Agama

Agama itu

Seperti kartu seluler

Masing-masing bersaing

Beradu siapa yang paling efisien

Siapa yang paling hemat

 

Agama itu

Seperti kartu seluler

Kadang selalu ada yang bersikeras

Menganggap kartunya yang terbaik

Menghina yang lain dengan nista

Kadang melempar cerita bohong yang tidak benar

 

Agama itu

Seperti kartu seluler

 

Dan Tuhan

Seperti businessman; orang penting

Yang punya banyak telepon buat dihubungi

 

 

Entri ngasal di kala gundah… entahlah.

45 Tanggapan ke “Agama”


  1. 1 ulan Selasa, 17 Februari 2009 pukul 8:47

    wakakakakakkakakakakakaka
    ini baru lucu..
    bisa jadi humor of the day nih..

  2. 2 Adriano Minami Selasa, 17 Februari 2009 pukul 17:52

    Tuhan nomerny banyak rupanya :?

    Jadi kira2 mnurut Tuhan kartu mana nih yg paling bgus?

  3. 3 Strife Leonhart Selasa, 17 Februari 2009 pukul 23:31

    jadi, agamamu apa?!? :D

    errr.. ada hubungannya sama tret plurk yg kmaren ya? *rada2 lupa*

  4. 4 Strife Leonhart Selasa, 17 Februari 2009 pukul 23:33

    eh tar… tiga bait pertama ngomongin agama… kok di akhirnya malah Tuhan? :-?

    *garuk-garuk kepala*

  5. 5 Strife Leonhart Selasa, 17 Februari 2009 pukul 23:35

    kalau yang bait ketiga benar… berarti Tuhan punya banyak agama? (baca: beragama)

  6. 7 Adriano Minami Rabu, 18 Februari 2009 pukul 5:40

    Tuhan tdak beragama, karena Tuhan tidak menyembah apapun

  7. 8 Thebukansuperstar Rabu, 18 Februari 2009 pukul 10:15

    Kadang selalu ada yang bersikeras
    Menganggap kartunya yang terbaik

    Kalau saya sih tentu yakin kalau agama saya yang terbaik, lha wong sudah jelas, dalil-dalilnya. Dan saya percaya, tentu. *siul-siul*

    Dan Tuhan
    seperti bussinessman; orang penting

    Hush, jangan menyama-nyamakan Tuhan dengan makhluk.
    @Adriano:
    betul sekali, tapi kita tentu saja wajib menyembah Tuhan, dan lewat agama lah kita belajar cara menyembah-Nya dengan baik dan benar.

  8. 10 aggy Kamis, 19 Februari 2009 pukul 19:41

    Tuhan itu seperti slogan sebuah operator seluler… “..baik ya??”

  9. 11 syllatchea Jumat, 20 Februari 2009 pukul 16:40

    *kerasukan setan bersorban*

    Hehehei! Apa kamu sudah mulia dari Tuhan, hah!?
    Apa kamu sudah beribadah dengan ikhlas!?
    HAH!?HAH!?

    *lepas dari kesurupan*

    Wah puisinya mantab, Pak! :mrgreen:

    Kalau Tuhannya macem operator 3 gimana, yah? Maumaumau :roll: ?

    Salam kenal dari saya, Pak :mrgreen: .

  10. 12 bawahtanah Jumat, 20 Februari 2009 pukul 18:31

    Mr. X : Kalo aku sms Tuhan pending ga’ ya?
    apa langsung dibales ya?
    Mr. Y : Hush…! Makanya pake’ Flexi…!
    Telkom Flexi bukan telepon biasa…!

    kekekekekek. lam kenal ajah…

  11. 13 plain love Minggu, 22 Februari 2009 pukul 8:31

    Dan tuhan mengabulkan do’a seorang robot.

  12. 14 Rian Xavier Minggu, 22 Februari 2009 pukul 12:23

    hmm.. Bagus juga.

