Anggapan Keliru Mengenai Jerman Nazi

The Nazis Strikes Back
“There are still much to be cleared.”

Siapa yang ngga tahu Jerman Nazi? Sebuah negara dengan partai tunggal yang terkenal totaliter dengan Adolf Hitler sebagai pemimpinnya. Sebuah nama yang menuai banyak kutukan dan hinaan, tapi juga mampu membangkitkan decak kagum yang lainnya.

Cerita-cerita tentang Jerman Nazi memang bisa dibilang sangat banyak, tapi sebenarnya ada beberapa cerita keliru mengenai Jerman Nazi ini yang terjadi akibat misinformasi. Jadi dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba meluruskan beberapa anggapan keliru mengenai Jerman Nazi, termasuk Nazisme/Naziisme dan apa yang ada di dalam Jerman Nazi itu sendiri.

[Updated on: 18th December 2007]

Berhubung kali ini saya mau memberitahu fakta yang sudah tak terselubung kabut, jadi yang masih bersifat multi-tafsir macamnya benar-tidaknya Holocaust tak akan saya bahas. :)

1. Swastika adalah Jerman Nazi, Jerman Nazi adalah Swastika

Ini mungkin salah satu dari sekian kekeliruan yang kerap terjadi. Jerman Nazi memang berlambang swastika, tapi swastika tidak serta-merta hanya dimiliki oleh Jerman Nazi. :) Swastika sendiri diperkirakan telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, pertama kali diperkenalkan di India dalam penyebaran agama Hindu — dan kemudian Buddha — di Asia sekitar tahun 3000 SM. Kemudian swastika mulai memasuki region Eropa sekitar tahun 400-350 SM dan mulai dikenali sebagai simbol keagamaan maupun animisme-dinamisme sebelum agama Kristen mendatangi kawasan Eropa.

Setelah agama Kristen menjadi agama mayoritas di Eropa, keberadaan swastika perlahan-lahan memudar hingga hilang sepenuhnya, sebelum dia kembali muncul lagi pada abad ke-19. Puncaknya, lambang swastika ini diadopsi oleh Adolf Hitler sebagai lambang Jerman Nazi dengan dan sejak itu menimbulkan stigma di kalangan dunia. Istilah yang digunakannya kala itu adalah Hakenkreuz, yang berarti “salib berkait”, searti dengan istilah yang digunakan Jepang dengan sebutannya yaitu Kagi juuji.

Mengenai alasan Hitler sendiri mengapa ia memilih swastika sebagai lambangnya adalah karena ia melihat swastika sebagai simbolisasi keberhasilan ras Arya (mengingat ras Arya pertama kali datangnya dari India), dan juga lambang kreatifitas serta anti-Semitik — seperti yang sudah dijelaskan Hitler dalam bukunya berjudul Mein Kampf. Swastika dalam partai Nazi juga dikenali sebagai simbol yang membuat dan menjalani kehidupan (das Symbol des schaffenden, wirkenden Lebens) serta pelambangan ras Jermanisme (Rasseabzeichen des Germanentums).

.

2. Naziisme adalah Komunisme

Ini salah satu miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat, terutama dalam masyarakat Indonesia. Mungkin gara-gara kemiripan Naziisme yang bersifat totalitarian, juga ketakutan masyarakat Indonesia terhadap komunisme hingga sekarang, sampai akhirnya muncul anggapan begini. Saya tegaskan dengan sangat, Nazisme itu sama sekali bukan komunisme.

Dilihat dari latar belakangnya, Adolf Hitler justru membenci komunisme (dan Yahudi) karena menganggap mereka sebagai penghianat bangsa Jerman dan penyebab kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I karena adanya konspirasi antara mereka dengan yang lain.

Dari ideologi dasarnya sendiri pun sebenarnya dapat dilihat perbedaan yang cukup jelas. Nazisme adalah ideologi politik sayap kanan atau right wing, bentuk konservatif yang mendasar pada keseragaman. Sementara komunisme adalah ideologi politik sayap kiri atau left wing, bentuk radikalis yang konon lebih cenderung ke perseteruan dan konflik. Meskipun Hitler memulai pendirian partai Nazi sebagai pemegang kekuasaan dengan percobaan kudeta (yang kurang berhasil), hal itu tidak serta merta membuatnya sebagai partai komunis. Hitler dalam Mein Kampf menyatakan dengan jelas bahwa Nazisme adalah anti-komunisme.

.

3. Keseluruhan Jerman Nazi adalah Sekumpulan Maniak Sadis

Mendengar kata Jerman Nazi mungkin identik dengan 3 kata: fasis, sadis, dan rasis. Dan yang paling sering didengungkan adalah sadis. Padahal tidak sepenuhnya seluruh Jerman Nazi begitu. :| Serdadu-serdadu Jerman Nazi juga masih manusia; mereka pada dasarnya juga masih menyukai kehidupan harmonis bersama. Saya rasa ini masih merupakan generalisasi yang terlalu cepat untuk menganggap keseluruhan Jerman Nazi sebagai noda hitam kelam; mungkin rada mirip dengan menganggap invasi Amerika Serikat ke Irak itu adalah kesalahan seluruh rakyatnya, dan kemudian dengan serta-merta membenci Amerika Serikat secara total dan memberinya label-label buruk yang mengerikan. :?

Padahal kalau mau ditilik lebih jauh, banyak tokoh Jerman Nazi yang kurang setuju atas beberapa keputusan yang diambil pejabat kalangan atas semisal Himmler atau Goebbels. Sebut saja yang paling terkenal, Erwin Rommel, yang menurut saya pribadi tindakannya justru lebih strategis dan lebih bijak dibanding pejabat kalangan atas lainnya. Kemudian ada Heinz Guderian, Otto von Stuepnagel, juga Claus von Stauffenberg yang menjadi kunci dalam plot 20 Juli menentang Hitler — meskipun menurut saya sendiri mungkin plot itu masih agak terlalu terburu-buru.

Oke, mungkin dalam kemiliterannya sendiri Jerman Nazi memang memiliki The Snipers 10 Commandments yang cukup berbau fanatis. Tapi itu tidak serta merta membuat mereka sebagai setan sadis yang maniak dan haus darah, ‘kan? Justru menurut saya itu bisa menjadi alat picu bagi dorongan moral sang prajurit. :mrgreen:

.

4. Schutzstaffel adalah Unit Tentara Secara Sepenuhnya

Bicara soal peran Schutzstaffel — yang biasa disingkat dengan SS — dan Waffen-SS serta perannya dalam kekuatan militer Jerman, diperlukan pengetahuan mengenai sejarah organisasi ini terlebih dahulu.

SS pertama kali dibentuk pada tahun 1925, ketika Nazi waktu itu masih berupa partai yang bersaing dengan partai lainnya, sebagai unit pengawal pribadi Adolf Hitler yang hanya beranggotakan 8 orang. Seiring dengan menguatnya kekuatan partai Nazi saat itu, maka kuantitas dalam SS ditambah hingga membentuk organisasi dengan skala yang lebih besar. Akhirnya, pada tahun 1933 — ketika Nazi sudah memegang kendali sebagai partai politik tunggal — SS sudah beranggotakan lebih dari 100.000 orang, dan kemudian mulai mencoba menyingkirkan organisasi Sturmabteilung (SA) hasil bentukan Ernst Roehm yang berisi anggota-anggota masyarakat kelas menengah ke bawah, karena SS masih dianggap sebagai organisasi second-class yang berkedudukan dibawah SA.

