Sudah 11 tahun ini saya menjalani jenjang pendidikan dasar yang resmi, dari kelas 1 SD sampai kelas 12 SMA. Dari 11 tahun itu, hari ini saya mau simpulkan 1 hal. Bahwa sekolah itu nggak ada gunanya!
Sebenarnya apa tujuan kita sekolah? Mencari ilmu dan belajar supaya pintar? Oh, itu pasti, jawaban yang paling standar. Tapi saya rasa jawaban itu hanya kedok belaka.
Cuma alasan yang dibuat-buat saja supaya kita ada alasan untuk masuk sekolah, supaya ada alasan supaya didirikan sekolah.
Lho kenapa? Sekarang begini.
Apa gunanya sekolah, kalau di sekolah pada nyatanya setiap hari kita hanya menunggu teman untuk mengerjakan soal-soal dan kita tinggal menyalinnya saja?
Apa gunanya sekolah, kalau jam belajar di sekolah pada nyatanya justru digunakan untuk kegiatan di luar sekolah — dengan kata lain, kabur dari sekolah dan jalan-jalan entah kemana?
Apa gunanya sekolah, kalau di sekolah ternyata kita justru berlomba-lomba untuk meraih nilai dan ranking tertinggi dengan menghalalkan segala cara?
Apa gunanya sekolah, kalau ternyata ketika ulangan disana kita justru lebih takut untuk mendapat nilai jelek dibandingkan takut tidak bisa memahami ilmu yang diberikan?
Apa gunanya sekolah, kalau ternyata kita takut jawaban kita tidak seragam dengan orang lain?
Apa gunanya sekolah, yang katanya membentuk pribadi yang lebih baik, jika pada kenyataannya di sekolah kita justru diajarkan mencuri dengan menggunakan software bajakan?
Apa gunanya sekolah, yang katanya mengajarkan nilai-nilai moral, jika pada kenyataannya kita masih suka menyiram kucing dengan air panas, menendang anjing yang berjalan lunglai karena tak mendapat makanan, atau saling merendahkan manusia yang katanya sederajat satu sama lain?
Apa gunanya sekolah, yang katanya mengajarkan kebersihan lingkungan, jika pada kenyataannya kita masih membuang sampah di mana saja, tak mengembalikan barang-barang setelah jajan di kantin, dan tak bisa membedakan mana sampah organik dan non-organik?
…
…
…
Jadi apa gunanya sekolah, kalau pada nyatanya itu tak merubah mental dari diri kita jadi lebih baik? Kayaknya nggak ada gunanya, kan? Jadi saya simpulkan aja, bahwa sekolah itu nggak ada gunanya!
.
.
.




Capek udah sekolah 11 tahun lebih… Jadi pengen melukiskan isi hati yang sama…
Jangan capek, nanti rugi… gopek aja.
Satu kata; ijazah.
Itu dia.
Btw, saya haturkan terima kasih untuk ide-ide captionnya; terinspirasi dari situ.
guna sekolah yg sampai sekarang saya rasakan adalah, bisa baca/tulis, pernah dapet pacar, dapat sahabat dan teman yg banyak.. senang2 dengan teman.. dan Ijazah tentusaja
wew bener bgt tuh..
slama ini, banyak pelajaran yg ga berguna nantinya diajarin di sekolah.. dlm hati gw mikir, “ngapaen gw cape2 belajar ni pelajaran?? toh nantinya gw kerja ga kepake..”
Saya juga capek sekolah
Masuk jam 6.30, pulang jam 14.45. Terus harus belajar. Nggak punya waktu buat kegiatan yang lebih santai macam jalan-jalan ke kebun di dekat rumah kayak zaman SD.
Sumpah, capek banget. Saya kenyang disuguhi hal-hal yang kelihatannya penting tapi cuma buang-buang waktu. Saya jadi melupakan banyak hal karena sekolah. Saya lupa saya tinggal di gunung. Saya lupa saya punya banyak teman yang dulu sangat dekat sama saya (membuat saya terasing di lingkungan sendiri). Saya lupa dulu saya suka main di depan rumah dan bersepeda. Semuanya hilang, gara-gara banyak waktu tersita.
