Out of Order

Dari pengalaman saya menyelami kehidupan internet selama sekitar 6 tahun, beberapa bulan terakhir ini saya memerhatikan beberapa motif yang kayaknya muncul di setiap orang — termasuk saya — yang saya ajak untuk mengadakan konversasi. Entah itu lewat instant messenger, topik diskusi di forum internet, maupun game online.

Sebenarnya bukan apa-apa; mungkin sudah diketahui oleh sebagian besar orang dan mungkin tidak ada yang ambil peduli soal ini. Tapi, bagi saya, permasalahan ini — kalau bisa disebut masalah — cukup menarik untuk dibahas. Kalau ngga menarik, maka ngga akan saya buat entri. :)

Yang mau saya bahas itu menyoal gaya penulisan. Jika Anda berpikir maksud saya adalah gaya orang dalam menulis sebuah tulisan, semacam metode deskriptif, persuasif, maupun dalam majas seperti satir atau ironi, maka Anda salah. :P Yang saya maksud sederhana saja. Yaitu “teknik” — secara literal — seseorang dalam menulis kata-kata.

Untuk mudahnya maka saya suguhkan sedikit pembicaraan fiktif dengan gaya instant messenger.

von_reginhild: hoi.
deathlock: ? Mikir.
von_reginhild: karya tulis udah selesai belum?
von_reginhild: minggu depan dikumpulin.
deathlock: ah gampang.. masih minggu dpn kan?
deathlock: santai aja… Go on...
deathlock: waktu ga akan lari kemana2 Senyum.
von_reginhild: oh.
von_reginhild: sudah bab berapa?
deathlock: haha ^^
deathlock: bab 1 Senyum.
von_reginhild:

Dari pembicaraan singkat itu, sekiranya ada dua hal yang bisa ditangkap — atau setidaknya saya bisa menangkap dua hal. Pertama, si deathlock di IM (instant messenger) itu kelihatannya orang yang sering pakai emoticon. Bisa jadi dia orang yang lebih santai dibanding lawan bicaranya, yaitu von_reginhild, yang mana memakai kata-kata yang lebih baku dan minim emoticon.

Nah, dua hal itu yang saya maksud sebagai ‘teknik’ penulisan.

Yang mau saya singgung dalam entri kali ini adalah ketika seseorang yang sudah kita kenal dengan gaya identik seperti itu, tiba-tiba berubah atau tampak tidak biasanya. Kita ambil contoh si von_reginhild tadi. Seandainya tiba-tiba dia berkata begini,

von_reginhild: selamat berjuang yah ^^

…maka rasa-rasanya akan berbeda sekali dengan ‘imej’ kaku yang muncul sebelumnya, kan (setidaknya ini yang saya tangkap)? Kesan itu rada lumer dengan munculnya ekspresi yang cukup berbeda dari biasanya.

Analogi (atau contoh) di dunia nyatanya begini. Teman Anda yang terkenal jarang tersenyum, kaku, dan selalu memasang tampang membunuh, tiba-tiba bisa tersenyum dengan mudah dan tampak riang di satu kesempatan. Setidaknya mungkin terlintas di pikiran Anda, “Wah, bisa senyum juga dia.”

Dan itu yang saya maksud. :mrgreen:

Ketika ‘kejadian langka’ itu datang, saat-saat seperti itulah yang mungkin bisa membuat terkesima. Atau terpana. Atau terheran-heran. Atau apa pun Anda menyebutnya; pokoknya membuat Anda sampai berpikir, “Wah.” ‘Kejadian langka’ macam ini mungkin bisa jadi bukan hal spesial buat si pelaku — misalnya si von_reginhild tadi — tapi bagi orang yang melihat, hal semacam ini bisa menyimpan kesan tersendiri. Ada apa gerangan sampai-sampai dia bisa tampak seperti itu? Bisa jadi memang ada sesuatu yang bermain peran penting dalam proses interaksi sosialnya, yang mana tanpa disadari memberikan andil bagi si pelaku dalam mengekspresikan emosinya.

Oke, sekian saja. Saya tahu entri ini memang singkat dan tidak penting. Tapi di satu sisi, saya merasa bahwa analogi pemandangan dimana seorang preman sangar bertato bisa bersikap ramah pada seorang manula bukanlah suatu hal yang bisa mudah dilupakan. ;)

.

