Beberapa hari yang lalu, saya sedang menelusuri saluran-saluran TV yang tersedia pada layar kaca hingga tanpa sengaja menemukan suatu acara. Acara tersebut bertema tentang cinta terhadap keluarga (atau semacamnya, saya lupa), dan tampaknya host-nya adalah dua orang kemayu berbadan besar.
Satu sesi dari acara tersebut menampilkan “permainan” di mana seseorang mesti mengambil beberapa ekor lele dari akuarium kecil untuk membentuk simbol “love” (hati, maksudnya) dengan tiga lele-lele yang diambil dan diletakkan di atas meja tadi.
…
Saya tidak tahu bagaimana di negara berkembang lain, tapi di Indonesia kok kayaknya menyakiti hewan di berbagai acara TV — entah itu di acara TV abalan seperti ini, sinetron, atau bahkan sekaliber film layar lebar — masih dapat diterima sebagai tontonan yang wajar-wajar saja ya? Bahkan kalau di konteks acara TV, menyakiti hewan seperti lele itu dianggap sebagai permainan yang menarik.
Sering saya menemui suatu adegan di mana hewan dianggap hanya sekedar alat. A tool of the trade, just that. Kalo dipakai, kadang tanpa toleransi (disiksa hidup-hidup atau dipenggal hidup-hidup), dan kalau sudah nggak terpakai, ya tinggal dibuang begitu saja.
Sebegitu arogannya kah kita, memperalat hewan seakan-akan nyawanya tak berarti? Bukannya mereka juga makhluk-makhluk yang diciptakan Tuhan, sama-sama punya nyawa dan kesempatan untuk hidup? Setidaknya, jikalau mereka mesti mati, tak bisakah untuk kebutuhan yang beralasan dan dengan cara yang baik pula?




Lha, efeknya sama anak dan remaja aja sering nggak diperhatikan, mana sempet mikirin hewan segala.
Lagipula, saya yakin kita semua rela melakukan apapun untuk menunjukkan cinta kita kepada keluarga. Membunuh tiga ikan lele? Pffft, weaksauce.
Wah saya malahan tidak tahu menahu soal acara ini.
Itulah pertanda moral, baik budi dan sopan santunnya bangsa
tIndonesia. Sampai sampai rajin sekali membuat acara bertemakan kasih sayang.Bahkan acara macam cinlok, pacar pertama dan lain lain masih masuk kategori acara
konyolkasih sayang bukan?Hmm.. Kalau di luar negeri.. Tamatlah itu acara.
Tuhan kan memang menciptakan alam dan seisinya buat manusia.. Ya terserah kita-kita donk mau diapain..
Kafir(TM) itu! Menyiksa sesama makhluk Tuhan itu dosa!
Ahem, eniwei…
Saya sendiri belum pernah lihat acara itu sih, tapi yang jelas kalau gitu sudah kelewatan. Katanya menunjukkan kasih sayang, tapi lele gak punya dosa sama kita kok disiksa?
Apa karena stres atau memang mereka sudah kehilangan nalar?
tapi habis itu lelenya digoreng dan dimakan kan ?
*slurp*
siksa aja yang banyak!
*slurp slurp*
*kesummon karena lele*
Lha bukan rahasia lagi bahwa acara di Teve teve itu ya acara yang kalau ga melulu soal cinta kacangan alias sinetron, reality show(?), atau ya begini ini…
mungkin viewers sudah bosan menonton yang penuh kasih sayang, jadi ya mungkin nyiksa hewan begini di anggap lebih menarik..
Nyem.
wew… saya paling gak tahan liat hewan dibegituin
Ada ya? Baru tahu ada acara kayak gitu…
Mending nonton Extravaganza~
Ada ya? Baru tahu ada acara kayak gitu…
Mending nonton Extravaganza~
parah nih
4 mata juga dsuru ga boleh nampil lagi kn ka
gr2 nyuruh sumanto makan kodok idup langsung scara live ckck
nyamm…
*lapar*
Ah, ya, jadi inget temen saya yang pernah protes acara extreme kuliner.
Fear Factor, tantangan kedua?
Jika J.J Rousseau punya jiwa humanis, maka Xaliber punya jiwa hewanis.
Tumben keluar mainstream, biasanya ngomong tentang nazi, militer, fasis, ultranasionalis, etc
Apakah Xaliber bertransformasi dari pecinta militer menjadi pecinta hewan?
*ditendang
cuma lele doank, bisa dikembangbiakkan dan dimakan
laen halnya kalo yang disiksa seperti hewan langka…:|
Baru tahu ada acara sejenis itu. Wew… i ga bakalan tahan deh melihatnya. Dengerin ciap2nya ayam yang mau dipotong dipasar aja i ga sanggup, apalagi melihatnya secara langsung… mendingan engga, deh.
