Omong Kosong Yang Benar-benar Kosong: Pt. 2

Ya ya, ini memang non-sense. Terlalu sampah, terlalu pointless. Terlalu ga jelas dan ga ada gunanya. Karena mau hal ini datang atau tidak tak akan ada yang peduli.

Jadi. Dengan berisi segala kata-kata bersayap seperti yang biasa saya buat di karya sastra saya yang lainnya. Dengan bahasa Indonesia campur-aduk yang mana saya tak bisa mengomposisikannya dengan baik.

Maka

Saya sarankan agar

Jangan dibaca, jangan diperhatikan, dibuang saja ke sungai.

Karena Anda sudah membuang waktu Anda dengan melakukannya.

Bah… saya mulai saja. No fast reading please?

Kau datang bagai angin semilir
Memberi kesejukan di kala gundah
Mencerahkan harapan yang getir
Menghibur hati dengan senyum merekah

Kau datang bagai angin semilir
Menyentuhku pelan dengan sejukmu
Namun perlahan menjauh mengilir
Hingga hilang berbekas rasa semu

Kedatanganmu begitu tak pasti
Membuatku berharap lagi
Meski memberi rasa pelu
Yang mungkin tak ku mau

Sang waktu telah menutup tirainya
Apakah engkau ‘kan datang kembali
Menemaniku di samping ini
Menyusuri dindingnya sampai nanti?

Entahlah, aku tak tahu
Hingga kini kuhanya bisa menanti
Meski cukup hanya dari kehadiranmu
Mengejar tirai waktu yang menghantui

Ada beberapa tafsiran yang mungkin terjadi.

Pertama, terkait dengan cinta-cintaan. Analisis paling mudah. Sayangnya, bisa jadi tafsiran itu kurang tepat karena saya tak menaruh banyak perhatian pada hal-hal semacam itu di masa SMA. Kedua, soal penderitaan penyakit. Guguk tua berpenyakit yang mengharapkan kesembuhan. Ketiga, berkaitan dengan utang tugas karya tulis yang masih 68%™. Berharap ide-ide untuk kartul bisa cepat datang, mengingat deadline-nya hari Selasa.

Tafsiran lainnya… silakan persepsikan sendiri. ;) Karena ini hanya pelampiasan dari kegilaan saya. Dan saya kurang suka menjelaskannya secara panjang lebar.

.

*bakar diri dan masukan entri ini ke tong sampah. Ini memang non-sense! Non-sense!! *

24 Tanggapan ke “Omong Kosong Yang Benar-benar Kosong: Pt. 2”


  1. 1 Xaliber von Reginhild Minggu, 13 Januari 2008 pukul 16:52

    De hel… setelah dilihat-lihat lagi entri ini benar-benar nonsense. :evil:
    Argh! Bakar…!

    *komentar 3004 setelah yang ke-3000 diserobot stupid spambot :evil: *

  2. 2 rozenesia Minggu, 13 Januari 2008 pukul 18:21

    Curang, tafsiran tak boleh dibongkar. Walaupun sedikit. Ingat etika penulis syair. :evil:

  3. 3 jensen99 Minggu, 13 Januari 2008 pukul 18:22

    Walopun diakui sendiri sebagai nonsense, bagus kok… :)

  4. 4 Xaliber von Reginhild Minggu, 13 Januari 2008 pukul 18:24

    *mohon ampun*

    Hanya menguak sedikit dari beberapa kemungkinan…
    m(_ _)m
    Pakai teknik situ deh. :|

  5. 5 rozenesia Minggu, 13 Januari 2008 pukul 18:25

    Bagi saya….

    …ini ndak mungkin cinta ke lawan jenis jadi cinta ke sesama jenis dong?, saya ndak nangkap unsur cinta, mesra, romantis, dll, dst, dsb sama sekali. apa karena belum ada pengalaman? :lol:

  6. 7 Xaliber von Reginhild Minggu, 13 Januari 2008 pukul 18:26

    @rozenesia:
    Weleh, saya bukan homok. :twisted:
    Kalau begitu nangkapnya apa? :?

  7. 8 rozenesia Minggu, 13 Januari 2008 pukul 18:30

    “Kau” di sini perannya kayak pedang bermata dua, menurut sayaaaa lhoooo…
    Semacam mengharapkan musim kemarau pada saat musim hujan dan mengharapkan musim hujan di saat musim kemarau. Menurut sayaaa lhooo…
    Kalau ia datang, kadang derita yang didapat selain ceria, tapi begitu ia tak ada, rindu lah yang dirasa. :?

    *masih belum selesai menafsirkan*

  8. 9 Mihael "D.B." Ellinsworth Minggu, 13 Januari 2008 pukul 18:56

    Wah, kalau tafsiran situ sama saya berbeda, bagaimana nantinya dong ? :mrgreen:

  9. 10 Moerz Minggu, 13 Januari 2008 pukul 19:03

    kenapa yang semula kosong diisi trus dikosongin lagi…?
    biarin aja kosong…

  10. 11 Andrew Wijaya Minggu, 13 Januari 2008 pukul 19:40

    persetan dengan tafsirnya saiyah komentari yang paling dasar dulu….

    bahasa yang digunakan kurang bersayap… saiyah lebih terasa membaca prosa daripada puisi….