Tahun 1934, SS berhasil menggantikan SA dengan menyingkirkan mereka dalam suatu insiden yang dikenal dengan nama “Malam Pisau Panjang” atau Night of the Long Knives (dalam operasi militer, dikenal juga dengan nama Operation Hummingbird). Sejak peristiwa ini, pengorganisasian SS mengalami perubahan besar. SS terhitung sebagai deretan eksekutif politik, juga di saat bersamaan bertanggung jawab atas pengurusan kamp-kamp konsentrasi dengan nama Waffen-SS (Schutzstaffel bersenjata). Barulah nantinya, seiring dengan panasnya Perang Dunia II, SS diperhitungkan sebagai organisasi militer yang keberadaannya bisa dibilang mampu mengimbangi — bahkan menyaingi — Wehrmacht, angkatan bersenjata Jerman.

Jadi bisa disimpulkan bahwa SS tidak langsung muncul sebagai unit militer, namun diawali dengan organisasi kecil yang dibuat untuk kepentingan politik sebagai pengawal pribadi Hitler.

.

5. Jerman Nazi Hanya Beranggotakan Ras Jerman Murni

Mengingat sikap Jerman Nazi yang cukup rasis, serta kebanggaan besarnya terhadap ras Arya, mungkin menimbulkan anggapan bahwa di dalam Jerman Nazi hanya terdiri atas ras-ras Arya Jerman murni. Tapi pada kenyataannya, terutama dalam struktur militer Jerman Nazi, secara ras dan agama anggotanya cukup bersifat heterogen dan bukannya homogen.

Logikanya ini bisa terjadi karena untuk mewujudkan angkatan bersenjata solid dan kuat yang hanya berisi ras Arya saja dalam keadaan Perang Dunia dirasa cukup sulit. Dari sisi logistik dan kekuatan moral juga mungkin susah untuk diwujudkan. Maka dari itu pada akhirnya ras-ras selain Arya juga diperbolehkan bergabung dalam angkatan bersenjata Jerman (Wehrmacht), bahkan unit khusus Waffen-SS yang pada awalnya hanya berisi orang-orang tertentu.

Dalam perkembangannya, berbagai negara yang bahu-membahu dengan Jerman sebagai sukarelawan dalam Perang Dunia II juga bisa jadi penyebab timbulnya heterogenitas dalam kekuatan militer Jerman. Sebut saja dari India, Rusia, Ukraina, maupun Bosnia yang mayoritas berisi Muslim yang tidak betah situasi kacau saat itu.

.

6. Propaganda Joseph Goebbels yang Membenarkan Kebohongan

Sebarkan berita kebohongan secara terus menerus, kemas dengan cara yang terbagus, niscaya ia akan menjadi kebenaran.

Mungkin ada yang pernah dengar mengenai kutipan yang datang dari Joseph Goebbels, menteri propagana Jerman Nazi, yang ini. Versi Inggrisnya, “If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it.” Dari sini kesannya Goebbels seperti membenarkan bahwa cara untuk meyakinkan orang itu bisa datang dari kebohongan. Tapi sebenarnya, kutipan itu masih bersifat setengah-setengah. Dalam artian, Goebbels tidak membenarkan cara itu.

Sebenarnya kutipan Goebbels ini justru sedang menyindir Winston Churchill yang memberikan kebohongan-kebohongan tanpa bukti melalui New York Times mengenai situasi saat itu, dan bukannya justru sedang membicarakan tekniknya dalam berpropaganda. Kalau teknik propaganda itu sendiri ia justru lebih menekankan bagaimana cara persuasif untuk bisa meyakinkan orang apa yang dipropagandakan; the point of a political speech is to persuade people of what we think right. )

Jadi bisa dibilang kalau Goebbels itu sedang menggunakan gaya bicara satir untuk menyindir Churchill, dan praktisi “taktik kebohongan” itu justru sebenarnya Winston Churchill. Bukannya Joseph Goebbels.

.

7. Adolf Hitler adalah Seorang Occult

Sebagian pemimpin Jerman Nazi, terutama Heinrich Himmler, mempunyai keyakinan lebih kepada hal-hal yang berbau gaib dan mistik dibandingkan keyakinan mereka terhadap agama. Hal ini dapat terlihat dalam ekspedisi Himmler mencari tradisi dan kultur ras Arya hingga ke Tibet, pemasangan tradisi-tradisi mistik yang rada aneh, dan lain sebagainya. Singkatnya, sebagian dari Jerman Nazi memang menunjukkan adanya gejala-gejala occultism di dalamnya — meskipun hal itu memang diakui hanya sebagai aspek minor dan bukan mayor dalam perkembangannya.

Tapi sebenarnya Hitler sendiri tidak terikat dengan berbagai macam ide-ide esoteris semacam itu, yang mana sering disalahperkirakan karena Himmler membentuk organisasi esoteris dengan membawa nama Hitler. Hitler lebih tepat kalau disebut sebagai seorang relijius yang kritis; kurang menyukai Kristen konservatif namun tetap mempercayai Kristus serta tradisi-tradisi keagamaan Kristen Jerman.

Pernah juga suatu ketika Hitler mengaku menaruh kekaguman terhadap tradisi militer Islam kepada Albert Speer. Jadi dia bukan seorang yang lebih percaya kepada hal-hal mistik semacam Himmler, tapi bisa jadi dia cukup menghargai kultur-kultur dan budaya masa lalu — terlihat dengan ketertarikannya pada Holy Roman Empire.

.

8. Seluruh Anggota Jerman Nazi Telah Diadili Dengan Seadil-adilnya Dengan Hukuman Mati Setelah Perang Dunia II

Melalui Nuremberg Trials atau Pengadilan Nuremberg, katanya. Tapi kalau mau bicara konsep “seadil-adilnya,” sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Rata-rata pengadilan yang dilakukan masih berdasarkan pada Siegerjustiz, dimana para pemenang perang lah yang dijadikan acuan dalam menentukan konsep keadilan. Beberapa hal lainnya, seperti pengadilan tidak seimbang atas kejahatan terhadap kemanusiaan bagi para opsir yang hanya menuruti perintah atasan juga bermasalah. Namun, memang, bicara masalah keadilan ini memang masih multi-tafsir. Oleh karenanya saya tidak akan membahasnya secara lebih spesifik lagi.

Mari beralih ke poin yang diusung sebagai kata keterangan dalam pendapat diatas, yaitu, “…dengan hukuman mati.” Sebenarnya, hal ini tidak sepenuhnya tepat. Sebagian opsir Jerman Nazi yang berhasil tertangkap dan akan diproses dalam Pengadilan Nuremberg justru mengakhiri hidupnya sendiri dengan racun sianida. Contohnya yang paling mudah adalah Heinrich Himmler; terkenal dengan kutipan terakhirnya yang berbunyi, “Ich bin Heinrich Himmler!”