Ah ya, kenalkan… i Ren Vreinhier. Kesulitan panggil nama belakang? Singkat saja jadi RV, atau panggil Ren aja juga boleh ^^ It doesn’t matter at all.
Anyway, kenapa juga kita mesti memperlakukan hewan itu kayak gitu? However mereka (hewan) itu kan juga makhluk hidup, bukannya benda mati yang bisa dilempar gitu aja klo udah mulai bosen. Punya nyawa, punya rasa sakit, tahu apa artinya disayang… makhluk hidup yang normal dan punya perasaan lengkap kayak manusia. Ga maxud sok hewanis, cuma nanya aja kenapa mesti memperlakukan mereka seperti itu…
~RV~
daripada lele-nya dibentuk love, mending dimasak aja. berguna buat nusa dan bangsa…
Acara TV jaman sekarang tuh gak ada yang bermutu. Paling benci gua itu reality show tentang ngusilin pacar orang lah, ngurek masalah keluarga orang lain lah. kayaknya orang indonesia tuh seneng banget liat orang lain menderita.
be a vegetarian darling, saya sedang mencoba nih
so? mending pasang tv kabel trus ntn nickelodeon sepuasnya
Daripada lele disiksa, mendingan digoreng dan dikasihkan saya. Berguna bagi perut dan kesehatan tubuh.
Makanya bung… sembelih sapi dan kerbau itu pakai basmalah supaya halal dagingnya….
*ngawur ngidul*
Penyembelihan sapi dan kerbau itu termasuk penyiksaan bukan? Kalau dari saya, bukannya itu termasuk painless death?
*kejam mode* *ngawur*
ahaha…
xaliber jadi hewanis!!
*ngeloyor pergi*
@Aggy
“be a vegetarian darling, saya sedang mencoba nih
so? mending pasang tv kabel trus ntn nickelodeon sepuasnya”
Hei, i juga sedang belajar vege ^^ Lumayan menyenangkan ^^
iya bener bangt tuh ..
hewan kan juga makhluk TUhan..
ga bisa donk seenaknya buat mainan trus dibuang..
ckckckckc..
kasian yah binatangnya
@vreinhier:
iya tp kalo di sekolah banyak godaannyaaaa mana tahan
jadi tiap hari saya bawa acar timun buat cemilan.
xal kapan jd vegetarian ni?
Makin males nonton tivi…
*cuma liat berita dan sepakbola*
Btw, sata kelinci enak loh..
Sate kelinci yang enak itu, kelincinya dibunuh dengan cara dipegang kedua telingannya, tunggu di pinggir jalan, begitu aja mobil yang mau lewat, lempar tuh kelinci ke jalan. Pokoknya kepala kelincinya harus kelindas mobil.
lama gak nonton tivi
*nasib anak kost dengan fasilitas seadanya*
Membunuh hewan untuk jadi tontonan itu masih mending
Memperlihatkan kasih sayang untuk jadi tontonan itu masih mending
Membunuh hewan untuk mempertontonkan kasih sayang?
Wah.. itu luar binasa.
Bangsa kita ini memang pecinta berat paradox
Acara TV yang ABSURD itu ya? =))
Kurang apa lagi? Chef Bara harus diundang ke acara itu, jadi cross-event dengan acara Gul* – Gul*.
Ketigatigax.
@Catshade:
Benar juga. Manusia aja ngga diperhatikan, gimana hewan ya?
@Mr. Fortynine:
Oh iya, itu kasih sayang sekali…
[/nyindir]
@fantasyforever:
Semoga.
@Nazieb:
Ah, tapi Tuhan juga memberitahu untuk menyayangi sesama makhluk kan?
@Cynanthia:
Menyiksa manusia saja bisa, gimana hewan…
For fun… Gladiator saja dulu dijadikan pertunjukan menarik.
@:3:
Kalo digoreng lha ya jangan dengan siksa lah…
@grace:
Ah, benar-benar. Mengorbankan hewan untuk kasih sayang? :/
@Lemon S. Sile:
.meyN
*nyiapin Akismet*
@Novi~Atrix:
Sadis ya.
@Unit 076:
Ada… baru ingat judulnya. Judulnya H**** Family ya kalo ndak salah.
@tamam:
Wah, saya baru dengar? o_o
@Strife Leonhart: [1]
Silakan ke warung sebelah.
@jensen99:
Fear Factor… itu juga sih. :/ Bagian memakan serangga-serangga itu. Meskipun umumnya lebih ke insecta ya.
@Ordinary Kid:
Lho, justru fasisme belum pernah dibahas lho…
@cojones:
Kalo itu lebih parah..
@Vreinhier:
Setuju sekali. Karena itu saya kurang setuju ada acara ini.
Salam kenal juga.
