Kisah si Tom dan si Jerry

Setelah sebelum-sebelumnya saya mengisi blog ini dengan hal-hal yang berat (tapi ngga jelas) dan karya-karya sastra yang masih amatir, sekarang akan saya coba untuk diisi dengan intermezzo sebentar… :P

tom-en-jeri.jpg
“Si Kucing dan si Tikus”

Ini kartun klasik, rasa-rasanya sudah pernah didengar oleh sebagian besar pembaca. Soalnya dari zaman saya masih SD (halah, kayak udah tua aja), kartun ini sudah ditayangkan di stasiun televisi domestik. Itu sudah 10 tahun yang lalu kayaknya. Dan sampai sekarang, nama kartun ini masih saja berjaya — bahkan di Cartoon Network sendiri masih marak-maraknya diputar.

Pernah menonton kartun ini? Film ini berkisah tentang seekor kucing besar berbulu biru bernama Tom — lengkapnya Thomas — yang seringkali berseteru dengan seekor tikus kecil coklat bernama Jerry. Perkelahian mereka berdua selalu dibumbui adegan kocak, meskipun kadang terlalu sadis, yang mana biasanya berakhir pada kekalahan si Tom dari Jerry. Ya, ini memang fabel, layaknya kartun-kartun lain yang mengangkat hewan sebagai tokoh utama.

Nah, kalau mas Fortynine punya persepsinya soal konspirasi yang melatarbelakangi cerita Tom and Jerry, maka saya juga punya persepsi sendiri soal cerita yang melatarbelakangi kisah kartun tersebut.

Berhubung saya bukan orang yang fokus pada konflik masalah agama X dan Y maupun masalah internal agama tertentu, jadi mungkin saya ngga akan menaruh sisi agama dalam entri ini. Karena saya lebih tertarik dari kajian sejarah, maka saya akan bahas secara historis — dengan sederhana.

Jadi begini, kisah dari Tom and Jerry itu sedikit banyak, menurut saya, didasari atas kisah dari Perang Dunia II.

Pertama mari kita lihat dulu karakter Tom, si kucing besar yang seringkali berbuat bodoh. Tom itu layaknya Amerika Serikat. Sebuah sosok yang berwujud besar, berkekuatan fisik besar, dan sekilas terlihat menyimpan kekuatan yang berbahaya dibaliknya. Tapi ternyata justru sebaliknya, si kucing yang satu ini justru tidak memberikan ancaman sebesar apa yang digambarkan oleh wujud fisiknya. Bisa dilihat tindakan-tindakannya yang cenderung bodoh, justru membimbingnya ke kekalahannya sendiri.

Persamaannya dengan Amerika Serikat ketika masa Perang Dunia II adalah: Amerika Serikat sama-sama besar (secara regional), berkekuatan fisik besar (penduduknya banyak, tentaranya banyak), dan dengan kedua hal itu, tampak seperti kekuatan laten yang berbahaya. Tapi nyatanya, Amerika Serikat tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan teman-temannya. Dan saya yakin, kalau dia dilepas sendiri secara kekuatan militer, mungkin dia tidak bisa berbuat banyak — saat itu yang kekuatan Angkatan Daratnya terkenal adalah Jerman, Angkatan Lautnya adalah Inggris, sementara Angkatan Udaranya saya tidak tahu. :P

Kembali ke Thomas, si kucing biru ini juga tidak bisa berdiri sendiri. Dia punya koneksi yang luas, punya teman-teman kucing yang lebih banyak dan biasanya lebih berguna dibanding dirinya sendiri. Biasanya kucing-kucing preman yang sering nongkrong di tempat sampah untuk cari makan. Nah, kita juga bisa melihat kesamaannya dengan Amerika Serikat disini. Amerika Serikat punya Inggris, Perancis, dan kawan-kawan lainnya.