Lalu juga tidak semuanya dengan serta-merta diproses ke hukuman mati. Beberapa anggota Jerman Nazi yang beruntung mendapat pengadilan yang adil, diberikan kompensasi dalam Pengadilan Nuremberg dan tidak perlu mengakhiri nyawanya dalam derita penjara yang menyedihkan maupun diakhiri nyawanya di lapangan eksekusi. Mereka dapat menikmati indahnya hidup dalam sisa umur mereka. Misalnya saja Kurt Waldheim, mantan serdadu Wehrmacht, yang di kemudian hari sempat menjadi diplomat Austria dan Sekjen PBB — meskipun memang menuai banyak kritik.

Selain itu, mengacu pada nasib para mantan Jerman Nazi setelah Perang Dunia II, ada beberapa dari mereka yang mampu melarikan diri. Salah satu faktor penyebabnya bisa jadi karena ODESSA, organisasi bentukan Otto Skorzeny, mantan petinggi Waffen-SS yang sempat jadi agen Mossad, yang membantu para mantan anggota Jerman Nazi untuk melanjutkan hidup mereka — entah berusaha kabur dari kejahatan perang atau untuk menghindari prasangka buruk dari dunia internasional padahal mereka tidak bersalah. Meskipun begitu, sebenarnya ratlines (istilah yang merujuk ke jalur kabur para anggota negara fasis di PD II) yang digunakan para mantan anggota Jerman Nazi ini justru kebanyakan bukan dibentuk oleh ODESSA, melainkan atas bantuan dari pemerintah negara-negara tertentu dan institusi internasional.

Jadi, dengan ini bisa disimpulkan bahwa tidak semua anggota Jerman Nazi dihukum mati setelah Perang Dunia II, namun ada yang bunuh diri dan masih hidup — entah dengan jalan legal maupun ilegal. Pengadilan Nuremberg, ODESSA, Amerika Serikat, Timur Tengah, Otto Skorzeny, dan Mossad hanya sebagian dari yang mempengaruh nasib para mantan anggota Jerman Nazi.

.

***

.

Nah, itulah sedikit dari anggapan-anggapan keliru yang bisa menimbulkan stigma bagi Jerman Nazi dan segala komponen-komponen semisal anggota dan identitasnya sendiri yang sering berkembang di masyarakat — terlepas itu merupakan rumor yang disebarkan oleh negara pemenang perang, penelitian yang kurang akurat, atau misinformasi.

Mungkin baru 8 poin saja yang bisa saya bahas kali ini, berhubung saya sendiri masih mencari-cari anggapan keliru apa saja di masyarakat mengenai Jerman Nazi. Jadi kalau ada yang tahu kekeliruan-kekeliruan lainnya, mohon kontak saya. :P Nanti entri ini akan diperbaharui seiring dengan informasi yang masuk, atau jika perlu akan dibuat entri yang baru.

82 Tanggapan ke “Anggapan Keliru Mengenai Jerman Nazi”


  1. 1 Xaliber von Reginhild Minggu, 16 Desember 2007 pukul 15:34

    Pertamax (?).
    Sekedar catatan, saya bukan seorang Nazis maupun komunis. :)

  2. 3 Cynanthia Minggu, 16 Desember 2007 pukul 16:50

    *simpan halaman sebagai referensi*

  3. 4 Kopral Geddoe Minggu, 16 Desember 2007 pukul 18:53

    *manggut-manggut*

    Btw, sehabis 3 kok langsung 5? :? Karena 4 membawa kesialan? :P

  4. 5 jensen99 Minggu, 16 Desember 2007 pukul 18:57

    Postingan yg bagus. Karena sedikit tau ‘versi benarnya’ sy gak tau kl ternyata banyak ‘versi keliru’ yg beredar. :)
    Poin #1, apa tidak ikut dijelaskan sj ttg swastika yg clockwise & counter clockwise?
    Poin #5, AFAIK, waktu start perang AB Jerman & SS mmg isinya Jerman murni sj? Trus waktu situasi mulai berbalik, barulah personel (mau gak mau) ditambah dg sukarelawan, tawanan, dll.
    Poin #7, Anngapan ini mungkin agak dipengaruhi film/kisah2 fiksi yg membawa-bawa Nazi ya…? :mrgreen:

  5. 6 Hoek Soegirang Minggu, 16 Desember 2007 pukul 19:42

    kamu antek nazi ya!?
    *lafor folisi*

  6. 7 Unit 076 Minggu, 16 Desember 2007 pukul 20:16

    E… Gitu toh. Hmmm, udah tau beberapa sih… walopun itu Anda sendiri yang memberitahu…

    Itu gambare bukan gambar fan-art/official “Killzone”?

  7. 8 radiant wave Minggu, 16 Desember 2007 pukul 21:31

    mau tanya dunk kalo skinhead gitu gimana??? dia neo nazi tapi ko gitu sih

  8. 9 Xaliber von Reginhild Minggu, 16 Desember 2007 pukul 21:46

    @layudhi:
    Belum setinggi itu kok. :P

    @Cynanthia:
    Silakan dan terima kasih… :D

    @Kopral Geddoe:
    *baru sadar*
    Haha, maaf, maaf… :P Buatnya sporadis sih; dikasih nomor dulu baru diurutin lagi. Soalnya ada yang dipotong. :mrgreen:

    @jensen99:
    Saya sendiri juga rada bingung kekeliruan apa lagi yang beredar… :?
    #1, mungkin akan saya jelaskan di apdetan berikutnya. Sempat kepikiran mau jelasin juga sih tadinya, tapi takutnya terlalu panjang… :P
    #5, Hmm. Kalau mau dibilang murni total mungkin sebenarnya kurang tepat juga. Soalnya, sebatas ingatan saya, kalau ngga salah di Heer sendiri juga ada yang non-Jerman. Tapi jumlah yang non-Jerman memang baru bertambah drastis setelah situasi mulai berbalik. :)
    #7, iya nih. Kebawa-bawa mistis. :mrgreen:

    @Hoek Soegirang:
    Polisi juga sering makan nazi kok. :mrgreen:

    @Unit 076:
    Gambarnya ngga tahu ya, ngambil di deviantart aja. :P

    @radiant wave:
    Nazi skinhead ya? Hmm… kalau menurut saya, itu cuma semacam begundal-begundal yang bawa-bawa nama Nazi aja. Biar tampak keren dan sangar, padahal ngga bisa apa-apa. :mrgreen:

  9. 10 hariadhi Minggu, 16 Desember 2007 pukul 22:35

    Bos.. setau gw lambang swastika Nazi dengan swastika Hindu agak berbeda. Banyak yang menghadap terbalik kalau dibandingkan dengan NAZI. NAZI punya pasti mengarah ke kanan, ngebentuk dua huruf SS.

    Tapi banyak juga sih Swastika India yang mengarah ke kanan.

  10. 11 Xaliber von Reginhild Minggu, 16 Desember 2007 pukul 22:44

    Iya, memang rada beda sih. Sama kalau Nazi kan diputar 45 derajat. :mrgreen: Tapi kalau swastika keagamaan yang menghadap kanan kalau ngga salah juga cukup banyak. Jadi inget, dulu banget saya pernah lihat lambang swastika di kuil (kurang tahu kuil apa), tadinya sebelum tahu begini saya kira itu ada hubungannya sama Nazi. :P

  11. 12 hariadhi Minggu, 16 Desember 2007 pukul 22:51

    Yah.. itulah kekuatan simbol. Bisa bikin kita langsung ingat sesuatu yang sebenarnya ga ada hubungannya.