    Agama itu

    Seperti kartu seluler

    Menag selalu begitu.

  13. 15 CIUS the Dracohenas Senin, 23 Februari 2009 pukul 4:37

    hmm…

    Menganggap kartunya yang terbaik

    Menghina yang lain dengan nista

    Kadang melempar cerita bohong yang tidak benar

    Itu agama atau umat beragama ya?

  14. 16 aroe Kamis, 26 Februari 2009 pukul 21:04

    hahahahahaha, lagi2 masalah agama…

    bagus juga menyamakan agama dengan kartu seluler,jadi ada yang punya hengpon ada yang gak juga yah,,, kreatip

  15. 17 Rukia Jumat, 27 Februari 2009 pukul 7:43

    @ CIUS the Dracohenas

    Itu agama atau umat beragama ya?

    (IMO) umat beragama, agama sih pada dasarnya menyeru pada kebaikan tapi dasar umatnya aja yang kurang kerjaan saling hina satu sama lain dan gontok-gontokan :???:

  16. 18 Xaliber Nggak Login Jumat, 27 Februari 2009 pukul 10:29

    @ulan:
    Tengs, mbak. :P

    @Adriano Minami:
    Wah, entah ya. :?

    @Strife Leonhart:
    “God has no religion.” – Mahatma Gandhi. :P

    @Thebukansuperstar:

    Kalau saya sih tentu yakin kalau agama saya yang terbaik, lha wong sudah jelas, dalil-dalilnya. Dan saya percaya, tentu. *siul-siul*

    Ya, memang semua umat beragama akan beralasan seperti itu kalau mengacu pada satu kitab. :?

    @aggy:
    Masa? :?

    @syllatchea:
    *panggil dukun supaya nggak kesurupan*
    *dicap musyrik*

    Salam kenal juga. :) Tapi saya belum jadi “pak”. :P

    @bawahtanah:
    Salam kenal juga. :)

    @plain love:
    Amen. Semoga.

    @Rian Xavier:
    Lho?

    @CIUS the Dracohenas:
    SPG kartu seluler. :mrgreen:

    @aroe:
    Seru sih ternyata. :P

    @Rukia:
    Ho oh.

  17. 19 yoto Jumat, 27 Februari 2009 pukul 12:40

    Ahaha.. gokil punya ini
    Mantaplah

  18. 21 Xaliber von Reginhild Senin, 2 Maret 2009 pukul 8:57

    @yoto:
    Tengs. :P

    @p4ndu_454kura:
    Sebut namaNya tiga kali.
    (worship) (dance)
    (worship) (dance)
    (worship) (dance)

  19. 22 Gunawan Rudy Jumat, 6 Maret 2009 pukul 14:47

    Loh, tuhan-tuhan itu lagi bergosip di depan meja prasmanan hasil penyembahan manusia tuh…

  20. 23 Arm Sabtu, 7 Maret 2009 pukul 4:21

    puisi-nya lucu… :lol:
    tapi ngga disaranin buat anak kecil :)

    pernah baca juga, lupa ntah di mana tapi, kalo penyebar agama mirip2 agen MLM juga :P

    no offence :)

  21. 24 Asop Minggu, 15 Maret 2009 pukul 7:26

    Hmmmm…. saya rada gak setuju sih sebenernya, kalo agama dianalogikan dengan kartu seluler… Udah kenyataan bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna…
    *sori kalo saya tanggapi terlalu serius*

  22. 25 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Selasa, 17 Maret 2009 pukul 6:30

    kalo gitu, tuhan punya no. khusus orang-orang yang dia suka, punya no. khusus orang-orang yang dia ga suka, punya no. khusus orang-orang yang dah deket sama dia, punya no. khusus juga yang sisinya black list…

    masuk ke yang mana yaaaaa?

  23. 26 Ken Arok Rabu, 18 Maret 2009 pukul 9:40

    @ Asop: Saya adalah penganut Buddha, dan udah kenyataan bahwa agama Buddha adalah yang paling sempurna. :P

    Nah bagaimana ini? Tentu agama itu subjektif sekali, bukan? :mrgreen:

    …kayak kartu seluler.