Selain itu, menurut Oxford English Dictionary, nama Tom biasanya digunakan sebagai nama-nama kucing domestik di Amerika Serikat. Jadilah dia, sebuah imej bahwa Tom adalah Amerika Serikat. Kalau mau maksa, warna bulunya yang kebiruan itu juga mirip dengan bendera Amerika Serikat yang berwarna biru. :P

Sekarang mari kita lihat si Jerry. Tikus coklat yang penuh siasat meskipun bertubuh kerdil dan secara fisik tidak bisa menandingi Tom. Selalu ada saja akalnya untuk mengelabui kucing besar itu dan membuatnya tunduk kepada sang tikus. Nah, berhubung Jerry merupakan musuh besar Tom, maka siapakah musuh besar Amerika Serikat saat Perang Dunia II? Tak lain dan tak bukan, ialah bangsa Jerman dibawah komando partai Nazi. :D

Persamaan Jerry dengan bangsa Jerman kala itu kelihatannya cukup jelas. Jerman memiliki daerah negara yang cukup kecil (tidak termasuk daerah jajahannya), kekuatan fisik yang terbatas, dan dengan itu tidak kelihatan seperti ancaman besar. Tapi Jerman punya orang-orang pintar serta teknologi yang canggih, sehingga mereka bisa menciptakan senjata perang yang bisa menyaingi teknologi Amerika Serikat — bahkan tank Jerman yang bernama Tiger II pun masuk peringkat 3 besar tank terkuat sepanjang masa, berada tepat dibawah M1 Abrams, tank Amerika Serikat dengan teknologi modern.

Selain itu, Jerry juga punya koneksi yang luas, bahkan menyeberangi lautan — sempat digambarkan ia punya saudara jauh dari negara lain. Hal ini kiranya juga serupa dengan Jerman, yang pada perkembangan Perang Dunia II berhasil menyentuh negara-negara lain dan membuat mereka berada di bawah bendera Jerman Nazi. Sementara untuk nama Jerry sendiri, menurut Oxford English Dictionary, merupakan sebutan untuk orang Jerman ketika Perang Dunia II.

Jadi, dengan ini saya menyimpulkan bahwa film ini bisa jadi dilatarbelakangi oleh Perang Dunia II. Dimana Tom sebagai kucing Amerika Serikat, yang memiliki kekuatan besar namun pada aslinya tak sepintar kelihatannya (butuh backup), sementara Jerry sebagai tikus Jerman Nazi, yang kecil namun cukup licik dan penuh siasat sehingga bisa mengalahkan musuh-musuhnya yang lebih besar dari dirinya sendiri. :D

PS: Untuk lakon Spike, anjing bulldog berbulu abu-abu yang sangar itu, kayaknya bisa ditempatkan oleh Uni Soviet. Ya, memang benar kalau Uni Soviet kala itu merupakan musuh bagi Jerman (yang bertindak sebagai Jerry), tapi Uni Soviet sendiri sebenarnya tidak benar-benar akur dengan Amerika Serikat. Mereka bisa akur karena sebuah common goal yang mau dicapai saat itu. Terbukti, setelah Jerman dikalahkan, negara komunis dan liberalis itu saling berseteru dalam Perang Dingin.
PS 2: Apakah ini satu seri dengan filosofinya Bleach? Bisa jadi. :P

49 thoughts on “Kisah si Tom dan si Jerry

  1. @warnetubuntu:
    Iya, mas. Tahun 40-an. :)
    Analogi ini cuma sekedar mengira-ngira aja. :P

    @c Lover:
    Semua kartun keluaran dulu kayaknya juga begitu. :? Lihat saja Drippy & Drupple (CMIIW kalau salah judul), Coyote & Road Runner, dsb.

    @Uchiha Miyu:
    Cuma perkiraan, sama kayak konspirasi Yahudi-nya mas Fortynine. Jadi ngga perlu tanya-tanya. :P

    Gambar Donald itu saya sudah pernah lihat dari Marshall. :?

  2. Tom dan Jerry ? Itu tontonan saya sampai sekarang. Sebetulnya saya malah tidak pernah mengaitkannya dengan apapun. Itu adalah murni sebuah tontonan yang kocak. Kalau dikait – kaitkan dengan agama dan negara, tentunya tidak lucu lagi. :D

  3. wah, jadi membicarakan PD ya?

    Begini.. menurut rumor yang beredar tidak luas. Amerika lebih memilih mengebom Jepang ketimbang Jerman. Kenapa? karena mereka masih ada darah Eropa. memang tidak semuanya Arya. Namun tentunya mereka masih punya ikatan sudara cukup jauh dengan Jerman. Khususnya Eropa.