  12. 13 Xaliber von Reginhild Minggu, 16 Desember 2007 pukul 23:04

    Ya, sampai-sampai jadi muncul stigma itu di barat… karena itu perlu klarifikasi. :)

  13. 14 RETORIKA Senin, 17 Desember 2007 pukul 1:37

    Pada dasarnya nazi, menyalahkan kaum yahudi atas krisis ekonomi yang mereka alami pasca kekalahan pada perangdunia kedua.

    Disamping itu Hitler menggunakan teori sejenis “kambing hitam” pada kaum yahudi dan komunis (bolshevk) untuk mempersatukan rakyat jerman.

    Himmler sendiri seseorang yang mampu memanfaatkan kedekatanya dengan Hitler untuk mencapai ambisinya. Salah satunya dengan mengecilkan peran SA termasuk Ernst Rhoem pada “malam pisau panjang”

    Pada dasarnya SS sendiri bukanlah tentara murni – mereka adalah Paramiliter partai yang kemudian berkembang menjadi organisasi militer murni.

    ini ada sedikit lelucon mengenai nazi :lol:

    http://retorika.wordpress.com/2007/12/12/aliran-pokoknya-adalah-reinkarnasi-nazi/

  14. 15 rozenesia Senin, 17 Desember 2007 pukul 3:28

    *bookmark*

    ARHHH!! I hate NASI!!!

  15. 16 Pyrrho Senin, 17 Desember 2007 pukul 3:56

    *liat komen Roze*

    sial, I hate Mie…. :mrgreen:

    Thanks mas atas infonya. saya sendiri punya analisis kepribadian Hitler, dan memang occultism tidak ada disitu.

    Saya cuma masih bingung dgn Holocaust saja. Apa ini anggapan yg keliru atau memang fakta yg benar-benar terjadi. Saya sendiri yakin kalau holocust itu ada, meskipun jumlah korbannya tidak sebanyak yang disebutkan oleh berbagai versi.

    Tapi setidaknya perang sudah jadi holocaust kan ? ;)

  16. 17 Resi Bismo Senin, 17 Desember 2007 pukul 4:03

    Yang gue gak suka dari sifat orang jerman itu
    1. suka beschweren(complain)
    2. ke’akuannya’ tinggi banget (ego sbg orang jerman tinggi)

    selebihnya boleh dah… spt kerja kerasnya, efisiensi waktu serta ketepatan waktu, ini boleh ditiru.

    Mengenai peristiwa holocaust itu benar atau tidak, prinsipnya penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.

    Coba penulis merujuk ke konferensi Zionis internasional di basel, Switzerland kalo gak salah ada upaya dari kaum zionis ini agar ada eksodus besar2an warga yahudi eropa ke palestina. Kemungkinan besar ada ‘perselingkuhan’ antara Zonis dengan Hitler.

  17. 18 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Senin, 17 Desember 2007 pukul 8:08

    Propaganda seperti itu kayaknya dibuat karena pihak tertentu takut kalao NAZI kembali, dan dengan propaganda itu, mereka membuat Neo-NAZI agak gentar karena akan dibenci seluruh dunia….

    Lihat aja propaganda di buku sejarah sekolah-sekolah…

  18. 19 Magister of Chaos Senin, 17 Desember 2007 pukul 15:16

    Wehehehe… akhirnya pelurusan….

    Walau saya sendiri anti-Nazisme (saya sendiri seorang Sayap Kiri)….hehehe … tapi ini pantas menjadi acuan…heheheeh

  19. 20 celo males blogging Senin, 17 Desember 2007 pukul 15:33

    membantu sekali… cuman agak sedikit rancu dibagian komunisnyah…

    betewe, saya request dikau bahas stigma yang salah mengenai komunism dan atheism dunks….

    *halah, request yang dulu-dulu aja masih agak ‘….’ udah brani request lagi*

  20. 21 Xaliber von Reginhild Senin, 17 Desember 2007 pukul 18:03

    @RETORIKA:
    Ya, Hitler sebenarnya justru mengambil keuntungan dengan kebencian.. Strateginya cukup bagus untuk menentukan keberadaan “musuh bersama” dalam membangun persatuan. :mrgreen:

    Oh iya, soal SS juga kayaknya sering salah diartikan…
    *catet*
    Thx, pak. :mrgreen:

    @rozenesia:
    :mrgreen:

    @Pyrrho:
    Kembali, pak. :)
    Saya sendiri juga lebih meyakini bahwa Holocaust itu memang ada, tapi jumlahnya tentu tidak sebesar yang digembar-gemborkan. Tapi berhubung soal ini masih sangat debatable dan kontroversial, jadi ngga saya masukin daftar diatas…

    Kalau pengertian Holocaust sebagai kataklismik dunia seperti kata Clausewitz, iya. ;)

    @Resi Bismo:
    Yang namanya penjajahan secara paksa IMO juga ngga ada baiknya. :mrgreen: Jadi memang lebih baik dihindari.

    Soal konspirasi Yahudi-Nazi itu sendiri, saya rasa masih rada diselubungi kabut. Lagi-lagi, karena masih banyaknya subjek yang memperdebatkan keasliannya sehingga membuatnya jadi kontroversial. Jadi daripada menyebar berita yang ngga-ngga, sementara ini saya pilih untuk ngga ambil bicara dulu. :)

    @Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
    Wah kalau buku terbitan Esis sih sejauh ini masih netral-netral aja kayaknya… ngga ada kebencian khusus terhadap Nazi. Situ pakai buku mana? :P

    @Magister of Chaos:
    Semoga kita masih bisa berdamai. :mrgreen:
    *ga jelas*

    @celo males blogging:
    Nah, soal komunisme sendiri, mengingat saya ngga banyak tahu, jadi kalau ada salah-salah mohon dikoreksi. :mrgreen:

    Soal komunisme dan ateisme, kalau ngga salah Lemon S. Sile sempat menjelaskan analogi Karl Marx yang sering disalahartikan (dan dicurigai sebagai penyebab stigma komunis = ateis) disini. :mrgreen: Mudah-mudahan bisa membantu.

  21. 22 Muhammad Zulfikar Senin, 17 Desember 2007 pukul 19:12

    Salam Kenal
    blognya canggih
    kunjungi blogsaya jg yk
    di http://zulfikars.wordpress.com

  22. 23 Xaliber von Reginhild Senin, 17 Desember 2007 pukul 19:20

    Salam kenal juga.
    Terima kasih sudah kesini. :)

    Update: Mengisi slot yang terlewat, thx to Kopral Geddoe. :P Isinya sendiri terinspirasi dari komentar pak RETORIKA. :D

  23. 24 Uchiha Miyu Senin, 17 Desember 2007 pukul 21:56

    “Naziisme” _>

    Night of long knives! OMG!! >< That was horrible!

    Btw, kl ga slh Hitler pernah bikin agreement ma Pope di itali ya?

