Nyampah?

Sampah. Apa sih sampah itu? Kalau menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, pengertian sampah itu adalah,

Material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.”

Intinya adalah material yang tidak diinginkan dan merupakan buatan manusia. Dan orang yang suka buang sampah, istilah kerennya adalah nyampah. Hmm… begitu.

***

Saya barusan lagi jalan-jalan di blog saya. Blog saya sendiri, sekedar lihat-lihat tulisan-tulisan apa saja yang sudah saya buat. Cara ngeliatnya ya lewat daftar isi yang sudah saya buat, supaya ngga perlu repot-repot. Lalu tulisan-tulisan ngga jelas saya mulai saya lihat satu-persatu. Ngga perlu waktu yang cukup lama buat saya untuk mengingat apa isi dari sebuah tulisan, cukup dengan membaca paragraf awal atau paragraf akhirnya, karena pada dasarnya itu tulisan juga masih saya juga yang nulis.

Setelah saya reinkarnasi dari blog asal-asalan saya yang dulu, dan dengan tekad bulat mulai mencoba menseriusi kehidupan blogging di blog-o-sphere pada April lalu, saya kemudian menyadari. Bahwa ternyata 2 bulan terakhir ini saya kebanyakan nyampah. Nyampah bagaimananya? Coba saja perhatikan perbedaannya.

Akhir April dibuka dengan tulisan saya yang menyatakan bahwa kehidupan itu pada dasarnya tidak berguna. Sekedar renungan tidak jelas mengenai apa tujuannya akhirat-yang-kekal nanti dengan pemahaman agama saya yang masih sempit. Kemudian di hari yang sama juga ada kritik saya terhadap kebiasaan nyontek remaja, ciri-ciri hoax, dan pada akhirnya entri tentang reinkarnasi di blog ini. Ya, 3 artikel pertama itu memang hasil impor dari blog saya di Blogspot dulu.

Kemudian di bulan Mei saya mulai posting entri rada banyak. Rata-rata masih berkisar soal Teknologi Informasi dan Desain Grafis yang keduanya masih sederhana. Masih entri-entri ga jelas yang cuma berupa wujud ekspresi diri saya aja. Kemudian Juni. Saya pertama kalinya mencoba untuk menggunakan kata-kata bersayap di entri ini untuk mengungkapkan keadaan soal blog ini. Entri berikutnya langsung satir. Satir yang masih amatir. Kemudian mulai serius terus, cukup berkembang dalam bahasan masalah sosial, sampai entri bersifat curhatis belaka disini — meskipun saya masih mencoba untuk menggunakan kata-kata bersayap. Ini merupakan entri pionir yang di kemudian hari saya gunakan untuk menyebut entri saya yang berbunyi senada sebagai omong kosong. Tentu tidak dalam arti sebenarnya. :)

Kemudian kehidupan di blog ini kembali berjalan normal. Kembali menulis satir dengan memberitahu tips-tips jadi orang pintar, jayus-jayusan lagu Indonesia Tanah Pusaka, membahas masalah plagiarisme, dan seterusnya. Pokoknya normal. Ngga ada adegan curhat-curhatan yang eksplisit lagi. Paling hanya sebatas sekolah atau lingkungan sekitar saya, itu pun biasanya pakai muring-muring atau misuh-misuh. :P

Tapi aktivitas normal itu terhenti sejak bulan November. Secara tegas dan jelas (halah) ada di entri ini, yang dibuat dalam rangka sekalian memperingati ulang tahun saya. Yah, maklum. Seorang bocah SMA rada eror yang punya pikiran ga jelas hanya bisa menyelamati dirinya sendiri dengan analogi. Padahal umur juga belum 17 tahun, jadi harusnya ngga beneran penting; lain cerita kalau sudah menginjak batasan umur yang mau ngga mau harus dijalani tahun depan dengan penuh derita itu.

Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dengan munculnya entri-entri ngga jelas dan ngga bermakna. Berkali-kali saya melabeli entri-entri itu sebagai omong-kosong, meskipun beberapa omong-kosong lain sempat nyasar juga, tapi intinya adalah yang bernada mirip dengan yang omong-kosong yang sebenarnya. Jadi bisa dibilang, dalam 2 bulan terakhir ini saya kembali ke pola klasik saya di blog lama. Bersifat curhat dan nyampah belaka yang ngga ada gunanya. Pikirlah, apa coba gunanya entri yang ngasihtau kalau blog telah diapdeit macam ginian, atau ngomongin ADSL eror tanpa memberi sesuatu yang bermanfaat? Setidaknya entri buatan saya yang kayak gitu saya sebut: ga-ada-gunanya™.

