Islam dan Nazi

Tidak, saya tidak sedang membahas divisi Handschar yang berisi orang-orang Islam pada saat Jerman Nazi berjaya dulu. :? Saya membahas Islam dan Nazi dari sudut pandang saya sebagai orang yang tinggal di Indonesia.

Apa itu Nazi? Nazi adalah partai politik pimpinan Adolf Hitler yang berkuasa di Jerman ketika Perang Dunia II dulu. Nazi ini punya nama yang cenderung buruk di mata sebagian besar orang di dunia dan dipersalahkan sebagai penyebab timbulnya Perang Dunia II.

Coba kita lihat dulu sekilas beberapa hal yang bisa ditemui dari para Nazi:

  • Anti-semitik. Artinya, kebencian dan prasangka buruk terhadap para Yahudi. Ini kayaknya sudah kelihatan paling jelas ya, karena Nazi paling terkenal akan perlawananannya terhadap Yahudi sampai ada the so-called holocaust. :roll:
  • Anti-komunisme. Nazisme itu bukan komunisme, makanya mereka sangat sulit akur sama Soviet yang waktu itu berhaluan kiri — cuma sempat damai beberapa tahun. :? Sampai akhir perang, Jerman dan Soviet tidak pernah bertemu dalam damai; sebaliknya Soviet justru mengalahkan Jerman.
  • Tidak suka yang berbau liberal. Karena mereka totaliter dan menginginkan (hampir) segalanya terkontrol. Ingin berhaluan anarkisme yang menuntut kebebasan tanpa pemerintah? Jangan harap. :roll:
  • Tidak seideologi berarti mati. Para petinggi Nazi tidak menyukai pengkhianat atau orang-orang yang tidak sehaluan dengan mereka. Kira-kira mirip lah dengan Perintah No. 270 keluaran Joseph Stalin. Jadi lebih baik manut aja daripada beresiko.
  • Sayap kanan tradisionalis. Salah satu hal yang sering disebut-sebut Hitler dan Himmler adalah masa-masa kejayaan Kekaisaran Romawi Suci saat berkuasa pada abad pertengahan dulu dan keunggulan ras Arya yang dipercaya sebagai forerunner bangsa Jerman. Sempat dilukiskan ketertarikan Hitler ini dalam gambar Hitler sebagai Teutonic Knight. :P
  • Dogmatis. Yang dijadikan panduan utama adalah Mein Kampf, buku yang ditulis oleh Hitler. Hampir sebagian besar aksi ideologis didasari pada buku ini.

Enam poin itu adalah poin-poin penting yang bisa ditemui pada orang-orang Nazi sekelas Goebbels, sang mentri propaganda, atau para pejuang dari Schutzstaffel. Nah, sekarang kita lihat yang bisa ditemui dari sebagian orang Islam:

  • Tidak menyukai Yahudi. Mendengar nama Yahudi saja rasanya sudah mengerikan. Langsung terbayang sesosok konspirator yang menyusupi berbagai organisasi mancanegara untuk mengambil alih dunia.
  • Anti-PKI. Karena PKI yang berhaluan komunisme itu pernah membunuhi orang-orang Islam yang sedang melaksanakan ibadah shalat di pagi hari, seperti yang ditunjukkan oleh film Pengkhianatan G 30/S PKI pada zaman Pak Harto dulu. Dan karena PKI itu komunis, jelas ideologinya dibenci sekalian.
  • Risih dengan Barat. Terutama Amerika Serikat. Karena apalagi kalau bukan gara-gara liberalisme yang diusung oleh orang-orang Barat, terutama Amerika Serikat itu? :?
  • Sinis terhadap non-muslim. Ada yang bilang lebih baik mengasihani atau mengasihi anjing daripada non-muslim. :roll: Dan kalau ada negara dengan mayoritas non-muslim kena musibah, malah dianggap azab Allah. Beberapa lagi populer dengan mengecap orang Islam lain sebagai kafir jika dirasa tidak sesuai dengan ajaran mereka.
  • Senang mengenang masa lalu. Ada kalimat klasik yang dapat dipakai jika ada orang yang mengkritik umat Islam, kira-kira berbunyi begini: “Sebenarnya pada masa lalu, umat kita yang berkuasa, dan sangat maju dalam IPTEK dan berbagai hal lainnya”. Tradisional sekali. :? Bahkan sempat ada fatwa populer yang mengharamkan gambar, for the sake of the past.
  • Dogmatis. Ekstrim, dalam hal ini. Fatwa ulama lebih besar perannya daripada pembuktian ilmiah, misalnya tentang teori evolusi yang ngawur (seperti kata Harun Yahya) atau matahari yang sebenarnya masih mengelilingi bumi. :o

Hmm, sebentar… apakah terlihat ada kesamaan? Antara anti-semitisme, anti-komunisme, anti-liberalisme, tuntutan ideologi yang sama, tradisionalis, dan dogmatis-nya. Barangkali sebagian Islam zaman sekarang ini merupakan wujud Nazi yang baru? :? Tidak heran bila muncul istilah Islamofascism.

…minus militernya tentu; kita cuma punya FPI yang berantemnya amatiran. :P

133 Tanggapan ke “Islam dan Nazi”


  1. 1 Xaliber von Reginhild Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 20:17

    Contoh analogi fallacy dan over-simplifikasi? :P

  2. 2 sora9n Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 20:57

    Anu… kayaknya bagusnya ente kasih disclaimer bahwa yang dimaksud itu “Islam radikal/fundamentalis”. Bisa kebakaran nih, IMHO. :?

  3. 3 sora9n Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 21:06

    Lagipula, “Islam” itu sendiri umumnya (di Indonesia) bisa digolongkan dalam 4 bagian yang berbeda dan (relatif) menggumpal sendiri-sendiri. Pembagiannya…

    1. Tradisionalis

    => Islam kultural, cenderung lembut dan toleran. Asimilasi dengan budaya lokal. E.g. NU, atau pesantren2 daerah peninggalan para Sunan.

    2. Radikal/Fundamentalis

    => Sebangsanya FPI dan MMI. You know whatlike, lah. ;)

    3. Liberal

    => Islam Liberal, biasanya diasosiasikan dengan JIL. Berupaya untuk mengadopsi nilai2 liberalisme ke dalam Islam secara umum; sering bentrok dengan Islam tradisonalis yang cenderung konservatif.

    4. Sekuler

    => pemeluk Islam yang de jure muslim, tetapi dalam hidup sehari-hari cenderung santai dan tidak mementingkan agama. Terkadang disebut sebagai abangan.

     

    Ada juga yang statusnya lebih ke tengah, i.e. Islam Progresif model Muhammadiyah, PAN dan PKS. Mungkin perlu ditambah kategori baru. :P

    Kurang lebih begitu sih. Yang di atas itu kayaknya lebih menyorot ke aspek radikal/fundamentalisnya saja IMO. ^^

  4. 4 Xaliber von Reginhild Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 22:07

    @sora9n:
    1. Iya, kemungkinan besar akan kena flame. :P Soalnya agak implisit (atau generalisasi?).
    2. Yep, belakangan ini saya sering ketemu yang nomor 2. Makanya jadi kepikiran nulis entri ini. :|

    Edited btw. Thx kritikannya. :D

  5. 5 fre ga login Minggu, 20 Juli 2008 pukul 0:42

    Bahasa tingkat tinggi. Cuma ngerti dikit.

    …Ah, tapi setuju sih soal sebagian Islam sekarang mirip2 Nazi modern.

  6. 6 Catshade Minggu, 20 Juli 2008 pukul 3:58

    This, ladies and gentlemen, is the finest example of Godwin’s Law in full effect… :roll:

  7. 7 nita Minggu, 20 Juli 2008 pukul 6:56

    kalo islam radikal ya mirip nazi. kristen dan mormon radikal juga mirip nazi. orangtua tangan besi juga mirip nazi…wheheheheh

  8. 8 Xaliber von Reginhild Minggu, 20 Juli 2008 pukul 13:38

    @Catshade:
    Nah itu dia, saya sengaja. :mrgreen: Apa maksud bercanda-nyindirnya kurang kelihatan ya? ^^;

    @nita:
    Orang tua tangan besi belum tentu anti-semitik. :P

  9. 9 Mr. Fortynine Minggu, 20 Juli 2008 pukul 14:26

    Dogmatis. Ekstrim, dalam hal ini. Fatwa ulama lebih besar perannya daripada pembuktian ilmiah, misalnya tentang teori evolusi yang ngawur (seperti kata Harun Yahya) atau matahari yang sebenarnya masih mengelilingi bumi. :o

    Saya tambahkan lagi: Pada beberapa kesempatan bahkan umat ini bisa membunuh Tuhan

  10. 10 secondprince Minggu, 20 Juli 2008 pukul 19:08

    Senang mengenang masa lalu. Ada kalimat klasik yang dapat dipakai jika ada orang yang mengkritik umat Islam, kira-kira berbunyi begini: “Sebenarnya pada masa lalu, umat kita yang berkuasa, dan sangat maju dalam IPTEK dan berbagai hal lainnya”. Tradisional sekali.

    Nah ini yang paling menarik bagi saya. Kenangan masa lalu ini seperti self defence umat islam terhadap kompleks rendah diri di hadapan kemajuan barat.Ujung-ujungnya umat islam malah semakin malas berbenah diri :(

  11. 11 ManusiaSuper Minggu, 20 Juli 2008 pukul 20:55

    Posting ini rekayasa Yahudi! *memulai pembakaran*

    Saya del.icio.us bos…

  12. 12 RETORIKA Minggu, 20 Juli 2008 pukul 23:32

    Kena banget … :-D

    tapi ada satu poin krusial yang saia kurang sepakat ….

    Poin ke 5 Nazi. Meski mereka membesar besarkan kejayaan zaman dahulu, setidaknya mereka (Nazi) berhasil menciptakan trobosan tekhnology pada masanya.

    Seperti

    -Enigma-
    mesin yang mampu membuat sandi rahasia melalui gelombang radio

    -Mesin Jet/Jumo-
    pada pesawam Me262 maupun Roket V2, setidaknya teknologi tersebut terpakai hingga kini

    -Senapan MG44 dan MG34/42-
    Konsep dan taktik penerapan pada senjata tersebut juga terus terpakai hingga kini

    -Teknologi Swept Wing-
    pada pesawat mampu membuat pesawat lebih hemat BBM.

    Jadi pada intinya NAZI meski eksistensinya hanya kurang dari 20 tahun setidaknya dari kekacauan yang mereka bikin ada faedahnya bagi generasi yang akan datang.

    Lain halnya dengan yang satunya :mrgreen: coba beri contoh he he he

    Yang kedua, boleh nggak saia copy paste, kalo di blog saia pasti komentarnya lebih serem dan seru deh ! :lol:

  13. 13 caplanks Senin, 21 Juli 2008 pukul 0:26

    daripada cuma bs ngatain ISLAM ,, liat donk brapa banyak KAFIR yg mw ngejatuhin umat KITA ……. jgan cuma ngejek UMAT SENDIRI ,,, org2 KAFIR lbih jahat drpd NAZI ….. AS laknat brani nyrang sodara2 KITA di IRAK ……. kpan kita bsa mju kya dulu klo ktnya bgini ??????

  14. 14 fulan Senin, 21 Juli 2008 pukul 0:41

    plgan yg punya web bkn orng islam atw islam palsu sok tau . jgn dgrin apa katany . islam adlah agama yg cinta damai

  15. 15 Mr. Fortynine Senin, 21 Juli 2008 pukul 1:04

    *ngakak liat dua komentar diatas*

    Hari gini bisanya komen begituan?

    Benar benar pengikut fanatik rupanya

  16. 16 sitampandarimipaselatan Senin, 21 Juli 2008 pukul 9:14

    @ caplanks

    daripada cuma bs ngatain ISLAM ,, liat donk brapa banyak KAFIR yg mw ngejatuhin umat KITA ……. jgan cuma ngejek UMAT SENDIRI ,,, org2 KAFIR lbih jahat drpd NAZI ….. AS laknat brani nyrang sodara2 KITA di IRAK ……. kpan kita bsa mju kya dulu klo ktnya bgini ??????

    iya, kapan kita bisa majunya kalo cuma nyalahin orang lain terus-terusan? yang ada, skrg ini umat islam lebih seneng jalan pintas. ngerasa nggak mampu nyaingin teknologi dan perkembangan barat, rasanya jadi lebih gampang kalo kita bilang manusia-manusia barat itu penuh dengan konspirasi untuk menjatuhkan islam.

    kalo mau mengalahkan barat, kalahkanlah dengan cara yang elegan, bukan pake cara-cara pengecut macam gitu; nyalah2in aja bisanya.

    kalo penyerang sayap tim lawan bisa lari 11 detik untuk 100 meter, saya harus bisa lari 10,9 detik untuk 100 meter kalo mau ngalahin dia. bukan malah gara2 kalah adu lari, akhirnya memutuskan untuk melakukan sliding tackle dengan 2 kaki dari belakang. bah!

  17. 17 jensen99 Senin, 21 Juli 2008 pukul 12:26

    Well, saya susah membayangkan kalo “kaum yang kita bandingkan dengan Nazi” itu mempunyai angkatan perang ala Nazi… :mrgreen:
    Atau mungkin mereka memang harus punya kekuatan militer dan berexpansi demi ideologi mereka, supaya ada alasan tuk bisa diperangi dan ditumpas habis, dan sisanya bisa dicap sebagai bahaya laten… (kok jadi inget rezim Taliban ya?) :P

  18. 18 aldi Senin, 21 Juli 2008 pukul 12:50

    buat semua…..gini deh….kalo sluruh kegiatan yg bisa kt kembangin dikuasai mereka semua…..gimana caranya kt mau maju……..susah….sejak orba yg punya usaha mereka semua…..semua prusahaan udah dikendalin amerika…..mau gimana…..