PS: Sebenarnya ada lagi yang mau saya bahas, tapi karena keterbatasan waktu, maka –jika keadaan memungkinkan – akan saya lanjutkan di entri berikutnya.

34 Tanggapan ke “Out of Order”


  1. 1 dhez Senin, 21 Januari 2008 pukul 23:45

    bener tuh.

    amat-sangat-kelihatan sekali bgmn kepribadian seseorg lwt instan messenger!!

    *sayah adl salah satu pengguna banyak emoticon serta audibles samapi2 bikin lawan bicara jd stress lm2 :mrgreen:

  2. 2 adit-nya niez Selasa, 22 Januari 2008 pukul 0:16

    Ketika ‘kejadian langka’ itu datang, saat-saat seperti itulah yang mungkin bisa membuat terkesima.

    Bisa juga jadi salah sangka mengenai perasaan bila dialog terjadi antara laki-laki dan wanitah… :D

  3. 3 Diki Selasa, 22 Januari 2008 pukul 0:16

    Bisa muncul definisi baru EQ tuh, emoticon quotient.. kemampuan menampilkan emosi lewat smiley icon hehehe. Jadi? gestur, gaya penulisan dan bengeut eh raut muka asalnya dari otak apa hati? :D

  4. 4 Goenawan Lee Selasa, 22 Januari 2008 pukul 1:33

    Hueheheheeee…

    Seseorang akan cenderung membentuk karakter dirinya seiring dengan bertambahnya usia. Karakter yang dibentuk itu, sedar atau tidak sadar terpatri dalam benak mereka yang dekat dengannya, misalnya keluarga atau teman. :D

    Nah, dengan adanya benar bahwa, misalnya karakter si A adalah orang yang pendiam, kaku, dingin, dan lain-lain. Ketika si A secara tiba-tiba bertindak di luar ruang lingkup karakter ‘yang ada di benar orang lain’ (selain diri A), maka orang lain cenderung menilai apa yang dilakukan si A adalah tidak biasanya. Lalu, mengenai dilupakan atau tidak, ini jelas sulit dilupakan. Karena bertindak dingin, yang tergambar dalam benar orang lain mengenai A adalah hal yang sangat-sangat biasa dan wajar bagi orang lain, jadi toh memori mengenai itu masuk ke dalam arsip “biasa-biasa saja”. Namun, jika A sudah bertindak tidak biasanya, di luar karakter yang ada dalam benak orang lain, maka itu akan menjadi sebuah tanda tanya besar bagi orang lain. Karena merupakan tanda tanya, jadi sulit dilupakan.

    [btw, disambung nanti, masih banyak sih]

  5. 5 maxbreaker Selasa, 22 Januari 2008 pukul 8:30

    Kadang ada sisi laen dari pribadi seseorang yg tidak kita ktahui…

  6. 7 cK Selasa, 22 Januari 2008 pukul 14:39

    wew…baru mau bahas seperti ini. tapi yang saya bahas mengenai penampilan…

    saya tunggu kelanjutannya deh.. :D

  7. 8 Cynanthia Selasa, 22 Januari 2008 pukul 14:41

    Saya bingung, apa cara berinteraksi lewat instant messenger menunjukkan kepribadian seseorang yang sebenarnya? :?

    (contoh orang yang sedang bingung karena kepribadiannya di dunia nyata dan dunia maya berbeda :P )

  8. 9 Strife Leonhart Selasa, 22 Januari 2008 pukul 17:10

    Menurutku km kalo pake IM gimana ya..

  9. 10 Andrew Anandhika Wijaya Selasa, 22 Januari 2008 pukul 20:31

    . . .

    jujur…. aku g nangkep apa yang pingin kamu sampaikan…???

  10. 11 StreetPunk Selasa, 22 Januari 2008 pukul 22:38

    Jahh, saya tersindir nih sebagai blogger yang minim emoticons.
    Ah baiklah..
    :) :P ;) :mrgreen: :D :lol: :?
    *first time ever*

  11. 12 Andrew Anandhika Wijaya Rabu, 23 Januari 2008 pukul 20:52

    *baca bener-bener*

    jah…??? kok keknya nyindir saiyah sangadh hah…???

