Blokir YouTube? Kenapa Nggak?

SATIR!Bukannya mau ikut-ikutan topik yang lagi ramai dibicarakan ini. Saya cuma mau mengungkapkan apa yang ada di pikiran saja. Menyoal situs YouTube, MySpace, MetaCafe, Multiply, dan RapidShare. Katanya pemblokiran ini terjadi gara-gara film FITNA buatan Geert Wilderz — orang Belanda — yang tersebar di internet. Mungkin untuk mencegah provokasi ini, pemerintah memutuskan untuk memblokir situs YouTube — mirip-mirip sama amukannya dunia ketika karikatur Nabi Muhammad dulu disebar, mungkin. Beberapa lagi kepikiran ini gara-gara UU ITE yang melarang website porno — padahal tak hanya itu yang dibahas UU ITE.

Oke… jadi… pemerintah memblokir YouTube. Kenapa nggak?

Kita sudah tahu website macam apa YouTube itu. Website dimana orang-orang bisa upload video dan bisa ditonton pula. Gratis lagi, paling kalau mau nonton cuma perlu bayar koneksi internetnya aja. Dari video patah kaki Eduardo da Silva sampai lagu plesetan Caramell Dansen juga ada disitu. Nah, berarti, bukan ngga mungkin kan ada video XXX?

Jadi YouTube itu sebenarnya website yang rawan! Dari sekian ratus ribu — bahkan mungkin jutaan — pengguna, bukan tidak mungkin kan kalo ada yang upload video XXX? Dari ratusan ribu video yang diupload itu, tentu nggak mungkin pengurus YouTube bakal ngecekin satu-satu. Pasti bakal ada video mesum yang bisa masuk ke sana. Bukan tidak mungkin pula kalau video XXX anak sekolah Indonesia juga beredar disana!

Berarti pemerintah itu sudah ambil tindakan benar. Pemerintah tak mungkin punya akses untuk menghapus semua video bejat itu satu-persatu di internet. Tentu, karena internet itu dunia yang rumit dan penuh komplikasi. Jadi ya daripada susah, blokir aja satu situs sekalian! Toh YouTube itu — seperti yang sudah saya bilang diatas — memang sarangnya video berbahaya kan? Film FITNA yang katanya memfitnah Islam itu juga beredar disitu. Kalau begitu, tindakan pemerintah itu seperti peribahasa, “sekali merangkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui.” Sudah sangat strategis.

Sama halnya dengan situs Rapidshare, MySpace, MetaCafe, dan Multiply. Itu cuma situs-situs nggak jelas. Rapidshare sama Multiply juga potensial menyebarkan video-video berbahaya. Nggak sehat buat generasi muda kita. Toh kita punya televisi? Manfaatkan dong itu TV di kamar.

Ada petisi online segala pula? Bah… :evil:

Coba, dengarkan ya. Daripada ngomel-ngomel gitu, coba kita lihat 10 tahun ke belakang. Bukan, bukan soal internet. Dulu pengguna internet paling berapa orang sih. :? 10 tahun yang lalu, saat rezim Orde Baru sudah mau jatuh, tentu kita ingat yang namanya Kerusuhan Tahun ‘98. Yang terkenal sama aksi vandalismenya yang luar biasa. Nah, sudahkah Anda melihat kesamaan disini? :?

Kesamaannya adalah, dua-duanya sama-sama memberikan final solution! Kalau sekarang pemerintah memblokir total situs-situs begitu, dulu mahasiswa yang minta reformasi pemerintah dan kabinet! Ingat, kan, dulu, siapa yang bilang “reformasi” terus-menerus? Ingat, kan, siapa yang bilang untuk rombak ulang semuanya? Nah, sama aja, pemerintah juga belajar dari rakyat!

Kita hidup di negara demokrasi kan? Demokrasi itu dari bahasa Yunani kuno, “demokratia”, yang berarti “pemerintahan oleh rakyat“. Berarti apa yang dilakukan oleh rakyat, dipelajari dan diterapkan pula oleh pemerintah! Yaitu perombakan/pemblokiran secara total. Masyarakat juga sering bilang kalau pemerintah itu tukang korupsi semua kan? Dan kebanyakan rakyat membenarkan itu, kan? Nah, sama saja dengan kalau pemerintah bilang YouTube itu sarang video berbahaya. Berarti itu memang benar adanya fallacy apa nggak bodo amat. Jadi sebenarnya tindakannya pemerintah itu sudah benar. Nggak perlu diprotes-protes lagi. Nggak perlu cari cara untuk membukanya lagi.

Makanya… blokir YouTube? Kenapa nggak? :D

.

.

.