  19. 19 hisyam11 Senin, 21 Juli 2008 pukul 16:42

    Tulisan cerminan orangnya.Tuliske sing bagus wae lah :)

  20. 20 sora9n Senin, 21 Juli 2008 pukul 17:11

    @ Xaliber von Reginhild

    @Catshade:
    Nah itu dia, saya sengaja. :mrgreen: Apa maksud bercanda-nyindirnya kurang kelihatan ya? ^^;

    Emang kurang terasa, kayaknya. Kasih rating “N” aja di postnya: “nyindir”. :P Kemaren kan ada “S” for “satire”. :mrgreen:

    @ aldi

    NAZI itu Jerman, lho. ^^;

    @ semua yang merasa post ini menyerang Islam

    Mbok ya diperhatikan bagian akhirnya postingan di atas sebelum nulis komentar…

    Hmm, sebentar… apakah terlihat ada kesamaan? Antara anti-semitisme, anti-komunisme, anti-liberalisme, tuntutan ideologi yang sama, tradisionalis, dan dogmatis-nya. Barangkali sebagian Islam zaman sekarang ini merupakan wujud Nazi yang baru? :? Tidak heran bila muncul istilah Islamofascism.

    Lha, umat memang ada yang kayak begitu, kok. Memang nggak semuanya, tapi ada.

    Jangan gampang terpancing lah. Pelajari dulu… :roll:

  21. 21 OrangYgTakPunyaBlog Senin, 21 Juli 2008 pukul 20:13

    Jaah..
    Islam itu agamanya bener tapi umatnya banyak yg ga bener..
    Topik agama emang laris yah

  22. 22 Xaliber von Reginhild Selasa, 22 Juli 2008 pukul 0:44

    @fre ga login:
    *maaf telat, kesaring akismet tadi*
    Ya, begitulah.

    @Mr. Fortynine:
    1. Hehe jadi ingat kata-katanya Nietzsche; Tuhan sudah mati. :mrgreen:

    @secondprince:
    Iya ya, bagai terkenang dalam angan-angan masa lalu yang tiada habisnya…

    @ManusiaSuper:
    Ampun! :mrgreen:

    Hehe makasih. :D

    @RETORIKA:
    Ah itu dia, satu hal lagi yang signifikan. Soalnya Nazi masih punya kiblat intelektual ya? :mrgreen:

    Oke, silakan, pak, saya rikues tautan aja hehe. :P

    @caplanks:
    Coba lihat kata-kata mas sitampandarimipaselatan. :D

    @fulan:
    Saya Islam kok. ^^; Ini berdasarkan penglihatan saya aja.

  23. 23 Xaliber von Reginhild Selasa, 22 Juli 2008 pukul 0:51

    @Mr. Fortynine:
    2. :P

    @sitampandarimipaselatan:
    Setuju, mas. :mrgreen:

    @jensen99:
    Kalau punya militer sekuat Nazi bisa gawat itu; nanti FPI bisa jadi semacam Waffen-SS lokal? :P

    @aldi:
    He? :?

    @hisyam11:
    Sedikit sindiran aja kok. ;)

    @sora9n:
    Hehe nanti saya coba bikin label N gaya ESRB kayak mas Diki deh. :P

    @OrangYgTakPunyaBlog:
    Begitulah, mas…

  24. 24 K. geddoe Selasa, 22 Juli 2008 pukul 1:51

    Saran sedikit: Perbandingan pertama, yang pada bagian Nazi-nya menautkan ke antisemitisme, mungkin bisa lebih baik kalau pada bagian Islam-nya ditautkan ke New Antisemitism.

    “New antisemitism is the concept that a new form of antisemitism is on the rise in the 21st century, emanating simultaneously from the left, the right, and fundamentalist Islam, and tending to manifest itself as opposition to Zionism and the State of Israel.”

    Pas banget ‘kan? :mrgreen:

  25. 25 Fortynine Selasa, 22 Juli 2008 pukul 6:01

    DOGMATIS?!

    Jadi teringat bahwa Nazi dan semua sebagian umat Islam juga punya kesamaan: Mengkultuskan Pemimpin dan mengganggap semua perkataannya adalah Sabda Dewa Langit

    Dan kedua umat itu tadi bangga akan ke”fanatik”an mereka yang membuta babi itu.

    Bahkan ketika Hitler maupun Ulama kebanggaannya sudah meninggalkan dunia ini, masih ada yang bersikap fanatik dan menjaga kefanatikannya. Benar benar.

    Kalau begitu Nazi dan Islam cocok buat pelajaran baru bernama penanaman kesetiaan.

    Ya! (kok malah dijawab sendiri?????). dengan catatan kesetiaan yang bagaimana dulu? Kalau kesetiaan yang membuta babi ya mending harus ada ideologi dan agama lain supaya babinya ga buta dan butanya ga babi.

    *minggat secepat kilat karena nyampah*

  26. 26 Mi Chan Selasa, 22 Juli 2008 pukul 17:22

    Sbenernya kalo Hitler g terlalu sadis dan kejam, Nazi ama Islam bisa gandengan tangan. Cuma yah, islam kan cinta damai! :mrgreen:

    Anw, Xaliii…I got sumthin for you. Check ndiri d blog ku! :wink:

  27. 27 Nenda Fadhilah Selasa, 22 Juli 2008 pukul 19:19

    IMO, kalaupun NAZI dan Islam bisa bekerja sama itu hanya di awal-awalnya saja (musuh dari musuhku adalah temanku). Akan tetapi rasanya pada akhirnya perang juga karena:
    1. Politik perluasan daerah NAZI (Lebensraum) yang bisa saja kalau mereka tahu banyak minyak di Arab, daerah Timur Tengah diinvasi juga.
    2. Arab itu masuk kategori Untermenschen. Coba baca disini: http://en.wikipedia.org/wiki/Racial_policy_of_Nazi_Germany

    “Untermenschen” (lit. “Under-human”). It included the Gypsies/Roma, also subject to extermination during Porrajmos. Includes minuscule numbers of darker-skinned German nationals: non-whites from colonial African, Middle Eastern, Asiatic and Latin American origin – if of evident non-European ancestries, residing in Germany at the time. Homosexuals and disabled people (based on physical and mental illnesses) were also considered to be part of this category, and subject to eugenics policies, including compulsory sterilization, internment and deportation.

  28. 28 Frozen X Selasa, 22 Juli 2008 pukul 23:51

    @Mi Chan
    Loh emang ga’ tau kalo di Perang Dunia 1, ottoman Empire sama Nazi aliansi.

    Dogmatis. Ekstrim, dalam hal ini. Fatwa ulama lebih besar perannya daripada pembuktian ilmiah, misalnya tentang teori evolusi yang ngawur (seperti kata Harun Yahya) atau matahari yang sebenarnya masih mengelilingi bumi.

    Nope, Islam is not like that. Kalo masalah dunia tanyakan pada ahlinya, begitu juga masalah agama, tanyakan pada ahlinya(ulama). Dan 1 hal yang ga’ boleh lupa mereka semua bisa salah. Contohnya, syaikh ibnu baz rahimahullah pernah berfatwa bahwa tata surya geosentris, tapi masalah ini udah di koreksi oleh syaikh al-albanirahimahullah.

  29. 30 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 0:16

    Banyak yang ga’ objective dalam menyikapi posting ini. Baik yang pro Islam maupun nasionalis.

    Fortynine said:

    Jadi teringat bahwa Nazi dan semua sebagian umat Islam juga punya kesamaan: Mengkultuskan Pemimpin dan mengganggap semua perkataannya adalah Sabda Dewa Langit

    Kalo yang dimaksud Rasulullah Muhammad salallahu’alaihiwassalam jawabannya ya jelas IYA. Tapi kalo yang dimaksud ulama, atau pemimpin organisasi jelas bukan, seandainya ada yang begitu yang salah ya bukan Islamnya tapi orang/organisasinya.

    Islam bukan anti semit, walaupun di al-qur’an diberitakan bahwa Yahudi yang membenci Islam tapi ga’ ada yang melarang berhubungan secara sosial sama mereka. Bahkan dalam Jual-Beli.

  30. 31 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 0:23

    @fulan & XvR
    wah ga’ boleh mengkafirkan orang yang ga’ menampakkan kekafiran, juga ga’ boleh tuh bilang: “Saya Islam koq berdasarkan penglihatan”. Enough to say: Yes, I am Muslim.

    “New antisemitism is the concept that a new form of antisemitism is on the rise in the 21st century, emanating simultaneously from the left, the right, and fundamentalist Islam, and tending to manifest itself as opposition to Zionism and the State of Israel.”

    Ya Jelaslah, kalo benci ama zionism, tapi kalo benci ama Yahudi secara umum itu yang salah! La wong dia minta tanah itu secara paksa koq.

  31. 32 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 0:31

    Tradisional sekali. Bahkan sempat ada fatwa populer yang mengharamkan gambar, for the sake of the past.

    hmmm… i am one of it. 8)

  32. 33 Mr. Fortynine Rabu, 23 Juli 2008 pukul 0:56

    @Frozen X:

    Kalo yang dimaksud Rasulullah Muhammad salallahu’alaihiwassalam jawabannya ya jelas IYA. Tapi kalo yang dimaksud ulama, atau pemimpin organisasi jelas bukan, seandainya ada yang begitu yang salah ya bukan Islamnya tapi orang/organisasinya.

    Yang saya maksud juga pemimpinnya. Kalau Nabi Muhammad kan Pesuruh Allah…

  33. 34 K. geddoe Rabu, 23 Juli 2008 pukul 1:20

    *nimbrung*

    @ Frozen X

    Nope, Islam is not like that. Kalo masalah dunia tanyakan pada ahlinya, begitu juga masalah agama, tanyakan pada ahlinya(ulama).

    Masalahnya fatwa yang dibikin itu tidak selamanya “masalah agama”, mas/mbak. Contohnya ya itu: Syaikh Bin baz pernah berfatwa bahwa teori geosentris adalah salah (dan mengusulkan pada Raja Faisal untuk merombak kurikulum).

    Fatwa itu bukan “masalah agama”, melainkan pernyataan ilmiah. Dan masalah sains mestinya diserahkan pada ahlinya: ilmuwan. :P

    Baik yang pro Islam maupun nasionalis.

    Dikotomi apa ini? Islam diletakkan sebagai lawan nasionalisme? Kok berbau separatisme religius?

    Ya Jelaslah, kalo benci ama zionism, tapi kalo benci ama Yahudi secara umum itu yang salah! La wong dia minta tanah itu secara paksa koq.

    Wah, bagus kalau memang tidak rasis seperti itu. Salut. :) Tapi sayangnya, pada prakteknya toh nama ‘Yahudi’ memang konotasinya sudah tidak terlalu netral.

    hmmm… i am one of it. 8)

    Mendukung fatwa pengharaman gambar? Lalu kenapa ada avatarnya? :) Apa karena hanya sebagian dan kepala saja? Setahu saya memang ada kebijakan seperti itu.

    BTW di link blognya kok ada feed ke GameDev dan GDI? :P Game itu pakai gambar bukan? Atau mas/mbak mengkhususkan membuat game-game kasual yang tanpa gambar makhluk hidup?

    Atau mungkin mas/mbak ini pengikut Salafi baru, dan ikut ke GameDev/GDI sebelum “serius beragama”? :D

  34. 35 Xaliber von Reginhild Rabu, 23 Juli 2008 pukul 1:39

    @K. geddoe:
    Hehe, betul juga itu. :mrgreen: Akan saya tambahkan, tengkyu…

    @Fortynine:
    Kalau Nazi punya Neo-Nazi, sebagian Islam punya…. :P Dalam beberapa hal cukup identik, ya?

    *mungutin komen*

    @Mi Chan:
    Sebenarnya ada kok, divisi Handscar di Nazi (ada di bawah pasukan Schutzstaffel khusus asing). Isinya orang-orang Islam, diantaranya dari Kroasia. Tapi divisinya ngga tahan lama; bukan termasuk divisi yang kuat.

    Oke, akan dicek.

    @Nenda Fadhilah:
    Paling banter, saya rasa, kerjasama Arab paling ‘puncak’ dengan Jerman ya saat dibentuknya divisi Handschar itu. Dipelopori sama Mufti al-Husayni sendiri soalnya.

    Btw, kebijakan rasial itu ngga sebesar yang dibicarakan kayaknya. :? Kebencian Nazi sebagian besar ditaruh ke Yahudi sama orang-orang yang tinggal di Jerman tapi bukan keturunan Jerman murni. Kalau negara lain masih ada toleransi, dan soal Arab, kayaknya akan diterima dengan tangan terbuka. Soalnya Hitler dan Himmler (CMIIW) punya ketertarikan sendiri sama semangat juang orang-orang Islam (apa maksudnya jihad ya? :P ).

    @Frozen X:

    @Mi Chan
    Loh emang ga’ tau kalo di Perang Dunia 1, ottoman Empire sama Nazi aliansi.

    Sekedar mengoreksi, Jerman Nazi dan Kekaisaran Ottoman ngga pernah mengadakan aliansi. Karena Kekaisaran Ottoman runtuh setelah Perang Dunia I (sekitar tahun 1920-an) dan Nazi baru terbentuk pada saat tahun 1933.

    Jerman yang saat itu beraliansi dengan Ottoman bukan Nazi, tapi masih Kekaisaran Jerman pimpinan Wilhelm II.

    Nope, Islam is not like that
    [...]
    Islam bukan anti semit

    Saya bilang kan sebagian Islam (umatnya) aja? :)

    juga ga’ boleh tuh bilang: “Saya Islam koq berdasarkan penglihatan”.