  24. 25 Uchiha Miyu Senin, 17 Desember 2007 pukul 21:58

    Huaaa! Ada yg kepotong!! T_T

    antara naziisme dan night of long knives:

    bener ga tuh nulisnya, naziisme?

    btw, IMO, goebbels itu hebat soal propaganda lho! xD mlh miyu kagum! meskipun bohongan. :P

    *inget2 goose steps lgs ngakak ga karuan*

  25. 26 Xaliber von Reginhild Senin, 17 Desember 2007 pukul 22:26

    @Uchiha Miyu:
    1. Iya, pernah dibuat memang. Makanya sempat muncul cerita-cerita negatif yang beredar bahwa Kristen mendukung Nazi atau apalah itu… generalisasi negatif. :P

    2. Naziisme, bener kok. Itu sebutan lainnya; ada yang menyebutnya Nazisme ada pula yang Naziisme. Tapi intinya sih sama. :)

    Bohongan karena apa nih? Karena kutipan yang “sebarkan kebohongan” itu? :? Kalau itu kan sudah dibilang, dia lagi menyindir Churchill. Goose steps sih asal ngga lebih dari 65 derajat masih normal-normal aja. :P

  26. 27 celo malay blogging Selasa, 18 Desember 2007 pukul 6:24

    ahh artikelnya AceofSpade vanjang… linggis pulak….

    All Hail secularism….!!! Capitalism…!!! Soutaichou….

    betewe, situ doyan hettrik juga kah..??? o___0a

  27. 28 verlita Selasa, 18 Desember 2007 pukul 10:29

    akhirnya ada yg meluruskan (seenggak bikin orang paham) tentang nazi…
    saya juga semakin banyak tau nih…

  28. 29 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Selasa, 18 Desember 2007 pukul 16:25

    Lupa, yang pasti buku sejarah untuk 2 IPA(KTSP)

    tapinkalau ingat-ingat buku sejarah SMP sih jadi seperti propaganda anti-NAZI dan fitnahan pada NAZI…Di buku yang sekarang juga ada sedikit bagian yang menggeneralisasikan NAZI sebagai komunis

  29. 30 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Selasa, 18 Desember 2007 pukul 16:28

    Lupa,

    7. Adolf Hitler adalah Seorang Occult

    Mungkin terbawa dari Hellboy movie dan movie Full Metal Alchemist?

  30. 31 Xaliber von Reginhild Selasa, 18 Desember 2007 pukul 18:15

    @celo malay blogging:
    Kalau gitu saya bahas kapan-kapan aja. :P Secularism beda sama Communism bukan? :?
    Saya hettrix cuma di momen-momen tertentu misalnya pas lagi gila.

    @verlita:
    Semoga berguna, mbak. :)

    @Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
    1. w00t? Nazi is communist? :lol: Itu salah satu penyikapan yang salah terhadap Nazi… padahal komunis dan nazis jelas-jelas berbeda (mirip di otoriternya aja). :|

    2. Bisa jadi, bisa jadi. :P

  31. 32 celo =3 Selasa, 18 Desember 2007 pukul 18:57

    salah itu waktu all hail secularism tag strikenya lupa dinyalakan… harusnya cuman all hail soutaichou….

    saiyah mah nggak setuju secular bro…

  32. 33 Xaliber von Reginhild Selasa, 18 Desember 2007 pukul 19:36

    Hoo… sip, sip.
    Saya juga bukan sekuler, tapi biasa saja. :P

  33. 34 Magister of Chaos Selasa, 18 Desember 2007 pukul 19:45

    Tapi bener lo bung… Nazisme waktu itu didukung ama kaum kristen konservatif…. soalnya punya musuh bersama yaitu kaum bolshev/ komunis Rusia..

  34. 35 Xaliber von Reginhild Selasa, 18 Desember 2007 pukul 20:50

    Ya, makanya banyak foto-foto Nazi yang kelihatan sedang berhubungan dengan pendeta-pendeta Gereja, kan. :D
    Sayangnya hal ini kemudian dengan serta-merta disalahartikan oleh beberapa oknum: menganggap bahwa Kristen mendukung Nazisme (yang notabene menurut mereka juga buruk), dan menganggap bahwa Nazi mencoba menggunakan pendekatan agama sebagai topeng kemunafikan.

    Updated: Menyusul komentar dari mbak Siwi (lewat Y!M), saya jadi ada masukan buat nambahin poin ke-8. :D

  35. 36 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Selasa, 18 Desember 2007 pukul 21:08

    Kasihan NAZI… memang pihak yang membahayakan penguasa besar biasanya akan di bungkam dan dipropagandakan buruk, agar tidak dapat bangkit lagi…

    Eh, Kalo gerakan mencolok dari Neo NAZI ada?

  36. 37 Xaliber von Reginhild Selasa, 18 Desember 2007 pukul 21:22

    Yah, itulah… mungkin mirip dengan pelabelan PKI di Indonesia…

    Neo Nazi? Dalam konteks apa dulu, apakah pergerakan politik yang legal atau pergerakan ilegal? Kalau yang ilegal-ngga-jelas, contohnya ada di Skinhead. Tapi itu, menurut saya, Neo-Nazi palsu. :P Soalnya hanya bisa tampil sangar dan sok keren, padahal ngga tahu apa-apa soal Nazi dan (biasanya) hanya bisa merusak. :|

    Pernah saya dengar cerita soal Nazi Skinhead yang masang atribut Nazi-nya kebalik-balik… swastika posisinya ngawur, lambang Kriegsmarine dicampur aduk sama Heer, seragam SS dicampur sama angkatan lain, de es be. :P

    Nah, kalau Neo-Nazi yang legal, dengar-dengar di Jerman sana ada yang namanya Partai Demokrat (atau semacamnya, saya lupa namanya). Katanya partai itu rada berbau Nazi, dan ditakutkan akan jadi Neo-Nazi berikutnya secara legal yang akan menguasai pemerintahan Jerman. Tapi itu baru “katanya”.
    *jadi ingat bahaya laten komunis yang masih digembar-gemborkan hingga sekarang; salah satu yang paling konyol adalah komunis menyusup ke pemerintahan dan ada orams-ormas setempat :lol: *

  37. 38 jensen99 Selasa, 18 Desember 2007 pukul 21:33

    Duh, baru bisa onlen lg…
    Oh ya, bro.. Poin #3, Seingat sy ada perbedaan sikap, juga visi & misi yg cukup signifikan antara tokoh2 partai Nazi sperti (dalam contoh) Himmler & Goebbels, dengan tokoh2 militer murni sperti (dlm contoh) Rommel & Guderian. Para tokoh partai (juga anggotanya, termasuk SS) nyata2 memang jauh lebih “gila” (fasis, sadis, rasis, ambisius, dll) dibanding para perwira militer, yg lebih rasional & humanis. Plot 20 juli sndiri seingatku adalah puncak pertentangan kedua pihak soal sikap terhadap kelanjutan perang Eropa. (CMIIW)

  38. 39 Xaliber von Reginhild Selasa, 18 Desember 2007 pukul 21:46

    Ah iya, memang konflik yang paling ketara di dalam Nazi itu sendiri antara perwira militernya dengan tokoh politik. Dan di kalangan ‘pemberontak’ rata-rata juga jatuhnya dari kalangan militer sendiri — meskipun ada beberapa anggota SS yang menentang juga.

