
Di tengah-tengah kebingungan, kepusingan, dan keragu-raguan saya, saya memutuskan untuk merilis entri ini saja. Kali ini intermezzo beneran, ngga kayak kemarin yang masih rada mikir. Yah, lumayanlah sedikit senyum (halah) bisa melepaskan stres di pikiran saya yang sedang penat ini. Jadi ngga terus bingung dan bisa senang bersenang-senang. Semoga.
Bah, cukup omong-kosongnya. Buat yang mau cari topik lain yang lebih berat, silakan jelajahi halaman indeks saya… tulisan kali ini murni untuk senang-senang saja. You have been warned.
. . .
. . .
. . .
Bagi Anda yang sempat menjelajahi blog ini, mungkin judul ini terdengar familiar. Ya, betul, bisa dibilang ini adalah sekuelnya dari kisah yang itu.
Tapi buat Anda yang belum familiar, tenang saja. Lihat saja dulu halaman indeks saya, karena saya tak akan menjelaskan secara panjang lebar lagi cerita yang sudah lalu dan kini akan berkisah hal yang lain lagi…
. . .
Tahukah Anda apakah Mercedes-Benz itu? Tentu tempe tahu. Ia adalah sebuah merek kendaraan transportasi darat buatan bangsa Jerman yang terkenal akan kemahalan harganya yang sampai-sampai menembus langit ketujuh. Mahalnya naudzubillah min dzalik. Mungkin cuma para engkongloberat konglomerat dan anak-anak pejabat yang gawul yang bisa menggapai mobil itu. Minimal buat gaya biar terlihat keren dan bisa menggaet wanita-wanita pujaan mereka supaya bisa disetirin pulang kepadaNya gara-gara nyelonong lampu merah ke rumah masing-masing.
Yah, pokoknya itulah sekilas tentang Mercedes-Benz. Mobil keren yang harganya mahalnya minta duit ampun. Kalau melihat logonya yang macam ini, mungkin identiknya dengan eksklusifitas. Mungkin ada juga yang kepikirannya itu mobil buat para kapitalis-kapitalis busuk. Tapi lupakanlah pikiran-pikiran negatif itu dulu. Tahukah Anda, bahwa sebenarnya logo dari produser mobil mahal itu justru mempengaruhi lambang besar lainnya, yaitu lambang yang melambangkan perdamaian?
Ya, betul, kita semua rasanya sudah tahu apa arti dari lambang yang terlihat di samping. Lambang yang melambangkan perdamaian. Tapi sejarah munculnya lambang itu sendiri, seperti yang saya katakan sebelumnya, justru cukup bertolak belakang — secara tema. Bagaimana bisa sebuah brand mobil mempengaruhi lambang perdamaian, padahal keduanya tak ada kaitannya sama sekali? Segalanya diawali dengan ‘peperangan’ antara satu pihak dengan pihak yang lainnya.
***
Alkisah, saat itu hiduplah seorang aktivis kedamaian yang muak melihat kejamnya peperangan. Layaknya manusia normal lainnya, ia lebih mencintai kedamaian dibanding peperangan, dan sedang berusaha untuk mendirikan sebuah organisasi yang mengusung nama perdamaian. Tapi, ia menemui sebuah kendala. Lambang. Dia tidak menemukan lambang apa pun yang cocok bagi organisasinya. Pakai huruf V (melambangkan peace), takut dikira kelompok Vandalisme. Pakai huruf PO (Peace Organization), kesannya terlalu norak. Dia pun bingung. Hingga suatu hari, terjadilah suatu peristiwa yang inspiratif.
Saat itu perusahaan Mercedes-Benz sedang dalam masa jayanya sekarang juga sih. Mobil-mobilnya laku keras di pasaran, banyak orang yang menyukainya. Maka sudah sewajarnya jika suatu hari perusahaan itu pasti akan kedatangan seorang pencuri. Dan, memang betul, perusahaan itu suatu hari kedatangan seorang pencuri.
Pencuri itu entah bagaimana berhasil menyusup masuk ke dalam pabrik Mercedes-Benz. Dengan matanya yang melirik tajam, di dalam ruangan yang penuh dengan mobil-mobil itu dia mencoba mencari-cari cara supaya bisa mengambil mobil mahal itu dari kandangnya tanpa ketahuan. Dia pun mulai mengelilingi bagian dalam pabrik itu, yang notabene sedang tak ada penghuninya karena sudah larut malam. Sayang, dewi keberuntungan tak sedang berpihak padanya.