    Ah, maksud saya atas kalimat itu begini: “Tulisan yang saya tulis ini, saya tulis berdasarkan penglihatan saya aja.” :D

    hmmm… i am one of it. 8)

    Hmm… ngga sampai mengharamkan TV kah?

    @Mr. Fortynine:
    Kalau Nabi Muhammad kan sudah bisa jadi suri tauladan. :P

  35. 36 Xaliber von Reginhild Rabu, 23 Juli 2008 pukul 1:45

    *baru kelihatan komennya*
    @K. geddoe:
    Selain kelompok salafy yang terkenal di WordPress, ada juga yang lebih damai kayaknya. :P

  36. 37 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 9:51

    Mendukung fatwa pengharaman gambar? Lalu kenapa ada avatarnya? Apa karena hanya sebagian dan kepala saja? Setahu saya memang ada kebijakan seperti itu.

    BTW di link blognya kok ada feed ke GameDev dan GDI? Game itu pakai gambar bukan? Atau mas/mbak mengkhususkan membuat game-game kasual yang tanpa gambar makhluk hidup?

    Atau mungkin mas/mbak ini pengikut Salafi baru, dan ikut ke GameDev/GDI sebelum “serius beragama”?

    hmmm… Kalo gambarnya haram, masa link ke GDI haram. *siul-siul* Sebenernya dilema jawabnya –seandainya komen saya itu bisa dihapus :D – gini, kalo saia belum mampu melakukan sesuatu minimal saya ga’ mencari-cari penghalalan dan posisi saya itu dalam keadaan saya tau kalo saya salah. Tapi kalo saia yang bikin game sih, kan bisa pake robot :P

    Sekedar mengoreksi, Jerman Nazi dan Kekaisaran Ottoman ngga pernah mengadakan aliansi. Karena Kekaisaran Ottoman runtuh setelah Perang Dunia I (sekitar tahun 1920-an) dan Nazi baru terbentuk pada saat tahun 1933.

    owh, makasi koreksinya, maklum cuma dari memory otak. :)

    Selain kelompok salafy yang terkenal di WordPress, ada juga yang lebih damai kayaknya.

    Loh salafy emang cinta damai lho, coba liat siapa yang paling keras membantah amrozi, bom bunuh diri, terorisme, debat antar agama, pemberontakan terhadap pemerintah –walaupun ga’ menerapkan hukum islam–. Ga’ percaya, selain bisa cek sumber salafi bisa cek ke sini, ada juga dokumennya lengkap dalam bentuk PDF yang bisa di download.

  37. 38 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 10:08

    ah… gomen ne, ngganjel, ketinggalan:

    Fatwa itu bukan “masalah agama”, melainkan pernyataan ilmiah. Dan masalah sains mestinya diserahkan pada ahlinya: ilmuwan.

    nah itu dia, ilmiahnya agama(islam) ya alqur’an, sunnah dan ijma’. Sedangkan masalah dunia ya bukti-bukti empiris dan penelitian yang dah terbbukti bener(wah definisi sendiri nih).

    Dikotomi apa ini? Islam diletakkan sebagai lawan nasionalisme? Kok berbau separatisme religius?

    oh afwan kalo terkesan kayak gitu, forget it. -.-a

    Lalu kenapa ada avatarnya?

    emang avatar saia gambar makhluk hidup ya? kalo dalemnya kayu gimane bang? -.-a kekekeke… canda.

  38. 39 K. geddoe Rabu, 23 Juli 2008 pukul 10:37

    Jadi intinya masbro ini salafi yang ’sedang belajar’ begitu? :) Masih berusaha ‘perlahan-lahan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan lama’ seperti game dan anime? :P Hehehe, banyak sih saya nemu yang kayak gitu. Semoga sukses.

    BTW, jadi yang ini benar tidak?

    Atau mungkin mas/mbak ini pengikut Salafi baru, dan ikut ke GameDev/GDI sebelum “serius beragama”?

    Saya bener-bener cuma nanya karena penasaran, lho. Sumpah. :D

  39. 40 joesatch yang legendaris Rabu, 23 Juli 2008 pukul 10:40

    @ Frozen X

    emang avatar saia gambar makhluk hidup ya? kalo dalemnya kayu gimane bang? -.-a kekekeke… canda.

    ahahaha, kalo gitu solusi untuk perdamaian antara yang menganggap gambar makhluk hidup itu haram dan yang tidak. malah jadi gampang: anggap aja dalamnya kayu. habis perkara! daripada gontok2an terus :mrgreen:

    Loh salafy emang cinta damai lho, coba liat siapa yang paling keras membantah amrozi, bom bunuh diri, terorisme, debat antar agama, pemberontakan terhadap pemerintah –walaupun ga’ menerapkan hukum islam–. Ga’ percaya, selain bisa cek sumber salafi bisa cek ke sini, ada juga dokumennya lengkap dalam bentuk PDF yang bisa di download.
    yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa (orang2 yang mengaku) salafy pun terpecah jadi beberapa aliran. dan mereka2 yang kebetulan beraliran ekstrim itu pernah menyebut saya sebagai “anjing” dan “ahli bid’ah” :twisted:

    oh ya, mungkin mereka yang ekstrim juga sama2 menentang debat antar agama, meskipun fakta riil yang saya alami adalah walaupun menentang debat antar agama tapi mereka tetap saja memancing debat antar agama. huehehe, definisi antara provokator dan pelaku memang beda, ya? ;)

    Nope, Islam is not like that. Kalo masalah dunia tanyakan pada ahlinya, begitu juga masalah agama, tanyakan pada ahlinya(ulama). Dan 1 hal yang ga’ boleh lupa mereka semua bisa salah. Contohnya, syaikh ibnu baz rahimahullah pernah berfatwa bahwa tata surya geosentris, tapi masalah ini udah di koreksi oleh syaikh al-albanirahimahullah.

    ah, sayang sekali ya…beberapa masih tetap ada yang menolak pengkoreksian semacam ini. tetap berpegang pada teori geosentris yang hasilnya adalah “anjing”, “ahli bid’ah”, dan “pemuja barat” buat saya :lol:

  40. 41 joesatch yang legendaris Rabu, 23 Juli 2008 pukul 10:41

    @ Frozen X

    emang avatar saia gambar makhluk hidup ya? kalo dalemnya kayu gimane bang? -.-a kekekeke… canda.

    ahahaha, kalo gitu solusi untuk perdamaian antara yang menganggap gambar makhluk hidup itu haram dan yang tidak malah jadi gampang: anggap aja dalamnya kayu. habis perkara! daripada gontok2an terus :mrgreen:

    Loh salafy emang cinta damai lho, coba liat siapa yang paling keras membantah amrozi, bom bunuh diri, terorisme, debat antar agama, pemberontakan terhadap pemerintah –walaupun ga’ menerapkan hukum islam–. Ga’ percaya, selain bisa cek sumber salafi bisa cek ke sini, ada juga dokumennya lengkap dalam bentuk PDF yang bisa di download.

    yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa (orang2 yang mengaku) salafy pun terpecah jadi beberapa aliran. dan mereka2 yang kebetulan beraliran ekstrim itu pernah menyebut saya sebagai “anjing” dan “ahli bid’ah” :twisted:

    oh ya, mungkin mereka yang ekstrim juga sama2 menentang debat antar agama, meskipun fakta riil yang saya alami adalah walaupun menentang debat antar agama tapi mereka tetap saja memancing debat antar agama. huehehe, definisi antara provokator dan pelaku memang beda, ya? ;)

    Nope, Islam is not like that. Kalo masalah dunia tanyakan pada ahlinya, begitu juga masalah agama, tanyakan pada ahlinya(ulama). Dan 1 hal yang ga’ boleh lupa mereka semua bisa salah. Contohnya, syaikh ibnu baz rahimahullah pernah berfatwa bahwa tata surya geosentris, tapi masalah ini udah di koreksi oleh syaikh al-albanirahimahullah.

    ah, sayang sekali ya…beberapa masih tetap ada yang menolak pengkoreksian semacam ini. tetap berpegang pada teori geosentris yang hasilnya adalah “anjing”, “ahli bid’ah”, dan “pemuja barat” buat saya :lol:

  41. 42 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 11:53

    nanggepin satu az ya, nyang ini:

    Atau mungkin mas/mbak ini pengikut Salafi baru, dan ikut ke GameDev/GDI sebelum “serius beragama”?

    justru saya salafi dulu, baru tertarik gamedev, orang saya tau dunia gamedev dari temen saia yang salafi koq. Dia bikin game engine yang merknya: “ahmad engine
    Sebetulnya ada kaidah fiqhnya sih –yang saya juga belum kuasai–, misalnya kalo kita beli majalah komputer yang ada gambar makhluk hidupnya, ya jelas ini ga’ haram, soalnya yang kita cari kan informasinya. Beda kasusnya kalo majalah porno. Jadi jangan bilang ngelukis secara umum itu haram. Sebetulnya kalo mo menelaah yang diharamkan lebih sedikit daripada yang dihalalkan.

    Untuk Joesatch, –loh koq jadi menanggapi yang lain– singkat az, sebetulnya ya itu tadi, kadang emang ada orang kurang hikmah dalam dakwahnya, kayak di blognya fakta, yang beberapa ustadz yang namanya dicantumkan di blog itu pun sudah berlepas diri alias ga’ mau tau lagi atas apa yang ditulis di situ. Dikarenakan kasarnya dalam berbahasa.

    Udah ah, ini OOT ini(gara-gara gw).. ada apa ini ada apa ini… Gw stop diskusi salafi di mari, disamping cuman mustami’(orang yang hadir kajian umum tapi ga’ mondok) yang ilmunya pas-pasan (cuman seputar rukun islam), gw juga ga’ suka debat yang –mungkin– ga’ ada ujungnya. Nanti gw jadi seleb bloc lagi, kan ga’ enak ama seleb blog yang udah terkenal duluan :”> <- ikon malu di YM.

    Let’s back to topic about Nazi. *”Jadi Penonton” No Jutsu*

  42. 43 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 11:59

    ah… sumimasen minaa…
    ralat: link game engine di atas harusnya ke sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Game_engine

  43. 44 K. geddoe Rabu, 23 Juli 2008 pukul 12:29

    Ah, begitu. Kalau kecenderungan menyukai subkultur animenya bagaimana? Sebelum atau sesudah mengaji? :)

  44. 45 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 12:41

    Ah, begitu. Kalau kecenderungan menyukai subkultur animenya bagaimana? Sebelum atau sesudah mengaji?

    ah si akang ini, mau tau banget sih tentang saia :D . *Jadi Penonton No Jutsu*

  45. 46 Prabu Pandu Asakura® Rabu, 23 Juli 2008 pukul 13:02

    *menikmati diskusi*
    Uh… masih belum tahu mau comment apaan. :|
    *baca ulang*

  46. 47 lu aj Rabu, 23 Juli 2008 pukul 13:11

    Islam nazi si islam loe aj kalee, gue si enggakk

  47. 48 Prabu Pandu Asakura® Rabu, 23 Juli 2008 pukul 13:22

    Sinis terhadap non-muslim. Ada yang bilang lebih baik mengasihani atau mengasihi anjing daripada non-muslim. :roll: Dan kalau ada negara dengan mayoritas non-muslim kena musibah, malah dianggap azab Allah. Beberapa lagi populer dengan mengecap orang Islam lain sebagai kafir jika dirasa tidak sesuai dengan ajaran mereka.

    Aha, lalu bagaimana dengan nasib WTC yang sekarang jadi Ground Zero, itu? Apa itu juga masuk azab? :roll:

    Senang mengenang masa lalu. Ada kalimat klasik yang dapat dipakai jika ada orang yang mengkritik umat Islam, kira-kira berbunyi begini: “Sebenarnya pada masa lalu, umat kita yang berkuasa, dan sangat maju dalam IPTEK dan berbagai hal lainnya”. Tradisional sekali. :? Bahkan sempat ada fatwa populer yang mengharamkan gambar, for the sake of the past.

    Kalau merasa masa lalu yang terbaik, ya sebaiknya kita ikuti saja. Hidup dengan segala macam hewan dan peralatan dari batu serta kayu. Tanpa mobil, listrik, dan bahkan internet.

    Bagusnya, kita bisa hidup tanpa polusi. :P

    …minus militernya tentu; kita cuma punya FPI yang berantemnya amatiran. :P

    [satire]
    Ahem, saya ini FPI. Jangan pernah Anda mengatakan FPI berantemnya amatiran. Kami sudah punya sertifikat internasional dari WWF, jadi kami tidak akan kalah dari orang-orang kafir™ dan sesat™ itu. :cool:
    [/satire]
    *dibakar massa*

  48. 49 Prabu Pandu Asakura® Rabu, 23 Juli 2008 pukul 13:25

    @ lu aj
    Oh, jadi sekarang ada lagi “Islam Nazi”, ya? Lalu setelah ini ada Islam versi apa lagi? Mussollini? :lol:

    Anda harus tahu, itulah yang sering dikatakan orang untuk lari dari kenyataan yang ada. ;)

  49. 50 Catshade Rabu, 23 Juli 2008 pukul 14:35

    Tahukah anda, sementara anda orang-orang Islam saling berperang komentar di blog ini, Xaliber beserta kawan-kawan Yahudi Zionis kafirnya sedang tertawa di belakang anda, karena tujuannya memecah belah ummat telah tercapai?

    *obligatory maniacal laughter*

  50. 51 die derhung Rabu, 23 Juli 2008 pukul 15:18

    Uda jelas bgt ni orang sirik bget sama islam, pake nazi sgala!!!Bener deh lu pasti suporter zionis, cuma bisa mancing orng marah. Gw bukan ngikutin konspirasi or apalah, cuma kalo sirik jangan gt dong!ngrusak doang bisanya,….bisa nglakuin yang berguna buat negara gak????