*ingat.. baca dengan pikiran yang tenang :P *

*kembali hiatus*

31 Tanggapan ke “Blokir YouTube? Kenapa Nggak?”


  1. 1 kunderemp Rabu, 9 April 2008 pukul 23:10

    Mari kita minta pemerintah memblokir wikipedia. Di wiki ada 12 kartun nabi Muhammad. Di wikipedia juga ada gambar Jesus yang sedang ereksi. Di wikipedia ada diskusi-diskusi tersembunyi (di talk beberapa artikel) yang meresahkan.

    Gak perlu pakai mengirim surat lagi. Langsung saja blokir karena wikipedia tidak akan menghapus gambar2 dan konten2 bermasalah tersebut.

  2. 2 blogger tanpa blogg Rabu, 9 April 2008 pukul 23:27

    ahahahaha….

    saya tidak melihat satir disini….

    atau saya yang terlalu ngantuk…???

    lho kan member disini nggak ada yang dewasa… mau menang sendiri… nggak mau disalahkan…

  3. 4 cK Rabu, 9 April 2008 pukul 23:49

    sekalian aja blokir WP. khan ikut membantu penyebaran film itu.. :lol: :lol:

    *ini komen satir*

    *kasih disclaimer takut ntar ada yang misuh-misuh*

  4. 5 berandal Kamis, 10 April 2008 pukul 0:29

    …Internet adalah tempat yang rawan…
    Pemerintah tak mungkin punya akses untuk menghapus semua video bejat itu satu-persatu di internet. Tentu, karena internet itu dunia yang rumit dan penuh komplikasi. Jadi ya daripada susah, blokir aja satu Internet sekalian. :-D

  5. 6 Goenawan Lee Kamis, 10 April 2008 pukul 8:58

    Sudahlah, bener itu, berapa sih pemakai inet di Indo? Korbanin aja, demi kemasylahatan rakyat banyak!

  6. 7 Cynanthia Kamis, 10 April 2008 pukul 9:18

    Ahahaha, kayaknya satirnya rada terlalu tajam.

    4chan blokir sekalian tuh! Sumber-sumber gambar XXX dan semacamnya kan ada di sana! :twisted:
    *udah kenyang denger bahasanya orang-orang /b/tards di 4chan*

    __

    Kalo di ITB sini Youtube sama Rapidshare sih dah diblokir dari jaman kapan… :lol:

  7. 8 p4ndu_454kura Kamis, 10 April 2008 pukul 9:34

    Saya ndak pernah pake Yutub. Dan kalau ke Rapidshare paling-paling buat donlot apdetan anti-virus. Diblokir? Why not? Masih ada tempat lain, kok. ;)

    Dan kalau motifnya untuk mencegah penyebaran video tripel eks™, kenapa nggak sekalian menyegel GMail dan Y!Mail? Kan penyebaran bisa lewat e-mail. :mrgreen:
    *dilempar wajan*

  8. 9 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Kamis, 10 April 2008 pukul 17:31

    Kalo mau bahas Adnan Oktar:
    Blokir wordpress, kenapa enggak?

    (satire, eh?)

  9. 10 Xaliber von Reginhild Kamis, 10 April 2008 pukul 21:21

    *(beberapa) komentar satir*

    @kunderemp:
    Setuju. Situs-situs seperti itu yang benar-benar berbahaya. Mereka seenaknya saja memasang hal-hal seperti itu di internet. Dimana etikanya? Dimana moralnya?

    @blogger tanpa blog:
    Kayaknya Anda sudah ngantuk Ah, saya nulisnya ngga jelas berarti.. :(

    @Kopral Geddoe:
    Sangat.

    @cK:
    Ide bagus. Lagipula, blogger itu penipu. Sudah berkemungkinan membantu penyebaran film ga jelas itu, suka nulis-nulis hoax lagi. Membuat bangsa semakin bodoh aja.

    @berandal:
    Masyarakat ngga butuh internet, mereka kan punya TV sama radio. Buat apa kalau nggak dipake? Makanya mereka cukup pakai itu aja, acaranya juga dijamin bersih dari konten ga jelas kayak di internet.

    Kalau pemerintah sama orang yang berwenang punya internet ngga apa-apa. Buat investigasi sama penyelidikan. Sekalian, anggap saja ‘bonus feature’ dari dana kampanye.

    @Goenawan Lee:
    Memang harus begitu! Penting mana coba sekarang, minoritas apa mayoritas?

    @Cynanthia:
    4chan? Jelas. Begitu juga dengan imageboard lainnya. Kenapa? Pertama, 4chan adalah imageboard.
    Kedua, 4chan punya konten yang negatif.
    Berarti, semua imageboard punya konten yang negatif. Dan itu harus diblokir!

