Mengingat Yang Lalu

Wonsul menatap langit

Grah. Berhubung niat awal kemarin rada terlalu berantakan, akhirnya saya putuskan untuk lebih dispesialisasikan saja. Buat yang ngga tertarik entri kali ini, silakan lihat dan gunakan entri kemarin. Tapi buat yang masih tertarik silakan dilihat.

Ngga begitu mengharapkan adanya junk

Di padang rumput luas terhampar
Nisan kelabu banyak tersebar
Dengan tubuh-tubuh terkapar
Di dalamnya, kubur dunia terlempar

Masa berlalu, waktu berganti
Bukan membiarkan yang tak perhati
Namun menoreh ingatan di hati
Catatan peninggalan sebuah memori

Mereka, yang terlupakan oleh sejarah
Namanya memberi ingatan bertuah
Terlupakan oleh belaian bermewah
Untuk terkujur beku, terhapus darah

Dunia berubah, masa berlalu
Lantunan juang terhapus waktu
Tercatat oleh yang merasakan pelu
Terlupa oleh perasa hidup baru
Tersisa hanya untuk membeku

Ketika tunas menerobos tanah
Melihat cahaya terang secercah
Berharap sinar yang cerah
Hanya bertemu awan kelabu terarah

Tak ada yang benar kumau
Tak ada kecuali satu
Air yang tersiram biru
Murni, suci, tak lagi kaku beku

Tersadar, tumbuh dari berharap
Menyibak awan kelabu gelap
Benar secercah terpancar kerap
Sayang,
Hanya setitik harap
Menumbuhkan kekecilan yang silap


Ah, sejarah lalu yang kelam
Tersembunyi bagai gelapnya malam
Terlupakan hingga menghitam
Pahit rasa oleh yang silam

Ah, harapan yang kosong
Tersembunyi bagai panjang lorong
Berkilau secercah kilau gorong
Pahit rasa oleh yang melolong

Akhir tak untuk menyambung
Awal bukan pula bersambung
Awan duka ikut berkabung
Harapan lalu hanya berhubung

Bukan untuk apa
Bukan pula dikata
Berada di ujung jala
Tak lepas dari petaka


Orang bilang ia malaikat
Yang lain bilang ia keparat
Merogoh waktu hingga sekarat
Melihat tersirat apa yang tersurat

Aku tak ambil peduli
Apa ia benar berhati
Atau hanya akan berjanji
Tapi ia benar mendatangi
Atas pilihan hakiki

Tamatlah, berita seorang pemuda
Yang tersekap dalam derita
Sementara atau selamanya
Berjalan diatas bara
Yang terselimuti katun tak terkira

PS: Puisi rada aneh diatas belum ada judulnya, berhubung isinya sebenarnya rada banyak. Saya ngga tahu apakah sebenarnya ini dibolehkan atau tidak dalam tata bahasa. :mrgreen: Dan harap maklum kalau bentuknya terlihat berantakan, aneh, dan tak sebagus bang Lemon atau mas roze. Maklum, masih baru dalam hal semacam ini, apalagi ini dibuatnya hanya +10 menit sambil diketik. :P

Baidewei, akhirnya saya secara resmi bisa menulis angka 1991 sebagai tahun kelahiran di berbagai media. :mrgreen: Seperti Friendster, misalnya. :P

Tinggalkan Komentar

39 Komentar

  1. Ah iya.. setelah melihat beberapa puisi karya si Bos, saya baru sadar (waduh) bos seringnya pakai gaya puisi lama ya? Yang rimanya sama, satu bait A semua, bait lain B semua, dan seterusnya..
    *nggak penting*

    Ya, saya tahu saya telat, seperti yang telah saya tulis di komen Friendster Anda. Tapi, selamat ulang tahun, Bos. Manfaatkan sisa umur dengan hal-hal yang positif.. berinteraksi sosial secara langsung, misalnya.. :D *kabur*

  2. Sempat amat malam2 nulis poem! 10 menit pula! Keren lg! ><

    “Baidewei, akhirnya saya secara resmi bisa menulis angka 1991 sebagai tahun kelahiran di berbagai media.”

