Indonesia Tanah Korupsi

Indonesia Tanah Korupsi

didasarkan pada: Indonesia Tanah Pusaka
lirik asli: Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sebelum beta ada
Selalu dipuja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta
Berusaha untuk jadi orang berada
Tempat korupsi di hari tua
Tempat membusuk di balik villa

 

. . .

. . .

. . .

Tiada maksud untuk menghilangkan nilai yang terkandung pada lagu sebenarnya, tapi hanya menyindir sedikit. Segala penggunaan kata-kata yang kurang pada tempatnya harap dikritik, diperbaiki, dan dimaafkan. Selamat HUT ke-62 RI! :D

Semoga bangsa ini beserta rakyat dan pemimpinnya menjadi lebih baik dari tahun kemarin. :)

PS: Post pertama dengan koneksi GPRS. :P
Tulisan Sebelumnya
Tulisan Berikutnya
Tinggalkan Komentar

32 Komentar

  1. sinis…

    tapi memang perlu lagu tersebut didengungkan. semoga mencapai nurani koruptor yang bermuka tebal.

    terus maju untuk sinis yang bermanfaat.

  2. *plok plok plok*

    kreatif.. kreatif :mrgreen: *ditabok*

    Selamat hari Kemerdekaan Indonesia ke62

    Merdeka!! :D

  3. Kafir kamu ! :mrgreen:

    Ternyata usulan saya untuk mengganti jenis mata uang memang harus diperhatikan… :?

  4. Hehehe… Jas hujan (baca: jayus) juga, eh. Tapi bener juga, huh.

  5. :D aneh, seperti biasa, anda…
    Tapi saya suka… saya jadi ingat candaan saya bersama teman saya di kelas

    (Sumpah, ini cuma bercanda, nggak bermaksud apa-apa!)

    PANCASILA
    1. Ketuhana Yang Maha Esa
    2. Kemanusiaan Yang Tak Adil dan Biadab
    3. Perpecahan Indonesia
    4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmad Kekayaan Dalam Penyelewengan Perwakilan
    5. Keadilan Bagi Seluruh Pejabat Indonesia

    CUMA BERCANDA!! CUMA BUAT LUCU-LUCUAN!! (dan sedikit sindiran, mungkin…)

  6. munggur:
    Terima kasih, pak. :)

    RaveIt:
    Terima kasih. :mrgreen:
    Iseng sedikit. :P

    Mihael “D.B.” Ellinsworth: :mrgreen:
    Hmm.. mengganti mata uang? :?

    Unit 076:
    Tak seperti JFL, kok. :)

    Ash: :)
    Untunglah kita hidup di zaman reformasi. :mrgreen:

  7. Dream Maker

     /  Minggu, 19 Agustus 2007

    @Ash

    kayaknya pernah liat… di blog-nya neo-forty nine kalo gak salah ttg itu :P

    bait pertamanya sih bagus2… tapi kok bait keduanya jadi bener2 mencerminkan Indonesia? /swt

  8. Kayanya para koruptor bukan mati dibalik penjara deh…

  9. NGACO BANG!!!!
    Yang bener tuh HUT ke-62 RI. Bukan HUT RI ke-62!!

    Emang Indonesia ada 62 biji?!

    Inga’ Inga’ apa kata Bang Rasman.

  10. MERDEKA!!!! :P

  11. Dream Maker:
    Sebenarnya di pertengahan bait pertama sudah mulai agak ganjil… :?

    Blue Generation:
    Sejujurnya saya juga merasa kurang pas waktu saya memutuskan untuk menulis bagian “di balik penjara” itu. Mungkin seharusnya “di dalam villa” ya? :)

    Lemon S. Sile:
    Ah, itu dia. Saya sudah merasa ada yang aneh dengan pernyataan HUT RI itu. Tapi lupa. :P
    Terima kasih koreksinya. :)

    Jabizri: :P

  12. well,,,

    di balik penjara…???itukan kalo ketauan…kalo waktu inspeksi malah tukeran pipa ganja ma badan auditnya…???

  13. Saya seeeeeh setuju saja dengan gubahan syair ini.
    NAMUN MENOLAK KERAS BARIS TERAKHIR :
    Tempat mati di balik penjara

    Kalau pun ini dianggap benar begitu, maka sudah jelaslah bahwa para penegak hukum di negeri ini maka anggaran pembangunan dan semua real estate di Indonesia harus dijadikan penjara. Juga harus cukup banyak hakim-hakim yang jujur yang mau mengadili dan memasukkan koruptor ke penjara.
    Jadi, sungguh baris terakhir ini adalah pujian terhadap hukum di Indonesia.
    Saya kira Mas berlebih-lebihan dalam mengubah (eh menggubah) lirik lagu ini.

