Beberapa Fallacy yang Sering Digunakan

Logical fallacy

Clearly defined error in reasoning used to support or refute an argument, excluding simple unintended mistakes.

- wiktionary

.

1. Argumentum ad Hominem

Paling mudah dan mungkin sering dilakukan secara umum. Efektif untuk digunakan dalam perdebatan yang tak kunjung selesai. Inti dari fallacy ini adalah: cari kelemahan lawan. Cari sesuatu dari lawan yang bisa menunjukkan bahwa dia adalah orang lemah yang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Anda. Cari ketidakunggulannya; dengan itu tunjukkan bahwa Anda lebih superior daripada dia.

Contoh:

Sebaiknya anak kecil umur 14 tahun kayak kamu nggak usah sok ikut ngomong politik. Itu urusan orang dewasa.

Jangan percaya sama teori evolusinya Charles Darwin, wong Darwin aja latar belakang pendidikannya nggak jelas.

.

2. Tu quoque

Masih fallacy yang sering digunakan secara umum. Mirip ad hominem, fallacy ini juga menggunakan kelemahan lawan. Bedanya, fallacy ini akan lebih efektif bekerja jika argumen lawan memiliki korelasi dengan kelemahannya. Cara kerja fallacy ini adalah: jika lawan mengatakan untuk tidak melakukan X, sementara dia sendiri melakukan X, maka itu akan jadi kelemahannya. Dengan begitu argumennya akan jatuh.

Contoh:

Kamu nggak bisa bilang kalo nyontek itu nggak boleh; kamu sendiri pernah nyontek!

Nggak usah nasehatin gw deh, sendirinya udah merasa bener belom?

.

3. Argumentum ad Populum

Fallacy yang bisa digunakan kalau banyak orang yang setuju akan suatu hal. Masih jadi solusi yang lumayan efektif untuk memenangkan debat asalkan banyak yang satu suara dengan Anda. Poin dari fallacy ini adalah: suara mayoritas pasti benar. Disarankan untuk tidak menggubris suara minoritas karena beresiko untuk menggagalkan kekuatan dari fallacy ini.

Contoh:

Semua orang di sekolahku tidak ada yang percaya teori evolusi, jadi teori evolusi itu pasti salah.

Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, maka agama Islam adalah agama yang paling benar.

.

4. Ignoratio elenchi

Fallacy yang cukup populer untuk mengalihkan perhatian lawan. Jika lawan mulai mengeluarkan argumen yang sekiranya membingungkan untuk dijawab, maka balaslah dengan suatu fakta — apa pun itu — yang sedang terjadi saat ini. Tidak berhubungan dengan argumen lawan juga tidak apa-apa, karena poin dari fallacy ini adalah: distraksi.

Contoh:

Daripada ngurusin FPI-Ahmadiyah, mendingan perhatiin tuh kaum menengah ke bawah! Masih banyak orang susah di Indonesia ini!

Kenapa Indonesia harus direvolusi? Jelas, semua jajaran pemerintah sudah terlalu korup dan harus dirombak dari nol.

.

5. Guilt by Association

Jika masih ingat majas totem pro parte yang diajarkan pas SMP, maka ini adalah versi ekstremnya. Fallacy ini mengandalkan generalisasi secara umum, dan paling enak digunakan kalau mau menyalahkan suatu organisasi besar karena perbuatan satu/beberapa orang. Intinya, cari kelemahan seseorang dan cari darimana dia berasal, maka ia dan organisasinya pasti saing berkaitan.

Contoh:

Warga Amerika Serikut itu isinya orang jahat semua; lihat saja, tahun 2002 lalu mereka menyerang Irak dengan seenaknya!

Si Anto pasti komunis, pergaulannya aja sama orang-orang yang kayak gitu.

.

6. Argumentum ad Verecundiam

Apa salah satu kegunaan seorang tokoh terkemuka? Kata-katanya dapat dijadikan acuan. Dan begitulah cara kerja fallacy ini. Jika Anda pernah mendengar sebuah petuah bijak yang dikatakan oleh figur tertentu — seorang Nabi yang jadi panutan misalnya — atau pernah mendengar sebuah ceramah yang dibawakan oleh seorang guru besar dengan gelar Profesor Doktor, maka itulah yang bisa digunakan dalam fallacy ini. Intinya: apa yang dikatakan oleh sang tokoh pasti benar.

Contoh:

Ente nggak usah ngebantah ane lagi, Syeikh Sholih al-Utsaimin sendiri udah bilang kalau gambar bernyawa itu haram hukumnya!

Kamu mau percaya sama siapa, kata-kata mahasiswa keteteran dari universitas nggak jelas itu atau kata-kata ahli biologi lulusan luar negeri?

.

.

