Ah, bukan maksudnya meniru Field Marshall si pemikir militer… tapi kebetulan lagi mau menulis hal-hal yang berbau beginian. Selain untuk memperjelas istilah yang kadang dibuat buram, juga karena… saya memang senang hal beginian.
Sebelumnya (agak ngga ada hubungannya), mohon maaf buat para pembaca yang tersinggung pada entri saya yang sebelumnya. Terutama buat sesama blogger. Karena poin-poin yang saya maksud itu beberapa diantaranya bisa dilihat pada komentar Andrew Anandhika Wijaya dan Jabizri. Dan poin yang paling penting baru saja saya utarakan (secara tersirat) pada paragraf ini — if you know what I mean.
Oke, itu nggak ada hubungannya sama entri ini. Jadi, lanjut…
***
Apakah strategi dan taktik militer itu? Keduanya adalah gagasan dasar yang membantu seorang partisipan perang dalam mencapai tujuan dari peperangan yang dilakukannya. Dalam skala kecil, ia membantu seorang prajurit dalam medan pertempuran, dan dalam skala besar, ia membantu seorang pemimpin politik (contoh: presiden). Tapi keduanya sebenarnya rada berbeda.
Sebelum mengetahu perbedaannya, ada baiknya jika dilakukan pemahaman terhadap pertempuran dan peperangan terlebih dahulu. Karena, seperti halnya strategi dan taktik, kedua hal tersebut merupakan dua hal yang berbeda.
Pertempuran adalah situasi dimana bertemunya dua pihak atau lebih yang memiliki tujuan yang saling bertentangan dalam suatu medan, yang mana masing-masing pihak berkeinginan untuk mencapai kemenangan dan mengalahkan satu sama lain. Pertempuran adalah saat dimana bertemunya kontak fisik secara langsung antara pihak-pihak yang saling bermusuhan dilancarkan satu sama lain, sehingga keduanya bisa saling memberikan kerusakan untuk mencapai suatu tujuan.
Sementara itu, peperangan adalah suatu konflik skala besar yang berlangsung lama dan melibatkan banyak nyawa yang berada dalam setidaknya dua faksi. Peperangan adalah kondisi dimana terdapat dua atau lebih faksi yang saling bertarung untuk memperebutkan atau mendapatkan hal-hal tertentu. Peperangan tidak harus melibatkan kontak fisik secara langsung antara elemen – seperti prajurit dan masyarakat – dari masing-masing faksi, melainkan ia hanya sebatas konflik yang kemudian melandasi timbulnya bentrokan fisik antara elemen dari masing-masing faksi.
Mudahnya, silakan lihat gambar:
Nah, sekarang soal strategi dan taktik militer itu sendiri. Strategi militer adalah susunan perencanaan untuk melancarkan sebuah peperangan, yang didalamnya termasuk penyusunan bala tentara, pelancaran operasi militer, dan siasat penipuan musuh, untuk meraih kemenangan suatu faksi demi kepentingan politik. Sementara taktik militer merupakan teknik dan perencanaan penyusunan unit-unit militer untuk mengalahkan lawan dalam pertempuran.
Mudahnya, yang membedakan strategi militer dengan taktik militer terletak pada luas cakupannya; taktik militer hanya membahas pada permasalahan bagaimana cara suatu organisasi militer yang diturunkan dalam medan pertempuran agar berhasil dalam menjalani operasi militernya, sementara strategi militer membahas tentang bagaimana cara sebuah faksi – atau negara – untuk memenangkan peperangan dengan negara lain demi mencapai kepentingan politiknya masing-masing.
Strategi militer itu sendiri masih dibagi jadi setidaknya 2 bagian. Strategi akbar (grand strategy) dan strategi operasional (operational strategy). Di dalam strategi operasional kemudian dibagi lagi menjadi dua: yang biasa dan yang spesifik.
Untuk pengertiannya, strategi akbar adalah strategi skala besar yang membahas mengenai pergerakan militer secara geografis, distribusi sumber daya bagi yang diperlukan, sistem produksi negara untuk kebutuhan persenjataan, serta aliansi internasional untuk memenuhi kepentingan politik negara.
Sedangkan strategi operasional memiliki ruang lingkup jauh lebih sempit dibandingkan strategi akbar, mengabaikan faktor politik dan ekonomi, dan menaruh perhatian khusus pada perencanaan unit-unit militer pada angkatan bersenjata. Bisa dibilang besar cakupan konsep ini berada di atas taktik militer, namun berada di bawah strategi akbar.
Mudahnya, silakan lihat gambar:
***
Nah, sekian dulu penjabaran singkat dan sederhana hari ini. Semoga bisa lebih berguna bagi yang membacanya.
PS: Entri ini merupakan adaptasi dari karya tulis (atau skripsi, atau karya ilmiah, you name it..) yang mengangkat tema serupa. Jadi jangan heran kalau ada kata-kata yang terlalu baku.





Jalur supply telah diblokir. Cari jalur lain.
jalur malas baca. [situ tahu sini tak suka militer]
ALL HAIL LEISUREISM!! [apaan nih?]
duh… duh…
nggak nangkep hubungannya ama blogger… ntar gw baca lagi degh dirumah….
*baca sampai 3 kali*
Ooo…. ngerti saya sekarang.
*summon adek yang kebetulan rada gila militer*
Two-pronged attack masuk strategi apa,
Steve, eh salah!Xal?*ngacir*
Saya bisa strategi tapi bukan ahli taktik…
hehehehehe..
