Indonesia Tanah Korupsi
didasarkan pada: Indonesia Tanah Pusaka
lirik asli: Ismail Marzuki
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sebelum beta ada
Selalu dipuja-puja bangsaDisana tempat lahir beta
Berusaha untuk jadi orang berada
Tempat korupsi di hari tua
Tempat membusuk di balik villa
. . .
. . .
. . .
Tiada maksud untuk menghilangkan nilai yang terkandung pada lagu sebenarnya, tapi hanya menyindir sedikit. Segala penggunaan kata-kata yang kurang pada tempatnya harap dikritik, diperbaiki, dan dimaafkan. Selamat HUT ke-62 RI!
Semoga bangsa ini beserta rakyat dan pemimpinnya menjadi lebih baik dari tahun kemarin.



sinis…
tapi memang perlu lagu tersebut didengungkan. semoga mencapai nurani koruptor yang bermuka tebal.
terus maju untuk sinis yang bermanfaat.
*plok plok plok*
kreatif.. kreatif
*ditabok*
Selamat hari Kemerdekaan Indonesia ke62
Merdeka!!
Kafir kamu !
Ternyata usulan saya untuk mengganti jenis mata uang memang harus diperhatikan…
Hehehe… Jas hujan (baca: jayus) juga, eh. Tapi bener juga, huh.
Tapi saya suka… saya jadi ingat candaan saya bersama teman saya di kelas
(Sumpah, ini cuma bercanda, nggak bermaksud apa-apa!)
PANCASILA
1. Ketuhana Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Tak Adil dan Biadab
3. Perpecahan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmad Kekayaan Dalam Penyelewengan Perwakilan
5. Keadilan Bagi Seluruh Pejabat Indonesia
CUMA BERCANDA!! CUMA BUAT LUCU-LUCUAN!! (dan sedikit sindiran, mungkin…)
munggur:
Terima kasih, pak.
RaveIt:
Terima kasih.
Iseng sedikit.
Mihael “D.B.” Ellinsworth:

Hmm.. mengganti mata uang?
Unit 076:
Tak seperti JFL, kok.
Ash:

Untunglah kita hidup di zaman reformasi.
@Ash
kayaknya pernah liat… di blog-nya neo-forty nine kalo gak salah ttg itu
bait pertamanya sih bagus2… tapi kok bait keduanya jadi bener2 mencerminkan Indonesia? /swt
Kayanya para koruptor bukan mati dibalik penjara deh…
NGACO BANG!!!!
Yang bener tuh HUT ke-62 RI. Bukan HUT RI ke-62!!
Emang Indonesia ada 62 biji?!
Inga’ Inga’ apa kata Bang Rasman.
MERDEKA!!!!
Dream Maker:
Sebenarnya di pertengahan bait pertama sudah mulai agak ganjil…
Blue Generation:
Sejujurnya saya juga merasa kurang pas waktu saya memutuskan untuk menulis bagian “di balik penjara” itu. Mungkin seharusnya “di dalam villa” ya?
Lemon S. Sile:
Ah, itu dia. Saya sudah merasa ada yang aneh dengan pernyataan HUT RI itu. Tapi lupa.
Terima kasih koreksinya.
Jabizri:
well,,,
di balik penjara…???itukan kalo ketauan…kalo waktu inspeksi malah tukeran pipa ganja ma badan auditnya…???
Saya seeeeeh setuju saja dengan gubahan syair ini.
NAMUN MENOLAK KERAS BARIS TERAKHIR :
Tempat mati di balik penjara
Kalau pun ini dianggap benar begitu, maka sudah jelaslah bahwa para penegak hukum di negeri ini maka anggaran pembangunan dan semua real estate di Indonesia harus dijadikan penjara. Juga harus cukup banyak hakim-hakim yang jujur yang mau mengadili dan memasukkan koruptor ke penjara.
Jadi, sungguh baris terakhir ini adalah pujian terhadap hukum di Indonesia.
Saya kira Mas berlebih-lebihan dalam mengubah (eh menggubah) lirik lagu ini.
Ganti kek dengan baris terakhir yang lebih relevan :
Untuk Hidup Slama-lamanya….
atau yang lain deh…
skrg ini jaman reformasi apa reforma-shit ya …
Selamat HUT RI ke-62