Catatan tambahan:
Bukan berarti saya benci sekolah, tapi saya tidak suka sekolah karena hanya kegiatan dalam ruangan aja yang dilakukan, sementara kegiatan-kegiatan lain yang bisa mengasah life skill banyak yang terabaikan.
hmm….munkin fostingan ini ferlu dibaca sama guru-guru yang ngeblog juga……jadi munkin bisa memberikan fencerahan. *nyeret pak sawali*
iye tuh,,,bener,, ga ada gunanya sekolah formal,, mending home shooling aja,,, sekolah di indonesia hanya formalitas belaka,,,
itu juga karna mental kebanyakan masyarakat kita yang..@##//??
hahahahaha komiknya lucu
tergantung sekolahnya sih.. kebanyakan sekolah negeri masih pake sistem kolot..
sedangkan sejumlah sekolah swasta udah banyak yang adaptasi kurikulum luar yang lebih efektif.
*terharu liatx*
Iya, apa lagi buat perempuan. 90% perempuan di dunia bkl nikah kok.
@Uchiha Miyu:
Perempuan bukanlah tipe pemikir dari dulu (termasuk saya), makanya suka stres kalau dituntut berpikir (apalagi dalam eksakta).
Kirim nih artikel ke Mendiknas, atau Presiden sekalian, mas Xaliber. Kalau nggak ditanggepin, teror aja
Masalahnya menurut saya-yang-sudah-bosan-ngurusin-beginian-karena-ga-pernah-didengerin- malah-dicap-gila-sableng-apa-lah… sekolah itu secara khusus saya sebutkan sekolah menengah (SMA kalo mo lbh khusus) itu udah melenceng dari tujuan asli. Tujuan sekolah kan buat bisa membaca, menulis, menghitung. Lantas apa gunanya UN fisika, geografi, sosilogi, biologi, dkk? dengan Bahasa dan Mat ud cukup kok.
PLus… ilmu-ilmu di sekolah menengah sekitar 90% bahkan 95% tidak akan bermanfaat bagi kita secara langsung kok.
betewe…. plesetannya garing… *melihat ke gambar*
dan sepertinya entri Anda kali ini lebih bersifat tebar trekbek ketimbang opini/pendapat/argumentasi/apa lah…
benerin komen saya yg pertama dong.
jadi alasan kenapa Sekolah itu harus pake seragam biar bajunya seragam, jawaban juga seragam gitu? *telpon mendiknas*
hihi ikutan dibahas, makasih ya
Iyalah.. di Indonesia ini banyak orang pintar. Yang jarang itu yang masih punya nurani. Yang ga merasa benar sendiri, apalagi memaksakan kebenaran dirinya ke orang lain. SO sad…
masih sekolah?
*ditabok yang punya blog*
ah iya, met uas…
sekolah buat apa? buat gaya. kalo ga sekolah ntar diledek… *satir*
sekolah buat ngerti… mengerti apa yang belum dimengerti. gara gara sekolahkan bisa baca dan tulis, biasa main net dan terakhir bilin blog dan ngramein blog hahhahahaa
ahahaha….
bagos2…..
kita sehati….
*menunguUANtiba*
Eh, ada trekbek ke dA…
*cekikikan*
Kok saya malah ngakak sendiri baca komen
seniorannots ya.Nggak sekalian teleponketua yayasan, om?
Untuk apa sekolah ? Untuk ijazah dan tingkatan S-1.
Makanya ga usah ke sekolah… Ke madrasah aja…
Sekarang orang2 banyak yg skeptis atau apatis (apa sih artinya) sama sekolah, termasuk gw (berarti udah pada cerdas). Apalagi gw baru mendengar cerita asal-muasal “sekolah” dan “kurikulum” di salah satu radio. Mmmhhh… udah pada tau ya…?
Belajar buat ilmu! yeahhhh! (^o^)/
Met UAS deh.. (saya besok hari terakhir
)
Baru tau Uryu nggak suka sekolahKalo gua pribadi mah menilai sekolah tuh perlu. Bukan karena kita bisa dapat ilmu/knowledge dsb tapi karena tuntutan masyarakat. Gua terus terang ga kepake tuh ijazah ijazah dari mulai SD sampe s1. Karena gua menilai sekolah (terutama kuliah) adalah ajang untuk mencari koneksi dan mulai membentuk jaringan. Belajar? heh. Itu mah prioritas keberapa gitu.