    @p4ndu_454kura:
    Saya juga jarang ke YouTube. Paling hanya untuk cari musik klasik aja. :P

    Email mau diblokir pula? Bukannya email itu bisa diperjualbelikan ya?

    @Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
    Tunggu tanggal mainnya (kasus serupa) di Indonesia.

  10. 11 Hoek Soegirang Jumat, 11 April 2008 pukul 2:37

    ah…kurang fedas! tidak ada bumbu dalil yang cukup kuadh! mhuahuahuahua…
    tafi emang benul, ndak ada youtube juga kita masi bisa makan khan? mhueuehuehuehue….

  11. 12 defilth Jumat, 11 April 2008 pukul 5:47

    bukan urusan gw lah, tp gw hargai opini lw.
    kalo soal rapidshare ama multiply diblokir, gw ga setubuh!!!

    soalny gw dah banyak upload koleksi gw disana, dan akun gw d rapidshare pun bukanny akun gratisan bro. duit jadi melayang gara2 UU ITE tai anjing itu.

    kenapa pemerintah ga minta tolong sekalian ma roy suryo sontoloyo kampret itu yg katanya sekarang itu “pakar it” nmr 1 d indon?

    ah tai anjing lah sama itu semua..

    _jusT my oPPinion_

  12. 13 royfck Jumat, 11 April 2008 pukul 19:08

    roy suryo fck u fck 2

  13. 14 Uchiha Miyu Jumat, 11 April 2008 pukul 23:51

    Ha ha ha… Geert Wilders. I’m not fucking surprised… Kan dia yg memulai soal Al Qur’an dituduh buku fasis.

  14. 15 Xaliber von Reginhild Sabtu, 12 April 2008 pukul 15:50

    @Hoek Soegirang:
    Betul, mas, saya ngga begitu pengaruh YouTube diblokir apa ngga. Wong cuma buka YouTube buat nyari lagu.. :P

    @defilth:
    Sabar, mas.. ini tulisan bergaya satir, btw. :P Oh, selain itu, situs-situs itu sudah bisa dibuka sejak kemarin.

    @royfck:
    Lho?

    @Uchiha Miyu:
    Ironisnya, para ‘korban’nya Geert Wilders justru membuktikannya sendiri bahwa ‘argumen’ si Wilders (di film) adalah mendekati benar.

  15. 16 Cynanthia Sabtu, 12 April 2008 pukul 23:48

    Berarti, semua imageboard punya konten yang negatif. Dan itu harus diblokir!

    Bentuk fallacy kah? :P
    Apa dalam hal ini pemerintah telah melakukan fallacy? :P

    Ironisnya, para ‘korban’nya Geert Wilders justru membuktikannya sendiri bahwa ‘argumen’ si Wilders (di film) adalah mendekati benar.

    Sangat menyedihkan, bukan? :(

  16. 17 Ash Minggu, 13 April 2008 pukul 17:34

    Ha..basi banget saya bacanya.. sudah selesai kan urusannya? hm..

    Saya pernah denger di radio, berani masuk ke dunia Internet berarti sudah siap untuk menghadapi dunia yang luas dan rentan. Maka kalau sudah masuk Internet, menurut saya sih tanggung jawab masing-masing lah..

    *melambai kemudian pergi*

  17. 18 Xaliber von Reginhild Minggu, 13 April 2008 pukul 18:17

    @Cynanthia:

    Bentuk fallacy kah? :P
    Apa dalam hal ini pemerintah telah melakukan fallacy? :P

    Nampaknya? :P

    Sangat menyedihkan, bukan? :(

    Iya. :( Sebagai umat yang katanya baik, seharusnya justru bisa men-debunk ‘gosipan’nya si Wilders dengan lebih baik. :D

    @Ash:
    Yep.. internet is rizsky pratama djamaludin
    Kondisi internet sekarang ini bagai negara penganut arnakisme.. tanpa pemerintahan. :P *membayangkan internet yang diatur pemerintah*

  18. 19 Strife Leonhart (gk login) Senin, 14 April 2008 pukul 10:23

    Saatnya revolusi! Bukan sekedar reformasi!
    *bersiul*

    Yang bener itu sekali merangkuh dayung, dua puluh tiga pulau terlampaui.. Jadinya kelewatan deh :mregreen:

    Utube sih berguna bagi saya buat nyari video klip sama op/ed anime.. itu aja kok

  19. 20 Strife Leonhart (gk login) Senin, 14 April 2008 pukul 10:27

    btw,sign rating “Satire” siapa yg bikin? Duh lama gk blogwalking nih..
    Saya pinjam minta ya :mrgreen:

  20. 21 Mihael Ellinsworth Senin, 14 April 2008 pukul 15:47

    Ahh..YouTube. Pemblokiran seakan – akan menjadikan pemerintah segalanya dalam benar.

