Agama itu
Seperti kartu seluler
Masing-masing bersaing
Beradu siapa yang paling efisien
Siapa yang paling hemat
Agama itu
Seperti kartu seluler
Kadang selalu ada yang bersikeras
Menganggap kartunya yang terbaik
Menghina yang lain dengan nista
Kadang melempar cerita bohong yang tidak benar
Agama itu
Seperti kartu seluler
Dan Tuhan
Seperti businessman; orang penting
Yang punya banyak telepon buat dihubungi
Entri ngasal di kala gundah… entahlah.



wakakakakakkakakakakakaka
ini baru lucu..
bisa jadi humor of the day nih..
Tuhan nomerny banyak rupanya
Jadi kira2 mnurut Tuhan kartu mana nih yg paling bgus?
jadi, agamamu apa?!?
errr.. ada hubungannya sama tret plurk yg kmaren ya? *rada2 lupa*
eh tar… tiga bait pertama ngomongin agama… kok di akhirnya malah Tuhan?
*garuk-garuk kepala*
kalau yang bait ketiga benar… berarti Tuhan punya banyak agama? (baca: beragama)
eh, maksud saya yang keempat
xTuhan tdak beragama, karena Tuhan tidak menyembah apapun
Kalau saya sih tentu yakin kalau agama saya yang terbaik, lha wong sudah jelas, dalil-dalilnya. Dan saya percaya, tentu. *siul-siul*
Hush, jangan menyama-nyamakan Tuhan dengan makhluk.
@Adriano:
betul sekali, tapi kita tentu saja wajib menyembah Tuhan, dan lewat agama lah kita belajar cara menyembah-Nya dengan baik dan benar.
Tuhan itu seperti slogan sebuah operator seluler… “..baik ya??”
*kerasukan setan bersorban*
Hehehei! Apa kamu sudah mulia dari Tuhan, hah!?
Apa kamu sudah beribadah dengan ikhlas!?
HAH!?HAH!?
*lepas dari kesurupan*
Wah puisinya mantab, Pak!
Kalau Tuhannya macem operator 3 gimana, yah? Maumaumau
?
Salam kenal dari saya, Pak
.
Mr. X : Kalo aku sms Tuhan pending ga’ ya?
apa langsung dibales ya?
Mr. Y : Hush…! Makanya pake’ Flexi…!
Telkom Flexi bukan telepon biasa…!
kekekekekek. lam kenal ajah…
Dan tuhan mengabulkan do’a seorang robot.
hmm.. Bagus juga.
Menag selalu begitu.
hmm…
Itu agama atau umat beragama ya?
hahahahahaha, lagi2 masalah agama…
bagus juga menyamakan agama dengan kartu seluler,jadi ada yang punya hengpon ada yang gak juga yah,,, kreatip
@ CIUS the Dracohenas
(IMO) umat beragama, agama sih pada dasarnya menyeru pada kebaikan tapi dasar umatnya aja yang kurang kerjaan saling hina satu sama lain dan gontok-gontokan
@ulan:
Tengs, mbak.
@Adriano Minami:
Wah, entah ya.
@Strife Leonhart:
“God has no religion.” – Mahatma Gandhi.
@Thebukansuperstar:
Ya, memang semua umat beragama akan beralasan seperti itu kalau mengacu pada satu kitab.
@aggy:
Masa?
@syllatchea:
*panggil dukun supaya nggak kesurupan*
*dicap musyrik*
Salam kenal juga.
Tapi saya belum jadi “pak”.
@bawahtanah:
Salam kenal juga.
@plain love:
Amen. Semoga.
@Rian Xavier:
Lho?
@CIUS the Dracohenas:
SPG kartu seluler.
@aroe:
Seru sih ternyata.
@Rukia:
Ho oh.
Ahaha.. gokil punya ini
Mantaplah
Dasar murtad! Kamu sudah meninggalkan agama-Nya! Kembalilah menyembah http://statics.plurk.com/a55bdb344892676b0fea545354654a49.gif
@yoto:
Tengs.
@p4ndu_454kura:
Sebut namaNya tiga kali.
(worship) (dance)
(worship) (dance)
(worship) (dance)
Loh, tuhan-tuhan itu lagi bergosip di depan meja prasmanan hasil penyembahan manusia tuh…
puisi-nya lucu…
tapi ngga disaranin buat anak kecil
pernah baca juga, lupa ntah di mana tapi, kalo penyebar agama mirip2 agen MLM juga
no offence
Hmmmm…. saya rada gak setuju sih sebenernya, kalo agama dianalogikan dengan kartu seluler… Udah kenyataan bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna…
*sori kalo saya tanggapi terlalu serius*
kalo gitu, tuhan punya no. khusus orang-orang yang dia suka, punya no. khusus orang-orang yang dia ga suka, punya no. khusus orang-orang yang dah deket sama dia, punya no. khusus juga yang sisinya black list…
masuk ke yang mana yaaaaa?
@ Asop: Saya adalah penganut Buddha, dan udah kenyataan bahwa agama Buddha adalah yang paling sempurna.
Nah bagaimana ini? Tentu agama itu subjektif sekali, bukan?
…kayak kartu seluler.