MERDEKA!!!
Eh, telat ya ngomong gini…
*Ditabok*
zaraki & agorsiloku:
Kelihatannya baris yang itu memang harus saya ganti ya.
Saya ganti deh, jadi “di balik villa”.
Joerig™:
Reformasi kok. Re-form ke zaman Belanda maksudnya. Beda wujud penjajahnya aja.
p4ndu_Y4m4to:
Katanya Lemon itu salah, lho.
memalukan ya? waktu itu Me-u lg nonton empat mata merdeka (ga bs tdr trus ga ada yg bgs di nonton). ada bintang tamu dr Malaysia, Miller. waktu di tanyai ke seluruh tamu apa yang mesti di ubah, Tukul tidak jadi menanyai Miller karena dy org Malaysia. Tetap Miller menjawab ‘korupsi dikurangi’. org malaysia aja blg gt apa lg indonesia?
@Dream Make
Masa? Saya buat sendiri lho bareng2 teman saya. Berarti mungkin yang berpikir seperti itu bukan hanya saya saja ya
@Lemon
Tepat!!! Harusnya HUT ke-62 RI!! Di pelajaran Bahasa Indonesia bab Kalimat Efektif sekarang juga ada kan??
@Ash:
Ho, ada ya? Di kelas saya tidak ada contohnya… Hoho, itu siih saya ingat baik-baik ajarannya Bang Rasman. Meskipun saya ini Pa[Xa]. Tapi Bang Rasman is the best! X-B wali kelasnya siapa sih?…lupa
Waks, boleh juga tuh lagu buat direkam n dipasarin di hotel-hotel berbintang tempat para koruptor mengumbar nafsunya
Benar juga, hitung-hitung memperkuat rasa nasionalisme, sama mengingatkan diri mereka. Daripada lagu-lagu dugemisme atau lagu royal.
…atau mungkin ada lagu lainnya.
When I am down and, oh my soul, so weary
When troubles come and my heart burdened be
Then, I am still and wait here in the silence
Until you come and sit a while with me
U raise me up..~
Nyanyiin deh!
Bwehhehehe
Kenapa..?
Jangan tanya kenapa ah –a
Pokoknya nyanyiin dulu!
Tau kan iramanya?^^
Ntar juga kejawab sendiri kenapa XD
dear all
ini sangat menarik mengetahui pendapat anda semua mengenai korupsi yang terjadi di indonesia. tapi bila hanya pendapat tanpa melakukan sesuatu untuk menguranginya tentu omong kosong. bagaimana mengurangi korupsi tentu praktekkan dari diri sendiri. jangan memberi sesuatu kepada orang yang memang sudah tugasnya melakukan hal tersebut. example karena ingin cepat menyelesaikan kTP kita memberi buah tangan kepada petugas kelurahan. itukan sama dengan mendorong orang korupsi. atau hal-hal kecil lainnya. memang susah seh merobah kebiasaan orang Indonesia untuk memberikan hadiah (uang pelicin) untuk memudahkan urusan karena hal tersebut sudah mendarah daging. tetapi bila kita coba terapkan pada diri kita perhaps everybody will follow. take along time to change the habbit but it worth to do.
@Dins:
Kayaknya iramanya beda.
@nadia:
Betul, dari kita sendiri juga jangan justru menyokong korupsi. Saya pribadi sebisa mungkin berusaha untuk merubah. Yang ada di sekitar.
Heh… I suppose the journey to ‘enlightenment’ must start somewhere. Though IMO, this godforsaken country is beyond saving!
Hmm.. Benar2 miris kalo melihat lagunya. Sampai beginikah indonesia? :-S