    Karena kita tau bahwasanya penduduk asli Amerika adalah Indian (kulit merah).

    Maka, daripada menghancurkan sesama kulit berwarna. lebih baik mereka menghancurkan kulit kuning.

    Mungkin itu juga sebabnya diceritakan sesekali Tom dan Jerry berkawan baik.

    Tapi Amerika selalu sok tidak akur dengan Sovyet. meski bagaimanapun juga sebenarnya mereka masih saling menghargai….

    he he he… Ngawur sekali komentar saya….

  4. @Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    Untuk menikmatinya sebagai hiburan memang benar terasa… :P
    Yah, lagi iseng saja. Kebetulan kemarin habis buka-buka kamus soalnya. :)

    @Fortynine:
    Jerman memang alat yang lebih bermanfaat bagi Amerika… Sun Zi kan juga mengajarkan untuk tidak memusnahkan apa pun yang masih bisa dimanfaatkan. :P

    Oh ya, soal kedekatan Tom dan Jerry malah lupa saya cantumkan. :P Terima kasih sudah disebutkan, that’s the point. :D

  5. WOW! baru kali ini liat Tom & Jerry dari sudut pandang kayak gini. AWESOME!

    Saya paling males sama kartun ini. Isinya Unlimited violance! Gila lah.

    Tapi oke juga ya kalau dipikir kayak gini.

    Tapi, tetep males nonton. Dan tidak menyarankannya.

    Hehe… salam kenal

  6. Bah, katanya intermezzo doang, tetep aja nyambung2nya ke hal berat seperti PD.. dasar..

    Lagi tidak mau berpikir.. saya pribadi tidak menggunakan otak saat menonton tom & jerry, jadinya ya tak berpikir hingga ke PD 2.. tapi setelah baca entry si Bos, rupanya nyambung juga antara keduanya..

    Btw, terlepas dr filosofinya, saya rasa tom & jerry terlalu sadis untuk anak-anak.. kayaknya.. ya gak sih? Kalau kita2 yg udah remaja atau minimal anak umur sepuluh tahunan yg nonton sih rasanya tak bermasalah, tapi kalo anak-anak yang lebih kecil.. ah, entahlah.. kenapa saya jadi mikir??

  7. @nuragus:
    Cuma analogi sederhana kok. :P
    Salam kenal juga. :D

    @Strife Leonhart:
    Yang saya ngga begitu suka dari Tom and Jerry adalah bahwasanya Tom selalu jadi bulan-bulanan. :|

    @Uchiha Miyu:
    Dicek setelah komputer bisa berjalan lebih cepat. :P

    @Ash:
    Ide ini sendiri muncul justru pas lagi baca kamus kok. :P
    Iya, memang Tom & Jerry itu wujud kekerasan yang dihaluskan. :? Makanya mungkin itu bisa menanamkan beberapa cara bercanda yang kurang baik.

  8. Ping-balik: JFL Pt 2 « Deathlock

  9. Ping-balik: Born to Curhat? « Celoteh Bebek Jamuran…

  10. Walah, bisa juga kepikiran kayak gini – -a

    Waduh, lupa mau komen apa… -_-

    Eh iya, apa Jerman sama AS gak bisa hidup tanpa satu asma lain? Kalau di Tom & Jerry kan mereka gak bisa hidup tanpa satu sama lain :lol:

  11. Klo negara kita apa ya? Dulu pernah mendapatkan julukan sebagai Macan Asia. Kini…..cuma jadi macan Ompong
    – Persenjataan TNI/Polri sudah pada kuno, gak jaman Lagi
    – Perekonomian kian merosot seiring dengan merosotnya moral Pejabat dan para wakil Rakyat
    – Dibidang Olahraga, Vietnam sepertinya sudah bukan tandingan kita lagi…
    – Alam kaya raya, tapi banyak rakyatnya yg miskin dan kelaparan, ngantri beras dan minyak dimana-mana

    ….

    Mudah-mudahan saja, kita tidak terperosok semakin dalam. Ayo bangkit Indonesia ku..