Akhirnya ada juga yang meluruskannya.. selama ini orang menganggap strategi=taktik…
….sebuah entry yang tidak dapat dicerna oleh mahkluk bodoh seperti saya…
Kalo saya disodorin Karya Tulis bos, 100% saya tidur duluan deh.. mana halamannya udah kayak kamus pula.. (hiperbola, yeah)
Agak sedikit lumayan (?) nangkep sih antara beda taktik dan strategi..
Yah.. perang kan jalan terakhir dalam suatu pencarian penyelesaian masalah, jadi ya sudahlah.. *ditendang*
@Lemon S. Sile:
…
@Andrew Anandhika Wijaya:
Ngga ada hubungannya kok.
@Cynanthia:
Semoga berguna.
@Uchiha Miyu:
Two-pronged attack?
Tergantung konteksnya, dia bisa jadi strategi akbar dan bisa jadi strategi operasional pula. Kalau dalam skala besar (grand strategy), dia bisa berupa seperti Longzhong Plan, dan dalam skala yang lebih kecil (operational strategy), dia bisa berupa pincer movement.
@Magister of Chaos:
Taktik memang lebih sulit, padahal skalanya lebih kecil. Apa karena skalanya yang kecil itu jadi dia harus detil ya?
@Ash:
Kan ada ‘mini-game’ perang-perangannya.
Kalau sering main Suikoden, bisa dipahami kok.
Yep, perang memang jalan terakhir dalam penyelesaian masalah. Dan itu sendiri sudah terhitung strategi lho.
berasa baca karya tulis lho… huhuhu…
Kira-kira success rate two-pronged attack berapa?
@Andrew:
Ah, baru segini kok… :p
@Miyu:
Tergantung situasinya. Berapa jumlah pasukan? Bagaimana medannya? Di mana koordinat/posisinya? Apa persenjataannya? Dsb.
Jadi panglima militer saja kamu Xal,,
Ah, itu masih ketinggian buat saya.
Artikel yang menimbulkan nostalgia… jadi inget jaman masih rajin2nya belajar tentang kemiliteran, yah kira2 waktu seumur xaliber…
Nanti dibaca lebih serius dulu baru komen lg
Apakah ini berarti taktik itu adalah pelengkap strategi, bukan begitu?
Menurut saya sih, merencanakan strategi lebih mudah daripada merencanakan taktik, tapi dalam penerapannya, strategi lebih rumit jika dibandingkan dengan taktik.
Ada referensi lain Mas?
* jadi tertarik mempelajari lebih jauh tentang perang *
@jensen99:
Wah, pengamat militer juga?
@StreetPunk:
Mungkin lebih tepat kalau dibilang taktik adalah bagian dari strategi
Yep, strategi memang lebih rumit.. karena dia untuk skala yang lebih besar. Tapi dalam menginstruksikannya, strategi harus tetap simpel — karena itu salah satu prinsip dasarnya.
Referensi saya di:
http://afpc.asso.fr/wengu/wg/wengu.php?l=36ji
dan… Wikipedia.
*manggut-manggut*
*CTRL+S*
Ah, untung di Suikoden ada Military Strategist-nya, jadi nggak perlu susah-susah nyari ide. Cuma Suikoden V yang saat war menggunakan sistem real-time, bukan turn-based. Jadi bisa disimulasikan dengan perang yang sebenarnya.
BTW, saya jadi lebih ngerti tentang strategi sejak maen Suikoden, dan penerapannya lewat catur.
…
…
…
OOT, ya?
Hehehehehe….. Taktik lebih sulit karena harus liat medannya dulu….
Kalau Strategi cukup dari hasil pengamatan intel..
Hehehe, yah, cukuplah tuk bisa buat ikut nimbrung dikit di post tentang miskonsepsi Nazi kmaren.
Tapi tentu saja level saya gak sehebat situ…
wow great…! kalo maen empire earth menang terus dnkz…
kalo strategi militer digunakan untuk melawan musuh akan saya sebut mereka pahlawan, cuma kalau mereka sendiri yang memicu kerusuhan agar komando distrik tetap terselenggara, so fuck off with army! good for army not for society.
p4ndu_454kura:
Dan, memang, yang ke-5 sudah pakai Real-Time Tactics. Itu yang jadi favorit saya meskipun agak kehilangan unsur klasiknya.
Salah satu alasan mengapa saya suka Suikoden: perang-perangannya.
Kalau catur… saya malah jarang main catur.
@Magister of Chaos:
Ah ya.. terutama grand strategy kah?
@jensen99:
Wah, saya juga masih pemula lho, mas.
@Darkness666:
Wah, saya justru belum pernah main.
@Resi Bismo:
Meskipun secara strategis sudah tercapai tujuannya..
Ah, maaf baru dikomen. Kemarin tersaring Akismet entah kenapa.
Kalau tujuannya buruk, saya juga kurang setuju.
kalo gitu unsur taktik apa algi dong
Taktik itu gerakan-gerakan kecil/manuver di medan pertempuran. Formasi tempur zaman dulu kayaknya juga termasuk taktik.
Pokoknya yang sifatnya short-term.
lebih diseiusi aja agar lebih bermamfaat
WAR IS BEAUTIFUL
bagaimanan penjabaran visi, misi, strategi, taktik, dan metodologi serta bagaimana urutan kronologisnya…?