    Atau jangan – jangan, agar berharap video – video skandal dalam tubuh pemerintahan tidak terekspos ke luar ? Ataukah semuanya sudah terlambat ? ;)

  21. 22 Takoer tse Selasa, 22 April 2008 pukul 6:29

    GOBLOK LO AH..!!! Sama aja kaya pemerintah,

    Eh Gw beritau aja y..? klo misalnya Nabi Muhammad SAW masih ada, beliau g bakal cekal orang yang menghina dia

    Apalagi ampe membatasi Umatnya mengembangkan Pengetahuannya..!!

    Pemerintah ama lo aja yang mau keliatan ISLAM..!!

    gw tanya lo..!! LO dah ISLAM BLOM..?

  22. 23 hariadhi Selasa, 22 April 2008 pukul 8:06

    satir eh? hahahahha

    Ketawa ngakak liat komen-komennya (tabah ya nak? Namanya juga satir)

  23. 24 p4ndu_454kura Selasa, 22 April 2008 pukul 13:46

    Numpang komen
    @ Takoer tse
    Mas/mbak, tolong lihat lagi ratingnya. Jangan keburu nafsu dulu, dong. :)

  24. 25 Xaliber von Reginhild Kamis, 24 April 2008 pukul 20:37

    @Strife Leonhart (gk login):
    1. YouTube membuat saya ngga perlu susah-susah cari MP3 bajakan :mrgreen:
    2. Buatannya mas Diki. Izin ke sana aja. :D

    @Mihael Ellinsworth:
    Bisa jadi. :lol:

    @Takoer tse:
    Buat saya, pemblokiran YouTube, keislaman saya, dan entri ini sama sekali nggak ada hubungannya. :P
    *niru Kopral Geddoe*

    @hariadhi:
    Ya.. saya belajar banyak dari mas sora, Kopral Geddoe, dan para redaktur omaigat. :mrgreen:

    @p4ndu_454kura:
    Betul itu. :P

  25. 26 t4rum4 Rabu, 7 Mei 2008 pukul 15:27

    Wew,,,
    Mati satu tumbuh seribu..

    Menurut saya, klo ndak ada yang mo dilihat yah udah ga usah dilihat. Jadi Youtube diblokir tuhh sebenarnya salah.. Karena pemerintah menganggap kita (kita??!!! LU AJA KALEE GW ENGGAK) adalah makhluk bodoh yang bisa diatur oleh peraturan bodoh dan bisa ditipu oleh video bodoh yang dapat membuat kita menjadi bodoh.

    Klo mo niat blokir…
    Blokir aja internet,, klo enggak, ntar juga internet bakal down gara-gara banyak sampah internet…
    Tunggu dulu, u dah nonton film fitna?
    Bukannya Youtube memiliki pengaksesan data berdasarkan umur? Jadi, gak akan masalah klo umurnya dibawah 23 tahun. Lagian dibelahan dunia mana yang menyetujui video porno untuk umum? Tidak ada? Ya sudah kita serahkan kepada negara yang mengatasnamakannya negara maju.. :p

    Kasiannn,,, Rakyat sekarang emang harus disuapin oleh satu porsi peraturan… :D Anda termasuk rakyat yang mau disuapin ato tidak?

    *Cabutt….*

  26. 27 Xaliber von Reginhild Rabu, 7 Mei 2008 pukul 19:22

    @t4rum4:
    Hemm…
    Mas, kenal istilah satir (atau satire)? :mrgreen:

  27. 28 chielicious Senin, 12 Mei 2008 pukul 23:33

    “Ironisnya, para ‘korban’nya Geert Wilders justru membuktikannya sendiri bahwa ‘argumen’ si Wilders (di film) adalah mendekati benar.”

    ha3 ini nieh yang harusnya dijadiin pelajaran buat rakyat nehri inih..emang udah mendarah daging kali ya sifat begini ^^; ada teman saya yang sampe dendam kesumat sama mbapak ini pengen bikin vidio saingan..*halah*

    btw untung yutub gak jadi di blokir..para banci make up bisa2 pada demo gak bisa donlod tutorial lenongan lagi :lol:

  28. 29 Xaliber von Reginhild Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 23:45

    Duh, maaf saya suka telat reply.

    Paling ironis gambar yang dari blognya Kopral Geddoe, kayaknya. :P

    He? Ada tutorial begitu juga ya di YouTube? ^^; *baru tahu*

  29. 31 Lemon S. Sile Kamis, 30 Oktober 2008 pukul 19:58

    @Xaliber:
    Di youtube ada beragam video kan? :lol:
    Bahkan kalo ga salah ada penata rias yg cukup bernama punya channel sendiri soa tata rias, di youtube.


Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 96,644 soldiers