    Ganti kek dengan baris terakhir yang lebih relevan :
    Untuk Hidup Slama-lamanya….

    atau yang lain deh… :D

  14. skrg ini jaman reformasi apa reforma-shit ya … :(

  15. Selamat HUT RI ke-62
    MERDEKA!!! :mrgreen:
    Eh, telat ya ngomong gini… :P
    *Ditabok*

  16. zaraki & agorsiloku:
    Kelihatannya baris yang itu memang harus saya ganti ya. :D
    Saya ganti deh, jadi “di balik villa”. :mrgreen:

    Joerig™:
    Reformasi kok. Re-form ke zaman Belanda maksudnya. Beda wujud penjajahnya aja. :P

    p4ndu_Y4m4to:
    Katanya Lemon itu salah, lho. :P

  17. memalukan ya? waktu itu Me-u lg nonton empat mata merdeka (ga bs tdr trus ga ada yg bgs di nonton). ada bintang tamu dr Malaysia, Miller. waktu di tanyai ke seluruh tamu apa yang mesti di ubah, Tukul tidak jadi menanyai Miller karena dy org Malaysia. Tetap Miller menjawab ‘korupsi dikurangi’. org malaysia aja blg gt apa lg indonesia?

  18. @Dream Make

    Masa? Saya buat sendiri lho bareng2 teman saya. Berarti mungkin yang berpikir seperti itu bukan hanya saya saja ya :D

    @Lemon

    Tepat!!! Harusnya HUT ke-62 RI!! Di pelajaran Bahasa Indonesia bab Kalimat Efektif sekarang juga ada kan??

  19. @Ash:
    Ho, ada ya? Di kelas saya tidak ada contohnya… Hoho, itu siih saya ingat baik-baik ajarannya Bang Rasman. Meskipun saya ini Pa[Xa]. Tapi Bang Rasman is the best! X-B wali kelasnya siapa sih?…lupa

  20. Waks, boleh juga tuh lagu buat direkam n dipasarin di hotel-hotel berbintang tempat para koruptor mengumbar nafsunya

  21. Benar juga, hitung-hitung memperkuat rasa nasionalisme, sama mengingatkan diri mereka. Daripada lagu-lagu dugemisme atau lagu royal. :lol:
    …atau mungkin ada lagu lainnya. :mrgreen:

  22. When I am down and, oh my soul, so weary
    When troubles come and my heart burdened be
    Then, I am still and wait here in the silence
    Until you come and sit a while with me

    U raise me up..~

    Nyanyiin deh! :D
    Bwehhehehe

  23. Jangan tanya kenapa ah –a
    Pokoknya nyanyiin dulu! :D
    Tau kan iramanya?^^
    Ntar juga kejawab sendiri kenapa XD

  24. dear all
    ini sangat menarik mengetahui pendapat anda semua mengenai korupsi yang terjadi di indonesia. tapi bila hanya pendapat tanpa melakukan sesuatu untuk menguranginya tentu omong kosong. bagaimana mengurangi korupsi tentu praktekkan dari diri sendiri. jangan memberi sesuatu kepada orang yang memang sudah tugasnya melakukan hal tersebut. example karena ingin cepat menyelesaikan kTP kita memberi buah tangan kepada petugas kelurahan. itukan sama dengan mendorong orang korupsi. atau hal-hal kecil lainnya. memang susah seh merobah kebiasaan orang Indonesia untuk memberikan hadiah (uang pelicin) untuk memudahkan urusan karena hal tersebut sudah mendarah daging. tetapi bila kita coba terapkan pada diri kita perhaps everybody will follow. take along time to change the habbit but it worth to do.

  25. @Dins:
    Kayaknya iramanya beda.

    @nadia:
    Betul, dari kita sendiri juga jangan justru menyokong korupsi. Saya pribadi sebisa mungkin berusaha untuk merubah. Yang ada di sekitar. :D

  26. Heh… I suppose the journey to ‘enlightenment’ must start somewhere. Though IMO, this godforsaken country is beyond saving!

  27. Hmm.. Benar2 miris kalo melihat lagunya. Sampai beginikah indonesia? :-S

  1. Binekha Toenggal Ika « hanja oetjapan konjol tjalon remadja
  2. I Have Lost My Religion « all hail rozenesia™
  3. Bahasa itu Memang Multitafsir, Bos… « Deathlock
  4. Berbenah dan Apartemen « Deathlock

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.