Setahu saya dan seingat saya, sejak pertama kali Indonesia merdeka, ideologi yang dipegang teguh negara ini adalah Pancasila. Bukan komunisme, bukan sekulerisme, bukan Nazisme, tapi Pancasila. Terlepas dari sempat kesenggol-senggol sedikitnya dia, tapi ideologinya tetaplah Pancasila.
…eh, tunggu dulu. Benarkah ideologi kita Pancasila?
(Gambar sebesar 158 KB telah menanti. Bersiap-siaplah.)
…
…
…

…
…
…
Disclaimer:
- Kisah dalam komik ini terinspirasi dari diskusi nyata antara saya dan Lemon S. Sile.
- Layout komik ini sangat terinspirasi dari buatan Kopral Geddoe di O-Mai-Gat!.
- Komik-komik buatan Unit 076 menjadi salah satu faktor pendorong perilisan komik ini.
- Komik-komik buatan Lemon S. Sile menjadi salah satu faktor pendorong perilisan komik ini.
- Istilah “Det’s rait, brader,” terinspirasi sepenuhnya dari Jarwo Kuat dari sebuah tempat bernama Republik Mimpi.
- Pembuatan komik ini tidak dalam lindungan maupun dukungan oleh pemerintah.
- Pernyataan yang bersifat mempromosikan Nazisme maupun ideologi-ideologi lainnya disini adalah tidak disengaja.
- Kesamaan sifat maupun wujud dari karakter-karakter diatas dengan orang-orang tertentu di dunia nyata adalah bukan hal yang disengaja.



Jangan lupa jiwa Kapitalisme semu atau ersatz capitalis (istilah yang diberikan Yoshihara Kunio kepada Indonesia) yang dijalankan sebagian rakyat yang menjadi bisnismen dadakan di awal 1970-an.
Gimana mau jadi Liberalis kayak Amerika, wong para pengusahanya aja masih kapitalis semu…
Kapitalisme? Ah, ya… salah satu pemain peran ekonomi itu malah lupa saya.
@rozenesia:
2. Kita harus meniru Amerika, meskipun mereka adalah antek-antek™ Barat™ yang menyebar dusta dan mengundang rasa gundah-gulana™, tapi mereka adalah negara maju. Supaya jadi negara maju, kita harus ikut-ikutan negara maju.
*ga jelas*
Heheheee…
Tenang aja bung, para pengusasa emang suka kibarkan bendera Kapitalisme. Cuma sayangnya sombong gitu, nyatanya masih kapitalis semu, nggak kapitalis murni.
Kapitalis murni kan negara sama sekali nggak ikut campur urusan ekonomi, semuanya ada di tangan perusahaan. Ga ada pemberian modal, dll. Nah pengusaha Indonesia dari era 70-an sampai sekarang masih kapitalisme semu, di mana masih ngemis ke negara minta modal, pendanaan, peraturan macem-macem, dll.
…makanya rakyat waktu itu melepas jiwa pancasila dan menjadi kapitalis semu demi menjadi bisnismen dadakan. Konyolnya jiwa itu masih berlangsung di diri para pengusaha hingga kini.
Hoo.
Ah ya, bicara soal campur-tangan pemerintah dalam bidang ekonomi… karena itu sistem ekonomi di Indonesia dibilang rada unik, kan? Gabungan sistem ekonomi pasar terbuka dan yang fixed, jadinya campuran.
Ga hanya sistem ekonomi. Konon katanya Ideologi Pancasila itu gabungan dari sisi positif (??) Sosialisme-Komunisme dan Kapitalisme-Liberalisme, lho.
Yah, sedikit-sedikit sosialis, sedikit-sedikit kapitalis. Nggak tentu, dan masih labil gitu.
Oh ya, tahun 1990 dengan teganya Yoshihara Kunio mengecap perekonomian negara ini sebagai false-capitalism…
Memang dasarnya orang indonesia ngotot kok mas
hmmm…biar begimanafun endonesa tetaflah endonesa
dan bangsa endonesa tetaflah bangsa endonesa
*merenungi nasib jadi bangsa endonesa*
Pancasila sebagai ideologi??
Klise ah… Bisa dikata Pancasila rada ‘bencong’…
Antara kapitalis n sosialis… gk jelas ah…
Ideologi?
Kayaknya terlalu muluk deh…
Oh, maaf lupa, quote itu diambil dari Pak Amien Rais…
@rozenesia:
Hmm, tunggu. Dari isi lima sila kenapa bisa jadi dikatakan kombinasi Kapitalis-Liberalis dan Sosialis-Komunis?
…jadi berasa lagi kuliah.
@Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
Ngotot bagaimana?
@Hoek Soegirang:
Kenapa, mas?
@Strife (Males Login) dan @yarza:
Btw, ini satir, lho. Dan saya ngga lagi menyindir Pancasila-nya.
Kadang-kadang orang Indonesia males memilih, mau pake kapitalis atau komunis atau islam, sampe akhirnya diambil jalan tengahnya…mungkin tujuannya mengadopsi kepentingan semua pihak….jadi semuanya serba tanggung….