  51. 52 die derhung Rabu, 23 Juli 2008 pukul 15:22

    Gw gak suka klo pake nama nazi n islam sgala…. lgian mang holocaust dah ada buktinya gt???? Gituan juga cuma bullshitnya yahudi

  52. 54 K. geddoe Rabu, 23 Juli 2008 pukul 16:18

    *gelar tikar*

    *rebus kacang*

  53. 55 bukan basabashid Rabu, 23 Juli 2008 pukul 16:47

    Saya ga setuju banget Islam disamain ama NAZI. Islam ga benci Komunis biarpun Komunis atehist. Beda banget ama NAZI yag emang benci banget sama Komunis. Islam tetep nerima pluralitas. Ga ada tuch orang Komunis yang dipaksa masuk Islam
    Terus Islam ga benci Yahudi. Justru Yahudi yang kebablasan. Tau khan klaim Palestin sama aktifitas terselubungnya Yahudi.Tapi Islam tetep fair aja tuch. Islam cuma minta supaya Yahudi jangan licik ama adil. Ama Amrik gitu juga.Islam cuma mau yang bagus
    Terus siapa yang ngecap kafir??Ga ada kahn? Uda dibilangin bagiku agamaku bagimu agamamu. Ga ada nyebut kafir kaya jaman dulu
    Terus kalok masa emas Islam emang bagus why not??Dikenang lah yaw biar Islam jaman sekarang punya motifasi. Ga ketinggalan ama orang asing.
    Terus Islam juga ga segitunya dogma amat dech.Cari ilmu kahn dari Al Quranul karim, terus hadit, terus fatwa ulama. Dogmatik banget dimananya??
    Islam itu beda banget ama NAZI. So jangan disamasamain

  54. 56 Xaliber von Reginhild Rabu, 23 Juli 2008 pukul 18:43

    @FrozenXcode:

    Loh salafy emang cinta damai lho, coba liat siapa yang paling keras membantah amrozi, bom bunuh diri, terorisme, debat antar agama, pemberontakan terhadap pemerintah

    Ah ngga, saya bicara begini soalnya ada yang menunjukkan sebaliknya di WordPress… :D

    Kalau mau diskusi silakan kok. :P

    @lu aj:
    Kok jadi terpecah-pecah lagi? :P Saya bukan yang menurut Anda Islam Nazi juga kok.

    @Prabu Pandu Asakura®:

    Aha, lalu bagaimana dengan nasib WTC yang sekarang jadi Ground Zero, itu? Apa itu juga masuk azab? :roll:

    Dari sedikit pembicaraan saya dan mendengar ceramah, kayaknya masih. :roll: Yang katanya azab yang lumayan populer itu pas badai Katrina sih.

    Kalau merasa masa lalu yang terbaik, ya sebaiknya kita ikuti saja. Hidup dengan segala macam hewan dan peralatan dari batu serta kayu. Tanpa mobil, listrik, dan bahkan internet.

    Ngga buruk sih memang, cuma jangan sampai terjebak dalam dunianya sendiri aja. :mrgreen: :roll:

    @Catshade:
    Dan selanjutnya politik devide et impera ini akan membantu saya menguasai dunia. :lol:

    @die derhung:
    1. Saya bukan zionis kok. Dan soal ngelakuin yang berguna buat negara, harapannya sih tulisan ini bisa jadi semacam kritik buat sebagian orang.

    2. Soal holocaust memang masih diselimuti misteri, terutama soal angkanya. Tapi bukti otentiknya sudah ada kok, kalau holocaust itu pernah terjadi.

    @t4rum4:
    Cuma 32.86 KB kok, mas. :mrgreen:

    @K. geddoe:
    *suguhin kopi*

    @bukan basabashid:

    Islam ga benci Komunis biarpun Komunis atehist. Beda banget ama NAZI yag emang benci banget sama Komunis. Islam tetep nerima pluralitas. Ga ada tuch orang Komunis yang dipaksa masuk Islam

    Sekedar mengoreksi, komunis ngga selamanya ateis. Ada juga kok religious communism. Komunis itu ideologi politik (dan ekonomi), bukan keyakinan. :mrgreen: Dan soal ketidakbenciannya Islam pada Yahudi, kan saya bilang sebagian Islam.

    Terus kalok masa emas Islam emang bagus why not??Dikenang lah yaw biar Islam jaman sekarang punya motifasi. Ga ketinggalan ama orang asing.

    Ngga buruk memang kalau umat Islam mengenang masa lalunya. Masalahnya, kadang sering sampai terjebak dalam masa lalu itu dan mejadikannya dalih buat jadi jawaban atas berbagai masalah. :|

    Terus Islam juga ga segitunya dogma amat dech.Cari ilmu kahn dari Al Quranul karim, terus hadit, terus fatwa ulama. Dogmatik banget dimananya??

    Nah, itu dia. Maksudnya dogmatisnya itu di bagian yang terlalu mengagungkan fatwa ulama. Seperti yang masih bersikeras mendukung teori geosentris dan menolak pembuktian ilmiah (karena sempat disinggung di salah satu ayat Al Quran), lalu ini terkait juga dengan menyebut sesama muslim/orang lain sebagai ‘bidah’ atau ‘kafir’ karena orang lain tidak sesuai dengan ajaran mereka.

  55. 57 Cynanthia Rabu, 23 Juli 2008 pukul 19:59

    Ah, dem, telat kebagian ramenya :(
    *buru-buru ambil popcorn dan jus tomat pena dan kertas*

    Eniwei… iya juga sih, sebagian umat Islam kayak gitu sekarang. Meskipun perbandingannya agak kelewat ekstrim deh, sama Nazi segala :P

    Well, semoga kritik komandan bisa membuka mata hati(TM) kita :P
    *dibakar karena komentar nggak jelas*

    *save ke hard-disk*

  56. 58 Mihael "D.B." Ellinsworth Rabu, 23 Juli 2008 pukul 20:01

    bukan basabashid :

    BACA.

    Jadilah orang pintar daripada blingsatan dan koar – koar.

    ——

    Sinis terhadap non-muslim. Ada yang bilang lebih baik mengasihani atau mengasihi anjing daripada non-muslim. Dan kalau ada negara dengan mayoritas non-muslim kena musibah, malah dianggap azab Allah. Beberapa lagi populer dengan mengecap orang Islam lain sebagai kafir jika dirasa tidak sesuai dengan ajaran mereka.

    “Kok agama kita ini supremasinya lebih kuat hanya kalau di kandang sendiri, ya…” :-/

  57. 59 Frozen X Rabu, 23 Juli 2008 pukul 21:12

    @XvR: loh FrozenXcodE itu kan blog nya.

    *hooaaammm*

    mana tadi yang gelar tikar + rebus kacang, saya sewa, ngantuk. :-”

    *tidur setelah nyewa tiker dan makan kacang, kabur dari diskusi, ga’ mau nanggepin lagi* :mrgreen: :P

  58. 60 plain love Kamis, 24 Juli 2008 pukul 1:30

    soir skip komen…

    *nggak sempet bacanya*

    kalo saya liat sih ini lebih ke arah islam di indonesianya aja kali ya…???

    islam di daerah lain nggak sebegitunya menurut saya… cmiiw…

  59. 61 plain love Kamis, 24 Juli 2008 pukul 1:39

    *ngakak kuda abis baca komen-komennya*

    klarisifikasi…

    di post ini saya nggak baca penyamaan islam dengan nazi secara eksplisit… kalo menanyakan apakah islam sama dengan nazi gaya baru sih iya ada…

    adoooh…. gyahahahahahaha….

    bang avatarnya mana bang…??? masa signatur aja…???

  60. 62 Mi_Chan Kamis, 24 Juli 2008 pukul 19:45

    Ah, ribet. Baca komen nya aja bikin puyeng. :roll:

    *oot*

  61. 63 adit Kamis, 24 Juli 2008 pukul 22:12

    ya memang oversimplikasi, walaupun saya mengakui diantara orang2 islam ada yang punya perilaku spt itu, “fundamentalis” dan cenderung generalisasi thdp yahudi dan amerika, pdhl tidak semua orang yahudi biadab, dan begitu pula tidak semua orang amerika kejam

    sekarang ini menurut saya diantara peadaban barat dan timur (a.k.a islam), masing2 pihak terutama masyarakatnya masih saling curiga, maysrakat muslim masih banyak yg over-curiga thdp barat, di barat pun demikian, walaupun labelnya liberal masih banyak yg ANTI thdp islam, bahkan lebih jauh lagi mengidentikan islam dengan teorisme

    eh satu lagi kalo dikaji ulang, sifat2 nazi yg penulis utarakan juga ada bbrp yg nempel di peradaban barat :)

  62. 64 Radix Hidayat Jumat, 25 Juli 2008 pukul 13:09

    posting ini nampaknya luamyan sukses untuk menggenjot traffict… good work ^_^

  63. 65 Radix Hidayat Jumat, 25 Juli 2008 pukul 13:24

    oya, nambahin juga:
    saat inkuisisi di Spanyol (abad ke-15), Turki Utsmani mengirimkan kapal untuk mengangkut pelarian Islam dan Yahudi dari Spanyol, dan memberikan mereka tanah untuk hidup di wilayah Utsmani.

  64. 66 Prabu Pandu Asakura® Jumat, 25 Juli 2008 pukul 17:09

    Nah, itu dia. Sebagian umat Islam (sebagian lho, ya :P ) biasanya terjebak dalam masa lalu dan seolah tidak mengakui masa kini. Pikiran mereka seolah berhenti untuk mengeluarkan kreativitas, dan akhirnya… well, you know. :mrgreen:
    [OOT]
    Well, it’s seems this post is ‘amusing’ enough… :lol:
    *ngelirik die derhung dan sekelompok komentator-anonim-tak-berlink*
    [/OOT]

  65. 67 Fajar Jumat, 25 Juli 2008 pukul 18:16

    huehueheuehe… hidup liberalisme… jadikan Indonesia “the next Turkiye”

    huehueheuuehuehuehue

    Salam kenal ya, sekaligus minta ijin di blacklink eh salah… di backlink

  66. 68 ardianto Sabtu, 26 Juli 2008 pukul 21:36

    Wah, pertikaian udah hampir bubar?
    Atau masih terus berlanjut? Sial, kehabisan jatah waktu time-based internet memang menyebalkan…

    *Gelar tiker*
    *Nunggu pertikaian lagi*

  67. 69 mbelGedez™ Sabtu, 26 Juli 2008 pukul 22:50

    Bunuh Yahudi !!!
    Bunuh Nazi !!!

    Hajar Salafi !!!

    ***lempar botol ingsi bengsin…***

  68. 70 RAIHA Minggu, 27 Juli 2008 pukul 0:27

    Haree genee maseeh barbar???? CAPEE DEEEEEE

  69. 71 DensS cessario Minggu, 27 Juli 2008 pukul 9:51

    hauehauehaueh FPI..

    Schutzstaffel for teh win~

  70. 72 Max Breaker Minggu, 27 Juli 2008 pukul 12:38

    wah rame nih, saya jadi penonton aja ah… :D
    *ngelanjutin mbaca komen yang bejibun di sini*

  71. 73 Xaliber von Reginhild Minggu, 27 Juli 2008 pukul 19:16

    @Cynanthia:
    Kan diambil kemiripannya. :P Tapi Nazi kurang populer sih di Indon.

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Hoho, home sweet home? :mrgreen:

    @Frozen X:
    Eh iya, salah identifikasi. Maap.

    @plain love:
    1. Kalo di Indonesia memang iya, tapi kalo di luar negeri kayaknya juga ada yang begini. Tipikal fundamentalis? :roll:

    2. Nazi gaya baru? :?

    @adit:
    Hehe, iya, seperti yang tertulis di blognya Kopral Geddoe, mungkin perihal begini juga bisa ditemui di Barat sana. Tipikal fundamentalis? :P

    @Radix Hidayat:
    1. Ngga diniatkan sih, tapi kayaknya topik agama memang rada laku.

    2. Hmm, setelah kejatuhan Konstantinopel ya itu? Ya, kalau ngga salah, Mehmed II dan beberapa turunannya memang lumayan toleran. :)

    @Prabu Pandu Asakura:
    Dan itu dia masalahnya. :mrgreen: Ngga mau bangun dari mimpi.

    Indeed, it was ‘amusing’ enough. :lol:

    @Fajar:
    Wah, kalo Turki punya ideologi Kemal, kita punya apa? Marhaenisme? :mrgreen:

    Ok, akan ditambahkan.

    @ardianto:
    Wah, kok nunggu berantem. :P

    @mbelGedez:
    *lempar rokok* :P

    @RAIHA:
    Siapa yang barbar? :?

    @DenS cessario:
    SSFTW. :mrgreen:

    @Max Breaker:
    Silakan. :D

  72. 74 No one Selasa, 29 Juli 2008 pukul 23:14

    Udah ngerasa islam blom? Jawab itu dolo seblom lo ngeritik orang laen

  73. 75 No one Rabu, 30 Juli 2008 pukul 23:16

    Oi mana lo gk berani ngebales?

  74. 76 Xaliber von Reginhild Kamis, 31 Juli 2008 pukul 1:55

    Maap, internet saya nggak bisa dipakai beberapa hari ini soalnya. :)

    Soal Islam atau tidak, saya Islam. Tapi saya rasa ini ngga begitu terkait masalah fundamentalis-fanatisme yang dibahas ini, kan? :?

  75. 77 sora9n Kamis, 31 Juli 2008 pukul 16:25

    @ No one

    Memangnya yang bisa mengkritik Islam cuma orang Islam saja, begitu? Tertutup sekali. :lol:

    FYI, saya juga muslim. Tapi, soal ketertutupan terhadap pandangan luar, ini adalah kelakuan umat yang layak dipertanyakan. Mau jadi apa orang yang tak mau menerima masukan dari luar? :?