@cK:
Mestinya begitu… tanpa perlu disiksa.
@reverseinverse:
Bad news is a good news, atau… bersenang-senang di atas penderitaan orang lain?
@aggy:
I’m not really into veganism, but I demand animals, even if they have to suffer such terrible fate to be eaten, must be treated properly. They can feel pain, after all.
Nickelodeon? Heroes aja deh.
@p4ndu_454kura®:
Begitu dong.
@masamune11:
Nah, soal qurban ini juga… saya agak keberatan. Biarpun ini demi kesejahteraan manusia, mestinya yang dikurbankan masih bisa menikmati hari-hari terakhir hidupnya. Sering saya lihat para makhluk berkaki empat itu tidak diurus dengan semestinya. :/
@ʇɹɐɥuoǝן ǝɟıɹʇs:
Dari dulu, kok.
@agunk agriza:
Iya. Saya juga ngga enak melihatnya.
@Ardianto:
Indonesia butuh acara yang lebih memadai?
@Goenawan Lee:
… <_<
Sadisme.
@Strife Leonhart: [2]
Numpang di ibu kosnya aja.
@hariadhi:
Begitulah. Sebegitu menyedihkannya. :/
@Los Idiota:
Yang absurd yang mana ini?
Yang absurd, banyak…@Mihael “D. B.” Ellinsworth:
Siapa itu Chef Bara?
Aaah…?
Belum pernah lihat itu acara apaan -_-
Yang jelas, aneh. Kenapa juga musti lele? Yo oloh..
aih iya nih, daripada lelenya disiksa gitu kan mending
“kamu harus masakin ini lele ke bapak kamu sebagai tanda cinta”
bisa dimakan, setidaknya bermanpaat. zz
saya rasa menyembelih hewan kurban bukan merupakan kekejaman…coz,dlm prosesinya ada syarat2 tertentu yg menganjurkan meminimalisir rasa sakit (misal dgn menggunakan alat potong yg tajam)_so,dlm pembahasan spt ini saya rasa ga etis bawa2 ritual suatu agama.
@Mad Hatter:
M* vs m*m, kalo nggak salah nama acaranya.
@saKuZo:
Masakin juga jangan dengan rasa sakit dong.
@ghozt:
Mas, soal qurban, saya nggak ngomongin soal pas si hewan disembelih. Saya ngomongin pas hari-hari terakhir sebelum dia disembelih. Di Jakarta, banyak kawanan kambing (dan sapi) yang nggak diurus dengan semestinya — contoh saja ruang gerak yang sangat terbatas.
Saya tahu memang Jakarta ruang geraknya sempit, tapi mbok ya kalo memang mau mealokasikan hewan qurban (dan kalo memang punya hati), diurus yang bener dong sebelum dia di-modar-in?
NEDM!!11111111
bodohnya… bener2 idiot..
manusia juga hewan, lele juga hewan.. semua hewan memiliki perasaan.. ini yang gu sebut ignorant fool.. manusia pikir manusia itu siapa? berhak mempermainkan hidup mahluk lain?
gua GAK PERNAH bunuh semut kalo semut itu nggak merugikan gua… ckckckc… apa dosa si lele ini untuk dipermainkan seperti itu?
*perlu digarisbawahi.. makan bukan mempermainkan..
…..
semakin tinggi tingkat kesadaran suatu bangsa, semakin tinggi pula rasa empati yang dimilikinya..
hal ini menunjukkan bahwa bangsa indonesia masih rendah. dari segi moral, pendidikan, kesadaran.. rendah serendah-rendahnya…
manusia juga hewan, apa yang membuat kita lebih tinggi dari hewan adalah perilaku kita.. bukan ras kita..
manusia yang merugikan banyak orang seperti koruptor itu lebih rendah daripada parasit.
manusia yang kerjanya hanya makan, minum, seks.. sama dengan hewan.
manusia yang memberikan banyak dampak positif kepada lingkungannya lebih tinggi daripada hewan.
manusia memang menyebalkan…
btw ini acara apa sih? biar gua kirimin email atas keidiotan yang ditampilkan acara ini… semoga diberentiin seketika..
@dens cessario:
NOES
@supridiot:
Yah begitulah. Betapa menyedihkannya.
Nama acaranya… nanti saya kirimin. Saya nggak merhatiin lagi sih apakah masih menyiksa hewan begitu atau tidak.
Tidak mendidik dan menyiksa binatang,di Indonesia belom ada Animal Welfare jadi kita hanya bisa protes ke KPI,seperti acara Tukul yang distop karena protes temen2 yang menyiksa binatang hidup.
Freedom for Sea Turtle
gw baru mikir, tuh panel keempat anak ama bapaknya bisa dikasih taring dan darah-darah biar tambah dramatis.
)
this post is hillarious!