@ Ken Arok
Wuahahahaha…. emang sulit kalo kayak gini, udah saya duga bakalan ada yg ngomong kek gini… ^^ Ya ya ya, bagi yg tidak mengerti, memang akan selalu bilang begitu. Anda bisa menganggap saya ga ngerti ajaran agama Anda, dan saya pun bisa menganggap Anda tidak mengerti ajaran agama saya.
Btw, saya menganggap kartu seluler semuanya sama….
Nah, karena itu saya rasa layaknya kita meyakini “kesempurnaan” agama itu di hati kita sendiri…dan membicarakan kesempurnaan itu dalam ruang lingkup yang homogen (dalam hal agama). Amen.
@ Asop
Begini, mas/mbak, statement “Agama saya yang paling benar™” itu sendiri sudah menuai kritik dari beberapa golongan umat beragama. Jadi, ada baiknya tidak terlalu fanatis dengan agamanya, sehingga dia buta kalau ada orang lain dengan kepercayaan berbeda.
@ Asop
Tambahan. Saya menganut agama yang (mungkin) sama dengan Anda. Tapi saya tidak pernah sekalipun berpikir bahwa sebagian umat agama yang saya anut (bukan agamanya) adalah umat yang terbaik.
weits.
masa nyamain tuhan sama business-MAN.
He is different with us, man..
@ Pandu asakura
Iya, saya tahu emang sangat sensitif sekali hal ini. Saya bukan golongan fanatik banget, nggak. Saya muslim biasa aja, masih banyak dosa dan masih dangkal ilmu pengetahuan agama saya. Tapi, pastinya di setiap agama diajarkan bahwa agama itulah yang sempurna, gitu… Di kitab suci agama saya pun ada kok pernyataan begitu. Saya berkata ada dasarnya lho… ^^
Jadi, mustinya kalo Anda muslim Anda harusnya tahu hal ini.
@ Pandu Asakura
Kelupaan bilang terima kasih, saya sudah diingatkan bahwa jangan terlalu fanatik dg agama sampai2 melupakan bahwa ada umat beragama lain. ^^
Kita sebagai umat beragama berhak menganggap bahwa agama kita adalah yg paling sempurna. Kalo yang seperti Deathlock ini sampaikan, seperti operator kartu seluler yang menganggap bahwa jaringannya adalah yg terbaik.
Tapi…. ada tapinya nih…
Jangan lah kita seperti operator jaringan seluler yang menggunakan segala cara untuk menjatuhkan merek lain, mulai menghina, sampai memfitnah dengan kabar yang ga bener. Kita sebagai umat beragama harus menghargai perbedaan kita ini. Itu aja yang penting sebenernya, jangan kayak operator seluler…
*itu yg membuat saya ga setuju meng-analogikan agama dengan kartu seluler*
Doh kalian berdua ini serius sekali… *merasa bersalah*
*summon TS*
Terlalu serius kah?
……..
Kata temen saya, saya emang susah dibecandain. Segala jokes pasti saya anggap serius….
Yah… begitulah saya…
dari pada mikirin agama orang laen mending mikirin diri sendiri udah bener belom beragamanya. ya gak?
Duh, maaf baru dibalas.
@Gunawan Rudy:
He?
@Arm:
Maksie…
Ya, anak kecil memang jangan dikasih beginian dulu.
Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
Hohoho, tuhan yang selektif sekali.
@dhilacious:
Memang berbeda, dan saya yakin beliau punya tingkat kesabaran dan selera humor yang lebih tinggi daripada manusia ciptaannya.
@Asop:
Soal sempurna atau tidak, yang mau saya katakan sudah dikatakan oleh mas Ken Arok.
Yup, seharusnya memang begitu. Tapi saat ini saya menganalogikan seperti kartu seluler karena seringnya memang ada yang seperti itu. Semoga saja bertahun-tahun ke depan — entah kapan — agama sudah tidak jadi seperti kartu seluler.
@produk perlebahan:
Idealnya sih begitu, tapi kritik itu ndak serta-merta jadi salah kan.
salam kenal. menarik analogi anda tentang agama serta Tuhan. beragama sebaik baiknya adalah yang terbaik ya.
Amin, semoga saja memang bisa begitu.
Ga usah mikir, pakai Islam.
Agama itu subjek apa objek, toh? Jika ia subjek, bagaimana wujud persaingan mereka? Jika ia objek, bagaimana mungkin ia menyandang sifat-sifat person (bersaing, bersikeras)? Begitu pula kartu seluler, yang notabene benda mati.
*mode dosen bahasa = off*
*puas*
*katartikmaap ™ *
anjrit … agama disamain kartu seluler…
pemuka kartu seluler ada ga ya?
hmmmm
Tau deh… kenapa akhir-akhir ini berdalih tentang ‘Agama’ dan ‘Keyakinan’
“Kadang sesuatu tentang hati mengalahkan logika” <— kata guru saya loh~
Hmp… tapi ide kartu selulernya hebat juga =w=
Cuma pindah keyakinan nggak segampang cabut kartu SIM dari HaPe aja~ atau beli nomer dengan seenak jidat dan lempar nomer pas masa berlakunya habis =w=