Karena ada satu hal yang gua sadari ketika sedang menyusun skripsi. Yaitu bahwa sekolah tidak mempersiapkan kita untuk bisa memahami sifat sifat uang!
Pernahkah kita diajarkan apa itu asset dan apa itu liability? Pernahkah kita diberi pencerahan bahwa jika kita ingin hidup berkecukupan janganlah seumur hidup kita hanya puas menjadi pegawai? Kalo gua pribadi sih ga pernah diajarkan demikian. Makanya banyak teman seangkatan yg kecele. Mereka kira dengan lulus kuliah dan menyandang titel sarjana maka hidup mereka akan langsung berubah dan serba berkecukupan.
Intinya untuk soal kesejahteraan, sekolah tuh menyesatkan. Jadi ya bisa dibilang sekolah tuh tidak mendidik.
* Mikir *
Buat apa yah gw sekolah ?
Yasuda, sekolah bikin stress. Hahaha. Saking parahnya sampai saya buat satu arc tentang penderitaan dan keanehan sekolah di blog saya. Bukti stress.
Sekolah buat membunuh waktu, cari gengsi
Baru kali ini aku sarkastik begini, hehe
sekolah = untuk kepentingan sosial
sekolah = biar dapet duit [toh blakang2nya kerja kan butuh ket. segala macem tentang sekolah]
tapi aku lumayan suka sekolah sih -_- mungkin karena ada guru dan temen-temen yang bikin betah
Toh kita gak benci sekolah secara keseluruhan, semuanya kan’? Pasti ada yang menyenangkan walaupun hanya 1 dari 100
~(-_-~)~( -_- )~(~-_-)~
apa gunanya sekolah…???
kamu kok tiba-tiba jadi rada bego gini sih…
ya buat naikin gajilah… mau buat apa lagi….???
cari pacar juga bisa sih di sekolah….
menyesal sekolah…???
kalo aku enggak… karena di sekolah itu benar-benar saluran sosialisasi yang bagus… banyak temen yang mencerdaskan disana…. banyak teman yang mengajarkan ketrampilan lain disana…. dan banyak guru untuk disuap mulutnya bier diem disana….
hoooooey…………………….
skul tu selain wat nmbah ilmu,,,, temen juga…
tanpa temen,,,, skul ga asyik
apa gunanya sekolah…???
dalam inti sekolah yang sebenarnya sekolah itu mengembangkan potensi anak.
dalam bidang apa??
ada 5 yaitu:
- beragama
- iptek
- estetika
- jasmani
- sosialogi (dalam bidang sosiala yang sebenarnya)
sekolah itu seharusnya bukan kewajiban akan tetapi hak seorang murid. sekolah seharusnya hanya mengembangkan potensi dalam diri anak tersebut ^^
Ke sekolah kok buat apa.. ya buat belajar lah mas. Masalah nanti sampeyan gak lulus-lulus, itu masalah lain. Setuju ndak?
Sekolah itu perlu.. kalau fungsi sekolah melenceng seperti yang bos jabarkan di atas, itu salah muridnya..
Mengembangkan diri menjadi lebih baik tergantung pribadi masing-masing kok, saya rasa sekolah hanya menyediakan wadah untuk itu. Tinggal kitanya mau menggunakan wadah tersebut dengan baik atau tidak..
*datang di kala UAS*
@warnetubuntu:
Kalau dapat teman, itu jelas.
@fiona:
Kalau buat saya setiap ilmu pengetahuan tetap ada gunanya, meski aplikasinya memang kurang terlihat.
@Cynanthia:
IMO. Makanya mungkin “curhatan” yang sering diceritain sama guru itu sebenarnya berguna.
1 & 2. Sekolah yang terlalu textbook dan class-oriented itu memang kurang bagus.
*pengalaman dapat ide-ide berpikir dari situ*
@Hoek Soegirang:
Silakan…
@kevlan nietzsche:
Nilai, nilai, dan nilai…
@sandymc:
Makasih.
Dan kembali ke muridnya juga…
@Lemon S. Sile:
1. UN tambahan yang sekarang diterapkan ini saya juga kurang setuju. Terutama Sosiologi… grah… Sosiologi harusnya bukan PG.
