Membuka Gerbang Langit

Sebelumnya, saya ingin mengingatkan bahwa entri kali ini benar-benar tidak penting. Atau mungkin bisa jadi justru benar-benar penting. Tergantung siapa pembacanya juga. :? Karena penting dan tidak penting disini mungkin rada relatif.

Apa pun itu, pokoknya Anda sudah diperingatkan. :twisted:

Setelah beberapa hari ini aku berusaha mendaki pohon kacang Jack dan menghadapi ulat-ulat besar yang menyebalkan, akhirnya kuberhasil menapakkan kaki di atas awan putih yang lembut. Dengan rasa lelah yang amat sangat aku berkeluh kesah ketika melihat bahwa tak ada apa pun di atas awan ini, kecuali sebuah gerbang besar yang berdiri kokoh, tegak, dan menjulang tinggi di atas hamparan kapas putih yang melayang di atas langit ini.

Namun belaian angin yang menyentuh wajahku menyadarkanku akan makna dari gerbang tersebut. Keberadaan gerbang kokoh berwarna putih di atas awan ini pastilah bukan tanpa alasan, dan nampaknya gerbang inilah yang akan membawaku selangkah lebih maju untuk mencapai apa yang kuinginkan. Ya, mungkin bertemu denganNya salah satunya, tapi aku tak berpikir sampai situ. Nampaknya kebutuhan duniawi masih menjadi landasanku mengapa aku harus mendaki ke atas langit dan menemukan apa yang kini kuyakini sebagai jawaban dari hasil kerja kerasku.

Aku kemudian bergerak perlahan, mulai melangkah maju sembari merasakan hembusan angin membelai pelan wajah dan rambutku dengan sejuknya. Kesejukan yang mungkin tak bisa dirasakan di bawah sana, sementara rasa lelahku bercampur aduk dengan perasaan yang sekarang kurasakan membuatnya perlahan-lahan sirna. Aku terus melangkahkan kaki, hingga hanya tersisa beberapa meter jarakku dengan sang gerbang langit.

Akhirnya aku berada tepat di depan gerbang ini. Gerbang putih besar dengan gaya Romawi kuno yang menjulang tinggi di hadapanku. Ukiran-ukirannya yang indah layaknya peninggalan budaya lama nampak di setiap ujungnya. Mungkin keindahan gerbang ini sendiri yang membuatku terpaku untuk beberapa saat, dan bukannya karena apa yang menanti di dalamnya.

Setelah terdiam untuk beberapa saat, kutampar pikiranku yang melayang kemana-mana dan mulai memberanikan diri untuk melangkah maju. Gerbang ini harus segera kubuka, karena jika tidak maka apa yang telah kuperbuat sebelumnya akan sia-sia. Jika tidak segera kubuka, maka pengorbananku atas keluarga akan sia-sia. Jika tidak segera kubuka, kenikmatan semu yang kurasakan hanya akan selamanya menjadi semu.

Ya… gerbang ini harus segera kubuka…


Tanganku menyentuh daun pintunya yang besarnya dua kali lipat dari kepalan tanganku. Daun pintu yang terbuat dari emas itu terasa dingin, seperti yang sudah bisa kubayangkan sebelumnya. Dingin dan membuat tanganku terasa seperti membeku, namun juga membuatnya ingin mendorong gerbang ini lebih kuat untuk melihat apa yang menunggu di dalamnya.

Dan kubuka perlahan-lahan gerbang putih besar yang berdiri dengan kokoh ini…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[norak]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AKHIRNYA BLEACH INDONESIA SELESAI DIREKONSTRUKSI!!!

Open beta Bleach Indonesia v2 telah dirilis, dan segala pengorbanan waktu saya untuk ini kini telah terbayarkan! Terinspirasi dari tema Dezinerfolio yang digunakan oleh Goenawan Lee, tema itu akhirnya saya sesuaikan dengan tema Bleach Indonesia yang lama untuk menghasilkan kombinasi seperti Bleach Indonesia yang terlihat sekarang — meskipun DF cenderung menjadi skeletal designnya saja.