Semoga ada hikmahnya. :)

40 Tanggapan ke “Beberapa Fallacy yang Sering Digunakan”


  1. 1 Mi-chan Selasa, 17 Juni 2008 pukul 23:53

    Gyhahaha…
    Bner2…aq sering ngomong yg 1, 2, & 3.

    Hihihi

  2. 2 Mi-chan Selasa, 17 Juni 2008 pukul 23:54

    He?
    Pertamax bo’…

  3. 3 Mi-chan Selasa, 17 Juni 2008 pukul 23:54

    Bole hattrick??

    ….

  4. 4 sora9n Rabu, 18 Juni 2008 pukul 0:35

    Eh, BTW, argumentum ad populum pernah masuk iklan TV lho. :D

    100 juta orang gak mungkin salah. Ngapain berbeda??

    Iklan apakah itu? :P

  5. 5 Haikara Rabu, 18 Juni 2008 pukul 0:43

    Hmm..perasaan dulu pernah ada entry semacam ini di blog ini, apa sy salah liat ya? ^^;

    Request dong entry tentang “Cara-cara untuk menghindari Fallacy dalam berargumen” atau “Cara-cara untuk meng-”counter attack” Fallacy”. hehe :D

  6. 6 fantasyforever Rabu, 18 Juni 2008 pukul 16:29

    Jujur aje, sayang sering nomer 1,2 dan 3. Huahuahua. Terutama 1 dan 2 sering saya gunakan untuk jatuhkan musuh saya dalam acara debat. Hehehehe. 1 dan 2 tapi perbedaannya ga seberapa mencolok ya bos. Kalo yang ketiga jarang saya pake sih.

  7. 7 Goenawan Lee Rabu, 18 Juni 2008 pukul 18:07

    ad hominem, argumentum sendiri terbagi menjadi 2, yaitu “cercaan” dan “keadaan”, lalu…

    *malah lanjut bakar menyan buat the next kopdar misteri*

  8. 8 hariadhi Rabu, 18 Juni 2008 pukul 22:37

    Kalau yang beginian masuk fallacy apa yah:

    “Matahari mengedari bumi, atau bumi yang mengedari matahari? Memangnya kamu tahu mana yang benar? Tidak ada satupun teori yang benar-benar pasti di muka bumi. Bisa saja sebenarnya itu salah tapi kamu mempercayai itu benar.”

    Kayanya jawaban sok filosofis begitu banyak dipakai untuk mematahkan pendapat orang (plus ga keliatan begonya hehehe) :lol:

  9. 10 ardianto Kamis, 19 Juni 2008 pukul 8:40

    Mbahas Fallacy lagi…

    Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, maka agama Islam adalah agama yang paling benar.

    Jadi inget iklan Simp*ti, “Jutaan orang nggak mungkin salah pilih”…
    Hohoho…

  10. 11 Strife Leonhart Kamis, 19 Juni 2008 pukul 9:53

    Fallacy oh fallacy…
    :mrgreen:

    Menarik nih…
    *save di del.icio.us*

  11. 12 kabarihari Kamis, 19 Juni 2008 pukul 15:08

    jadi inget acara debat soal Ahmadiyah kemarin di TV.

    jadi tau mana yg pinter berdebat ama yg engga. :)

  12. 13 Cynanthia Kamis, 19 Juni 2008 pukul 15:23

    100 juta orang gak mungkin salah. Ngapain berbeda??

    Oooo… :mrgreen:

    *save halaman ini*

  13. 14 -rei_chan- Kamis, 19 Juni 2008 pukul 23:09

    hhm…1,2 n 4
    suka bikin post yg lumayan berat ya

  14. 15 p4ndu_454kura© Jumat, 20 Juni 2008 pukul 17:38

    Inti dari fallacy ini adalah: cari kelemahan lawan. Cari sesuatu dari lawan yang bisa menunjukkan bahwa dia adalah orang lemah yang bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Anda.

    Ah, jadi inget apa yang sering dikatakan orang-orang what-so-grown-up dulu:
    “Kamu ini masih kecil, belum waktunya belajar gituan.”

    2. Tu quoque

    Masih fallacy yang sering digunakan secara umum. Mirip ad hominem, fallacy ini juga menggunakan kelemahan lawan. Bedanya, fallacy ini akan lebih efektif bekerja jika argumen lawan memiliki korelasi dengan kelemahannya.

    Er… kayaknya saya dulu pernah komentar dengan nada ini di blognya orang. Habis ndak tau kalau ini termasuk falacy. :P

    suara mayoritas pasti benar. Disarankan untuk tidak menggubris suara minoritas karena beresiko untuk menggagalkan kekuatan dari fallacy ini.

    Absolute supremacy? :mrgreen:

    4. Ignoratio elenchi

    Daripada mengurusi falacy, lebih baik fokus dulu ke SNMPTN. :lol:
    *dibakar*

    5. Guilt by Association

    Nah, yang ini. Kayaknya yang ini juga cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia.