    Kalau ada yang mengkritik itu, harus dipertimbangkan isinya. Bukan yang menyampaikan. Bukankah ada hadis, “kebenaran tetaplah kebenaran sekalipun berasal dari mulut seorang budak” ?

    Lihat dulu isi posting di atas, dan bandingkan sama keadaan umat Islam kontemporer. Ada cocoknya, tidak?

    BTW, umat Islam sendiri banyak sekali yang hobi mengkritik ide-ide Kristen. Padahal bukan Kristen. Jeruk kok makan jeruk. :lol:

  76. 78 Prabu Pandu Asakura® Kamis, 31 Juli 2008 pukul 19:59

    @ No one
    Udah ngambil inti dari tulisan ini blom? Jawab itu dolo seblom lo ngeritik orang laen.

    Hanya menulis ulang kata-kata Anda sendiri, lho. :P

  77. 79 No one Kamis, 31 Juli 2008 pukul 23:24

    Gimana orang mao jadi sadar klo yang ngomong gk lebih baek? Rasulullah seblom ngomong juga ngaca dulu. Gk ada omongannya yang gk sesuai sama sikap Rasul! kristen jelas banget dikritik. Tau gk lo klo injil diubah2 paus? Kitab Tuhan koq coba2

  78. 80 c e l o Kamis, 31 Juli 2008 pukul 23:45

    #no one…

    weleh… emangnya situ apal terjemahannya al quran…???

    situ bisa yakin situ nggak pernah salah baca…???

    bukannya nggak mungkin al quran itu ada salah cetak karena kesalahan pabriknya… accident happens…

    kitab tuhan kok kena salah cetak….

    oh iya… maksud penulis ngasi tulisan ini kan memberikan kaca… berkacalah dahulu… baru banting kacanya balik ke penulisnya…

    doh….

  79. 81 sora9n Kamis, 31 Juli 2008 pukul 23:49

    @ No one

    Gimana orang mao jadi sadar klo yang ngomong gk lebih baek?

    Idealnya memang begitu. Tapi cara berpikir ini yang mesti diubah. Manusia nggak bakal bisa saling menasihati kalau begitu caranya.

    Dikit-dikit bilang, “lo nggak lebih baik”, “lo nggak lebih baik”. Padahal semua orang pasti punya kekurangan. Apalagi dalam ber-Islam — yang tahu pasti siapa yang lebih baik cuma Allah! :o Apa hak kita sampai bisa bilang “kamu lebih jelek Islamnya daripada saya”, atau sebaliknya?

    Kalau koruptor macam Pak Al-Amin bilang “korupsi itu buruk”, bukan berarti omongannya salah. Kebenaran tetap kebenaran walaupun yang mengucapkan orangnya meragukan. Boleh nggak respek sama orangnya, tapi jangan buang kebenaran yang dia sampaikan.

    kristen jelas banget dikritik. Tau gk lo klo injil diubah2 paus? Kitab Tuhan koq coba2

    Tahu nggak, omongan Anda itu sama saja dengan yang diucapkan mereka yang fanatik. Entah itu Kristen, Islam, ataupun yang non-agama.

    Yang Islam bilang bahwa kitab Kristen diutak-atik Paus. Yang Kristen bilang bahwa Nabi Muhammad mengarang-ngarang Al-Quran (banyak kesamaannya dengan kisah2 dalam Bibel). Kaum non-agama bilang dua-duanya nggak bener: karena dua-duanya justru bikin orang-orang terlibat perang agama (Perang Salib).

    Lalu yang benar yang mana? Anda bilang bahwa Injil salah karena Anda muslim. Kalau Anda lahir sebagai Kristen, ya boleh jadi Anda justru bilang Al-Qur’an itulah yang palsu… :roll:

    FYI, nggak ada agama yang bebas kritik. Semua agama punya tuduhan dan ‘lawan’-nya sendiri-sendiri, lho. ;)

  80. 82 K. geddoe Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 0:08

    Ahh, the world never runs out of nuts and douchebags. :lol:

    *gelar tikar*

  81. 83 sora9n Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 0:15

    @ K. geddoe

    Not nuts, Kopral. Only those who haven’t yet understood logical fallacy and others’ point of view…

    …who, in my bet, are mostly in younger part of present neocons. :P

    *seduh kopi pake kompor portabel*

  82. 84 Catshade Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 0:58

    Berarti sudah saatnya blog ini (juga blognya Geddoe dan sora) dikasih peringatan…

    WARNING: MAY CONTAIN NUTS

    :lol:

  83. 85 K. geddoe Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 1:02

    Bukannya may contain traces of nuts? Kayak di bungkus cokelat gitu…? :P

  84. 86 No one Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 23:24

    Gk masalah salah cetaknya, cuman isinya! Salah cetak c gk masalah, lgian emang ada gt yang salah cetak? Dibikinnya ati2 banget kaleee…. lah injil tu emang diubah2.Udah pernah nanya ulama blom? Tanya ustad? injil jaman skarang tu uda beda banget sama injil jaman duluuu banget. Klo yang dulu c masih asli. Jaman skarang ada perjanjian lama ama baru sgala. Emang orde baru ama orde lama

  85. 87 No one Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 23:27

    Katanya pertimbangin isinya. Bukan yang ngomong. Jangan senjata makan tuan donk ah!

  86. 88 Catshade Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 23:48

    Gk masalah salah cetaknya, cuman isinya! Salah cetak c gk masalah, lgian emang ada gt yang salah cetak? Dibikinnya ati2 banget kaleee…. lah injil tu emang diubah2.Udah pernah nanya ulama blom? Tanya ustad? injil jaman skarang tu uda beda banget sama injil jaman duluuu banget. Klo yang dulu c masih asli. Jaman skarang ada perjanjian lama ama baru sgala. Emang orde baru ama orde lama

    Saya rasa mereka sudah mempertimbangkan isinya, Mas/Mbak No one. Isi pendapat anda memang mengandung kacang. :?

  87. 89 sora9n Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 0:40

    @ No one

    lah injil tu emang diubah2.Udah pernah nanya ulama blom? Tanya ustad? injil jaman skarang tu uda beda banget sama injil jaman duluuu banget. Klo yang dulu c masih asli. Jaman skarang ada perjanjian lama ama baru sgala. Emang orde baru ama orde lama

    Ini kesalahan besar Anda. Anda bilang, tanyakan masalah Kristen pada ustad. Ustad yang mana dulu? Ustadnya mengerti Kristen, tidak?

    Itu sama aja orang Kristen bilang “Al Qur’an itu salah, coba tanya sama pastor”. Pastor yang mana; pastornya ngerti Islam atau tidak?

    Bagaimana kalau ustad-nya benci pada Kristen, atau pastor-nya benci pada Islam? Apa nggak bakal jadi saling menjelekkan kalau begitu caranya? :?

    Sudah paham maksud saya? :)

    Gk masalah salah cetaknya, cuman isinya! Salah cetak c gk masalah, lgian emang ada gt yang salah cetak? Dibikinnya ati2 banget kaleee….

    Anda mau membaca kritik terhadap isi Al-Qur’an? Silakan… [link]

    Seperti yang saya bilang sebelumnya, nggak ada agama yang nggak bebas kritik. Semuanya pernah kena. Jangan langsung sombong bahwa kitab Anda adalah satu-satunya yang “tak pernah salah”. Semua fanatik agama (dan fanatik anti-agama) selalu mencari celah untuk menjatuhkan yang lain, dan itu sudah berlangsung berabad-abad. :roll:

    :::::

    @ Catshade | K. geddoe

    Euh, kalo nyindir jangan pake ad hominem, dunk. Ditembak balik tuh… ^^;;

  88. 90 sora9n Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 0:43

    ^

    ralat…

    …nggak ada agama yang nggak bebas kritik.

    Harusnya,

    …nggak ada agama yang bebas kritik.

    Sekian, terima kasih. :P

  89. 91 Xaliber von Reginhild Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 1:24

    Duh, maap, apa ini bisa dijadikan salah satu sampel fallacy ya? :P

    Saya rasa jawabannya sudah dijawab dan dijelaskan dengan sangat baik oleh mas sora. :mrgreen:

    Kalau sudah bicara dengan agama lain, menurut saya jangan terlalu self-centered (dalam artian hanya dengan yang seiman saja). Soalnya kayaknya cenderung subjektif, ya seperti yang dijelaskan mas sora di atas. Karena itu ada yang namanya perbandingan agama. :D

  90. 92 Prabu Pandu Asakura® Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 19:42

    Ah, jadi pingin komen… :P
    @ No one
    Pertanyaan saya belum dijawab, lho. :?

    Gimana orang mao jadi sadar klo mereka menolak kebenaran yang diberikan? Lo seharusnya seblom ngomong juga ngaca dulu, dong. Gk ada omongannya yang sesuai sama sikap Rasul! Penulis jelas banget dikritik, padahal blom tau inti yang dibicarakan. Tau gk lo klo lo orang yang terburu-buru?

    Sekali lagi, saya hanya sedikit merubah komentar Anda sendiri. Bagaimana rasanya diserang kata-kata Anda sendiri? :P

    *uh, maaf, saya terpaksa pakai jurus maut ini. :| *

    Gk masalah salah cetaknya, cuman isinya! Salah cetak c gk masalah, lgian emang ada gt yang salah cetak? Dibikinnya ati2 banget kaleee…

    Meskipun kemungkinannya sangat kecil, katakanlah 1:1.000.000, tapi tetap saja ada kemungkinan salah cetak. Anda harus ingat, bahwa mesin tersebut adalah buatan manusia yang rentan terhadap kesalahan, kerusakan, dan berbagai macam error. :)

    lah injil tu emang diubah2.Udah pernah nanya ulama blom? Tanya ustad?

    Ustadz belum tentu ngerti masalah injil, mas/mbak… :lol:

    Klo yang dulu c masih asli. Jaman skarang ada perjanjian lama ama baru sgala. Emang orde baru ama orde lama

    IMO, mereka menambahkan hal-hal itu karena dirasa perlu. Karena ada celah di peraturan-peraturan lama, kelemahan-kelemahan, dsb. :)
    @ K. geddoe, Catshade, sora9n
    Lha, ada yang jualan kacang? Mana, saya mau beli ini. Buat modal cemilan liat big match Arsenal vs. Juventus nanti malam. :mrgreen:
    *dalam arti sebenarnya*

  91. 93 K. geddoe Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 21:44

    Ya kalau pendapat saya sih sederhana saja. Segala macam paham, agama, -isme, dan aliran pemikiran manapun pernah diterpa kritik.

    Alkitab dikritik, Al-Qur’an juga dikritik.

    Alkitab dikatai tidak otentik, Al-Qur’an juga demikian. Ingat manuskrip Sana’a?

    Cuma kalau tunjuk-tunjuk sana-sini sembari dengan jumawa menolak bahwa kitab sendiri tidak pernah dikritik, ya menurut saya terlalu naif. :)

    *atau bahasanya mas Catshade, “mengandung kacang”*

    Salam. :)

  92. 94 K. geddoe Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 21:47

    Ups,

    …kitab sendiri tidak pernah dikritik

    Seharusnya,

    …kitab sendiri pernah dikritik

    :mrgreen:

  93. 95 No one Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 23:08

    Gk usah balikin omongan dech. Ngomong yang perlu doank. Klo gk ama ustad mo tanya sapa? Nanya pastor ya jlas dibagusin! Mo gimana hayo? Nanya ustad gk ngerti. Nanya pastor tar dibagusin. Nanya dokter mana ngerti.

  94. 96 K. geddoe Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 23:59

    Klo gk ama ustad mo tanya sapa? Nanya pastor ya jlas dibagusin!

    Euh, seperti yang sudah dijelaskan, kalau mas/mbak bertanya ke pastor maka yang dibagus-baguskan adalah Kristennya, dan apabila bertanya ke ustadz maka yang diagus-baguskan adalah Islamnya.

    Klo gk ama ustad mo tanya sapa? [...] Mo imana hayo?

    Ya tentu saja tanya pada SEMUA SUMBER YANG ADA. Inti obyektivitas itu kan memperoleh informasi dari berbagai sumber? :?

    Setelah informasinya dirasa cukup, bandingkan dan ambil kesimpulan melalui metode ilmiah. :)

  95. 97 sora9n Minggu, 3 Agustus 2008 pukul 0:22

    @ No one

    Klo gk ama ustad mo tanya sapa? Nanya pastor ya jlas dibagusin! Mo gimana hayo?

    Masalahnya satu: ustad-nya ngerti nggak? Ustad-nya benci kristen nggak? Ntar malah dijelek-jelekin, lagi. :lol:

    Kayak Ahmed Deedat, gitu: ulama belajar Kristen, tapi cuma dipake menjelek-jelekkan. Atau Pat Robertson: pendeta belajar Islam, tapi dipakai buat mengutuk. Dua-duanya nggak ada yang bener… :roll:

    Nanya ustad gk ngerti. Nanya pastor tar dibagusin. Nanya dokter mana ngerti.

    Kalo nanya pastor, ya jelas Injil tampak bagus. Tapi jangan lupa: kalau nanya ustad pun, Al-Qur’an tampak bagus. Makanya ada cabang ilmu perbandingan agama

    Untuk mempelajarinya, pakai berbagai sumber. Dari kitab ybs., tafsir pemuka agama, tafsir pengkritiknya. Juga teks-teks akademik.

    Baru dari situ ditarik kesimpulan: seperti apa sebenarnya kitab yang dimaksud. Bukannya modal sepihak saja… itu mah rawan pemlesetan. ;)

  96. 98 Adriano Minami Kamis, 7 Agustus 2008 pukul 18:13

    Setuju sekali! Kapan Islam kita maju???