  24. 27 Asop Rabu, 18 Maret 2009 pukul 12:50

    @ Ken Arok

    Wuahahahaha…. emang sulit kalo kayak gini, udah saya duga bakalan ada yg ngomong kek gini… ^^ Ya ya ya, bagi yg tidak mengerti, memang akan selalu bilang begitu. Anda bisa menganggap saya ga ngerti ajaran agama Anda, dan saya pun bisa menganggap Anda tidak mengerti ajaran agama saya.

    Btw, saya menganggap kartu seluler semuanya sama…. :D

  25. 28 Ken Arok Rabu, 18 Maret 2009 pukul 18:18

    Nah, karena itu saya rasa layaknya kita meyakini “kesempurnaan” agama itu di hati kita sendiri…dan membicarakan kesempurnaan itu dalam ruang lingkup yang homogen (dalam hal agama). Amen. :D

  26. 29 p4ndu_454kura® Kamis, 19 Maret 2009 pukul 14:34

    @ Asop

    Begini, mas/mbak, statement “Agama saya yang paling benar™” itu sendiri sudah menuai kritik dari beberapa golongan umat beragama. Jadi, ada baiknya tidak terlalu fanatis dengan agamanya, sehingga dia buta kalau ada orang lain dengan kepercayaan berbeda. :-)

  27. 30 p4ndu_454kura® Kamis, 19 Maret 2009 pukul 14:39

    @ Asop

    Tambahan. Saya menganut agama yang (mungkin) sama dengan Anda. Tapi saya tidak pernah sekalipun berpikir bahwa sebagian umat agama yang saya anut (bukan agamanya) adalah umat yang terbaik.

  28. 31 dhilacious Kamis, 19 Maret 2009 pukul 15:53

    weits.
    masa nyamain tuhan sama business-MAN.
    He is different with us, man.. :roll:

  29. 32 Asop Kamis, 19 Maret 2009 pukul 18:10

    @ Pandu asakura

    Iya, saya tahu emang sangat sensitif sekali hal ini. Saya bukan golongan fanatik banget, nggak. Saya muslim biasa aja, masih banyak dosa dan masih dangkal ilmu pengetahuan agama saya. Tapi, pastinya di setiap agama diajarkan bahwa agama itulah yang sempurna, gitu… Di kitab suci agama saya pun ada kok pernyataan begitu. Saya berkata ada dasarnya lho… ^^

    Jadi, mustinya kalo Anda muslim Anda harusnya tahu hal ini.

  30. 33 Asop Kamis, 19 Maret 2009 pukul 18:56

    @ Pandu Asakura

    Kelupaan bilang terima kasih, saya sudah diingatkan bahwa jangan terlalu fanatik dg agama sampai2 melupakan bahwa ada umat beragama lain. ^^

    Kita sebagai umat beragama berhak menganggap bahwa agama kita adalah yg paling sempurna. Kalo yang seperti Deathlock ini sampaikan, seperti operator kartu seluler yang menganggap bahwa jaringannya adalah yg terbaik.
    Tapi…. ada tapinya nih…
    Jangan lah kita seperti operator jaringan seluler yang menggunakan segala cara untuk menjatuhkan merek lain, mulai menghina, sampai memfitnah dengan kabar yang ga bener. Kita sebagai umat beragama harus menghargai perbedaan kita ini. Itu aja yang penting sebenernya, jangan kayak operator seluler…

    *itu yg membuat saya ga setuju meng-analogikan agama dengan kartu seluler*

  31. 34 Ken Arok Jumat, 20 Maret 2009 pukul 0:04

    Doh kalian berdua ini serius sekali… *merasa bersalah*

    *summon TS* :evil:

  32. 35 Asop Jumat, 20 Maret 2009 pukul 4:28

    Terlalu serius kah?