    Apa salah satu kegunaan seorang tokoh terkemuka? Kata-katanya dapat dijadikan acuan.

    Jadi ingat You-know-who. Sekali dia berbicara, orang-orang menganggap bahwa blog adalah dunia haram™. :lol:

    Intinya: apa yang dikatakan oleh sang tokoh pasti benar.

    Ohoho… kepakaran™, ya?

    *CTRL+S*
    BTW, caranya men-counter serangan falacy seseorang gimana? Apa pakai jurus counter komen yang dulu itu?

  15. 16 Mad Max Sabtu, 21 Juni 2008 pukul 15:40

    1, 2, 3, dan 4 saya pernah melakukannya :mrgreen:

    yang no 5 itu digunakan roy suryo secara smena-mena terhadap blog dan blogger :evil:

  16. 17 Xaliber von Reginhild Senin, 23 Juni 2008 pukul 0:56

    @Mi-chan:
    1. Hayo… :P
    2. Selamat. :D
    3. Silakan… swt.

    @sora9n:
    Haha.. iklan simempati? :mrgreen:

    @Haikara:
    [Ini], ya? Bisa dibilang yang itu versi ngga rapinya. :mrgreen:

    Counter fallacy? Wah, selain dengan menyebutkan bahwa dia telah melakukan fallacy, kayaknya sulit juga. Soalnya fallacy itu cenderung menghentikan debat sih.. seperti ad hominem. :roll: Tapi buat beberapa ada yang bisa dicounter sih.

    @fantasyforever:
    Hayo.. :mrgreen:

    @Goenawan Lee:
    Ayo jelaskan biar saya ngga perlu beli buku itu lagi. :mrgreen:

    @hariadhi:
    Chewbacca defense? :mrgreen: Atau bukan? Muter-muter begitu. :P

    @joesatch yang legendaris:
    Ya, mas..? :mrgreen:

    @ardianto:
    Hohoho. :mrgreen:

    @Strife Leonhart:
    Silakan dan terima kasih. :P

    @kabarihari:
    Justru itu yang memotivasi saya menulis ini. :P

    @Cynanthia:
    Silakan dan terima kasih. :D

    @-rei_chan-:
    Hayo… :mrgreen:

    @p4ndu_454kura© :
    *kopipes jawaban untuk mas/mbak Haikara*
    Counter fallacy? Wah, selain dengan menyebutkan bahwa dia telah melakukan fallacy, kayaknya sulit juga. Soalnya fallacy itu cenderung menghentikan debat sih.. seperti ad hominem. :roll: Tapi buat beberapa ada yang bisa dicounter sih.

    Seperti ad populum mungkin bisa dicounter dengan keadaan bahwa mayoritas tidak selalu benar. Seperti misalnya, hmm… Holocaust Jerman Nazi? :P

  17. 18 Mad Max Senin, 23 Juni 2008 pukul 14:47

    wah komen saya ga dibales neeh…. :mrgreen:

  18. 19 Xaliber von Reginhild Senin, 23 Juni 2008 pukul 17:24

    Wah, maaf, terlewat.. tengah malem sih. :P

    Roy Suryo kayaknya juga generalisasi. :?

  19. 20 Fikar Senin, 23 Juni 2008 pukul 18:48

    yang nomor 5 mksdnya gmn sih ? :) *lom paham

  20. 21 Xaliber von Reginhild Senin, 23 Juni 2008 pukul 22:48

    Contoh mudahnya begini..

    Amerika Serikat menyerang Irak.
    Penyerangan Irak dikecam sebagai tindakan yang tidak bermoral.
    Jadi, orang-orang di Amerika Serikat tidak bermoral.

    atau yang lebih populer

    Zionis adalah penjarah karena mau merebut Palestina.
    Zionis adalah orang-orang Yahudi.
    Berarti orang-orang Yahudi itu penjarah.

    :D

    Atau contoh lainnya…

    PKI adalah kelompok komunis yang berbahaya.
    Soekarno punya hubungan yang kuat dengan PKI.
    Berarti Soekarno juga komunis.

  21. 22 Goenawan Lee Selasa, 24 Juni 2008 pukul 19:06

    Mau dikirimin nggak? Saya kemarin saya cuma beli 1, jadinya buat Infi saja deh. :|

  22. 23 goldfriend Selasa, 24 Juni 2008 pukul 19:59

    Waktu kejadian Monas, banyak argumen yang disampaikan tapi sebagian besar fallacy. Dan ada 2 yang sering digunakan : hasty generalization dan ignoratio elenchi. Tapi ada juga yang ad verecundiam [mendewakan seseorang].

