Kalau sudah kuasa
Lupa diri siapa
Terus tebar pesona
Padahal ga bisa apa-apa
Kalau sudah kuasa
Buat apa teman lama
Ambil hanya yang berguna
Jaga posisi tetap di tahta
Kalau sudah kuasa
Merasa punya dunia
Ga suka liat orang melebihinya
Yang ganggu dipites aja
Kalau sudah kuasa
Mau lewat mana aja bisa
Ga perlu izin segala
Kadang melindas orang punya
Kalau sudah kuasa
Ga mau jadi orang biasa
Tetap tinggi selamanya
Pindah alam dikenang pula
***
Terinspirasi dari gaya menulisnya mas hariadhi, sekonyong-konyong saya punya ide untuk menulis puisi (atau lagu?) ini pas pulang sekolah tadi. Dan setelah dilihat-lihat ternyata lucu juga. Jadi saya publish saja.
Oh, dan saya tak merujuk pada mantan pemimpin kita. Ini berlaku buat siapa saja; presiden, gubernur daerah, ketua RT, kepala sekolah, dosen, ketua kelompok diskusi, ketua OSIS/BEM, kepala keluarga, administrator forum internet, presiden direktur perusahaan, dan mungkin… blogger?



Pertamax.
Mungkin beberapa hari belakangan dan beberapa hari nanti akan rada ngga aktif ngeblog, tryout 1 sudah menanti~
Wekekekeke…
Tepat sekali Mas.
Betewe… wali kelas dan guru masuk ngga?
Sukses TO-nya ya…
lah jadi malu saia, tiba-tiba udah punya penggemar. Tapi lain kali harus bayar upeti yah kalau mau niru-niru, minimal royalti lima puluh rebu per hit yang masuk ke blog ini. heuaheuaheuahue j/k
puisi ini ngomongin blogger dari partai mana yah kira-kira?
*keukeuh berada di belakang simbok*
kek nya memang begitu sifat manusia…
moga sukses ya bro tryoutnyah..
*tepuk tangan*
Sekarang yang mau saya lihat adalah anda mempraktekkan (menyanyikan/membacakan) itu di depan seseorang dengan nyata…
*mati ngakak
*
wah mantabh…
Hahahaha.. menarik! Cuma satu ini puisi yang saya ngerti dari puisi-puisi abstrak Anda! *dipites*
Entah kenapa saya tertawa begitu membaca ‘kepala sekolah’ di jajaran siapa-siapa saja yang bisa jadi sasaran puisi ini.. hahahaha!
@Cynanthia:
Termasuk.
Tengkyu.
@hariadhi:
Hoho, boleh, mas… bayar royalti deh lain kali.
Partai, partai apa nih? Partai ‘terbenar’ kah?
@Goenawan Lee:
Lho?
@maxbreaker:
Thx.
@steax:
Oke… perlukah saya bacakan di depan ’seseorang’ itu?
@Moerz, anaknyaCHIWygdiadopsiADIT&NIEZ:
@Ash:
Perlukah saya manut apa kata steax di atas?
Kebetulan memang ini puisi (atau lagu?) yang paling konkret gambarannya.
Hoho! Ada apa dengan kepala sekolah?
ha…
keren nih puisi…
save ke HD…
saya baca ini sih merujuk pada seorang blogger… tepat sekali… apalai bait kedua…
hiyak buwetul, aku juga heran, sekarang banyak teman-temanku yang dulu gigih jadi demonstran sekarang jadi cecurutnya penguasa, huwek…
@hanabi:
Why, thank you.
@Andrew Anandhika Wijaya:
Hoho, secara umum kok. Kalo blogger memang siapa?
@sandemoning:
Iya, banyak yang begitu ya, mas.
Kalau sudah berkuasa
yang dipikirkan hanya harta
moral tak lagi ada
ego yang utama
*hanya ingin menambahkan*
nggak papakan?!
hmm, kalau sudah tak kuasa?
kalau sudah tak kuasa…
rela tak rela…
suka tak suka…
tetap harus lepaskannya…
Wah wah. Xali bukan org pertama (atau kedua?) yang berpikir seperti ini.
Kalo udh ga kuasa: tinggal nunggu ajal >__>
Kebiasaan mbok Venus yang tetep blogwalking walau super-seleb.
Kalau sudah kuasa
Mau lewat mana aja bisa
Ga perlu izin segala
Kadang melindas orang punya
Wah, bagian ini refleksi diri saya…
Tobat tobat..
Jahhh? Mana orangnya ini…
wahh kerenn.. blog nya juga keren layoutnya.. salut saia…
Hemmm..kuasa emang bisa buat beli apa aja..beli jiwa juga mungkin.
Inget 1 orang saya
sorry dobel, ya, inget 1 blogger
@ranywaisya:
Ndak apa, mbak.
@Diki:
Kalau sudah tak kuasa
Sudah tak bisa apa-apa
Ditinggal teman setahta
Menderita di tengah duka
@Uchiha Miyu:
Ini kan pikiran umum.
@Goenawan Lee:
Hoo… ic.
@faivon:
Hoho.
@Effendi:
Habis tryout.
@reccarebellion:
Makasih, mbak.
@stey:
Gimana caranya?
@Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
1. Siapa?
2. Siapa?
…
Hehehe… Menarik su…~