"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.
Amin."
- Cin(T)a
Xaliber von Reginhild Deathlock
Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.
Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.
Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.
Jangan Asal Copy-Paste!Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Dengan ini saya juga mau bilang bahwa mungkin ini kesempatan terakhir dalam 2 minggu ini untuk blogging dan internet-diluar-pelajaran lainnya…
*siap-siap UAS*
*harus baca-baca Marxisme dan komunisme lagi buat seminar*
*ada yang bisa bantu pengertian jelas dari Marxisme?*
Gambarnya abal! Udah tau punya drawing pen (emang pulpen ga bisa dipake buat gambar?)
Halah… Orang katanya mau seminar malah internetan…
Itu pesannya pasti ttg: “orang-dobo-yang-nanya-jawaban-kepribadian-orang-lain”
Maklum, full Photoshop cuma dengan mouse.
Scanner rusak sih. Pakai drawing pen juga ngga begitu pengaruh kayaknya.
Ya, asumsikanlah begitu.
Kok ditulisnya drawing pen juga? Emang gambar dilayar komputer pake pul”pen” bisa muncul?
Bagaimana ini, Prrradipa… Ayo, dicoba-coba, sss… Mana Prradipa… Salah gapapa, ayo maju, dicoba-coba…
Ohiya, sori lupa. Komen sebelumnya, buat anak SMP Labschool pasti tau…
Ja ja…
Salah dikit gapapa.
Lebih tepatnya, murid sekarang nggak merasa benar kalau setidaknya tiga di antara empat orang di depan, samping, dan belakangnya sama dengan jawabannya sendiri.
Solideritas itu penghancur manusia…
@steax:
):)):))! Ada benernya juga sih, solidaritas penghancur manusia.
Wahahahahahahahaha
Mau tau artinya kalau nyontek pas psikotes?
Berarti yang nyontek itu pasti hantu yang mati ketika sedang mencari jati dirinya.
Ya, gitu, deh…
nonjok bgt hhe
Gud luck deh…
My school is worse…
Mau tau tentang communism? sana tanya gunyu.
Di sekolah *ahem* kecengan gw, di kelasnya tuh benar2 anti-nyontek pas ujian. Nyontek pas ujian? Musuhin seminggu!
Karena Psikotes saja tidka mau dapat remed…
Ini bukan pengalaman pribadi kan? Btw, apa nyontek itu perkara baru di pendidikan kita?
Baca Kapital I, Kapital II, dan Kapital III.
Pencemaran nama baik!!
Hah? Psikotes masih pake acara nyontek? /swt
@steax:
Kesimpulan yang bagus.
@Cynanthia:
1. Ternyata memang benar rumor bahwa di sekolah saya banyak roh gentayangannya.
@Kang Oedin:
@skii:
@Uchiha Miyu:
Yang penting jangan nyontek saya.
@Cynanthia:
Jangan justru messenger of justice-nya yang dimusuhin seminggu.
2. Wah! Ini yang bagus dan luar biasa.
@Mihael “D.B.” Ellinsworth:
Bener-enggaknya belakangan.
Yang penting kelihatan pinter.
@annots:
Yang pasti saya bukan pelaku.
Memang bukan perkara baru, tapi kalau dalam hal ini kayaknya agak baru.
@rozenesia:
Wat is Kapital I, II, III?
@Dream Maker:
Begitulah…
Buku-buku Karl Marx yang tebalnya (plus harganya) itu lho… laknat!!!
@rozenesia:
Makanya nabung dulu
Tapi saya juga benci buku tebal, sih
Menyontek saat psikotes..
Di ruangan saya juga begitu lho.. saya dengar anak-anak di belakang saya tanya-tanya soal psikotes yang bagian itung-itungan itu lho.. hilarious..
Dasar anak muda jaman sekarang *merasa tua..*
Btw, gapapa dip ya.. sebagai manusia yang tergabung dalam klub ‘pecinta mouse’ (?) saya tahu kalau menggambar menggunakan mouse itu SANGAT AMAT SUSAH SEKALI!! Itulah sebabnya saya tidak pernah menggambar langsung di komputer, soalnya menarik garis dengan mouse itu Masya Allah.. susahnya minta ampun. Buat warnain doang–yang notabenenya cume urek-urek campur-campur warna–aja sulit!
Psikotes itu nilai minimum supaya gak remednya berapa ya?