    Untuk kasus Lapindo, kayaknya ad crumenam yang sering dipakai. :lol:

    Kalau perdebatan soal agama, yang paling sering nongol itu burden of proof dan ad ignorantiam. Tapi sering juga ad antiquatem (agama x adalah agama yang benar karena telah melalui gonjang-ganjing selama ribuan tahun).

    Tapi saya malah sering ketemu penalaran logika yang salah, padahal itu sangat dasar (logika aristoteles). Misalnya yang affirmation of consequence.

    Misalnya begini :

    Jika hujan turun maka jalanan basah
    Jalanan basah
    Maka, hujan turun

    Padahal logika deduktif model itu justru yang paling sederhana. Nah, gimana kalau berhadapan dengan yang sedikit sulit seperti abduktif ? :lol:

  23. 24 t4rum4 Kamis, 26 Juni 2008 pukul 15:21

    Wew… Rame juga nihh artikel… Te Oo Pee Dah.. :D

    Ohyahh,, lomba diundur ampe 5 Juli kok.. :D

    http://taruma.info/lomba

  24. 25 Xaliber von Reginhild Sabtu, 28 Juni 2008 pukul 20:24

    Goenawan Lee:
    :o Yakin nih? Mau dong~

    @goldfriend:
    *melongo*
    Lengkap sekali.. saya jadi dapat hint-hint bagus dengan detil. :mrgreen:

    Tapi saya malah sering ketemu penalaran logika yang salah, padahal itu sangat dasar (logika aristoteles). Misalnya yang affirmation of consequence.

    Olala, kayaknya ini sering ada di soal Bahasa Indonesia. :mrgreen: Tampaknya fallacy memang perlu diajarkan di sekolah menengah? :P

    @t4rum4:
    Sip. :D

  25. 26 Lemon S. Sile Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 18:33

    saya ga suka bahasa orang pintar macam begini :D

    [dipancung sama yang nulis]

  26. 27 Lemon S. Sile Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 18:37

    dalam demokrasi wajar dong kalau terjadi yg nomor 3?
    apa demokrasi juga nama bagusnya itu? hahah..

  27. 28 Xaliber von Reginhild Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 23:31

    @Lemon S. Sile:
    1. As your wish.
    *pancung*

    2. Kalau ini kayaknya nggak bagus deh. Suara mayoritas nggak pasti benar… kan? :?

  28. 29 empe a.k.a kambingoranye Senin, 7 Juli 2008 pukul 10:58

    asik22… dapat tambahan kata-kata keren :D

  29. 30 Si Idiot Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 16:41

    ini masuknya ilmu apa sih? filsafat ya?

  30. 31 Xaliber von Reginhild Minggu, 13 Juli 2008 pukul 1:04

    @empe a.k.a kambingoranye:
    :D

    @Si Idiot:
    Logika? :P

  31. 32 juno Senin, 21 Juli 2008 pukul 17:20

    eh yg nmr 1 itu kamu bgt xal hehe, ingat “..insyaallahnya orang indonesia” ?

  32. 33 Xaliber von Reginhild Selasa, 22 Juli 2008 pukul 0:53

    Wah, beda dong itu, itu bukan ad hominem. :mrgreen: Lagipula itu kata pak Taslim *melempar kesalahan* :P

  33. 34 Radix Hidayat Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 16:48

    gyaa…
    tendensius sekali contoh-contoh yang ditampilkan…islam, evolusi, fpi, dll…

  34. 35 JUNO Jumat, 1 Agustus 2008 pukul 20:19

    kira” begini:
    xaliber: “ah kamu kan cuma anak SMP biasa mana ngerti fallacy”
    juno:”ENAK AJA, GUA UDAH SMA!”

    *dibakar sama yg punya blog* :D

  35. 36 Xaliber von Reginhild Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 1:29

    @Radix Hidayat:
    Hanya mengambil sampel dari yang terjadi aja kok, mas. :) Bukannya mau menyudutkan…

    @JUNO:
    Memang, itu bisa jadi contoh. :P

  36. 37 Radix Hidayat Sabtu, 2 Agustus 2008 pukul 18:00

    eh tulis dong tentang cara menangkal/menjungkirkan/meng-counter fallacy…

  37. 38 Rion Kamis, 13 Nopember 2008 pukul 13:26

    Wah entah kenapa gw jadi inget pelajaran MPKT :D Btw ini Xaliber yang waktu itu ketemu di OKK UI kan?

  38. 39 Xaliber von Reginhild Sabtu, 15 Nopember 2008 pukul 2:00

    @Radix Hidayat:
    Sedang mengumpulkan. :D

    @Rion:
    Haha, iya, anehnya secara tak sengaja ini ada di MPKT juga. :mrgreen: Cuma porsinya di MPKT agak sedikit.

    Yep, Xaliber di Indonesia mestinya cuma saya. :D


  1. 1 Narsis « Deathlock Lacak balik pada Kamis, 6 Nopember 2008 pukul 16:54

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 96,644 soldiers