Indonesia Tanah Korupsi

Indonesia Tanah Korupsi

didasarkan pada: Indonesia Tanah Pusaka
lirik asli: Ismail Marzuki

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sebelum beta ada
Selalu dipuja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta
Berusaha untuk jadi orang berada
Tempat korupsi di hari tua
Tempat membusuk di balik villa

 

. . .

. . .

. . .

Tiada maksud untuk menghilangkan nilai yang terkandung pada lagu sebenarnya, tapi hanya menyindir sedikit. Segala penggunaan kata-kata yang kurang pada tempatnya harap dikritik, diperbaiki, dan dimaafkan. Selamat HUT ke-62 RI! :D

Semoga bangsa ini beserta rakyat dan pemimpinnya menjadi lebih baik dari tahun kemarin. :)

PS: Post pertama dengan koneksi GPRS. :P

32 Tanggapan ke “Indonesia Tanah Korupsi”


  1. 1 munggur Sabtu, 18 Agustus 2007 pukul 9:51

    sinis…

    tapi memang perlu lagu tersebut didengungkan. semoga mencapai nurani koruptor yang bermuka tebal.

    terus maju untuk sinis yang bermanfaat.

  2. 2 Ravelt Sabtu, 18 Agustus 2007 pukul 16:42

    *plok plok plok*

    kreatif.. kreatif :mrgreen: *ditabok*

    Selamat hari Kemerdekaan Indonesia ke62

    Merdeka!! :D

  3. 3 Mihael "D.B." Ellinsworth Sabtu, 18 Agustus 2007 pukul 18:08

    Kafir kamu ! :mrgreen:

    Ternyata usulan saya untuk mengganti jenis mata uang memang harus diperhatikan… :?

  4. 4 Unit 076 Sabtu, 18 Agustus 2007 pukul 22:19

    Hehehe… Jas hujan (baca: jayus) juga, eh. Tapi bener juga, huh.

  5. 5 Ash Minggu, 19 Agustus 2007 pukul 17:34

    :D aneh, seperti biasa, anda…
    Tapi saya suka… saya jadi ingat candaan saya bersama teman saya di kelas

    (Sumpah, ini cuma bercanda, nggak bermaksud apa-apa!)

    PANCASILA
    1. Ketuhana Yang Maha Esa
    2. Kemanusiaan Yang Tak Adil dan Biadab
    3. Perpecahan Indonesia
    4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmad Kekayaan Dalam Penyelewengan Perwakilan
    5. Keadilan Bagi Seluruh Pejabat Indonesia

    CUMA BERCANDA!! CUMA BUAT LUCU-LUCUAN!! (dan sedikit sindiran, mungkin…)

  6. 6 Xaliber von Reginhild Minggu, 19 Agustus 2007 pukul 17:57

    munggur:
    Terima kasih, pak. :)

    RaveIt:
    Terima kasih. :mrgreen:
    Iseng sedikit. :P

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:
    :mrgreen:
    Hmm.. mengganti mata uang? :?

    Unit 076:
    Tak seperti JFL, kok. :)

    Ash:
    :)
    Untunglah kita hidup di zaman reformasi. :mrgreen:

  7. 7 Dream Maker Minggu, 19 Agustus 2007 pukul 19:42

    @Ash

    kayaknya pernah liat… di blog-nya neo-forty nine kalo gak salah ttg itu :P

    bait pertamanya sih bagus2… tapi kok bait keduanya jadi bener2 mencerminkan Indonesia? /swt

  8. 8 Blue Generation Minggu, 19 Agustus 2007 pukul 20:52

    Kayanya para koruptor bukan mati dibalik penjara deh…

  9. 9 Lemon S. Sile Senin, 20 Agustus 2007 pukul 1:56

    NGACO BANG!!!!
    Yang bener tuh HUT ke-62 RI. Bukan HUT RI ke-62!!

    Emang Indonesia ada 62 biji?!

    Inga’ Inga’ apa kata Bang Rasman.

  10. 11 Xaliber von Reginhild Selasa, 21 Agustus 2007 pukul 19:39

    Dream Maker:
    Sebenarnya di pertengahan bait pertama sudah mulai agak ganjil… :?