    Kalau dari tokoh politik kan memang lebih mengutamakan dasarnya (yang rasisme), sementara kalau militer sebatas perintah saja (CMIIW) dan untuk tujuan yang, IMO, kelihatan lebih bermoral. Makanya diakuinya SS sebagai setara dengan angkatan bersenjata bisa sampai-sampai makin menimbulkan intrik sama Wehrmacht.

    Soal Plot 20 Juli, sebatas ingatan saya itu sudah direncakan sejak tahun 1938 sebelum PD II benar-benar pecah, dengan tujuan untuk mencegah Hitler berbuat yang aneh-aneh dan macam-macam lagi (termasuk Perang Dunia). Tapi saya sendiri memang rada lupa, nanti dicek lagi. :P

  39. 40 jensen99 Selasa, 18 Desember 2007 pukul 22:10

    Hohoho, memang ahli… :)
    Trus, yg ditanyakan Miyu itu mungkin Reichskonkordat ya?

  40. 41 Xaliber von Reginhild Selasa, 18 Desember 2007 pukul 22:20

    Ah saya bukan ahli. :P Kayaknya masih ada yang ngaco diatas, soalnya sebatas ingatan saya aja itu.

    Hmm… Reichskonkordat? Soal namanya justru saya baru dengar. Saya kira soal hubungan diplomatik (tepat ngga ya istilahnya :P ) Nazi sama gereja-gereja Kristen. Thx informasinya kalau begitu… :mrgreen:
    *kelihatan ngga ahlinya, ‘kan :P *

  41. 42 unto3100 Rabu, 19 Desember 2007 pukul 2:16

    hehe…thanks atas infonya….memang saya kurang begitu tahu tentang jerman atau bangsa Aria yang satu ini, tetapi tulisan ini mungkin bisa menjadi AUFKLARUNG yang lumayan bagi kita, tentang HOLOCAUST kalo memang ada mungkin korbannya tidak sebanyak itu, dan lebih jauh lagi NAZI sepertinya mengangkat sebuah sentimen bangsa jerman untuk menjadi bangsa yang besar dan disegani di dunia dan HITLER terlepas dari baik atau buruknya adalah seorang pemimpin besar yang berpengaruh di abad modern ini…sekali lagi terima kasih…

  42. 43 Anugrah Rabu, 19 Desember 2007 pukul 13:24

    Hmmm.. Salam kenal..
    Bagus nih topik tulisannya..
    Juga kynya bner smua..
    2.Ada to yg nganggep nazi komunis? (Jgn ad yg t’singgung)
    3.Emang ga,tapi Banyak yg maniak/fanatis NAZI (Liat aja SS Totenkopf)
    5.Tapi biasanya mereka dikelompokin ke unit atau divisi tertentu (Ky SS Handschar)klo g slh..
    Keren,Bisa dijadiin arsip..

    Swastika itu keren..Lambang favorit sy..

  43. 44 Xaliber von Reginhild Rabu, 19 Desember 2007 pukul 15:44

    @unto3100:
    Ya, semoga berguna, mas. :)

    @Anugrah:
    Salam kenal juga. :)
    2. Banyak. Dan masih sangat banyak, saya rasa. Terutama di Indonesia. Saya curiganya ini gara-gara kasus PKI beberapa puluh tahun lalu… gara-gara Nazi juga rada otoriter, maka dengan serta-mertanya mereka melabeli Nazi dengan komunis.
    3. Kalau para fanatik itu rata-rata kan datangnya dari penjaga kamp konsentrasi. Dan seperti yang sudah mas bilang, Totenkopf. :mrgreen: Tapi kalau dari Wehrmacht, kayaknya masih banyak yang waras. :)
    5. Ya, memang ngga dicampur supaya memudahkan data, kecuali orang Yahudi tertentu (kalau ngga salah) yang sempat berpartisipasi di Wehrmacht…

  44. 45 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Rabu, 19 Desember 2007 pukul 22:08

    Kemungkinan Holocaust adalah sebuah konspirasi?

  45. 46 Xaliber von Reginhild Rabu, 19 Desember 2007 pukul 22:45

    Bisa jadi. Dan memang banyak cerita yang beredar seputar Holocaust — dari konspirasi Yahudi sampai cerita karangan belaka.

  46. 47 unto3100 Kamis, 20 Desember 2007 pukul 15:32

    Holocaust dari perspektif orang-orang yahudi terutama yang di Amerika, seperti ditampakkan di film-film mereke terkesan mengada-ada…dan cenderung mendiskreditkan NAZI atau bangsa Jerman sebagai bangsa yang sangat kejam (contohnya di film BAND OF BROTHERS)

  47. 48 Xaliber von Reginhild Kamis, 20 Desember 2007 pukul 15:44

    Begitulah persepsi Holocaust di kalangan Eropa sana. :P Saya belum nonton Band of Brothers sih.

  48. 49 secondprince Jumat, 21 Desember 2007 pukul 20:19

    Hmm.saya tertarik dengan poin no 7 itu
    *lagi mikir*

  49. 50 Xaliber von Reginhild Sabtu, 22 Desember 2007 pukul 0:31

    Tentang Islam-nya, mas?
    *ikut mikir* :P

  50. 51 Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji Sabtu, 22 Desember 2007 pukul 10:24

    Apapun rahasia dibalik holocaust, mereka sekarang untung besar…..

  51. 52 Xaliber von Reginhild Minggu, 23 Desember 2007 pukul 0:23

    Yang pasti, mereka jadi punya sesuatu yang bisa dikambing-hitamkan. :P
    *”Mereka” siapa ya? :P *

  52. 53 rd. Kiky Andrianto Rahman Gani Jumat, 4 Januari 2008 pukul 10:54

    good bey Jude
    Nazi erwache

    heil hitler

    bitte erkennen…..
    tmen2 gw sering panggil nama QQ. jd itulah nama gw
    saran ni bwt yg pnya blog!!!!
    saya ada rencana bwt milist NAZI, apakah ada yg bisa bantu?
    maksud dari milist ni, bkan bwt NEO MAZI di indo, akan tetapi lebih pada keseriusan pada kajian NAZI.
    sebagai modal awal, saya dan tmen2 di Bandung punya komunitas yang udah tergabung sejak 2004

    so, interessant

    QQ

  53. 54 Xaliber von Reginhild Minggu, 6 Januari 2008 pukul 3:08

    @rd. Kiky Andrianto Rahman Gani:
    Maaf sebelumnya kena jaring Akismet. Sekarang sudah saya lepas jadi bisa muncul (dan baru bisa saya balas).

    Salam kenal juga (maap, maklum ngga lancar bahasa Jerman :P ).
    Hoo… kalau begitu mungkin sebaliknya; ada yang bisa saya bantu? :mrgreen: Soalnya saya masih ‘kerja’ individual. Meskipun informasi saya soal Nazi sendiri juga masih terbatas tapi mungkin saya bisa numpang tanya-tanya… :P

    Tapi saya di Jakarta sih…

    Btw, ngontak situ gimana ya? :mrgreen:

  54. 55 ANAS Kamis, 28 Februari 2008 pukul 20:47

    sebenarnya apa seh bedanya komunis sama nazi

    padahall kita tahuu nazi tu menganut ajaran komunis????????????????????