Kustomisasi CSS yang memakan waktu berjam-jam benar-benar merepotkan, terutama karena layar monitor saya yang rada buruk dalam warna jadi agak sulit membedakan hex color yang mirip-mirip (misalnya #f5f5f5 dengan #f9f9f9). Dan lagi ini merupakan usaha saya dalam mendesain web tanpa tabel — tableless design yang konon lebih efektif pada berbagai macam browser.

Saran saya kalau Anda menemui hal serupa — selain dengan membeli monitor yang lebih bagus — adalah dengan menetapkan warna yang bisa dibedakan. Tentukan juga template warnanya (1 set hex color warna hitam dan putih misalnya) dan hal-hal lain yang mungkin diperlukan seperti alignment pada text.

Berhubung saya bukan desainer web yang handal, maka saya tak bisa bicara lebih banyak lagi tentang ini. Kecuali satu kata, yaitu “melelahkan”! :twisted:

Tapi ini belum selesai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

AKHIRNYA SAYA LULUS TES MASUK BINUS INTERNASIONAL!!!

Kalau pengumuman hasil yang saya baca di websitenya tidak salah, maka saya benar telah lulus masuk Binus! Setidaknya dengan 2 universitas swasta di tangan, bolehlah saya sangat sedikit lebih lega. Tinggal menunggu SPMB untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri saja.

Err, dan Ujian Nasional serta Ujian Akhir Sekolah tentu. Karena tanpa 2 itu maka usaha saya akan jadi sia-sia. :|

Dengan syarat TOEFL di atas 550 serta ada wawancara dalam Bahasa Inggris, jelas tes masuk ini sejujurnya buat saya rada berat. Apalagi saya rada malas. Tapi ajaibnya saya berhasil masuk. Dengan jujur tentunya. :evil: Apa pun itu, maka saya harusnya bersyukur pada Yang Di Atas.

 

[/norak]

 

 

Oke, entri ini memang nyampah dan hampir useless, meski ada sedikit tambahan karangan di awal-awal entri. Tapi ini cuma luapan kegilaan saya aja. :twisted: Jadi biarkan saya nyampah dikit untuk hari ini! :mrgreen: Nantikan entri berikut-berikutnya — atau entri-entri sebelumnya — yang semoga lebih waras.

18 Tanggapan ke “Membuka Gerbang Langit”


  1. 1 Cynanthia Kamis, 14 Februari 2008 pukul 5:12

    Esweteh, aku kira apaaan!! Hahahahaha…. ^ ^”
    Selamat ya sudah lulus tes masuk Binus :D

    (Pertamax btw)

  2. 2 Diki Kamis, 14 Februari 2008 pukul 9:15

    syelamat untuk kelulusan tesnya dan theme barunya :D

  3. 3 Andrew Anandhika Wijaya Kamis, 14 Februari 2008 pukul 10:33

    useles gimana…??? berguna tau secara saiyah login gotei dari blechindonesia.com

    wah… padahal saya mau narik kamu ke lapangan lho… biar nggak terlalu introvert lagi… yawda moga-moga aja uannya lulus….

  4. 4 Goenawan Lee Kamis, 14 Februari 2008 pukul 14:09

    Cih, ndak ada hidden text…

    ..kapan forumnya ga lagi dimanfaatin jadi ladang ads bagi InvisionFree nih? ;)

    Btw saya akhirnya buat theme T___T

    All hail localhost!!!

  5. 5 Xaliber von Reginhild Kamis, 14 Februari 2008 pukul 15:36

    @Cynanthia:
    Hoho, thx, mbak. :D

    @Diki:
    Thx, mas. :mrgreen:

    @Andrew Anadhika Wijaya:
    Bleach Indo database-nya rada beda sama forum punya lho.

    Saya mungkin akan ke negeri kalau diterima. Tapi lihat situasi juga. :?

