Long Way to Say Goodbye

Aku pernah bermimpi

‘Tuk gapai bintang di angkasa

Tanpa pernah kusadari

Luasnya angkasa ini

Hanya merelakan kilauan

Dari cahaya sang bintang

***

Kududuk di atas lantai kayu

Terdiam bisu di rumah tua

Gubuk tempatku menyimpan suka

Dan luka derita yang berhulu

.

Boneka tua memandangku dalam diam

Boneka lama penghuni rumah yang setia

Yang tampak lusuh di bayang hitam

Tanda suka khalayak pada masa yang lama

.

Tak benar sama kulihat wajahnya

Saat pertama tuan membawa dirinya

Cantik rupanya berkilap gemilang

Tetap tak hilang meski waktu berulang

.

Cermin gagah berdiri di belakangku

Menjaga dari bayang hitam yang menyamar

Menggambar bayang lain yang sewarna

Wajah kaku yang diam beku

.

Ingin kutanya siapa pemilik wajah itu

Wajah tua yang tak awet muda

Tapi mulutku tak bisa berkata

Terkunci dalam tatap yang tak kunjung berlalu

.

Lama sudah kudiam sendiri

Menatap si kaku dan si pendiam bergantian

Hingga baru kusadari

Waktu yang memakanku perlahan

.

Tak pelak sebentar lagi

Gubuk tua ‘kan digusur

Barang berharga ‘kan dibawa pergi

Begitu jua cermin dan boneka di kasur

.

Kubiarkan kaki berdiri

Menuntun ke pinggir jendela

Melangkah terus hingga batas

Hingga kudapat yakin dan tegas

.

Kulihat sebuah gerobak besi

Pembawa perabot rumah tua

Dari balik sudut jendela

Mesin menyala, siap ‘tuk pergi

.

Boneka dan cermin tua berada disana

Kembali kaku dalam dirinya

Terus kutatap mereka dalam diam

Dari balik kamar yang kelam

.

Meski kenang terbawa arus

Mungkin nanti ‘kan bertemu

Menanti di rumah mengilap baru

Atau mengintip dari nisan tak terurus

.

.

.

Semua yang terang kembali kelam

Kelam hitam yang mendalam

Senyum riang di balik gelap malam

Kenangan lama yang tak agam

.

.

.

Catatan: Entri ini auto-publish.

7 Tanggapan ke “Long Way to Say Goodbye”


  1. 1 Xaliber von Reginhild Kamis, 3 Juli 2008 pukul 17:16

    Kalo pertamax-nya nggak auto-publish. :P

  2. 2 t4rum4 Kamis, 3 Juli 2008 pukul 18:07

    pilihan kata”nya menarik…
    keprok2 ajah ah.. :D

    Wew.. auto publish toh…
    Duhh.. yang dah beres SNMPTN.. :) Aq dah gagal masuk ITB nihh.. Mampus akoe.. :D

  3. 3 p4ndu_454kura© Jumat, 4 Juli 2008 pukul 1:30

    Kok baru sekarang nyoba autopublish?

    BTW pemilihan katanya bagus. Apakah ini puisi tentang nasib pejuang kursi PTN?
    *ngelirik tag*
    Omong kosong terakhir? Memangnya ada apa? Mau liburan? Saya yakin bukan mau pindahan. :?

  4. 4 Dins Allheal Jumat, 4 Juli 2008 pukul 22:02

    Hm.. 5 hari dari hari itu kan.
    Jangan2 beneran pindahan?
    wew
    Nenekmu pindah ke rumah Swordsmaster?
    Ato Swordsmaster yang netep di rumah nenek? hehe
    Ato apa nihh

  5. 5 fre ga login Jumat, 4 Juli 2008 pukul 23:33

    hem. bagus2. seperti biasa, ambigu.

  6. 6 Lemon S. Sile Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 18:24

    situ goblok sih… [dihajar]

  7. 7 Xaliber von Reginhild Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 22:09

    @taruma:
    Ngga ikut SNMPTN lagi, mas? :?

    @p4ndu_454kura:
    Baru tertarik. :mrgreen:

    Omong kosong terakhir dari sering omong kosong. :P

    @Dinas Allheal:
    Atau apa ya? :? :P

    @fre ga login:
    Yaya… dasar. -_-

    @Lemon S. Sile:
    Belagu…


Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 97,276 soldiers