Oke lah, mungkin untuk menghindari interpretasi langsung dan menimbulkan interpretasi macam-macam saya sudah sengaja menggunakan kata-kata yang rada ngga jelas dan multi-tafsir. Seperti kata Kopral Geddoe, keinginan buat katarsis terpenuhi, tapi ngga ada yang mengerti. Tapi kayaknya tetap saja, wong namanya juga curhat? :( Meskipun di setiap sesi omong-kosong memang selalu saya sertai makna yang lain biar beneran ambigu, tetap saja saya jadi rada merasa bersalah sendiri kalau melihat entri-entri begitu; di sisi lain memang ada kepuasan temporer yang kalau mau dipenuhi ngga akan penuh-penuh, tapi rasa-rasanya saya justru sudah menghabiskan kesempatan dalam hidup. Kalau setelah ngepublish entri itu tiba-tiba saya mati, gimana? Mendingan dipakai buat entri yang lain. :|

***

Bicara soal curhat-curhatan, saya jadi ingat Blog Review !, sebuah blog yang melakukan resensi terhadap blog lainnya. Idenya menarik, orisinil (setidaknya menurut saya), dan kreatif. Hanya saja blog ini menyatakan bahwa mereka tidak meresensi blog yang bersifat curhatis belaka, dikarenakan rasa-rasanya kurang ada gunanya. Saya juga setuju dengan bagian itu. Tapi tiba-tiba saya kepikiran, “blog saya itu blog curhatan bukan, ya?” Bukannya mau berharap tiba-tiba diresensi sama Blog Review !, atau berniat memberi kritik bagi siapa pun, tapi bertanya ke diri sendiri saja. Mengingat banyaknya tulisan nyampah di blog ini, apakah memang ada gunanya tulisan-tulisan saya yang ngga jelas itu?

Dari situ muncul pertanyaan lain, sejauh mana definisi curhat? Curhat di blog itu, menurut rozenesia, beneran membingungkan. Mau dikata orang itu nulis apa, pada dasarnya itu merupakan ekspresi dirinya juga. Lain halnya kalau copy-paste. Bahasan soal itu dibahas sama roze di salah satu entrinya di blognya sendiri. Jadi, definisi entri curhat itu sejauh apa?

Kalau saya mendefinisikannya sebagai entri yang bersifat personal. Pribadi, dan biasanya hanya luapan emosi. Tak lebih dari itu. Jadi biasanya manfaat yang bisa dipetik darinya kurang ada. Misalnya hanya membuat puisi cinta saja, atau ekspresi kasih sayang terhadap pacar yang mungkin rada berlebihan di suatu entri — biasanya beberapa baris kalimat saja. Lemon S. Sile, salah satu blogger yang jago buat puisi selain rozenesia, sendiri mengakuinya bahwasanya dia lebih senang curhat-curhatan. Yang penting tersalurkan, terlepas dari bahasanya pakai tekniknya Kopral Geddoe — yang juga kayaknya saya tiru :P — atau tidak.

Kalau di blog saya, entri-entri semacam itu mungkin saya sebut sampah. Bukan secara tersurat, bukan secara langsung. Tapi menilik dari arti sampah itu sendiri. Merujuk pada arti sampah dari Wikipedia, ia berarti “hasil yang tidak diinginkan” dan “buatan manusia.” Nah, entri-entri yang macam itu berarti memenuhi kualifikasi sampah.

Entri-entri semacam itu sejujurnya tidak benar-benar saya inginkan berada di blog saya, dan entri-entri itu juga buatan seorang manusia — meskipun saya memang pernah dijuluki robot. Tujuan saya melakukan reinkarnasi di blog ini bukanlah untuk memenuhinya dengan curhatan macam begitu, tapi untuk membuat tulisan yang ada gunanya bagi pembacanya. Oleh karenanya itu saya istilahkan dengan sampah, atau lebih halusnya: omong-kosong.

Bicara soal sampah, saya jadi ingat kalau di sekolah saya rupanya masih ada kesulitan dalam pengategorian sampah basah dan sampah kering. Jadi perlukah tempat sampah dibedakan antara sampah basah dan sampah kering, padahal tak ada penyuluhan sama sekali tentang itu? Atau pada dasarnya sudah pada tahu tapi malas membedakan? Hmm…

***

Pada akhirnya, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa saya memang tukang nyampah. :| Bukan tukang sampah, karena menurut saya pekerjaan itu sebenarnya mulia. Terlepas dari susahnya dan kemauan seseorang untuk jadi tukang sampah, tapi karena ada mereka maka lingkungan kita bisa lebih bersih dari sampah-sampah yang dibuang oleh orang-orang dengan sembarangan. Tong sampah pun rutin dibersihkan karena ada mereka. Sedangkan saya ini hanya sekedar tukang nyampah. Orang yang hobinya nyampah di blog ini melulu.

Kenapa begitu? Saya juga tidak tahu. Yang pasti, hari ini pada akhirnya saya akan kembali memberikan episode nyampah.