Yang suka bikin saya bingung, itu karena walaupun saya sangat buruk kemampuannya dalam beberapa bidang studi, teman-teman tetap akan menanyakan saya.
“Pssst, nomor empat apa?”
“Nggak tahu pastinya, ini kira-kira, jadi jang–”
“Uda, ga apa-apa! Apaan?!”
“Saya sih B…”
(kalau saya salah, biasanya nanti di akhir tes akan dicacimaki…
)
@rozenesia:
Ah, kalo begitu mendingan saya tamatin On War dulu deh.
@Cynanthia:
Kalo saya selama bahasanya bukan ‘bahasa Hitler’ atau ‘bahasa Nasikun’ sih nda apa-apa.
@Ash:
Rupanya bukan cuma ruangan saya seorang.
Iya, memang gambarnya sangat susah. Makanya jangan heran kalau hasil gambar diatas rada aneh.
Eh, coloring ada teknik pewarnaannya? Selama ini saya cuma mengandalkan brush ngasal dan mainan layer aja…
Ajarin tekniknya dong.
*minta dihajar*
@yarza:
110, kayaknya.
@steax:
Kayaknya pada ngga betah kalau ngeliat jawabannya kosong.
Nggak bisa, kudu Kapital the series…
Marx banget sih…
Rasa-rasanya kalau mudah, ada buku terbitan tahun ini, judulnya: Biografi Karl Marx, hampir bersamaan terbitnya sama buku Max Weber tuh.
Yah… Kalo ditanya sih masih mending… Dibanding
“Woi! Nomer ini jawabannya gimana?”
“Eh, goblok lu, ini kan esai, masih nanya lagi.”
“Udah lah, sini gw liat” [ngerebut kertas ulangan orang]
“…”
Psikotes emang soalnya gimana sih? Gak pernah ngambil sih
Bacaan panjang komunisme disimpan untuk lain waktu dulu deh.
Mau fokus ke bacaan panjang yang peperangan buat kartul.
Tapi kalau ada bacaan singkat komunisme gapapa.
*note: saya bukan pro-komunisme maupun seorang komunis*
@Dream Maker:
Ada yang begitu kok.
Soalnya ya ngetes kepribadian diri.
aku jadi gak ngerti kenapa mereka mau nyontek /swt
walah, ternyata ada juga yang memakai jalan nekat itu o.o???
Itu sih perkara biasa.
Terutama buat ulangan harian.
Bantuin di sejarah ya?
*digeplak*
Dalam hal ini, saya orang yang rada pelit.
Ngerti kok, ngerti.
Jadi orang yang pelit dalam hal beginian wajar kok, saya juga agak pelit, tapi malesnya kalo orang yang dipelitin itu balas dendam [sialnya, kadang balas dendamnya agak keterlaluan -_-]
lah psikotes ko nyontek!!
mhuahuahuahuahua….
saia juga fernah dimintain tolong, buad ngajarin kawand saia, soale besokna bliau mo ada psikotes…
fadahal saia uda bilang kalo itu yang dicari bukan nilai…
tafi ya…
begidulah…
@Uchiha Miyu dan Dream Maker:
@rezco:
Begitulah.
@Hoek Soegirang:
Siyalan…
*sabar Nas,…jangan ngebunuh orang lagi*
Hush, ini Marxisme. Nggak murni langsung ke Komunisme.
BTW, Ndak sekalian si F. Engels?
Gyahahaha..
Psikotes nyontekk.. Ada remidi gitu ya?
@Lemon S. Sile:
Kenapa?
@rozenesia:
Engels seringnya dikait-kaitkan sama Marx, jadi cukup Marx-nya aja dulu… lagian bahan bacaan yang segitu buat bacaan sekunder kayaknya juga udah cukup banyak.
@RaveIt:
Ngga ada remidial, makanya nyontek.
Sekolah gw ada jarkom jawaban US via sms loh….
I hate those jerks!
Itulah… semakin ke depan, semakin mengerikan dan merugikan.
sebenarnya kita tidak bisa mengelak atau menutup diri,sebenarnya kita juga ngitu kali ya….makanya kita harus kalau menegur dengan sepreposional ya…..
Harus sadar diri sebelum menegur maksudnya?
Ah jadi malu… ingat masa lalu… Tuhan ampunilah aku…