2. Biarin.
Takutnya kebanyakan baca dari kiri.
3. Trekbek hanya sebagai pelengkap.
Ini tergolong paragraf argumentatif, kan?
@annots:
Hehe, keseragaman yang ditetapkan oleh muridnya.
@hariadhi:
Di sekolah kan sebenarnya sempat diajarkan mengenai itu juga… tapi apakah pernah dianggap serius oleh pelajar?
@cK:
1. Terima kasih.
2. Kalau ngga sekolah nanti kena WaMil.
@hugy78:
@Moerz:
+ 4 bulanan lagi.
@rozenesia:
Kenapa, mas?
@Mihael “D.B.” Ellinsworth:
Apakah hanya untuk itu, atau…?
Itu dia.
@ipk4cumlaude:
Hmm… yang katanya hasil impor dari Belanda?
@Ravelt:
Ilmu FTW.
Uryuu memang ngga suka sekolah, gurunya Mayuri sih.
@Marduk:
Bisa saja sih…
Hmm, menjalin jaringan ya.
@Strife Leonhart:
*ikut mikir*
@steax:
Jangan blogging melulu kau.
@Cynanthia:
3.
@Dream Maker dan celo =3:
Sebenarnya saya lagi menyindir orang.
@celo =3:
2. Saya ngga pernah nyesel sekolah; hingga kini saya sangat mensyukurinya.
@lien:
Agreed.
@Collin:
).
Sayangnya di Indonesia sekolah rasa-rasanya masih terlihat sebagai suatu kewajiban… makanya mungkin sistem sekolah gratis susah suksesnya di negara ini (bayar aja masih banyak yang bolos, gimana gratis
@ardians:
Belajar untuk pengetahuan, untuk nilai, atau untuk uang?
@Ash:

Ya, itu dia poin utamanya.
Itulah mengapa ada Mayuri yang ngomong begitu di gambar diatas.
*gambar sok filosofis*
kok cuman satu yang difeedback…???
He? Maksudnya? Apanya dan siapanya?
walah… nggak paham dia…
saya komen dua biji yang difeedback cuman satu….
eh salah… ternyata udah dan digabung ama punya valent….
my mistake…
ah..capek sekolah, sekarang capek juga kerja, yang ga capek jalan2 en makan2..yuks kapan? lho salah yah?
@rozenesia:
Kenapa, mas?
@celo =3:
1. Sudah 2-2nya.
2. Nah.
@stey:
Jalan-jalan juga capek ah.
iya enak naek motor daripada jalan2
Enakan naik mobil.
Atau di rumah, komputeran.
@ deathlock
Sebagai seseorang yang sudah tua [najis mode on]
Sebagai seseorang yang sudah menikah [jijik mode on]
Sebagai seseorang yang di DO sehingga terpaksa masuk di oz internasional school [jujur mode on]
Sebagai seseorang yang telah menuntut ilmu di negeri seberang [terpaksa kuliah disini gada yang mau nerima]
PENGAKUAN
1.sekolah itu cuma formalitas
2.kuliah itu cuma buat jaga gengsi
3.setelah lulus mau apa ? seperti saia ini ? BBB (bantu bantu bokap) atau istri saya PTG (pengangguran tukang gosip)
KESIMPULAN
NGGAK PERLU SEKOLAH, YANG PENTING PUNYA KERJAAN SAMA DUIT BANYAK MA CEWEK CAKEP
It depends on the person dude…
@RETORIKA:
Ah.. apa itu tujuan dari hidup ini?
@Tendo-Soji:
Right. School is just another stepping stone.
Ck,Ck,Ck…..
Disekolah itu bukan untuk belajar sihhh tujuannya. TAPI MEMBERIKAN PENGERTIAN DASAR APA ARTI HIDUP YANG TERSIRAT. . . .
Disekolah kita dibentuk sikap mental kita dari di razia, ada sistem “nilai”, dan hal yang kurang penting.
Pemikiran itu sengaja diberikan agar kita bisa hidup di masyarakat…
Yang penting itu “pengalaman hidup”
Buat apa sekolah?
Buat ngelatih mental. Itu yg g dpt selama 3 thn.
Ilmu mah ga signifikan.Tapi mental signifikan.