*makan permen mint*

Pohon-pohon berdesir pelan
Angin bertiup menghembus dedaunan
Menggiringnya tanpa tujuan
Melintasi keruhnya hambatan

Suara adzan berkumandang
Menyeru, memanggil pelayan
Menyadarkan agar tak lepas tujuan
Membimbing ke arah terang

Para pelajar tersadar
Terbangun dari mimpi yang kelam
Bertukar kata-kata ke dasar
Berpisah meninggalkan malam

Esok, cahaya matahari juga kan terbenam
Sebelum ia terbitlah terang
Seterang cahaya harapan sekarang
Sebelum segalanya kembali melembam

Memang ada yang bilang kalau puisi saya jelek, pemilihan diksinya ngga bagus. Tapi biar saja, yang penting keinginan buat katarsis terpenuhi. :P Menyoal enak dibaca atau tidak, itu kembali ke pembaca masing-masing. Mau ngeflame juga silakan, kok. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam membaca tulisan-tulisan yang ‘rada menyesatkan’ ‘kan ketelitian.

*…baca ulang*

Setelah dibaca ulang lagi, rupanya isi dari entri ini masing-masing ngga ada hubungannya. :( Apa hubungannya sampah, nyampah, curhat, sama puisi-yang-ngga-jelas-isinya-apa? Saya juga ngga tahu saya sebenarnya lagi ngomongin apa. Jadi ngalor-ngidul ngga ketulungan kayak entri 13 Minutes to Midnight. Tapi sudahlah. Saya sudah ngantuk. Dan besok saya masih mau sekolah.

*ngeloyor ke tempat tidur*

15 Tanggapan ke “Nyampah?”


  1. 2 Cynanthia Rabu, 19 Desember 2007 pukul 5:29

    Hmm… nyampah, ya?
    *kembali melihat entri di blog yang juga sebagian ‘nyampah’*

    Baidewei, mas… topik post kali ini apa sih? Bingung bacanya @_@

  2. 3 Mihael "D.B." Ellinsworth Rabu, 19 Desember 2007 pukul 14:22

    Aha, soal Blog Review sendiri. Sekarang sudah diperbaharui measlah blog “curhat”. Sialakn kunjungi bagian Q&A. :D

  3. 4 Xaliber von Reginhild Rabu, 19 Desember 2007 pukul 16:31

    @Cynanthia:
    1. Selamat. :P

    2. Saya hanya menganggap ’sampah’ untuk entri-entri di blog ini saja, kok. :mrgreen:
    Topiknya memang macam-macam, makanya saya rasa pada akhirnya saya memang cuma bisa nyampah aja. :|

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Sip. :mrgreen:

  4. 5 rozenesia Rabu, 19 Desember 2007 pukul 20:55

    Seperti kata mbak tika, nulis sesuka hati.

    Bagi saya pribadi, memaksakan nulis dengan gaya lain dari diri kita itu lebih sampah ketimbang mereka yang curhat sebaris-dua-bari saja. (no hard feeling?)

  5. 7 Xaliber von Reginhild Rabu, 19 Desember 2007 pukul 22:42

    @rozenesia:
    Dets rait, brader (?). :P *latah?*
    Cuma kalau saya kebanyakan ngerilis entri ngga jelas, entri-entri itu bisa saya kategorikan sebagai omong-kosong. :D

    @Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
    Saya juga begitu. :P Hanya saja effort-nya yang beralasan. :mrgreen:

  6. 8 Ash Jumat, 21 Desember 2007 pukul 21:20

    saya pikir entry inilah yang nyampah.. HAHA, kidding bos! Apakah ini semacam review dari entry-entry Anda sebelumnya? karena itulah yang saya lihat..

    Menurut saya pribadi, entry Anda nggak nyampah-nyampah amat kok.. ya ada sih beberapa, tetapi meskipun itu cuma entry ringan, tetap menarik.. itu yang saya suka dari blog ini :D Huahaha

  7. 9 Xaliber von Reginhild Jumat, 21 Desember 2007 pukul 22:12

    Entri ini memang rada nyampah kok. :P Memang rada bisa disebut review; review untuk entri-entri bermasalah. :P

    Hehe, makasih karena udah sering kesini. :mrgreen:

  8. 10 cK Jumat, 28 Desember 2007 pukul 16:20

    katanya kebanyakan nyamfah nggak baik buat kesehatan… :roll:

    *padahal sendirinya hobby nyamfah nih*

  9. 11 Xaliber von Reginhild Sabtu, 29 Desember 2007 pukul 23:03

    Kalau mengacu dari sini, nyampah itu sebenarnya relatif juga. :P

  10. 12 Me-u Minggu, 30 Desember 2007 pukul 16:26

    Silahkan buang sampah pada tempatnya. :D

    *ngacir*

  11. 13 arip Kamis, 19 Juni 2008 pukul 20:36

    sampah merupakan sebagian dari aktivitas mahluk hidup yang harus dibuang kalau gax jadi penyakit dr orang cilacap


  1. 1 Evaluasi dan Resolusi untuk… Revolusi? « Deathlock Lacak balik pada Jumat, 28 Desember 2007 pukul 0:33
  2. 2 Me-u is back + is moving? « WeLcOmE tO Me-U’s wOrLd!! Lacak balik pada Jumat, 4 Januari 2008 pukul 19:43

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

RSS Alter Ego

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 111,758 soldiers