    Is it my fault…? O_O

  3. nggak nyampah dulu ahh…

    hari sabtu waktunya libur :P

    met ultah…

    tipe puisinya mirip saya :P

  4. Apa ini puisi lama, tapi kata-katanya banyak yang modern sih. :?
    Nggak kayak saya aja? Nggak peduli mengenai puisi lama atau baru, yang penting nulis…

  5. uhmmm OOT
    *salam kenal aja* :lol:

  6. @Ash:
    Soalnya lebih enak, lebih keliatan pas. :P
    Tengkyu. ^^

    @Uchiha Miyu:
    Bukan salah siapa-siapa, cuma ngetrekbek aja. :P

    @saya:
    Thank god, thank you (too). :P

    @Abu Onta Al-Lesehanhallalantayyibanny:
    Saya ngga bilang ini puisi lama, tapi polanya memang puisi lama. :P Maklum, masih baru dalam hal berpuisi (tadinya justru saya paling ngga suka puisi).
    Saya cuma suka sama polanya yang teratur, keliatannya enak. :D

    @almascatie:
    Salam kenal juga. :)

  7. Dasar primordialis…

    Helehkeblek. Ngomong sejarah mlulu Anda ya?
    Diksinya agak ga sesuai sama otak saya.

    btw, seenaknya bilang Bang Lemon! :twisted:

  8. @Abu-blalala…*ribet*:
    Setuju, yang penting nulis aja…

  9. Memang sih kalau rima sama bagus.

    Tapi entah kenapa pas dibaca kok rada ndak enak di lidah ya? :-?

  10. @Lemon S. Sile
    Isinya tak hanya sejarah kok. :P Ada lain-lain…
    Maunya Bung Lemon? :?

  11. Grah, kok situ jadi hetriks? :evil:
    Kayaknya tetap enak-enak saja… entah kenapa kayak ada yang “lebih” kalo berima sama. :P

  12. @Xaliber:
    engga denger~ engga denger~

    Lu bawel sih makanya jd hetrik. sekarang empat

  13. …jangan junk. :|
    Tapi masih bisa ditolerir sih. God (have) Save(d) the King. :mrgreen:

  14. Puisinya keren, bro..
    Tapi, apa gak kepanjangan tuh?

  15. Subhanallahh!!! [junk mode: ON]

  16. @qzink666:
    Tengkyu… :D
    Iya, memang rada kepanjangan. Susunannya juga agak berantakan. :P Terlalu banyak yang mau dimuat sih.

    @Abu Onta Al-Lesehanhallalantayyibanny:
    …astagfirullah. Jangan junk, ya akhi… :|

  17. keren !! XD

  18. wah keren.. keren. Bikin mainstream baru: PLOG (puisi log). Hehehehe.

  19. Tadinya mau khotbah lagi, tapi ya sudahlah. Kasihan. :lol:

  20. @eMina:
    Thx. Tapi masih pemula ini… :P

    @hariadhi:
    Makasih, mas. :P Saya kurang cocok buat PLOG, ada yang kayaknya lebih suka buat puisi. :?

    @rozenesia:
    Kasihanilah sang pemula. :sad:

    @Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim:
    Apa yang mau diapdet?

    @Abu Onta Al-Lesehanhallalantayyibanny:
    …min dzalik. Kok? :?

  21. pemula…???

    dari hongkong…???

    kalo spam nya nggak diaktifin komennya udah 3000an lebih itu….

    blogg seperti ini kok pemula…

    yang pemula itu saya kali…!!! :evil:

  22. hooo…
    fuisi……
    ndak muden saia :P

  23. Seumur donk kita…
    Bagus jg tugh puisinya, sory gk bisa komen.. gw bacanya ntar d rumah. Biar hemat biaya geto

  24. Patriotik banget blognya yah?

  25. bloggnya patriotik…???

    ya alhi tobatlah engkau sesegera mungkin…

    seharusnya bloggmu itu bercorak agama…janganlah engkau membuat kerusakan di mu…*ditendang ampe mampus*

  26. lagunya kok panjang amat ya mas?

  27. @Abu Kuda:
    1. Saya pemula. Tak banyak yang kenal, kan? :mrgreen:
    Kebanyakan trefik aja.

    @hoek:
    Nda afa-afa. :P Sekedar melepas lelah (?).

    @Strife Leonhart:
    Ngga juga ah, blog biasa. :P
    Saya keluaran tahun 1991, saya lebih muda kayaknya. :P

    @Abu Kuda:
    2. Sst. :|

    @ardians:
    Ini puisi, kok, pak. :D Puisi aneh.

  1. Bukti lain rendahnya rasa nasionalismeku « behind my lack english, there is my lack nationalism
  2. Air Show « WeLcOmE tO Me-U’s wOrLd!!
  3. Kisah si Tom dan si Jerry « Deathlock
  4. JFL Pt 2 « Deathlock
  5. Long Way to Say Goodbye « Deathlock
  6. Ahmad Ilham Santosa ยป Tom & Jery 2
  7. Entri 564 « Deathlock
  8. One and Seven « Deathlock
  9. Nyampah? « Deathlock
  10. Entri 1015 « deathlock

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.