Mengadopsi kepentingan semua pihak? Hmm, jadi mengingatkan saya akan kabinet berkaki-empatnya Soekarno…
IMO, what we have now is what we should do.
Khas Geddoe a’la Omaigat!.
Nah, saya sendiri bingung. Pancasila katanya sudah bobrok, tapi kok masih dipertahankan…
..Ah, sepertinya Rakyatnya yang salah.
Gedooe style…det’s rait brader DeBe… *sok akrab*
Jah, beneran dibikin neh komik… Udah ga sabar ya, Mas? atau mau niatan lain?
Sebenernya sih buat saya yang namanya ideologi tuh ga penting. Saya sih ikut deskripsi, “ideologi itu kesadaran palsu”-nya Marx.
baidewei… kulit Anda kok poetih begitu? bukannya gelap?
…dan jaket saya ndak ada talinya…
benar kok, setahu saya sih belum ganti….
huhuhuhu
@Mihael “D.B.” Ellinsworth:
…itu dia.
@Lemon S. Sile:
Kata-katanya Marx terbukti diterapkan pas OrBa.
1. Nothing personal. It’s just business.
2. Eh? Itu saya ya?
@bedh:
Bagaimana dengan masyarakatnya?
Dets rait. Negaranya belum ganti, ‘kan.
P–penipu! katanya bukan topik berat!
Oh well, saya kurang ngurus soal ideologi begini. Cuma menjalani apa yang harus saya jalani saja~
*ditendang karena ga penting*
… Kayaknya saya tahu siapa itu maniak-nazi…
Makhluk-berkacamata itu kah yang maniak-nazi
[ditendang]
Ahahahaha, pancasila itu sebenernya apa sih?? x3??
Pancasila itu impian negara, semacam impian surga.
Kalau semua orang bisa memahami, menghayati dan melaksanakan cita cita ideologi pancasila dengan sungguh2 maka indonesia akan menjadi negara makmur dan damai sejahtera. tetapi sayangnya Pancasila cuma ada di mulut dan dimanfaatkan demi kepentingan segelintir orang, baik yang pro maupun menentang.
Ya wis, Baru Bisa Mimpi brother, at least we have a power of dream … dahon [H] “mrgreen:
bikin Kaleidoskop-Blog™ yuk… Liat contohnya di
http://alief.wordpress.com/
Lhaa.. seberapa penting ideologi sih, kalau rakyat suatu negara tetap saja tidak bisa hidup makmur?
Ideologi= baik….
Pelaksanaan= Hancur tak berbentuk…
Sebenernya pancasila dh bgus ko…
Cm plaksanaannya aj yg ga bener..
blogwalking… numpang baca2. lam kenal bang!!
@ Xaliber:
Sila I: Ketuhanan yang Maha Esa
Di sini yang diutamakan adalah Monotheis, mengambil jalan tengan antara Komunis yang sedikit condong ke Atheis dan Liberalis yang condong ke Sekuler.
Sila II: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Di sini yang diutamakan adalah HAM dilindungi tanpa melupakan kewajiban asasi, juga mengambil jalan tengah antara Komunis di mana HAM diabaikan dan Liberalis yang mana HAM dijunjung secara mutlak.
Sila III: Persatuan Indonesia
Di sini yang diutamakan adalah Nasionalisme dijunjung tinggi, menyerap dan mengambil yang terbaik dari Komunis di mana Nasionalisme ditolak dan Liberalis di mana Nasionalisme diabaikan.
Sila IV: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Di sini yang diutamakan adalah keputusan melalui musyawarah mufakat dan pemungutan suara, mengambil yang terbaik dari Komunis di mana keputusan di tangan pimpinan partai, dan Liberalis di mana keputusan melalui voting.
Lalu yang diutamakan juga adalah tidak ada dominasi, jalan tengah di antara Komuis yang ada dominasi partai, dan Liberalis yang ada dominasi mayoritas.
Dan juga ada pihak oposisi dengan alasan, menambil yang terbaik dari Komunis yang tidak ada oposisi, dan Liberais yang ada oposisi.
Serta ada perbedaan pendapat, juga mengambil yang terbaik dari Komunis yang tidak ada perbedaan pendapat, dan Liberalis yang ada pebedaan pendapat.
Sila V: Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Di sini yang diutamakan adalah kepentingan seluruh rakyat, mengambil jalan tengah dan yang terbaik dari Komunis yang menjunjung kepentingan negara , dan Liberalis yang menjunjung kepentingan mayoritas/pribadi.
Tapi konsep perbedaan dan penyaringan yang positif ke dalam ideologi Pancasila di atas hanyalah di atas kertas saja. Pelaksanaannya di lapangan, entahlah…
Soal penting tidaknya ideologi itu tergantung pilihan
Kita memilih untuk menganggapnya penting atau tidak
Ideologi tidak bermakna jika tidak dikaitkan dengan para penganutnya(ah terpaksa deh pakai kata ini)
Bagi saya tidak ada masalah dengan Pancasila, hanya saja Pancasila akan bermakna jika orang Indonesia mau memaknai Pancasila dalam kehidupannya
*saya cuma bisa ngomong lho*
Salam
Ya, pancasila. Dan tidak akan pernah berubah.
