
“Ir. Soekarno”
Kalau merujuk pada janji saya pada akhir postingan kemarin, seharusnya kali ini saya menyuguhkan postingan yang rada-rada ngga waras. Yang rada-rada sarap, rada-rada aneh. Mungkin bakal seperti Stratifikasi Sosial Dengan Musik, atau justru JFL sekalian. Tapi, kenyataan membuktikan, saya tidak bisa. Atau setidaknya harus menunda janji saya tersebut dan menuai janji palsu.
Apa yang akan saya tulis kali ini? Singkat saja, karena memang benar sangat singkat. Saya merelakan untuk membiarkan tangan ini bergerak mengetik tulisan ini dikarenakan suatu hal yang, bisa dibilang, sangat berkesan. Walaupun hanya dilihat sekilas, tapi entah kenapa ini menimbulkan kesan yang dalam — setidaknya untuk saya. Makna dari apa yang terlintas sangat beragam, meski di pikiran saya terfokus pada beberapa hal yang spesifik saja — dan saya kira ini tidak biasanya. Terserah ini mau dibilang curhat atau omong kosong belaka. Semoga saja entri berikutnya memang benar lebih baik. Amin.
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
“Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, namun dengan sendirinya harum semerbak itu tersebar di sekelilingnya.”
Ir. Soekarno (1963)
…




JFL!!! XD *tos xali*
Benar2 quote yg bermakna.
Maknanya luas.
Gwe, gwe, gwe… Bukan gue ya!
Ayo, munculin dong entr(i)ance yg jazjuz!
Nanti.
Cis… :X
Ah…saya suka quote-nya.. Luar biasa..
Benar-benar orang besar, Bung Karno itu…
Begitu pula quote-nya..
Bermakna..
Luar biasa..
@rozenesia:
Kenapa?
@Ash:
Sebenarnya Hitler juga, sayang kutipan-kutipannya yang dimuat di media cenderung bersifat lebih ofensif.
Bung Karno memang benar orator yang hebat.
Quote yang simpel namun menggugah. Luar biasa memang.