Sewaktu lagi berusaha menjalankan misinya, tiba-tiba muncul tiga orang penjaga bertubuh kekar dengan senternya yang menyala terang. Tiga orang itu salah satunya adalah si pencetus organisasi kedamaian yang tadi — yang beda sendiri yang lain karena badannya yang kurus kerempeng. Melihat orang-orang bertampang menyeramkan itu, spontan si pencuri langsung kaget dan lari terbirit-birit. Namun kecepatan larinya rupanya tak bisa menyaingi para penjaga yang sudah terlatih untuk mengejar maling macam dia. Alhasil, dia pun digebuki tanpa ampun. Si pencinta kedamaian itu hanya bisa menonton rekan-rekannya menghakimi si pencuri.
Sebelum beberapa gebukan dilancarkan lagi untuk meregangkan nyawanya, si maling berusaha memberikan last minute effort. Dengan sekuat tenaga, ia memohon ampun, “Mercy! Mercy!” Para penjaga yang sedaritadi memukulinya sekonyong-konyong berhenti. Tidak tahu harus berbuat apa lagi, si maling mencoba meminta permohonan ampun sekali lagi, kali ini sambil menunjukkan lambang Mercedes-Benz yang tergeletak di dekatnya — lambang yang seharusnya ditempel di mobil tapi belum ditempel — dengan harapan gilanya, siapa tahu mereka juga mau membagi sedikit dari penghasilan perusahaan tersebut. “Mercy! Mercy! Please give me mercy…” ujarnya lagi.
Karena tampang si maling yang sudah sangat memelas, akhirnya ia dilepaskan. Bagaimana pun para penjaga itu juga masih punya hati. Tapi rupanya gara-gara tindakan si maling ini, si pencetus organisasi kedamaian itu pun sekonyong-konyong mendapat pencerahan dalam pikirannya. Ia pun tahu lambang apa yang harus digunakan untuk organisasi yang akan ia buat itu.
Keesokan harinya, jadilah ia menemukan lambang yang pas bagi organisasinya. Lambang itu merupakan lambang garis vertikal dengan tiga kaki yang dikelilingi oleh lingkaran diluarnya. Usut punya usut, rupanya ide dari lambang ini timbul setelah memodifikasi lambang dari perusahaan Mercedes-Benz yang serupa. Niat ini muncul setelah si maling meminta permohonan ampun sambil membawa-bawa lambang perusahaan otomotif tersebut. Karena pengampunan cukup identik dengan perdamaian, akhirnya si pencetus organisasi itu menjadikan lambang Mercedes-Benz itulah sebagai dasar dari lambang organisasi perdamaian ciptaannya — semua karena maling tersebut. Dan hingga sekarang ini, lambang itu pun dikenal luas sebagai lambang perdamaian dunia.
***
Begitulah kisah bagaimana lambang perdamaian itu bisa tercipta. Jadi rupanya lambang aneh yang mirip dengan cakar ayam dibalik ini mempunyai latar belakang yang cukup mengharukan (apa coba?) dan justru dipionirkan oleh seorang pencuri yang meminta belas kasihan dengan lambang sebuah perusahaan otomotif. Sayang, nama pencuri itu pun tidak diketahui hingga sekarang dan terlupakan begitu saja.
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .



ini true story? Lg stress aja postingannya bagus…
Wah, apakah beneran terjadi atau ngga saya ngga tahu.
Bercandaan aja. Kalau beneran terjadi diluar tanggung jawab saya.
Halah, dah besar2 ditulis JFL…
Itu logo khas serial ini.
kaya kata bang roma:
“banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai…”
baru tahu saya kalau lambang perdamaian diinspirasi dari lambang mercedes benz…
Ini JFL lho.
Tidak ada yang benar-benar benar di JFL.
…………
Mercy = Mercedes-Benz?
cape de..panjang bgt,jd ga lucu klo panjang…..
@p4ndu_454kura:
Sebenarnya saat itu sang maling sedang meminta pengampunan (mercy/belas kasihan). Tapi di kemudian hari, salah satu satpam yang memukuli sang maling memakai istilah “Mercy” untuk menyingkat Mercedes-Benz. Alhasil, maka nama Mercy lah yang lebih kita kenal saat ini…
*ngawur*
@peace:
Hmm… kepanjangan ya? Oke, lain kali akan dipersingkat.