* cuma baca judul *
Ah, iya, membaca komen rozensia.. yang saya tahu dari pengetahuan umum yang sangat minim saya miliki, Pancasila memang merupakan penggabungan-penggabungan yang terbaik dari beberapa Ideologi, terutama Komunis dan Liberal..
Kalau soal pelaksanaan lapangannya.. karena saya memegang pendapat siapalah-itu-saya-lupa-namanya yang menyatakan bahwa Ideologi adalah pandangan hidup atau cita-cita, jadi saya beranggapan kalau sikap bangsa belum sejalan dengan apa yang tertulis dalam pancasila, maka tidak apa-apa karena masih dalam taham meraih cia-cita tersebut..
Hanya saja, saya tahu, dengan sikap bangsa sekarang yang seenaknya sendiri, pasti akan sulit meraih cita-cita setinggi pancasila..
Entahlah.. saya lemah dalam soal seperti ini..
@bakebake:
Dan apakah pedoman dalam menjalaninya?
@Dream Maker:
Pancasila itu dasar negara Indonesia, 5 sila yang dijadikan acuan dalam bernegara maupun bertindak dalam komunitas sosial. Seharusnya begitu.
Begini begini, saya juga masih berpegang pada Pancasila.
@RETORIKA:
Masih banyak yang memelintirkan arti dari Pancasila, sampai-sampai yang buruk justru Pancasilanya… padahal Pancasila itu bukan ideologi tertutup.
Betul sekali, pak.
@alief:
Terima kasih infonya.
Oh ok, akan saya lihat, pak.
@rezco:
Sepenting memberikan jalur pedomannya, sayar rasa.
@Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
Itu dia…
@Hanster:
Betul itu… untuk masyarakatnya sendiri bagaimana?
@Gojukai:
Salam kenal juga, mas.
@rozenesia:
Btw, apakah ini sekedar teori dan asumsi atau bagaimana?
*manggut-manggut*
Hmm… apa ini wujud dari persilangan Soekarno yang condong ke Timur dengan Hatta yang condong ke Barat?
Pelaksanaan oleh para petingginya yang memang agak bermasalah…
@secondprince:
Ya, kita lihat kembali orang-orangnya bagaimana. ^^
Salam juga, mas.
@StreetPunk:
Ngga baca komiknya, mas?
@Ash:
Hmm… pandangannya Louis Althusser? Ya, memang susah jika di satu sisi petinggi dan rakyatnya sendiri masih belum bisa menjalankannya… karenanya seperti disinggung di panel pertama; sebenarnya ideologi kita ini apa?
saya yakin! Pancasila memang harus digugat!
Karena pelakasananya juga, kan, mas?
Btw, komentar-komentar di artikel situ kok rada-rada…
Saya seorang Sosialis dan sayap kiri radikal…geehehe…>:)
ga jelas…
Pancasila adalah bentuk konservatisme dan harus dihancurkan demi kemajuan indonesia! >:)
tuh kan ga jelas lagi…
Kamu™ antek-antek™ komunis!
Bukannya democratic?
Kayaknya ngga ada negara yang menganut ideologi demokrasi.
wkwkwkwk kocak deh loo……
yah…….. terserah yang kuasa yang akan menuntun kita kemana ia inginkan !!!!!
@King:
He?
@dedi:
Lho, jangan pasrah dong, mas.
wew ga ngaruh yg penting keep gaming
Hidup gamer.
…tentunya tanpa melupakan aspek sosial yang penting dalam hidup.
Ideologi tergantung pada rezim penguasa….
*ditendang karena oneliner*
@Aroe:
Ideologi kita pancasila kok.. sistem pemerintahannya yang mungkin beda.
huahahaha… Pancasila kan cuman doktrin… doktrin biar nggak menganggap bahwa pembentukan negara Indonesia adalah sebuah kesalahan.
entah mengapa, sebenarnya Indonesia itu ada sebelum tahun 1945? atau lahir tahun 1945… kalau jawabannya yang kedua… berarti dulu nggak ada atuh Indonesia… yang ada cuman etnis-etnis yang buanyaakkk
nah sekarang, lantaran Indonesia terdiri dari jutaan etnis, tinggal nunggu nasib aja kayak Yugoslavia sama Uni Sovyet…
MERDEKA !!!!
(Soeharto takut tuh… makanya dibikin Pancasila :p)
menurut metallica: kapitalis sudah jenuh,liberalis sudah liar.
@Fajar Indra:
Dulu kan namanya Nusantara, bukan Indonesia.
Lha, iya to?
Btw, kenapa jadi Pak Harto?
@metallicaman:
Bukannya kapitalisme dan liberalisme masih serumpun ya?