  97. 100 Kils Dragonerk von Deathlock Selasa, 12 Agustus 2008 pukul 21:13

    koment ke 100

    SELAMAT ANDA MEMENANGKAN HADIAH LIBURAN KE RUMAH DARTA !!!

    wkwkkw =))

  98. 101 Kils Dragonerk von Deathlock Selasa, 12 Agustus 2008 pukul 21:15

    alah sok agamis nih kak adip… solat aja jarang… paling solat bulan ramadhan.. wkkwkwkwkwkwkkw

    buat gw yg mana aja boleh… mau islam.. kristen… katolik.. buddha.. hindu… ateis… komunis lah… apalah… deathlock lah… bodo amad… yg penting wa hidup tentram…

  99. 102 ORANG BEROTAK Kamis, 21 Agustus 2008 pukul 15:19

    DASAR GOBLOK!!!! SONGONG AMAT SIH LU!!!!! CUMA ORANG BEROTAK YANG BISA BEDAIN ISLAM SAMA NAZI!!!!!!!!!!!!!!!!

  100. 104 Schadenfreude Sabtu, 13 September 2008 pukul 1:20

    sayang banget orang islam dikit yang tau nazi… matanya masih dibutain sama fakta sejarah (alah apaan sihh) ya nggak xal???

  101. 105 jay Senin, 29 September 2008 pukul 14:54

    ALLAH tahu mana orang yang beriman pd agamanya dan mana yang tidak……kamu masih beriman???cepat sadarilah mana yang benar dan mana yang salah….

  102. 106 Alex Senin, 6 Oktober 2008 pukul 2:19

    Tasybih-nya terlalu simple dan dipaksakan om, kalaupun ada benarnya, yang sedikit mirip dg nazi itu ya beberapa kelompok ekstrim dalam islam saja. btw, fpi lpi dan sejenisnya itu emang pain in the ass,,,

  103. 107 Xaliber von Reginhild Kamis, 9 Oktober 2008 pukul 21:52

    @tay | ORANG BEROTAK | jay:
    Jangan marah-marah dulu, mas, saya bilang kan sebagian Islam. :)

    @iis:
    Ah, ya, terima kasih. :D …tapi rasanya agak konspiratif ya.

    @Schadenfreude:
    Iya, iya. :P

    @Alex:
    Lha, iya, kan saya bilang sebagian Islam saja. :)

  104. 109 zionis bangsat Sabtu, 10 Januari 2009 pukul 2:54

    islam bukan nazi,, islam cinta damai, lo harusnya liat gimana israel sekarang!israel adalah neo nazi, mereka brani mbantai ribuan nyawa tak berdosa,,,,

  105. 110 K. geddoe Sabtu, 10 Januari 2009 pukul 3:41

    israel adalah neo nazi

    8O

    Anda ini paham ga sih Neo-Nazisme itu apa? :lol:

  106. 112 Xaliber von Reginhild Selasa, 24 Maret 2009 pukul 15:10

    *baru baca lagi*

    Setelah dipikir-pikir, kayaknya tipikal entri kontroversial di Deathlock itu panasnya nggak tahan lama. :P Kecuali topik yang long-lasting (halah) kayak teori evolusi.

    @Ken Arok:
    *kasih cendol*

  107. 113 sora9n Selasa, 24 Maret 2009 pukul 21:04

    ^

    Setelah dipikir-pikir, kayaknya tipikal entri kontroversial di Deathlock itu panasnya nggak tahan lama. :P Kecuali topik yang long-lasting (halah) kayak teori evolusi.

    Lactobacillus Protectus? :P

    *sambil lirik widget top-posts di sidebar*

  108. 114 Ary Rabu, 25 Maret 2009 pukul 11:33

    Sebagian Islam mirip NAZI? Ok cukup adil. Loe punya hak untuk ngomong apapun yang loe mau.

    But as you have passed judgment on (some of) us Muslims, I will pass judgment on you. I can’t help but think that you deliberately used this controversial title with the intention of baiting or raising traffic or following the latest trend (look at me mom, I’m HIP!) or whatever. And that in itself, says a lot of your credibility (or what’s left of it anywayz).

    And you won’t stop me from preaching to you of our (once) proud history. I believe I have the right and freedom to do so, wouldn’t you agree? Besides, it’s not like today’s Muslims don’t have anything more to offer intellectually.

    Two prestigious Western magazines — Foreign Policy in the United States and Prospect in Britain — asked their readers to choose which among the world’s 100 public intellectuals deserved the top honors.

    Over 500,000 people cast their votes via the internet. The results published this July (2008) were surprising. The first ten names on the list were Muslims, from countries as diverse as Turkey, Bangladesh, Egypt, Pakistan, Iran and Uganda.

    http://www.arabamericannews.com/news/index.php?mod=article&cat=World&article=1326

    Dan mengenai kaum Yahudi… Kenapa sih banyak banget orang yang ga bisa ngebedain antara Yahudi and Zionists?? Auschwitz = Gaza. Gestapo = Irgun/Mossad. So mana yang lebih mirip Nazi? Israel ato Islam?? Objektif dikit nape BOS?

    Mass expulsion/killings of the Jews adalah produk barat bro, bukan Islam! Dari mulai the Romans sampe Hitler tuh orang Yahudi udah sering banget di usir/dibunuhin! Kenapa? Ya loe pikirin ndiri aja deh knapa.

    http://www.youtube.com/watch?v=8P-0Yl0VGzs

    Sekarang loe bandingin gimana sikap kaum Muslimin di eropa terhadap Yahudi. Dibawah kekuasaan Islam, kaum Yahudi Spanyol menikmati kebebasan & perkembangan yang amat pesat. Penyair legendaris seperti Yehuda Halevy dan Maimonides bebas mencipta karya karya mereka dalam bahasa Arab maupun Ibrani. Di Toledo, banyak banget Yahudi yang menjadi menteri, ilmuwan dll. Dan mereka bekejasama dengan ilmuwan2 Kristen, Muslim dalan nerjemahin ancient Greek philosophical texts. Those were indeed the ‘Golden Age.’

    Gimana mungkun semua itu terjadi kalo umat Islam itu inherently ‘anti-semitic?’ Ato kalo Islam itu ’seperti Nazi?’ Oh God… I think I’m gonna be sick…

    Ketika Catholics merebut Spain dari tangan Muslims. The Jews and the Muslims were presented with a cruel choice: to become Christians, to be massacred or to leave. And where did the hundreds of thousand of Jews, who refused to abandon their faith, escape? Almost all of them were received with open arms in the Muslim countries. The Sephardi (“Spanish”) Jews settled all over the Muslim world, from Morocco in the west to Iraq in the east, from Bulgaria (then part of the Ottoman Empire) in the north to Sudan in the south. Nowhere were they persecuted. They knew nothing like the tortures of the Inquisition, the flames of the auto-da-fe, the pogroms, the terrible mass-expulsions that took place in almost all Christian countries, up to the Holocaust.

    Every honest Jew, no scratch that, every honest HUMAN BEING who knows the history of Islam in Europe cannot but feel a deep sense of admiration to Islam, which has protected the Jews for fifty generations, while the Christian world persecuted the Jews and tried many times “by the sword” to get them to abandon their faith.

    So F the Nazis, F the Zionists, F the Islamic terrorists and most of all, F the apartheid/racist state of muddaeffin Israel! And if you don’t like it, then you may proceed to kiss my ANTI-SEMITIC, NAZI ASS!!!!

  109. 115 Abu Geddoe Rabu, 25 Maret 2009 pukul 11:57

    @ Ary

    Sabar, Masbro. Yang dimaksud ‘kan hanya sebagian saja; yaitu umat Islam bercorak antisemitik yang kontemporer. Tentu tak ada hubungannya dengan your (once) proud history. :)

    Judul memang sepertinya tak terlalu politically correct. Tapi ‘kan ada diclaimernya.

    So F the Nazis, F the Zionists, F the Islamic terrorists and most of all, F the apartheid/racist state of muddaeffin Israel! And if you don’t like it, then you may proceed to kiss my ANTI-SEMITIC, NAZI ASS!!!!

    Pray excuse me. Is this a Monty Brogan reference? :P

  110. 116 Reinhart Velatrache Rabu, 25 Maret 2009 pukul 12:12

    @ Ary

    And you won’t stop me from preaching to you of our (once) proud history. I believe I have the right and freedom to do so, wouldn’t you agree? Besides, it’s not like today’s Muslims don’t have anything more to offer intellectually.

    History. Some of us has blinded by what-so-called history. Well, I won’t say that history is unmiportant. But c’mon, can’t you let history go away? I mean, look, countries doesn’t grow if they stuck with history. They grow because they had a vision. Don’t stuck with history, but write your own history. That’s the weaknesses of some moslems nowadays.

    Dan mengenai kaum Yahudi… Kenapa sih banyak banget orang yang ga bisa ngebedain antara Yahudi and Zionists?? Auschwitz = Gaza. Gestapo = Irgun/Mossad. So mana yang lebih mirip Nazi? Israel ato Islam?? Objektif dikit nape BOS?

    Sudah dijelaskan di artikel tersebut. Mereka mempunyai musuh yang “sama”, pandangan tentang dunia barat yang “sama”, dan pola berpikir yang terlalu menonjolkan masa lalu.

    Sekarang loe bandingin gimana sikap kaum Muslimin di eropa terhadap Yahudi. Dibawah kekuasaan Islam, kaum Yahudi Spanyol menikmati kebebasan & perkembangan yang amat pesat. Penyair legendaris seperti Yehuda Halevy dan Maimonides bebas mencipta karya karya mereka dalam bahasa Arab maupun Ibrani. Di Toledo, banyak banget Yahudi yang menjadi menteri, ilmuwan dll. Dan mereka bekejasama dengan ilmuwan2 Kristen, Muslim dalan nerjemahin ancient Greek philosophical texts. Those were indeed the ‘Golden Age.’

    Gimana mungkun semua itu terjadi kalo umat Islam itu inherently ‘anti-semitic?’ Ato kalo Islam itu ’seperti Nazi?’ Oh God… I think I’m gonna be sick…

    Sekali lagi. Jangan terlalu melihat ke belakang, atau Anda bisa menabrak pohon yang ada di depan Anda. :mrgreen:

    Oke, serius. Kalau Anda terlalu berpatokan dengan sejarah Islam, Anda tidak akan kesulitan secara obyektif ke depannya. Oke, dulu umat Islam dengan, kata Anda, umat Yahudi dan Kristen hidup berdampingan.

    Tapi sekarang, buktinya ada beberapa umat Islam yang kalau mendengar kata barat, kristen, atau yahudi saja seperti kebakaran jenggot. Mana yang katanya hidup berdampingan, huh? :lol:

    Jadi, apakah salah jika disamakan dengan Nazi, karena pandangan dan musuh myang dilawannya? ;)

  111. 117 Reinhart Velatrache Rabu, 25 Maret 2009 pukul 12:17

    Ralat:

    Anda tidak akan kesulitan secara obyektif ke depannya.

    Anda akan kesulitan melihat secara obyektif ke depannya.

  112. 118 Rukia Rabu, 25 Maret 2009 pukul 22:53

    @ sora9n

    Lagipula, “Islam” itu sendiri umumnya (di Indonesia) bisa digolongkan dalam 4 bagian yang berbeda dan (relatif) menggumpal sendiri-sendiri. Pembagiannya…[...]

    Islam itu nggak ada pengelompokannya/penggolongannya, nggak ada tuh istilah Islam fundamentalis, liberal, tradisional, dll. yang mengelompok itu kan umatnya, jadi (IMO) kata ‘Islam’ itu sebaiknya ditambahin ‘umat’ ;)

    @ semua yang merasa post ini menyerang Islam *ngambil istilahnya sora9n*

    Ayolah buka dong pikiran kalian, ini itu kritik, dan kritik itu seharusnya bisa membuat kita-kita (baca : umat Islam) berbenah diri. Jangan cepat bilang orang kafir, goblok, dll (sederet kata2 jelek lainnya) kalian bukan orang paling benar, dan bukan hak kalian mengatakan orang lain itu lebih buruk dari kalian. Jujur ya, orang-orang seperti kalian-kalian inilah yang justru mencitrakan Islam itu agama yang tidak baik. so, postive thinking aja, kalau dikritik segeralah lihat akar masalahnya, “Apa yang salah dengan umat Islam sekarang” kalau sudah tahu masalahnya perbaiki itu, dan awali dari diri sendiri dulu, rubah image buruk itu dengan tindakan yang membuktikan bahwa “umat Islam tidak seperti yang dituduhkan”. so, saran buat kalian Lihat apa yang dikatakan, jangan melihat siapa yang mengatakan

  113. 119 Rukia Rabu, 25 Maret 2009 pukul 23:01

    btw, saya telat nih ikutan ribut-ribut di sini

    *ditimpuk* X(

  114. 120 Xaliber von Reginhild Kamis, 26 Maret 2009 pukul 0:37

    @sora9n:
    Itu… tidak kontroversial. Tapi tempat ngejunk. :P :lol: *lirik komen2 geje*

    @Ary:

    I can’t help but think that you deliberately used this controversial title with the intention of baiting or raising traffic or following the latest trend (look at me mom, I’m HIP!) or whatever. And that in itself, says a lot of your credibility (or what’s left of it anywayz).

    Nah. I don’t really care about traffic, but if I do, I would use tag-whoring instead. It’s more fun. And the title could be something more… insane. Perhaps something such as, “Kemiripan Islam dengan Nazi” or “Islam: Nazisme Gaya Baru”. The title I am using for this entry, in my view, remains plain compared to those two. Though it might be not a really good one.

    And you won’t stop me from preaching to you of our (once) proud history.

    Yup, don’t worry. You have your right to preach our (once) proud history. Though I don’t really feel right with their “syariah” at their times… but, never mind.