Lucu juga yah… itu beneran gk?
* JFL itu apaan ? *
Beneran atau ngganya saya ngga tahu. Yang pasti itu karangan saya.
JFL itu… lihat saja di entri JFL yang sebelumnya.
Jayuz, kan ? Bisa jadi saya enggak percaya.
Kalo karangan sendiri sih saya 100% gk percaya
* siap-siap kabur *
[ketawa gak jelas lagi] [dilemparin sendal supaya cepetan pergi les]
Fufufu, sulit sekali membayangkan wajah es itu bikin cerita jayus macam ini…
Dip… Kamu…
Bener-bener mirip koko-ku -_- tukang jayus dengan tampang es
@Mihael “D. B.” Ellinsworth:
Jangan dipercaya.
@Strife Leonhart:
JFL selalu original 100%.
@Dream Maker:
Haha ha.
GYAHAHAHAHA!!! HAVE MERCY!!! HWAHAHAHAHAHAHA!!!!
“Mahalnya naudzubillah min dzalik.”
BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!
Hooo… jd originx lambang Woodstock peace gitu toh…
Wait a minute? Is it true? O_O
JFL por eper!
Oooh.. ini cerita beneran! Wow! Hilarious!
*gampang dibohongi*
Buset dah ni anak, bikin satu entry intermezzo saja seperti membuat cerpen
tapi bagus kok, buat refreshing, daripada mikirin yang berat-berat melulu (barbel, gajah)
Btw, kapitalis apa sih sebenarnya? Saya ngasal banget waktu TO FSRD hari sabtu lalu itu..
@Uchiha Miyu:
Sebenarnya lawakan Mercy sempat saya buat untuk humor gangster… tapi ngga jadi.
JFL 100% karangan.
@Ash:
Memang kepanjangan kayaknya untuk tema macam kok bulutangkis (ringan) kayak gini.
Hmm… kapitalis, singkatnya, orang yang menganut sistem bahwa setiap sektor produksi dimiliki secara perorangan, bukan pemerintah (sistem pasar terbuka). Jadi kalau kapitalisme sempurna, kalau ngga salah, harga-harga di pasar-pasar bisa melambung tinggi, tergantung keinginan si kapitalis. Disini, para buruh (proletariat) dijadikan kaum pekerja oleh para kapitalis. Singkatnya, kapitalis = lawannya komunis.
Sama, FSRD kemarin juga ngasal.
Cuma kebayang pas Revolusi Industri aja, jadi gambar pabrik.
Gambarnya apa?
Wakakakaka!!!! Original Xali toh.
Keep it up.
“Dip… Kamu…
Bener-bener mirip koko-ku -_- tukang jayus dengan tampang es”
Setuju sama njel.
Di internet, tak ada yang tahu seperti apa tampang saya ketika menulis ini.
Si bos : Siapa? Saya? Saya sih pas kapitalis gambar siluet kota-kota (nggak tau dah tu maksudnya apa) Kacau banget dah.. sampe bingung sendiri saya
Iya.
Menggambar kapitalisme dengan modal garis-garis zig-zag…? -_-
Hoo… saya juga ngaco. Salah satu “tema” yang tersusah di tes itu.
Paling enak sih gambar yang tes pertama… Tinggal milih.
Saya cuma gambar kemacetan gara-gara kumpulan pendukung tim sepak bola dari sudut pandang bird view aja. Disitu milihnya apa, dan gambarnya apa?
Saya juga pilih itu lho bos..ambil dari sudut pandang supir mobil. Jadi area gambarnya dengan sukses saya persempit menjadi sebesar kaca mobil depan saja
karena saya harus menggambar dashboard, tape, AC, dll perangkan bagian jok depan mobil itu..
Hoo… mirip Fare ya berarti? Tapi kalo Fare dari depan mobil.
Banyak gambar-gambar detil. Berhubung saya ngga bisa gambar bagus jadi ambilnya dari bird view aja, haha.
Repot ya gambarnya?
mercy tuh… kalo kita mau lewat depan org org… biar sopan.. kita ngomong: “Mercy” mass….
itu misi… hehehehe