A big-useful stepping stone, BUT if you do things as this blog owner write… school is a fake stepping stone that let you drown
@t4rum4:
Nah, sistem nilai ini yang menurut saya kadang rada disalahartikan…
@Flamechamp(a.k.a. Hitsu777):
Dets rait, brader.
@Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji:
Based on the facts out there; realizing the truth that has drowned most of the people…
He? I’m this blog owner.
Salah bukan impor dari Belanda tapi dari bahasa Perancis. School itu artinya Taman. Ingat kan Ki Hajar Dewantara ngasih sekolah pertama di Indonesia pertama: Taman Siswa. Kurikulum juga dari bahasa Perancis. Yg ini gw lupa artinya tapi maksudnya adalah mengembangkan kemampuan anak didiknya… Saat ini istilah sekolah dan kurikulum di Indonesia udah melenceng dari definisi awal. (Ini kata ayah Edi: http://www.ayahedi.com)
Tapi di Eropa dan Amerika udah sadar sejak tahun 80-an. Orang Indonesia belum sadar2, maklum “yang muda belum boleh berbicara….”
Bos…Bos…intinya sekolah tuh buat mengisi waktu luang aja bos…ga ada gunanya…wakakakakakakakak…
@ipk4cumlaude:
Hoo. *manggut-manggut*
Mungkin begini ya kalau ngambilnya setengah2…
@coretansiidiot:
Sekolah memang ngga ada gunanya! Ngabisin uang, buang-buang waktu.
He he,
Yg ngga sekolah mah sayah,
absen- absen terus,
Hoho.
hooo..hooo
orang yang berpikir sekolah tidak ada gunanya pasti akan menghasilkan sebuah kenyataan “SEKOLAH MEMANG TIDAK ADA GUNANYA”
begitu juga berpikir sebaliknya
segala sesuatu itu bermula dari pikiran
baik atau buruk
kuat atau lemah
benar atau salah
sempurna atau cacat
itu semua pikiran yang menganalisanya
jadikan sekolah itu berguna jika berguna
karena yang terpenting adalah bagaimana diri kita menjalani sekolah itu
jika niatnya
-pengen nyontek mulu
-pengen bolos
yah mang ‘gak ada gunanya
sukses atau gagal kehidupan setelah kita menuntut ilmu tidak menjadi masalah
yang terpenting kita melewatinya karena meski sulit, ilmu itu berguna,
Yep, betul itu. Karena itu saya menghimbau di baris paling bawah, lebih baik belajar buat ilmu.
sekolah buat cari teman,soalnya kalau mau cari ilmu ya cari aja di buku2 ilmu pengetahuan,atau belajar pada ahli ilmu pengetahuan.ok
Jadi apakah fungsi primer sekolah adalah untuk relasi?
CMIIW.
biar pinter, ntar kalo udah pinter bisa digunain buat ngejer harta, tahta, wanita…
Klo gak ada gunanya mungkin skrg tinggal di gua kayak jaman prasejarah dulu. Buta huruf, gak bisa ngitung.. Peace aah
@bodrox:
Pinter ilmu atau pinter apa nih?
@Fat_mike:
Kalau dasar-dasar tentu dong… tapi kalau yang sudah tingkat lanjut kayak pas SMA gitu gimana?
setuju.. tapi gak semua. satu hal yg gue benci dari sekolah cuma waktu belajarnya yg panjang… bayangin aja sepertiga dari satu hari abis cuma buat di sekolah.. 8 jam! wasting time banget deh.
Sekolah tuh omong kosong____
-gak’ ada gunanya,
-gak’ jamin dapet pekerjaan
cz gw disekolahan tuh cuma tidur___
gw pusing__ mikirin pelajaran
so’_ apa mungkin yg gw pelajarin sekarang___
diperaktekin di tempat kerja__
dasarnya_kan dapet kerja & dapet uang banyak___TT
Sekolah…
Jelas perlu lah
Klo ga pernah sekolah kan ga bisa baca tulis, mana bisa bikin blog.
Ya nggak?
yups… bener tuh…
ayo demo…
yaaar donk, gw setuju bangat sama ‘apa mengapa dan bagaimana’
)
Klo ga skola mana bisa mu itu tahu menaip?