    @Goenawan Lee:
    Hoho, sedang diusahakan. :mrgreen: Mau memberikan support? :P
    Theme-nya cocok. :D Selamat.
    Saya nda pakai localhost kalau theming.. terlalu malas. :P

  6. 8 Andrew Anandhika Wijaya Jumat, 15 Februari 2008 pukul 12:17

    sekarag kok nggak bisa log in dari bleachindonesia.com …??? mana layoutnya aneh lagi…

    *jangan kuatir, kesalahan mungkin pada kompie saiyah*

    *hot spot kampus makin busuk… koneksi lambat*

  7. 9 hanabi Jumat, 15 Februari 2008 pukul 13:44

    uhm..
    pertama, saiia kira apaan… tapi..

    hee… gen-san bisa bercanda sama maen norak-norakan juga…

    uhm.. ganti ke local yah? ho.. makanya kadang ke bleachindonesia,com kadang2 suka error githu…

    eniwey, selamat boss! ketrima dimana2 dah…

  8. 10 Xaliber von Reginhild Jumat, 15 Februari 2008 pukul 21:21

    @Andrew Anandhika Wijaya:
    Maklum, masih open beta.
    Jika Anda berkenan, bisa sediakan skrinsyot? Supaya bisa dibetulin. :D

    @hanabi:
    Ganti ke lokal? Hostingannya? Sudah dari dulu kok. :P
    Haha, thx.

  9. 11 Goenawan Lee Sabtu, 16 Februari 2008 pukul 4:45

    Diusahakan….berarti duit…
    *ga mau donasi* :lol:

  10. 12 Ash Sabtu, 16 Februari 2008 pukul 23:07

    Wah..nyombong nih bos, TOEFL-nya 550+? :D *cuma sirik doang padahal*

    Selamat bos! Mudah-mudahan UAN dan UAS-nya lulus juga! (saya juga lulus dong ah, AMIN!)

    dan.. karangannya norak bos…

    *DITENDANG*

  11. 13 Xaliber von Reginhild Minggu, 17 Februari 2008 pukul 2:01

    @Goenawan Lee:
    Donasi dong. :mrgreen:

    @Ash:
    Sejujurnya, saya juga heran. Tadinya cuma 497 kenapa bisa naik drastis jadi 550? :|
    Amin. Semoga sama-sama lulus. :D

    Dan… norak kenapa? o_o Tata bahasanya kah?

  12. 14 Ash Minggu, 17 Februari 2008 pukul 9:32

    Robot ada program bilingualnya sih.. iri.. *ditendang lagi*
    bukan.. bahasanya sih nggak masalah.. itu bagus, malah
    Tapi kalau informasi yang ingin bos sampaikan adalah kesuksesan-kesuksesan itu, agak lucu aja pengantarnya karangan semacam itu.. :D pakai membuka gerbang segala.. hahaha

  13. 15 Xaliber von Reginhild Minggu, 17 Februari 2008 pukul 14:32

    I wish I had. :(
    Saya ngga jago bahasa Inggris. Mau merangkai kata sederhana aja kadang susah.
    Ngga tertarik daftar Binus Inter? :D DKV mungkin?

    Oh, soal informasinya ternyata. Yaa, karena ini analogi aja. Dan supaya terkesan ‘misterius’. :P Apakah karangan awanlnya cukup membuat penasaran? :mrgreen:

  14. 16 Uchiha Miyu Senin, 18 Februari 2008 pukul 21:32

    (Ketawa ga karuan di awal2)

    *GUBRAK!!! BRAK!!! BRAK!!!!*

    *GUBRAAAAAAAAAAAAAK!!!*

    selamat deh :D wew… TOEFL segitu…

    btw, pernah nyoba UI ga? :D Sekedar bertanya karena (Insha allah) kesitu.


  1. 1 2008 Februari 14 « Deathlock Lacak balik pada Kamis, 14 Februari 2008 pukul 15:24

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

RSS Alter Ego

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 111,758 soldiers