti “Kamelia di Selatan” itu hanya akan menjadi “Kamelia” atau “Selatan” saja jika salah satu kata dihilangkan.
Lain halnya dengan nama yang bisa berdiri sendiri. “Ryogo Habata” misalnya. Terdengar seperti bahasa Jepang, tapi artinya tidak jelas. Masing-masing kata pun bisa berdiri sendiri, cukup dengan “Ryogo” atau “Habata” saja. Penulisan username secara lengkap sebagai identitas pun menjadi tidak terkesan penting. Apalagi kalau sekedar ikut-ikutan saja. Malah merepotkan. Begitu pula dengan nama “Xaliber von Reginhild”. Buat apa dipanjang-panjangkan kalau bisa diringkas menjadi “Xaliber” saja?
…
…
Tapi jadinya akan subyektif sekali.
Menentukan penting-tidaknya kekomplitan suatu nama pada akhirnya ya kembali ke empunya masing-masing. Nama seperti “Ryogo Habata” bisa saja didalihkan menjadi plesetan dari nama sendiri — yang menurut empunya penting dan tidak bisa dipisah-pisah, tentu. Dan nama seperti “South Camellia” bisa saja dipisah menjadi “Camellia” saja jika empunya merasa itu sudah cukup menggambarkan identitas dirinya.
Menjengkelkan? Apa boleh buat, toh kita tidak sedang hidup di bawah pemerintahan yang meminta homogenisasi nama. Sebagai yang bukan empunya nama ya pada akhirnya hanya bisa komplain saja.
Bersyukurlah manusia menciptakan cache pada browser dan fitur copy-paste (sayang yang kedua belum ada pada handphone). Puji Tuhan.



Saya tidak suka dengan ID-ID lebay…
Yg namanya kepanjangan, terlalu banyak simpel, dan yg tulisannya gede kecil…
Dan sekarang nickname saya jadi Reinhart Velatrache.
dan nama saya dari dulu `yud1` saja. ringkas, efisien, tidak kurang dan tidak lebih.
~apa sejak pertama kali punya aktivitas online ya?
~gak tau deh, udah lama pokoknya
@ Adriano Minami
Adiano Minami sepertinya juga panjang tuh, bisa dipotong jadi Adriano aja kan
*cari gara-gara*

*kabuuur*
Seandainya militer diktator itu memimpin negara…
Tengah malam yang senyap, sebuah jeep warna hitam berhenti di depan kediaman keluarga Rasidi.
Pintu diketok.
“Selamat malam. Saudara Pradipa?”
“Benar, ada apa ya?”
“Ayo ikut.”
Pemuda malang itu langsung digiring ke dalam jeep, lalu jeep itu pergi entah ke mana.
…
“Katakan sekali lagi, siapa kamu? Nama! Namaaa!!!”
Plakkk!
Bukkkk!
Jduggg!
“Na-ma! Ngerti kamu?”
Drrrrrrrtttttttttttttttt…
Dan bunyi alat setrum pun menambah angker suasana.
Omong-omong singkatan… jadi ingat singkatan nama gaya Jepun.
Tekniknya rada aneh: sebagian kata pertama + sebagian kata kedua = nama baru.
E.g.
“Xaliber von Reginhild” mungkin bakal jadi… “XaliRegi” ?
lambrtz. short, cool, uninterestingly meaningful, confusing and hard to memorise
(hidup narsis!
)
@Adriano Minami:
*lirik komentar mbak Rukia*
@Reinhart Velatrache:
Kayak di Plurk itu bagus.
Artinya apa?
@yud1:
Sempurna. m(_ _)m
*menjura*
@Rukia:
…setuju.
@Gunawan Rudy:
*bingung*
Btw, om ini walaupun dua kata tapi tetap enak ditulis. *lho*
@sora9n:
Hmm… entah kenapa jadi teringat Pokemon.
*main gimboy*
Kalau mas sora sudah singkat ya. -3-
@lambrtz:
Somehow it is easy to memorise for me.
Artinya apa?
Eh iya, saya lupa kenapa dulu kok pake nickname ini ya?
Sometimes saya pake nick “Ibanez”, anagram dari Nazieb
Betewe Xaliber itu sendiri artinya apa?
@ Xaliber von Reginhild
Er… sejarah nama “Reinhart” dulu saya nemu nama itu waktu main Suikoden II dengan random hero name. Kalau Velatrache… cuman asal comot.
Jadi… sepertinya nggak ada artinya.
@ Nazieb
Kalau menurut pengakuan Xali sih itu plesetan dari Excalibur.
Username saya memang sudah akronim dan pendek. Seperti lambrtz, sejarahnya juga dari nama panggilan kampus.
@ Reinhart Velatrache
Nama blog-mu yang rumit. Saya masih gagal menghafalnya sejak 2007 sampai hari ini.
*ditembak mati*
@ Xaliber von Reginhild
Disingkat XvR saja kan bisa? Lagian semua orang juga kenal avatarmu yang gak pernah berubah itu~
yang penting singkat padat dan jelas
Kutipan dari blog saya:
gw termasuk yang selalu ngetikin url langsung kalau mau masuk blog atau forum. Yes.. username atau accountname panjang itu annoying dan merugikan diri sendiri.
Tidak ada yang lebih menyebalkan dari melihat forum yang susunannya jadi patah-patah karena orang kurang kerjaan yang pake username sepanjang kereta atau paste url panjang ga kira-kira.
betul, kepanjangan nama bikin males


ato nama2 yg huruf besar kecil gaya ABG itu, bikin pusing bacanya
tapi hak masing2 orang kok mo bernama apa aja di inet
@ Reinhart Veltrache :
saya kalo denger Reinhart ingetnya malah Billy Reindhart dari komik Shoot
Ya pakai username memang lihat2 tempat sebaiknya, he3. Tapi Xaliber von Reginhild itu keren lho menurut saya.

eh kok ada acara Adip diculik itu?
*ngakak baca komentar Gun*
btw dobel post? Di fesbuk kenapa gak post link sahaja?
Hm, mengingatkan saya pada nama-nama blogger Salafi yang susah diingat, plus yang suka ngembar-ngembari (macam Sousakiy ibnu Mitsrilliy) *lirik sora9n*
*dipukul pipa besi*
Ndak nyangka juga kalau hasil ngutak-atik huruf hijaiyah bisa jadi “syllachtea” :shocked:
hah masa hapenya ga bisa copy paste? emang pake apa? semua hape nokia bisa kok
untung nickname me simpel : gitablu
ga pake angka2 (yang kata temen me jadi kayak pelat mobil) dan semua huruf kecil, tanpa spasi tanpa garis bawah..
kalo reikira panjang ya kayaknya? :*
Huahahahaa…. setuju… ^^
yang simple2 ajaa degh..
simple tapi spesial
^
^
eh, nick saya kok tiba2 jadi pendek ya?
nick gue pendek euy .
haha
Kalau Bumi Magenta, gimana?
saya juga namanya dimana2 pake shii..
walopun kayaknya ada beberapa yang namanya sama.. (?)
memang buat apa nama keren kalau gak ada maksud nya…
Nama paijo aja pake nama2 kebarat2an. Sok misterius, sok angker and sok pamer pd hal nama assing yang bgitu rada2 psikopat.