  55. 56 Kopral Geddoe Kamis, 28 Februari 2008 pukul 20:50

    sebenarnya apa seh bedanya komunis sama nazi

    padahall kita tahuu nazi tu menganut ajaran komunis????????????????????

    Among the key elements of Nazism were anti-parliamentarism, ethnic nationalism, racism, collectivism, eugenics, antisemitism, opposition to economic liberalism and political liberalism, a racially-defined and conspiratorial view of finance capitalism, anti-communism, and totalitarianism.

  56. 57 Xaliber von Reginhild Jumat, 29 Februari 2008 pukul 0:06

    @ANAS:
    Seperti yang sudah dijelaskan oleh Kopral Geddoe, ideologi Nazisme dan Komunisme itu berbeda. :) Nazi punya ideologi sendiri, yaitu Nazisme. Dan poin-poinnya sudah ada di komentarnya Kopral Geddoe.

    @Kopral Geddoe:
    Tengkyu. :mrgreen:
    Sekarang saya mengerti dimana letak miskonsepsi masyarakatnya. :D
    *will-be-added*

  57. 58 fiqi Senin, 3 Maret 2008 pukul 21:50

    saya hanya kagum pada militer nazi.sangat canggih dizaman nya,sangat kuat militer nya.menurut saya jerman terlalu serakah,memerangi semua negara eropa kecuali italy.walaupun militernya kuat,diperangi oleh bangak negara sangat mustahil untuk memenangkan perang.jika perang hanya melawan satu negara saja ,saya rasa akan sangat mudah bagi jerman untuk memenangkan perang.

  58. 59 Xaliber von Reginhild Kamis, 6 Maret 2008 pukul 0:04

    Sama, saya juga menaruh kekaguman sebagian besar pada militernya. :D
    Kalau satu negara, mungkin tergantung kondisi negara lawannya juga dan situasi Jerman. Sebagai penyerang atau pihak bertahan? Dan kondisi negara saat itu bagaimana pula? :?

    Tapi, memang, secara umum bisa ditarik kesimpulan sederhana kalau Jerman memang potensial untuk menang perang kalau skalanya lebih sempit dan ngga kena keroyok — plus kalau Hitler ngga terlalu egois di akhir-akhir. :D

  59. 60 Amichan1013 Sabtu, 10 Mei 2008 pukul 17:06

    Nyem nyem..
    Akhirnya…ada juga yg mau meluruskan. Udah baca Mein Kampf (entah gmn penulisan ny)…tp aku masi kurang bgtu mengerti. Lemot sih…

  60. 61 Xaliber von Reginhild Minggu, 11 Mei 2008 pukul 0:09

    Mein Kampf cenderung ke arah pemikirannya Hitler yang ambisius dan teoritis. Dan ngga langsung berhubungan dengan Jerman Nazi walaupun dikatakan sebagai kitab sucinya mereka. :P Untuk pelaksanaan prakteknya, ngga semua ambisi Hitler di Mein Kampf dijalankan secara total kok.

    Mein Kampf memang agak susah bacanya, soalnya Hitler begitu mencintai kalimat dengan tanda koma yang banyak, kayak Dr. Nasikun. :lol:

  61. 62 Robby Remeeus Kamis, 19 Juni 2008 pukul 20:37

    Manusia hidup dengan tidak percaya adanya Sang Pencipta yang Maha Kuasa di Bumi dan di Akherat, maka manusia itu akan berusaha untuk berkuasa semampunya dengan memandang rendah sesamanya manusia.

  62. 63 frozenx Jumat, 11 Juli 2008 pukul 8:58

    ras arya aslinya iran kan? justru di india itu turunan juga kalo ga’ salah.

    Nanti deh buka wikipedia lagi, pernah baca di sejarah bangsa apa gitu…

  63. 64 frozenx Jumat, 11 Juli 2008 pukul 9:00

    o iya satu lagi, swastikanya hindu bukannya lurus ga’ miring? apa ga’ ada maksud apa-apa dengan di miringinnya swastika?

  64. 66 Xaliber von Reginhild Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 1:58

    @frozenx:
    1. Oh iya, Arya aslinya dari daerah Iran kuno. Tapi ilmuwan Jerman kebanyakan mengakui Arya yang hasil migrasi dari India.

    2. Yup, swastika Hindu ngga diputar 45 derajat. Alasan mengapa dimiringkan, kalau ngga salah ada hubungannya dengan perjalanan hidup rakyat Jerman (roda yang berputar?), tapi saya agak lupa. CMIIW.

    3. Baru pernah lihat videonya kali ini, tapi, yup, Nazi memang sempat punya divisi khusus Muslim. Divisi Handschar yang terbuat gara-gara konflik di Kroasia; sayang ngga bertahan lama.

  65. 67 Ultra_Kanan Senin, 21 Juli 2008 pukul 18:03

    Setuju,mustinya negeri kita juga sekuat Jerman di Jaman NAZI,cuma sayang duitnya abis dikorup tikus2 DPR…

  66. 69 P_Man Rabu, 5 Nopember 2008 pukul 0:52

    bang minta izin aku print buat koleksi….trims

  67. 70 Palestinistic Rabu, 28 Januari 2009 pukul 14:08

    Jerman bangkit dari keterpurukan harga diri, ekonomi dan politik akibat kekalahan dari negara eropa lain, sweperti Inggris, Perancis dll. pada Perang Dunia I. Ditambah lagi dengan suatu faktor kebetulan sejarah, Adolf Hitler yang punya dendam pribadi amat besar sejak kecil karena kebengisan ayahnya, yahudi yang menyelingkuhi ibunya, penghinaan dari teman-2 yahudinya dan kebangkrutan ekonomi pribadinya hingga pernah menjadi gembel yang tidur di taman terbuka bergabung dengan partai buruh dan menjadi pemimpinnya akibat kepiawaiannya dalam berpidato untuk membangkitkan harga diri jerman yang sudah terkoyak parah menjadi super baik alias bangsa yang terunggul. Sehingga akhirnya dengan suatu keberuntungan politik jadilah ia Perdana Menteri Jerman yang akhirnya juga menggantikan Presiden Jerman dan mengkukuhkan dirinya sebagai pemimpin yang tertinggi alias Fuhrer. Sebagai Fuhrer, kekuasaan dan pengaruh Hitler bisa diidentikan dengan setengah Dewa oleh pengikutnya. Apapun yang dikatakan dan diperintahkannya dijalankan dengan tulus atau ketakutan. Dan setelah berhasil memperbaiki kndisi ekonomi Jerman yang hancur akibat PD I, Hitler berusaha memajukan angkatan bersenjatanya secepat kilat dengan kemampuan luar biasa alias tak terbayangkan oleh manusia manapun di jamannya. Ia berhasil mengumpulkan orang-2 jenius unggulan dalam pemerintahannya untuk menciptakan teknologi persenjataan yang sampai kinipun belum terpecahkan semuanya, yakni Piring Terbang dalam proyek Ganefu I hingga IV.
    dengan kemampua militernya yang tak tertandingi oleh negara-2 Eropa lainnya, Hitler dengan mudah melampiaskan balas dendam bangsa Jerman mengalahkan negara-2 Eropa lain yang mengalahkannya dalam PD I dan merampok sebesar-besarnya kekayaan negara-2 yang dikalahkannya untuk melanjutkan pembiayaan perang untuk menguasai dunia.
    Namun karena kesalahan fatal yang dibuatnya dengan menyingkirkan orang super andalannya yang dituduh akan mengkhianatinay, yakni Jenderal Edwin Romel, Hitler beruntun-2 mulai kalah perang, apalagi lawan-2nya bersatu di bawah Sekutu dan Rusia. Hitler kabarnya bunuh diri di ruang bawah tanah Istana Jerman yang sudah hancur porak-poranda dibom Sekutu meninggalkan sejuta cerita Horor, ribuan triliun kekayaan dan kekaguman sains dan militer dalam teknologi dan modernisasi angkatan bersenjata.
    Begitu yang gue tau, euy !

