Akhirnya. Tanpa terasa, bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini pun berakhir, dengan dibukanya hari baru yang dikenal dengan nama Hari Raya Idul Fitri. Sudah selesai bangun tengah malam untuk persiapan tahan banting, sudah selesai berpuasa dari nafsu-nafsu yang menggoda, sudah selesai pula ‘berbuka dengan yang manis’. Yah, sudah selesailah dengan segala hal itu. Sekarang sudah Idul Fitri. Waktunya makan-makan; makan opor, makan sate. Waktunya mudik; bersilaturahmi dengan keluarga, dengan yang sedarah maupun tidak.
Mungkin memang tak terasa, rasanya bulan puasa ini sudah berakhir saja. Harus menunggu tahun depan lagi untuk mengalami hal serupa. Itu pun kalau masih hidup.
Tapi memang sangat disayangkan bulan Ramadhan tahun ini. Kenapa disayangkan? Ya tentu, tahun ini adalah tahun terakhir saya menjalankan puasa di bulan Ramadhan dalam masa jenjang pendidikan 12 tahun. Setelah saya berpuasa — entah sejak dari kapan puasa saya penuh — dengan status pelajar, tahun depan sudah harus meninggalkan status sebagai pelajar dan sudah dicap sebagai mahasiswa — itu kalau lulus, yah anggap saja lulus.
Berpuasanya pun tentu juga dengan cap mahasiswa. Maka tak ada lagi itu buka puasa bareng kelas sendiri di masjid sekolah, maupun tarawih bareng kelas junior untuk alasan tertentu. Tahun depan — sekali lagi, anggap saja saya masih hidup dan lulus masuk perguruan tinggi — harus berpuasa dengan mahasiswa lainnya. Bisa jadi bareng dengan mahasiswa ilmu sosial. Atau mungkin berfilasafat ria dengan mahasiswa intelek. Tak menutup pula justru ditemani dengan mahasiswa religius yang rada ekstrim.
Yah, apa pun itu, dengan bergeraknya jarum jam dinding ke angka 6 pada sore hari kemarin, maka berakhir sudah puasa saya selama menempuh 12 tahun pendidikan dasar. Padahal puasa kali ini juga mengecewakan, tidak sebaik kemarin malah. Tarawih hanya berapa kali, baca Qur’an juga hanya di sekolah. Entahlah ini karena disibukkan dengan karya tulis, gara-gara ketimpa Uji Teknik Sontek Ujian Tengah Semester dan harus reinkarnasi mendadak, kebanyakan masalah di forum internet, atau gara-gara game FPS keren yang fenomenal baru saja dirilis. Ah, tidak, tidak. Kata Guru Sosiologi saya, ngga bagus itu menyalahkan orang lain, kebiasaan jelek orang Indonesia.
Mungkin saja kegagalan ini gara-gara kesalahan saya sendiri. Siapa suruh internetan dan main game?
Yah sudahlah. Dengan ini resmi saya deklarasikan, bahwa bulan Ramadhan terakhir saya sebagai pelajar telah berlalu; meskipun mungkin ketika menjalaninya saya dihantam oleh badai UTS, mendengar keributan yang dibuat Om Wilders, mendapat suatu kabar menjelang akhir, maupun kebanyakan menebar trekbek. Bersamaan dengan itu, kini saya juga mau menyampaikan beberapa baris kata.
Sang waktu berjalan
Layaknya angin semilir
Kini bulan Ramadhan
Sudah mencapai akhirAda orang yang berkata
Nazi membuat bom atom di Latin
Jika ada salah tindakan dan kata
Mohon maaf lahir dan batin
Selamat Idul Fitri 1428 H.
Minal Aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
. . .
. . .
. . .
…sial, seminggu lagi sudah harus masuk sekolah.



mohon maap lahir dan batin…
weleh, seminggua lagi ya liburnya?!! NOOO…!!! *Luke’s Style
Biarin lah… Halo 3 pan keren. Bikin aja karya tulis mengenai dunia Halo 3, jadi futuris…
manfaatkan forum internet sebagai sumber testimoni. tanyakan pendapat guru sosiologi mengenai kondisi sosial di zamannya Halo. semua tersambung toh.
*maksa.
di saat yang lain hidup lagi saia justru mulai hibernasi. Biarin lah. Hak orang mau reinkarnasi dengan cara apa. Mau reinkarnasi dengan entry bokep mungkin-mungkin saja….mencari kontroversi.
hetrik yah? isee…eeng…
Eid Mubarak.
Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
ik masih 1 sma…
T___T
ajo…!!!minta maap…!!!
caplang™:
Sama-sama, mas. Mohon maaf juga.
Lemon S. Sile:
Perlu pemikiran seorang saintis dan sosiolog untuk mengetahui kondisi sosial di Halo 3.
…sial. Kubalas kau.
Uchiha Miyu:
Mohon maaf juga, Miyu.
celotehsaya:
Kan saya melihat ‘kenyataan’.
*tjekokin robot pake veritaseroem*
robot g boleh bohong kan haroesnja…???
dan ramadhan fun berakhir…
fiuhh..
ah ya, Minal aidin wal faidin yak!
___________
“*tjekokin robot pake veritaseroem*”
snape sangadh itu anak..
Taqabalallahu minna wa minkum.. Saya juga mohon maaf kalau ada salah-salah kata (karena salah perbuatan kayaknya nggak ada deh ya? ya kan?
*haha..pede*)
Ah ya..sudah tidak ada lagi acara buka puasa bareng di sekolah..
Segalanya pasti ada hikmah. SIAPA TAHU nanti pas kuliah acara-acara puasa seperti ini malah makin seru. Siapa tahu…
celotehsaya:
Rasa-rasanya mesin ngga mempan veritaserum.
hoek:
Akhirnya selesai.
Sama-sama, mas.
Ash:
Mohon maaf pula…
Mudah-mudahan saja…
lhah…robot djahat ih…masa abis minta maap langsoeng bo’ong…bilang ik oedah mahasiswa poleak…ija kalo ik loeloes OeAN…
@hoek….maoe ikoet robot djoega…???sini gw tjekokin pake veritaseroem djoega…!!!
celo *kagak log in*:
This is not a
drilllie.Tefat akhi. Game memang adiktif sangad.
Selamat Hari Raya Idul Fitri..
minal aidin wal faidzin, salam
*termasuk posting lebaran yang panjang*
Puji Tuhan. Amen.
(khas saya, jangan tanya kenapa)
dapet sms lebalan…???
kok jij kilim ke ik sih…???
kalo bagoes pasti ik masoekin ke blogg ik…
iman brotoseno:
Sama-sama. Salam juga, mas.
rozenesia:
Post ini? Pendek ah.
Ya, saya tahu.
celo *kagak log in*:
Bagus atau tidak, tak tahu…
Pokoknya yang ada Nazi-Nazi-nya.
ndak masoek ke inbox ik…
tapi ik taoe sms apa jang jij maksoed kok…
Ya, soalnya sudah bisa dilihat sendiri, kan?