  11. 12 rozenesia Minggu, 13 Januari 2008 pukul 19:51

    @ Mihael: Itulah sastra yang multitafsir… Segala tafsir bisa muncul, selama tafsiran itu disampaikan dengan tidak narsicus (??) *nyomot istilah Pak Sawali*

  12. 13 streetpunk2 Minggu, 13 Januari 2008 pukul 20:07

    omong kosongnya nggak terlalu kosong, kok.
    numpang menafsirkan boleh kan?
    kayaknya ini membicarakan tentang kebahagian/masa-masa indah di masa lampau yang belakangan ini susah didapat kembali..

    salam kenal sebelumnya.
    segala kesalahan pada tafsiran saya mohon diluruskan.

  13. 15 Hoek Soegirang Senin, 14 Januari 2008 pukul 2:09

    Kau datang bagai angin semilir
    Memberi kesejukan di kala gundah
    Mencerahkan harapan yang getir
    Menghibur hati dengan senyum merekah
    seorang wanita, kah?

    Kau datang bagai angin semilir
    Menyentuhku pelan dengan sejukmu
    Namun perlahan menjauh mengilir
    Hingga hilang berbekas rasa semu
    ah, sefertina bukan, mengingat tidak ada wanita yang menyentuh fria duluan….

    Kedatanganmu begitu tak pasti
    Membuatku berharap lagi
    Meski memberi rasa pelu
    Yang mungkin tak ku mau
    kedatangan tak pasti? hmmm….yang jelas bukan menstruasi

    Sang waktu telah menutup tirainya
    Apakah engkau ‘kan datang kembali
    Menemaniku di samping ini
    Menyusuri dindingnya sampai nanti?
    aihh…menyusuri dinding? dikau seorang bomber, kah? yang biasa menggraffiti dinding-dinding kota?

    Entahlah, aku tak tahu
    Hingga kini kuhanya bisa menanti
    Meski cukup hanya dari kehadiranmu
    Mengejar tirai waktu yang menghantui
    hmm…berbau mistis disini……
    .
    .
    .
    kesimfulan ; saia binun sangadh…….

  14. 16 p4ndu_454kura™ Senin, 14 Januari 2008 pukul 9:23

    *cast Hellfire*
    *bakar post*
    Karya tulis lagi?

  15. 17 Cynanthia (di sekolah) Senin, 14 Januari 2008 pukul 10:12

    Hah? Ini khan nggak omong kosong amat, Mas :?
    Setres?

  16. 18 Uchiha Miyu Senin, 14 Januari 2008 pukul 20:03

    Wow… Seoertinya musim sakit dari Indo sampai disini atau sebaliknya.

    *sakit jg*

  17. 20 imcw Senin, 14 Januari 2008 pukul 21:24

    Dibuang koq tong sampah? Awas dipunggut ama pemulung. :)

  18. 21 Ash Kamis, 17 Januari 2008 pukul 16:46

    Blah..lagi senang nulis puisi nih bos..
    Yang beginian di luar kuasa saya, jadi saya tak mengerti.. -_-a

    Awal-awal baca sih memang kesannya roman, tapi setelah menelusuri lebih lanjut sepertinya bukan. Meskipun iya, mungkin bukan terhadap lawan jenis.. entahlah, memangnya robot punya jenis kelamin??

    *ngeloyor kabur sebelum dimutilasi*

  19. 22 Xaliber von Reginhild Kamis, 17 Januari 2008 pukul 23:20

    @rozenesia:
    Hoho, tafsiran yang bagus. :mrgreen: Lalu apa lagi?

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Seperti yang dibilang rozenesia, itulah sastra. :P

    @Moerz:
    Karena dia perlu di refill. :?

    @Andrew Wijaya:
    Maklum, amatir. :|

    @rozenesia:
    Setuju. :D

    @streetpunk2:
    Hoho, bisa juga. :mrgreen: Tafsiran yang bagus.
    Salam kenal juga, mas.

    @cK:
    Mungkin. :?

    @Hoek Soegirang:
    Bait 1: Mungkin? :?
    Bait 2: Bisa jadi? :?
    Bait 3: Tentu bukan. :P
    Bait 4: He? Bomber? o_O
    Bait 5: :mrgreen:

    @p4ndu_454kura™:
    Yang dulu belum selesai~

    @Cynanthia (di sekolah) dan @Uchiha Miyu:
    Mungkin. :?

    @imcw:
    Semoga lebih berguna di tangan orang lain. :P

    @Ash:
    Kalau bukan terhadap lawan jenis, kalau begitu ke siapa? :?

    Robot tidak punya jenis kelamin, tapi pemrogramannya bisa diset ke maskulin. Seperti HK-47, C-3PO, R2D2, dsb…

  20. 23 shinobigatakutmati Minggu, 20 Januari 2008 pukul 18:18

    angin semilir… mungkinkah itu panggilan alam?? :???:


Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 121,924 soldiers