  12. 13 Mr. Fortynine Rabu, 23 Januari 2008 pukul 23:13

    YM an? Saya di YM dan saya di dunia nyata….. mungin dua orang yang berbeda tapi hampir serupa. :P

  13. 14 Ash Kamis, 24 Januari 2008 pukul 17:09

    Anda membicarakan diri sendiri rupanya… :D

    Ah..manusia memang senang membuat imej.. saya salah satunya. Saya setuju tentang orang lain bisa sebegitu kagetnya melihat perubahan seseorang. Contohnya saya saja lah.. saya ini dulunya sosok orang yang kaku dan pendiam, kalau nggak diajak ngomong, maka saya nggak ngomong. Tapi entah kapan saya berubah.. sampai-sampai teman SMP saya (Prince R.M.S, yang dulu sama-sama kelas 1-E itu lho, bos) bilang ‘Kayaknya lo nggak serame ini deh’

    Tapi sekarang kalau saya bilang ke teman-teman saya ‘eh, dulu gue ini pendiem lho’, mereka nggak percaya -_-

    Pembicaraan saya nggak ada hubungannya ya?
    Lupakanlah kalau begitu, kawan..

  14. 15 p4ndu_454kura Jumat, 25 Januari 2008 pukul 9:14

    Ah, itulah manusia. Mudah sekali berubah.
    Terkadang kita bisa menilai kepribadian seseorang melalui tulisannya. Tapi hal itu akan menjadi sulit ketika dia mengubah gaya menulisnya. ;)
    Saya juga punya 2 kepribadian. Meski saya cenderung ceria di dunia maya, saya orangnya pendiam. Tanya aja sama yang udah pernah kopdar dengan saya. :mrgreen:

  15. 16 Xaliber von Reginhild Sabtu, 26 Januari 2008 pukul 1:51

    @dhez:
    Secara interaksi tak langsung kelihatan. :mrgreen:

    @adit-nya niez:
    Betul. Poin yang bagus, mas. :D

    @Diki:
    Hoho ide bagus… ajukan ke badan psikologi? :mrgreen:

    @Goenawan Lee:
    Ya, memang begitu salah satu yang mau saya sampaikan di entri ini.
    *menunggu lanjutan*

    @maxbreaker:
    1. Iya.
    2. Salam kenal juga. :)

    @cK:
    Maaf jadi mendahului, mbak. :P

    @Cynanthia:
    Entahlah. :? Tidak bisa benar-benar dibilang 100% mewakili, IMO. Tapi melalui interaksi-tak-langsung kayaknya iya.

    @Strife Leonhart:
    Bagaimana?

    @Andrew Anandhika Wijaya:
    1. :|

    @StreetPunk:
    Hoo, maaf mas. :P Tapi emoticon cukup membantu mengekspresikan kondisi si penulis, terutama kalau lagi bercanda dengan gaya nyindir. :D

    @Andrew Anandhika Wijaya:
    2. Nggak kok.

    @Mr. Fortynine:
    Saya mungkin juga begitu. :P

    @Ash:
    :mrgreen:

    Berhubungan kok. :D Poinnya ada.
    Saya rada setuju dengan Prince R.M.S. dalam hal ini, tapi kelihatannya kalau hobi gambar sudah dari dulu ya? :mrgreen:

    Btw Prince R.M.S. siapa ya? :P Si Sanjaya yang ekskul tenis?

    @p4ndu_454kura:
    Interaksi tak langsung dan yang langsung yang menurut saya mempengaruhinya. :mrgreen:

  16. 17 Xaliber von Reginhild Sabtu, 26 Januari 2008 pukul 1:53

    Kartul saya akhirnya selesai, jadi mohon biarkan saya untuk komentar ganda…
    ~(-_-~) (~-_-)~

  17. 18 clouseth Sabtu, 26 Januari 2008 pukul 15:36

    Tapi kalo kebanyakan emoticons juga kesannya jadi pecicilan (semacam centil gitu) :D Ya pake-nya yang wajar2 saja, jangan kurang jangan juga berlebihan.

    Salam kenal^^

  18. 19 scarion Sabtu, 26 Januari 2008 pukul 16:15

    hmm…agaknya ini semua membutuhkan prasangka baik. Dan lagi, anda menyadari hal yang sama dengan saia. Pendapat saia tentang itu bisa dilihat di blog saia sendiri (entri 25 Jan, Prasangka Baik Terhadapnya).

    iklan blog numpang lewat

  19. 20 Uchiha Miyu Sabtu, 26 Januari 2008 pukul 20:10

    Sama seperti kejadian JFL- Xali bisa melucu. O__O Miyu shock nggak kira-kira.