  68. 71 Palestinistic Rabu, 28 Januari 2009 pukul 14:08

    Jerman bangkit dari keterpurukan harga diri, ekonomi dan politik akibat kekalahan dari negara eropa lain, seperti Inggris, Perancis dll. pada Perang Dunia I. Ditambah lagi dengan suatu faktor kebetulan sejarah, Adolf Hitler yang punya dendam pribadi amat besar sejak kecil karena kebengisan ayahnya, yahudi yang menyelingkuhi ibunya, penghinaan dari teman-2 yahudinya dan kebangkrutan ekonomi pribadinya hingga pernah menjadi gembel yang tidur di taman terbuka bergabung dengan partai buruh dan menjadi pemimpinnya akibat kepiawaiannya dalam berpidato untuk membangkitkan harga diri jerman yang sudah terkoyak parah menjadi super baik alias bangsa yang terunggul. Sehingga akhirnya dengan suatu keberuntungan politik jadilah ia Perdana Menteri Jerman yang akhirnya juga menggantikan Presiden Jerman dan mengkukuhkan dirinya sebagai pemimpin yang tertinggi alias Fuhrer. Sebagai Fuhrer, kekuasaan dan pengaruh Hitler bisa diidentikan dengan setengah Dewa oleh pengikutnya. Apapun yang dikatakan dan diperintahkannya dijalankan dengan tulus atau ketakutan. Dan setelah berhasil memperbaiki kndisi ekonomi Jerman yang hancur akibat PD I, Hitler berusaha memajukan angkatan bersenjatanya secepat kilat dengan kemampuan luar biasa alias tak terbayangkan oleh manusia manapun di jamannya. Ia berhasil mengumpulkan orang-2 jenius unggulan dalam pemerintahannya untuk menciptakan teknologi persenjataan yang sampai kinipun belum terpecahkan semuanya, yakni Piring Terbang dalam proyek Ganefu I hingga IV.
    dengan kemampua militernya yang tak tertandingi oleh negara-2 Eropa lainnya, Hitler dengan mudah melampiaskan balas dendam bangsa Jerman mengalahkan negara-2 Eropa lain yang mengalahkannya dalam PD I dan merampok sebesar-besarnya kekayaan negara-2 yang dikalahkannya untuk melanjutkan pembiayaan perang untuk menguasai dunia.
    Namun karena kesalahan fatal yang dibuatnya dengan menyingkirkan orang super andalannya yang dituduh akan mengkhianatinay, yakni Jenderal Edwin Romel, Hitler beruntun-2 mulai kalah perang, apalagi lawan-2nya bersatu di bawah Sekutu dan Rusia. Hitler kabarnya bunuh diri di ruang bawah tanah Istana Jerman yang sudah hancur porak-poranda dibom Sekutu meninggalkan sejuta cerita Horor, ribuan triliun kekayaan dan kekaguman sains dan militer dalam teknologi dan modernisasi angkatan bersenjata.
    Begitu yang gue tau, euy !

  69. 72 Xaliber von Reginhild Kamis, 29 Januari 2009 pukul 23:23

    @Palestinistic:
    Oke, tengkyu tambahannya, mas. :)
    Tapi soal proyek piring terbang itu kayaknya cuma spekulasi-spekulasi atau berita berlebihan aja deh. Ndak ada bukti konkretnya. Setahu saya, “piring terbang” itu cuma merujuk ke semacam pesawat jet pertama, Me 262.

  70. 73 naikdelman Kamis, 29 Januari 2009 pukul 23:30

    Jerman terpuruk dan kalah pada perang dunia ke 1 adalah karena banyak orang yahudi jerman yang berkhianat, sehingga menyebabkan jerman kalah. Begitu pula di negara kita, orang2 cina pada tahun 1990-an berkhianat dengan nyata terhadap negara kita dan menyebabkan kita terpuruk sampai sekarang. Untuk mengatasinya adalah membatasi cina2 itu agar jangan sampai seenaknya menguasai perekonomian negara kita. Kalau perlu ya cina2 itu diselesaikan dengan dimasukkan ke kamar gas, lebih efektif dan efisien. Terima kasih….

  71. 74 Xaliber von Reginhild Jumat, 30 Januari 2009 pukul 1:36

    @naikdelman:
    Waduh? Rasis sekali? ^^;

    Saya rasa alasan “Yahudi berkhianat” itu memang salah satu alasan yang dipakai Hitler sebagai landasan diskriminasi, tapi saya agak meragukan kebenarannya. Dan mengenai orang Tionghoa yang berkhianat… generalisasi dari mana itu? :?

  72. 75 inex Selasa, 17 Maret 2009 pukul 19:05

    Saya sebenarnya kagum akan militer jerman dimasa perang dunia ke2, tapi karena terlalu PD dengan membuka beberapa front, ya tentu saja akibatnya sangat fatal yang akhirnya membuat jerman kalah perang. coba aja lawannya satu2 pasti gw yakin sekarang Jerman jadi polisi dunia bareng US

  73. 76 Ken Arok Rabu, 18 Maret 2009 pukul 9:42

    Saudara(i) naikdelman, saya heran kok bisa-bisanya njenengan pakai link Lae Toga (nesia.wordpress.com) di komen njenengan. Saya yakin sepenuhnya bahwa njenengan BUKAN Lae Toga. Jadi mengapa njenengan mamakai link blog beliau?

  74. 77 achtung Sabtu, 6 Juni 2009 pukul 21:09

    achtung !..heil jerman,hidup palestin….


  1. 1 Evaluasi dan Resolusi untuk… Revolusi? « Deathlock Lacak balik pada Selasa, 22 Januari 2008 pukul 18:07
  2. 2 Fallacy Itu Tidak Sesulit Yang Ente Kira! « Deathlock Lacak balik pada Selasa, 11 Maret 2008 pukul 17:24
  3. 3 Makna Blog yang Sebenarnya « Pandu Gilas Anarkhi® Lacak balik pada Jumat, 4 Juli 2008 pukul 14:25
  4. 4 Islam dan Nazi « Deathlock Lacak balik pada Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 20:15
  5. 5 Ideologi Kita… Pancasila, ‘kan? « Deathlock Lacak balik pada Minggu, 8 Februari 2009 pukul 19:04

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 97,276 soldiers