    ……..

    Kata temen saya, saya emang susah dibecandain. Segala jokes pasti saya anggap serius….

    Yah… begitulah saya…

  33. 36 produk perlebahan Senin, 23 Maret 2009 pukul 15:38

    dari pada mikirin agama orang laen mending mikirin diri sendiri udah bener belom beragamanya. ya gak?
    :)

  34. 37 Xaliber von Reginhild Senin, 23 Maret 2009 pukul 20:33

    Duh, maaf baru dibalas.

    @Gunawan Rudy:
    He?

    @Arm:
    Maksie:mrgreen:
    Ya, anak kecil memang jangan dikasih beginian dulu. :P

    Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
    Hohoho, tuhan yang selektif sekali. :mrgreen:

    @dhilacious:
    Memang berbeda, dan saya yakin beliau punya tingkat kesabaran dan selera humor yang lebih tinggi daripada manusia ciptaannya. :mrgreen:

    @Asop:
    Soal sempurna atau tidak, yang mau saya katakan sudah dikatakan oleh mas Ken Arok. :)

    Jangan lah kita seperti operator jaringan seluler yang menggunakan segala cara untuk menjatuhkan merek lain, mulai menghina, sampai memfitnah dengan kabar yang ga bener. Kita sebagai umat beragama harus menghargai perbedaan kita ini.

    Yup, seharusnya memang begitu. Tapi saat ini saya menganalogikan seperti kartu seluler karena seringnya memang ada yang seperti itu. Semoga saja bertahun-tahun ke depan — entah kapan — agama sudah tidak jadi seperti kartu seluler. :)

  35. 38 Xaliber von Reginhild Senin, 23 Maret 2009 pukul 20:34

    @produk perlebahan:
    Idealnya sih begitu, tapi kritik itu ndak serta-merta jadi salah kan. :D

  36. 39 NIKE WAREHOUSE SALE Senin, 23 Maret 2009 pukul 20:47

    salam kenal. menarik analogi anda tentang agama serta Tuhan. beragama sebaik baiknya adalah yang terbaik ya.

  37. 40 Xaliber von Reginhild Selasa, 24 Maret 2009 pukul 15:02

    Amin, semoga saja memang bisa begitu. :)

  38. 41 DensS cessario Rabu, 1 April 2009 pukul 20:54

    Ga usah mikir, pakai Islam.

  39. 42 frozen Jumat, 3 April 2009 pukul 2:47

    Agama itu
    Seperti kartu seluler
    Masing-masing bersaing…

    Agama itu
    Seperti kartu seluler
    Kadang selalu ada yang bersikeras

    Agama itu subjek apa objek, toh? Jika ia subjek, bagaimana wujud persaingan mereka? Jika ia objek, bagaimana mungkin ia menyandang sifat-sifat person (bersaing, bersikeras)? Begitu pula kartu seluler, yang notabene benda mati.

    *mode dosen bahasa = off*

    *puas*
    *katartikmaap ™ *

  40. 43 HQm Rabu, 8 April 2009 pukul 13:13

    anjrit … agama disamain kartu seluler…

    pemuka kartu seluler ada ga ya?

    hmmmm

  41. 44 Clief Cairy Jumat, 8 Mei 2009 pukul 22:16

    Tau deh… kenapa akhir-akhir ini berdalih tentang ‘Agama’ dan ‘Keyakinan’

    “Kadang sesuatu tentang hati mengalahkan logika” <— kata guru saya loh~

    Hmp… tapi ide kartu selulernya hebat juga =w=
    Cuma pindah keyakinan nggak segampang cabut kartu SIM dari HaPe aja~ atau beli nomer dengan seenak jidat dan lempar nomer pas masa berlakunya habis =w=


  1. 1 Temen ‘Kita’ & Musuh ‘Kita’ « JenSen99’s Weblog Lacak balik pada Minggu, 8 Maret 2009 pukul 18:53

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 111,936 soldiers