  12. wakakaka… aku nonton ginian sejak masih pake Video Tape.. Ta Pe… wakakak… Cara muter baliknya musti pake alat reverse dulu, baru bisa menonton ulang.

    yang paling gw suka adalah yang dari “Chuck Jones”, karena mimik muka (expresi)nya Gokill !

    Kumis nya naik turun naik turun…

    lam kenal… saya… bodoh…

  13. wahh…
    ne artikel bagus banget…
    aq penggemar berat tom n jerry lho…
    tw kan, kalo film kartun ini salah satu fil favorite Pak Habiebie…
    qm yg bwt artikel ini keren bgt…
    bye…

  14. @DensS cessario:
    Salam kenal..
    Sama, saya juga sejak masih pakai video tape.. :mrgreen: pas SD tuh saya puter berkali-kali. :P

    Hmm.. Chuck Jones? Saya lebih suka yang pas lantai rumahnya jadi es semua. :P

    @Riefa:
    Wah.. Pak Habibi nonton ini juga to? ^^;
    Thx eniwei.. :D

  15. Wah wah…bru kali ini liat crta Tom & Jerry dr sdut pndang ini!
    Tp, mungkin juga yaa…
    Lgian, film ny itu d mulai taun brapa y?? Smpe skrg masi ada.

    Kalo mnurut aku yaa…yg sbner ny slalu nyari gara2 tuh si Jerry! Soalny, sering liat mereka kejar-kejaran, pukul-memukul sm, cm krna ulah ny si Jerry. Apakah Jerry kesepian (g ada tmen main)?? Wkwkwk…ngaco ni ah!

    Hmm…stuju jg kalo Tom & Jerry d bilang sbg wujud kekerasan yg d haluskan. Udah gepeng berkali-kali, masiii aja idup. Tp, masi sadisan Happy Tree Friends sih!

  16. 1940-an. Film klasik ini. :P Sayang yang versi barunya (di Cartoon Network) IMO ngga begitu bagus; sudah kebanyakan modif.

    Haha, memang pemicunya seringnya si Jerry. Kalau mau dihubung-hubungkan ya nyambungnya ke Jerman lagi. :P Kalau Happy Tree Friends sih kesadisan yang eksplisit. Cerita horor-thriller itu. :lol:

  17. 1940-an. Film klasik ini. :P Sayang yang versi barunya (di Cartoon Network) IMO ngga begitu bagus; sudah kebanyakan modif.

    Haha, memang pemicunya seringnya si Jerry. Kalau mau dihubung-hubungkan ya nyambungnya ke Jerman lagi. :P Kalau Happy Tree Friends sih kesadisan yang eksplisit. Cerita horor-thriller itu. :lol:

  18. buraya gelebilirmisiniz burda oynamak istersenizburaya gelin jevap bekliyorum sizden hemen yarin grle bilijekmisiniz buraya ben kitancevonun 3cuncu spirkasinda gelin hemen jevai bekliyorum…….

  19. Ping-balik: Kartun Amerika Vs Tontonan Orang Indonesia « Adriano Minami Simple World

  20. tom and jerry adalah kartun favorit gue

    cerita nya selain menghibur jga sbagai temen

    tapi aneh nya kadang-kadang mereka hidup rukun dan tiba-tiba mereka bisa bertengkar lagi

    biar aneh tapi mengasikkan :-)

  21. wahh…
    ne artikel bagus banget…
    aq penggemar berat tom n jerry lho…
    tw kan, kalo film kartun ini salah satu film favorite Pak Habiebie…
    qm yg bwt artikel ini keren bgt…

  22. I have not seen Manjha so can not comment on the films inclusion. But if you watch Danny Boyles Trainspotting, and his obsession or fascination for depiction of lowlife, you will be able to put this in the right perspective. He has a right to pick a subject that he likes, just as Karan Johars and SRKs have an obsession for depicting high life, where most Indians living abroad seem to have private planes, drive Lamborghinis, wear DKNYs and are into S&M. You could complain why Karan Johar does not make realistic movies about ordinary Indians. Its good to have diversity among filmmakers in terms of the themes that they feel passionate about, leaving the choice entirely to the viewer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s