    Btw, deathlock sama von_reginhild kan… -__- Dua-duanya Xali.

  20. 21 Ash Sabtu, 26 Januari 2008 pukul 21:52

    Si Bos:
    Ah, rupanya saya benar-benar telah berubah ya.. -_-a
    Yap.. Prince of Tennis asli tuh!! Hahaha, benar-benar bahan lelucon yang tidak pernah mati. Sama seperti jika saya mengatai SI Brill mirip Dude Harlino :D

  21. 22 Xaliber von Reginhild Sabtu, 26 Januari 2008 pukul 22:16

    @clouseth:
    Betul itu, toh dia ada untuk memenuhi kebutuhan berekspresi, kan? :mrgreen:
    *diksi yang aneh*

    @scarion:
    Hmm… akan saya coba lihat. :D

    @Uchiha Miyu:
    Saya mengambil contoh dari nama sendiri karena lebih baik menumbalkan diri sendiri daripada char assassination. :P

    @Ash:
    Hmm… setidaknya saya rasa ada beberapa perubahan dari terakhir kali saya lihat pas kelas 1-E. :P Meski mungkin dasarnya masih sama?

    Dari keahliannya Sanjaya bermain tenis, memang ada miripnya… tapi kenapa Brillian disebut Dude Harlino? :?

  22. 23 Ash Minggu, 27 Januari 2008 pukul 21:16

    Si Bos :

    Brill emang mirip sama Dude!! Huahahahaha! Kalo gak sengaja nonton sinetron ada adegan dude, pasti saya ketawa meskipun adegannya (seharusnya) sedih :D

    Sudah ah, OOT kan nih jadinya..

  23. 24 Xaliber von Reginhild Minggu, 27 Januari 2008 pukul 23:07

    Blog ini tak melarang OOT kok hitung-hitung biar komennya banyak. :P

    Hmm… saya masih belum nangkep dimana miripnya Brillian sama Dude… :? Bukankah Brillian ngga sipit..

  24. 25 Dream Maker Selasa, 29 Januari 2008 pukul 21:13

    Humn… Lucu sih

    Saya ambil dari kejadian nyata ajah

    Seseorang yang biasanya cuma pake emoticon setan ataw :D serta :P [serta emoticon yang menandakan kenarsisan]

    Tiba-tiba pake :-w maupun malaikat

    Rasanya lucu ajah

    Tau kan siapa yang kumaksud? :D ?

  25. 27 Ash Kamis, 31 Januari 2008 pukul 19:24

    Si Bos :

    MIRIP!!! Pas jaman-jamannya Intan pas kita kelas dua tuh…
    Banyak juga yang bilang mirip kok, meski yang bilang gak mirip juga ada. Tapi menurut saya mirip! Hahaha :D

  26. 28 Xaliber von Reginhild Sabtu, 2 Februari 2008 pukul 0:06

    @Dream Maker:
    Siapa? Bang Goen? :?

    @Ash:
    Hmm.. Intan? Sinetron? :P
    Tapi setelah saya lihat sendiri kemarin (pas hujan-hujan), rupanya yang menyebut Brillian sebagai Dude banyak juga ya. :P

    Labschool punya banyak orang terkenal rupanya, dari robot sampai bintang film Indo dan pemain tenis pun ada…

  27. 29 Dream Maker Sabtu, 2 Februari 2008 pukul 23:05

    Yee… Bukan…

  28. 30 Andrew Anandhika Wijaya Minggu, 3 Februari 2008 pukul 18:49

    yee… kartul dah slese…. lalu pesenan saya mana…??? :twisted:

  29. 31 Xaliber von Reginhild Minggu, 3 Februari 2008 pukul 23:50

    @Dream Maker:
    *mikir*

    …saya kah? :|

    @Andrew Anadhika Wijaya:
    Makan-makan dulu dong, baru saya bikinin. :twisted:
    *digampar*

  30. 32 duhJeoseWound Sabtu, 19 April 2008 pukul 17:36

    Приглашаем на сайт посвещенный анальному сексу

    На сайте вы найдете статьи и расказы про анальный секс. Большой выбор видео и фотографий анального секса.


  1. 1 Komunikasi yang Efektif? « Deathlock Lacak balik pada Minggu, 27 Januari 2008 pukul 2:00
  2. 2 Landscape dan Saya « Deathlock Lacak balik pada Sabtu, 2 Februari 2008 pukul 19:54

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 121,925 soldiers