    Dan mengenai kaum Yahudi… Kenapa sih banyak banget orang yang ga bisa ngebedain antara Yahudi and Zionists?? Auschwitz = Gaza. Gestapo = Irgun/Mossad. So mana yang lebih mirip Nazi? Israel ato Islam?? Objektif dikit nape BOS?

    Ah, ini cukup menjelaskan arti komentar sebelumnya, tampaknya.

    Mengenai siapa yang lebih mirip Nazi… ya sudah dijelaskan, kan. Sebagian umat Islam begitu sinis dengan kata-kata Yahudi dan liberal — ya, sayangnya memang banyak yang nggak bisa bedain Yahudi dengan Zionis. Begitu pula dengan sikap yang terlalu mengenang masa lalu. Nah, cocok kah dengan poin-poin Nazi yang sudah diutarakan di atas?

    Every honest Jew, no scratch that, every honest HUMAN BEING who knows the history of Islam in Europe cannot but feel a deep sense of admiration to Islam, which has protected the Jews for fifty generations, while the Christian world persecuted the Jews and tried many times “by the sword” to get them to abandon their faith.

    Oke… catet. :mrgreen:

    Sejarah, kan? Mari lihat sebagian umat Islam kontemporer. :) Sayangnya tidak seindah masa lalu.

    @Abu Geddoe; @Reinhart Velatrache:
    Terima kasih tambahannya. :D

    @Rukia:
    Mungkin karena itu mas sora menggunakan tanda kutip di antara kata “Islam”-nya.

  115. 121 Ary Kamis, 26 Maret 2009 pukul 21:26

    @Geddoe:

    Monty Brogan? Sorry, never heard of him. :)
    ————————-

    @Reinhart Velatrache:

    History. Some of us has blinded by what-so-called history. Well, I won’t say that history is unmiportant. But c’mon, can’t you let history go away? I mean, look, countries doesn’t grow if they stuck with history. They grow because they had a vision. Don’t stuck with history, but write your own history. That’s the weaknesses of some moslems nowadays.

    Let history go away? What the hell does that mean? If you’re suggesting that I should forget our history then no, I most definitely cannot. I believe that the more you know about the past, the better you are prepared for the future. So in a sense, understanding history is the first step towards the future.

    Sudah dijelaskan di artikel tersebut. Mereka mempunyai musuh yang “sama”, pandangan tentang dunia barat yang “sama”, dan pola berpikir yang terlalu menonjolkan masa lalu.

    Dan seperti yang udah gw jelasin di awal. Yahudi dan Zionist itu ga sama. Nazi ngebantai semua Yahudi indiscriminately sementara konflik umat Islam adalah dengan Zionism yang nota-bene merupakan kelanjutan dari kolonialisme barat. Semua ekstrimisme/terrorisme dalam Islam bersumber pada keadaan di Palestine, dan sebelum itu terselesaikan jangan harap keadaan akan membaik.

    Terus soal pandangan Islam dan Nazi terhadap liberalism juga ga persis sama. Nazi totaliter sementara Islam kagak, seperti yang tercantum dalam Qur’an (2:256):

    “Let there be NO COMPULSION in the matters of faith. Truth stands out clear from Error; whoever rejects Evil and believes in Allah hath grasped the most trustworthy hand-hold, that never breaks. And Allah heareth and knoweth all things.”

    Does this sound like something Hitler would say? How anyone could ignore such an unequivocal statement is beyond me.

    Pola berpikir yang terlalu menjolkan masa lalu? Ya okelah, emang ada sebagian yang kaya gitu.Tapi bukan cuma sebagian umat Islam ato Nazi yang doyan nginget2 masa lalu. Si Bush juga pernah koar2 soal crusade waktu kampanye cari dukungan buat perang di Iraq. Belon lupa kan? Don’t play dumb lah bro. Hehe…

    Oke, serius. Kalau Anda terlalu berpatokan dengan sejarah Islam, Anda tidak akan kesulitan secara obyektif ke depannya. Oke, dulu umat Islam dengan, kata Anda, umat Yahudi dan Kristen hidup berdampingan.

    Inilah pentingnya sejarah. Loe kayanya ga yakin kalo Islam, Kristen and Yahudi bisa hidup berdampingan secara damai, padahal sejarah telah jelas2 mencatat bahwa hal itu BISA dan PERNAH terjadi. Kalo dulu aja bisa kenapa besok ga bisa? What is so wrong in remembering the past to promote a peaceful coexistence?

    Tapi sekarang, buktinya ada beberapa umat Islam yang kalau mendengar kata barat, kristen, atau yahudi saja seperti kebakaran jenggot. Mana yang katanya hidup berdampingan, huh?

    Betul, tapi menurut loe kenapa sebagian Muslim bersikap kaya gitu? Apakah karena Islam itu sedemikian bencinya terhadap nilai nilai liberal barat? Ataukah karena sikap opresif barat terhadap negara2 Islam yang menjadi penyebabnya? What, you actually think umat Islam yang sedang terpuruk ini bakalan ngajak perang dunia barat hanya karena mereka ga suka dengan cewe2 barat yang tampil topless mempertontonkan their weapons of mass erection? I think not

    Sekedar mengingatkan, western terrorism in Iraq alone has claimed a million plus lives and that’s relatively recent.

    http://www.justforeignpolicy.org

    When Muslims come to the west, we come with passports and suitcases. But when the west comes to the Middle East, they come with tanks and guns and fighter jets and white phosphorous and so on and so forth.

    Kebakaran jenggot? It’s only natural.
    —————————-

    @Xaliber Von Reginhyld:

    Ok, kayanya emang gw terburu2 ngambil kesimpulan. Dan gw samasekali ga ada masalah ngakuin kalo umat Islam kontemporer emang lagi mengalami masa masa kegelapan. I can only hope that the brink of our renaissance is forthcoming.

    Satu hal lagi, mungkin ada baiknya loe pelajari kenapa pasca 9/11 kebanyakan Europeans/Americans melihat violence dalam sejarah hubungan Islam – Barat sebagai motif yang dominan. Padahal ada cukup banyak kasus yang menyatkan sebaliknya.

    Let me give you some examples. The following are excerpts from, Islam and the West: A Case of Selective Memory.

    http://www.iht.com/articles/2007/07/11/opinion/edbulliet.php

    France’s Renaissance monarch Francis I once allied himself with the Muslim Ottoman ruler Suleiman the Magnificent to fight against his Christian rival Charles V of Spain. And who remembers that many generations of Muslim Tatars fought for Christian Polish kings against their Christian foreign enemies?

    Closer to the present, we are slow to recall the tens of thousands of Muslim soldiers from West Africa and India who fought and died on the Western Front in World War I against what the French and the British then thought of as the ‘barbaric Huns?’ And who chooses to remember the reliance the United States placed on Afghanistan’s Muslim warriors in their struggle against the ‘godless atheists’ of the Soviet Union in the 1980s?

    Muslims who have fought on behalf of Western political interests have been forgotten. Muslims who have confronted the West militarily are remembered. Not only remembered, but taken as examples of an imaginary eternal opposition between Islam and the West. Meanwhile, the diverse and long-standing peaceful side of European-Muslim relations remains in shadow.

    Throughout contemporary Europe the debate over Islam and Muslims proceeds at a fevered pace. But without a comprehensive understanding of the past, all sides in the debate build on weak foundations. Working internationally to build that comprehensive understanding will serve the future as much as the past.

  116. 122 Abu Geddoe Jumat, 27 Maret 2009 pukul 0:35

    I will now watch gracefully. Do continue, people.

  117. 123 goldfriend Jumat, 27 Maret 2009 pukul 16:10

    Sial, kok aku nggak tahu diskusi ini ya?

    Lanjutkan…. :lol:

  118. 124 Xaliber von Reginhild Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 15:03

    @Ary:

    Let history go away? What the hell does that mean? If you’re suggesting that I should forget our history then no, I most definitely cannot. I believe that the more you know about the past, the better you are prepared for the future. So in a sense, understanding history is the first step towards the future.

    Perhaps he meant that history is still important, but don’t let it be an apology or excuse to answer what happens with Muslims nowadays.

    Dan seperti yang udah gw jelasin di awal. Yahudi dan Zionist itu ga sama.

    Semua ekstrimisme/terrorisme dalam Islam bersumber pada keadaan di Palestine, dan sebelum itu terselesaikan jangan harap keadaan akan membaik.

    Tapi agaknya perlu diingat juga masih ada sebagian umat Islam yang tak bisa membedakan antara Zionis dan Yahudi. Jikalau membenci Zionis, berarti membenci Yahudi. Membenci Yahudi, berarti membenci Zionis. Biasanya sih tipikal begini saya temui di kalangan kasual (dan fundamentalis, tentu).

    Kalau dari mentoring (?) di kampus dan zaman SMA saya dulu, keadaan Palestina rasanya bukan satu-satunya sumber masalah. Ekstremisme juga datang dari “solidaritas Muslim”, atau referensi dari ayat-ayat di Kitab Suci yang sebagian-sebagian saja. Dari situ sudah lumayan menunjukkan sentimen anti-Yahudi (dan jelas, Zionis) — setidaknya, dalam wujud pemikiran dan penyikapan.

    Satu hal lagi, mungkin ada baiknya loe pelajari kenapa pasca 9/11 kebanyakan Europeans/Americans melihat violence dalam sejarah hubungan Islam – Barat sebagai motif yang dominan. Padahal ada cukup banyak kasus yang menyatkan sebaliknya.

    Let me give you some examples. The following are excerpts from, Islam and the West: A Case of Selective Memory.

    http://www.iht.com/articles/2007/07/11/opinion/edbulliet.php

    Mengenai kerjasama antara pasukan Kristen dengan Islam, rasanya sederhana saja. It is simply politics. Mari ambil contoh yang diberikan artikel itu, antara hubungan Suleiman dan Francis I vs Charles V. Sejak kekalahan telak Turki Ottoman oleh Charles V di Vienna, hubungan mereka sudah buruk. Nah, tentunya begitu ada tawaran aliansi dari Francis I untuk melawan Charles V, sudah semestinya bagi Suleiman untuk tidak menolaknya. Aliansi itu terjadi karena mereka punya common enemy.

    Setelah Francis I bernegosiasi damai dengan Charles V, aliansi itu bubar. So I think it is not a matter of religion, but politics. Contoh dalam hal ideologis seperti CPC dan KMT di Cina vs Jepang juga bisa ditemui ketika mesti menghadapi common enemy.

    Soal “selective memory”-nya, rasanya perkara ini juga terjadi di sebagian umat Muslim. Dari mentoring-mentoring (?) yang saya pernah ikuti, biasanya tokoh-tokoh yang jadi patokan itu Saladin dan Mehmed II (kejatuhan Konstantinopel-nya, tentu). Kalau mau ambil yang agak modern ya Hasan Al-Banna dan Ahmadinejad. Ide-ide barat, seperti demokrasi dan HAM, pun juga kena disentimenkan.

    Tapi, yah, tentu saja ada baiknya kalau kedua belah pihak saling menerima. Bukannya justru bersikap begitu.

  119. 125 Xaliber von Reinhild Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 15:04

    @Abu Geddoe; @goldfriend:
    *suguhkan teh* :) :P

  120. 126 Ary Selasa, 31 Maret 2009 pukul 12:29

    @Xaliber von Reginhild:

    Perhaps he meant that history is still important, but don’t let it be an apology or excuse to answer what happens with Muslims nowadays.

    Ok, fair enough.

    Tapi agaknya perlu diingat juga masih ada sebagian umat Islam yang tak bisa membedakan antara Zionis dan Yahudi. Jikalau membenci Zionis, berarti membenci Yahudi. Membenci Yahudi, berarti membenci Zionis. Biasanya sih tipikal begini saya temui di kalangan kasual (dan fundamentalis, tentu).

    Betul, dan istilah untuk mereka adalah bigots ato douchebags. Loe salah kalo nganggap para bigots merupakan eksklusif umat Islam, contoh: KKK & Avigdor Lieberman’s Yisrael Beitenu. Gw pribadi udah sering dipanggil ‘sand-nigger’ or ‘rag-head’ sama orang2 bule hanya karena gw Muslim.

    Sebaliknya, gw enek kalo ngeliat tingkah laku ormas Islam macam FPI yang seenaknya ngrusak fasilitas umum dan berlaku anarkis. Any fool can claim he/she is on the side of good and/or righteousness, but holiness lies in the kindness of words, thought and conduct. You can’t go around hurting people and wrecking stuff and then claim ‘God wills it.’ Stupid assholes.

    Dan tentunya semua orang yang berpikiran rasional tidak akan menganggap Zionist yang satu ini mewakili ajaran2 Judaism:

    http://www.liveleak.com/view?i=e1842edc4f

    To click or not to click? The heavens have given you a choice. Choose wisely… (Although if you’re a Christian I recommend NOT to click the above link)

    ‘Anti-semitism’ used to mean people who hate the Jews, now it means people that the Jews hate. Just brand them all as anti-semites or Nazis, problem solved.

    Kalau dari mentoring (?) di kampus dan zaman SMA saya dulu, keadaan Palestina rasanya bukan satu-satunya sumber masalah. Ekstremisme juga datang dari “solidaritas Muslim”, atau referensi dari ayat-ayat di Kitab Suci yang sebagian-sebagian saja. Dari situ sudah lumayan menunjukkan sentimen anti-Yahudi (dan jelas, Zionis) — setidaknya, dalam wujud pemikiran dan penyikapan.

    IMO, ga ada yang salah dengan solidaritas Muslim. Is there something you’re not telling me? Or maybe I’m just not very bright?

    Ada ayat dalam Qur’an yang sering dipake para Islamophobes untuk nunjukin ‘terrorism’ dalam Islam.

    “And slay them wherever ye catch them, and turn them out from where they have turned you out; for tumult and oppression are worse than slaughter; but fight them not at the Sacred Mosque, unless they (first) fight you there; but if they fight you, slay them. Such is the reward of those who suppress faith.” (2:191)

    Sebenernya gampang banget untuk nge debunk klaim diatas. Cukup lihat ayat sebelumnya (2:190) dan you will see that this verse does not advocate terrorism or genocide, it advocates self-defense as can be seen from it’s context starting from verse 190 which states that if Muslims are attacked then we can attack back, and the context goes on to say that if the enemies stop attacking and make peace then we too should make peace, very simple and easy!

    Regarding Zionism, kolonisasi zionis atas Palestine tidak seperti kolonisasi barat pada umumnya yang bertujuan untuk mengekploitasi sumber daya alam dan tenaga buruh murah setempat, para Zionist bertujuan untuk mengusir/membersihkan semua penduduk asli demi menciptakan suatu Negara baru yang dihuni secara eksklusif oleh para Zionist Jews.

    Here’s what Gandhi had to say about Zionism:

    “Palestine belongs to the Arabs in the same sense that England belongs to the English or France to the French. What is going on in Palestine today cannot be justified by any moral code of conduct. If they (the Jews) must look to the Palestine of geography as their national home, it is wrong to enter it under the shadow of the British gun. A religious act cannot be performed with the aid of the bayonet or the bomb. They can settle in Palestine only by the goodwill of the Arabs. As it is, they are co-sharers with the British in despoiling a people who have done no wrong to them. I am not defending the Arab excesses. I wish they had chosen the way of non-violence in resisting what they rightly regard as an unacceptable encroachment upon their country. But according to the accepted canons of right and wrong, nothing can be said against the Arab resistance in the face of overwhelming odds.” -Mahatma Gandhi, quoted in A Land of Two Peoples ed. Mendes-Flohr 1938.-

    Setelah Francis I bernegosiasi damai dengan Charles V, aliansi itu bubar. So I think it is not a matter of religion, but politics.

    My point exactly. As far as I know, there is no such thing as a timeless, absolute enemy. Alliances shift along with politics and the times. And due to the political climate of today, the West attributes terrorism/extremism to Islam, whereas centuries ago, terrorism/extremism was attributed to our forefathers (by the Dutch) for simply fighting for their independence against colonialism and oppression. IMO, wars were (are) mainly political, not religious.

    The problem is that the current backdrop of the west ‘War on terror’ is based on myths that grew up in Europe during the great wars against the Muslims. The slogans of ‘Islamofascism’ or ‘global war on terror’ have rendered terrorism synonymous to Muslim/Islam. Aided by the all-powerful western media, this is a cynical attempt to justify the domination of the world’s oil resources. Not for the first time in history, a religious robe is spread to cover the nakedness of economic interests; not for the first time, a scoundrel’s expedition becomes a Crusade.

    Soal “selective memory”-nya, rasanya perkara ini juga terjadi di sebagian umat Muslim.

    Ok, gw bisa terima statement ini.

    Dari mentoring-mentoring (?) yang saya pernah ikuti, biasanya tokoh-tokoh yang jadi patokan itu Saladin dan Mehmed II (kejatuhan Konstantinopel-nya, tentu). Kalau mau ambil yang agak modern ya Hasan Al-Banna dan Ahmadinejad.

    Kalo ngomongin Hasan Al Banna dan Mahmoud Ahmadinejad bisa panjang nih. Are you trying to make a reference to the holohoax err… I mean the Holocaust?

    Ide-ide barat, seperti demokrasi dan HAM, pun juga kena disentimenkan.

    Yah agak sulit untuk tidak disentimenkan jika pada kenyataanya US bertanggungjawab atas intervensi militer dan penggulingan secara paksa pemimpin2 yang terpilih secara demokratis. Seperti Mossadeq di Iran, Salvador Allende di Chile, President Diem di Vietnam, Noriega di Panama, King Faisal di Saudi Arabia, Soekarno di Indonesia etc…

    HAM? Wadoooh ini lebih gawat lagi. Lemme ask you sumthin. With what moral authority do the mainstays of the western civilization regime speak, when in their own closet there are skeletons labeled Abu Ghraib, Iraq, Guantanamo, mass murder, war crimes, illegal invasion, torture, illegal detention, disrespect for international law, denial of due process… etc?

    The fact of the matter is that all the talks of justice, freedom and tolerance by the west are applied only when it is convenient for them to do so. In other words, they do not practice what they preach. Is it any wonder then, that the reputation of westerners as hypocrites and warmongers still persists to this day?

  121. 127 BANGSAT NERAKA!!!!!!! Jumat, 24 April 2009 pukul 17:11

    NAZISME MEMANG JAHAT, TETAPI ZIONISME 100 X LEBIH JAHAT……….!!!!!

  122. 128 Hanif Jumat, 22 Mei 2009 pukul 19:21

    Yang bikin tulisan ini belum faham islam 100 persen. Wajar berpendapat seperti itu, saya menghargai kejeliannya dalam menganalisis. Tapi saya yakin, data tentang islam yang direkamnya salah atau tidak lengkap atau belum selesai. Yang jelas, Islam sangat berbeda dengan Nazi. Saran saya, coba pelajari lagi Islam lebih dalam, jangan melihat cangkangnya saja, apalagi hanya melihat kelakuan oknum2 muslim ngaco yang membuat penulis berpendapat begitu.

  123. 129 ReicHsKanzleR Sabtu, 30 Mei 2009 pukul 0:06

    Yahudi adalah pencipta ajaran zionism and comunism …
    tahun 1929, 98 % anggota komunis di Eropa adalah yahudi …

    Hitler adalah orang Eropa pertama yang membela rakyat palestina…
    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9d/Bundesarchiv_Bild_146-1987-004-09A,_Amin_al_Husseini_und_Adolf_Hitler.jpg/785px-Bundesarchiv_Bild_146-1987-004-09A,_Amin_al_Husseini_und_Adolf_Hitler.jpg

  124. 130 Xaliber von Reginhild Senin, 15 Juni 2009 pukul 13:45

    @Ary:
    Maaf tertunda sampai berbulan-bulan. Saya baru sempat jawab sekarang. :)

    Betul, dan istilah untuk mereka adalah bigots ato douchebags. Loe salah kalo nganggap para bigots merupakan eksklusif umat Islam, contoh: KKK & Avigdor Lieberman’s Yisrael Beitenu. Gw pribadi udah sering dipanggil ‘sand-nigger’ or ‘rag-head’ sama orang2 bule hanya karena gw Muslim.

    Sebaliknya, gw enek kalo ngeliat tingkah laku ormas Islam macam FPI yang seenaknya ngrusak fasilitas umum dan berlaku anarkis. Any fool can claim he/she is on the side of good and/or righteousness, but holiness lies in the kindness of words, thought and conduct. You can’t go around hurting people and wrecking stuff and then claim ‘God wills it.’ Stupid assholes.

    Dan tentunya semua orang yang berpikiran rasional tidak akan menganggap Zionist yang satu ini mewakili ajaran2 Judaism:

    http://www.liveleak.com/view?i=e1842edc4f

    To click or not to click? The heavens have given you a choice. Choose wisely… (Although if you’re a Christian I recommend NOT to click the above link)

    ‘Anti-semitism’ used to mean people who hate the Jews, now it means people that the Jews hate. Just brand them all as anti-semites or Nazis, problem solved.

    Saya tidak pernah menganggap bigot hanya untuk umat Islam. Rasanya semua agama punya umatnya yang bigot — bahkan mungkin tidak hanya agama, tapi juga berlaku untuk tradisi. Yah, banyak konservatif di segala hal. :lol:

    The term anti-semitism might be overused, but I don’t think it generally means ‘people that the Jews hate’. That makes the word seems only can be used by the Jews.

    And by the way I have clicked the link above. Even I were a Christian, I don’t feel there should be some hatred or whatnot towards the Jews there — for they, who shown there, for me are only random drunkards. Drunkards act like what they are. :P

    IMO, ga ada yang salah dengan solidaritas Muslim. Is there something you’re not telling me? Or maybe I’m just not very bright?

    Ada yang salah ketika “solidaritas beragama” itu dipakai untuk mendukung `particular cause` — terutama yang ekstrim — cuma karena si penggagas `cause` itu beragama sama. Yang satu ini sering saya lihat di blogosfer beberapa lalu, sewaktu Amrozi dihukum mati. Berbagai apologi dan dukungan menyertai kepergiannya cuma karena dia “saudara seiman”.

    “Solidaritas beragama” menurut saya akan menjadi konyol jika diterapkan untuk mendukung pihak tertentu — and I mean a blind support — tanpa mengetahui asal-mula konflik yang dihadapi oleh pihak-pihak itu dan tidak memedulikan apakah pihak itu salah atau benar.

    “And slay them wherever ye catch them, and turn them out from where they have turned you out; for tumult and oppression are worse than slaughter; but fight them not at the Sacred Mosque, unless they (first) fight you there; but if they fight you, slay them. Such is the reward of those who suppress faith.” (2:191)

    Ah, entah ini kebetulan atau bukan. Tapi saya juga pernah mendengar ceramah yang menggunakan ayat yang sama oleh orang Islam sendiri.

    Penafsiran ayat yang parsial ini saya rasa tidak eksklusif untuk para Islamofobia saja. Setiap bigot agama agaknya hobi untuk mengambil sepotong-sepotong saja ayat dari kitab suci — entah itu untuk mendukung `particular cause` yang ada dalam agamanya sendiri ataupun mendiskreditkan agama lain (bisa jadi ambil dari kitab suci agama sendiri atau dari kitab suci agama lain, barangkali seperti para Islamofobia yang mas Ary bilang).

    Coba, misalnya, lihat pada artikel yang dimuat disini:
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/04/06/kepala-negara-harus-muslim-dan-menerapkan-syariat-islam/

    Dengan menggunakan tiga ayat ini,

    وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” ]TQS Al Maidah (5): 44].

    وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

    “Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” [TQS Al Maidah (5):47].

    وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

    “Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” [TQS Al Maidah (5): 45]

    …sang penulis artikel mewajibkan adanya penerapan sistem syariat Islam dalam hidup bernegara di Indonesia. Terlepas dari apa agama yang dianut oleh penduduknya. Padahal kalau melihat pada ayat 44-nya, konteks yang dimaksud dalam isi surat itu hanyalah tentang cerita orang-orang dalam sengketa yang meminta solusi ke Nabi Muhammad.

    Disini saya hanya ingin menggambarkan bahwa abuse semacam itu tidak hanya eksklusif oleh Islamofobia seperti yang mas Ary bilang — atau setidaknya kesan seperti itu yang saya tangkap dari komen mas — tapi juga oleh dari pihak orang Islam sendiri.

    And due to the political climate of today, the West attributes terrorism/extremism to Islam, whereas centuries ago, terrorism/extremism was attributed to our forefathers (by the Dutch) for simply fighting for their independence against colonialism and oppression. IMO, wars were (are) mainly political, not religious.

    In case of Aghanistan, well, there is a story of ideological conflict which built the tension over there.

    But, we have to admit there actually exist extremists in some part of this world. Even not all Muslims are extremists, but there are some of Muslims who are.

    Kalo ngomongin Hasan Al Banna dan Mahmoud Ahmadinejad bisa panjang nih. Are you trying to make a reference to the holohoax err… I mean the Holocaust?

    Nggak, maksud saya biasanya mereka yang jadi tokoh panutan (?) yang sering diceritakan dalam kejayaan Islam dari mentoring-mentoring (?) yang sudah saya ikuti.

    Yah agak sulit untuk tidak disentimenkan jika pada kenyataanya US bertanggungjawab atas intervensi militer dan penggulingan secara paksa pemimpin2 yang terpilih secara demokratis. Seperti Mossadeq di Iran, Salvador Allende di Chile, President Diem di Vietnam, Noriega di Panama, King Faisal di Saudi Arabia, Soekarno di Indonesia etc…

    HAM? Wadoooh ini lebih gawat lagi. Lemme ask you sumthin. With what moral authority do the mainstays of the western civilization regime speak, when in their own closet there are skeletons labeled Abu Ghraib, Iraq, Guantanamo, mass murder, war crimes, illegal invasion, torture, illegal detention, disrespect for international law, denial of due process… etc?

    Hmm… bukan, maksud saya bukan Amerika Serikat atau “pihak Barat”-nya sendiri. Tapi ide yang aslinya datang dari Barat lah yang kemudian biasanya disentimenkan oleh sebagian umat Islam. Di antaranya adalah HAM dan demokrasi.

    Contoh paling mudahnya, Anda bisa coba jelajahi situs Hizbut Tahrir yang tautannya tadi saya berikan itu. ;)

    @BANGSAT NERAKA!!!!!!!:
    Iya, iya.

    @Hanif:
    Terima kasih, tapi saya sudah bilang bahwa hal ini berlaku pada sebagian umat Islam. :)

    @ReicHsKanzleR:
    Marx memang keturunan Yahudi, tapi setahu saya orang tuanya beragama Kristen dan Marx sendiri kemudian jadi ateis. :?

    Hitler tidak membela rakyat Palestina. Common enemy, my friend. ;)

  125. 131 burhan romeo Minggu, 11 Oktober 2009 pukul 9:12

    hmm , ini sih kalo dilihat dari sudut pandang liberal

  126. 132 Reinhart Velatrache ndak login Rabu, 14 Oktober 2009 pukul 23:56

    @ Xaliber von Reginhild
    Mungkin perlu ada sedikit penekanan pada bagian sebagian umat Islam? :mrgreen:


  1. 1 Quo Vadis? « Deathlock Lacak balik pada Senin, 15 Juni 2009 pukul 12:57

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 121,925 soldiers