    Blue Generation:
    Sejujurnya saya juga merasa kurang pas waktu saya memutuskan untuk menulis bagian “di balik penjara” itu. Mungkin seharusnya “di dalam villa” ya? :)

    Lemon S. Sile:
    Ah, itu dia. Saya sudah merasa ada yang aneh dengan pernyataan HUT RI itu. Tapi lupa. :P
    Terima kasih koreksinya. :)

    Jabizri:
    :P

  11. 12 zaraki Selasa, 21 Agustus 2007 pukul 22:24

    well,,,

    di balik penjara…???itukan kalo ketauan…kalo waktu inspeksi malah tukeran pipa ganja ma badan auditnya…???

  12. 13 agorsiloku Rabu, 22 Agustus 2007 pukul 12:01

    Saya seeeeeh setuju saja dengan gubahan syair ini.
    NAMUN MENOLAK KERAS BARIS TERAKHIR :
    Tempat mati di balik penjara

    Kalau pun ini dianggap benar begitu, maka sudah jelaslah bahwa para penegak hukum di negeri ini maka anggaran pembangunan dan semua real estate di Indonesia harus dijadikan penjara. Juga harus cukup banyak hakim-hakim yang jujur yang mau mengadili dan memasukkan koruptor ke penjara.
    Jadi, sungguh baris terakhir ini adalah pujian terhadap hukum di Indonesia.
    Saya kira Mas berlebih-lebihan dalam mengubah (eh menggubah) lirik lagu ini.

    Ganti kek dengan baris terakhir yang lebih relevan :
    Untuk Hidup Slama-lamanya….

    atau yang lain deh… :D

  13. 14 Joerig™ Rabu, 22 Agustus 2007 pukul 16:33

    skrg ini jaman reformasi apa reforma-shit ya … :(

  14. 15 p4ndu_Y4m4to Kamis, 23 Agustus 2007 pukul 9:57

    Selamat HUT RI ke-62
    MERDEKA!!! :mrgreen:
    Eh, telat ya ngomong gini… :P
    *Ditabok*

  15. 16 Xaliber von Reginhild Kamis, 23 Agustus 2007 pukul 18:25

    zaraki & agorsiloku:
    Kelihatannya baris yang itu memang harus saya ganti ya. :D
    Saya ganti deh, jadi “di balik villa”. :mrgreen:

    Joerig™:
    Reformasi kok. Re-form ke zaman Belanda maksudnya. Beda wujud penjajahnya aja. :P

    p4ndu_Y4m4to:
    Katanya Lemon itu salah, lho. :P

  16. 17 Uchiha Miyu Sabtu, 25 Agustus 2007 pukul 11:10

    memalukan ya? waktu itu Me-u lg nonton empat mata merdeka (ga bs tdr trus ga ada yg bgs di nonton). ada bintang tamu dr Malaysia, Miller. waktu di tanyai ke seluruh tamu apa yang mesti di ubah, Tukul tidak jadi menanyai Miller karena dy org Malaysia. Tetap Miller menjawab ‘korupsi dikurangi’. org malaysia aja blg gt apa lg indonesia?

  17. 18 Ash Sabtu, 25 Agustus 2007 pukul 18:10

    @Dream Make

    Masa? Saya buat sendiri lho bareng2 teman saya. Berarti mungkin yang berpikir seperti itu bukan hanya saya saja ya :D

    @Lemon

    Tepat!!! Harusnya HUT ke-62 RI!! Di pelajaran Bahasa Indonesia bab Kalimat Efektif sekarang juga ada kan??

  18. 19 Lemon S. Sile Minggu, 26 Agustus 2007 pukul 23:17

    @Ash:
    Ho, ada ya? Di kelas saya tidak ada contohnya… Hoho, itu siih saya ingat baik-baik ajarannya Bang Rasman. Meskipun saya ini Pa[Xa]. Tapi Bang Rasman is the best! X-B wali kelasnya siapa sih?…lupa

  19. 20 anas Kamis, 30 Agustus 2007 pukul 0:17

    Waks, boleh juga tuh lagu buat direkam n dipasarin di hotel-hotel berbintang tempat para koruptor mengumbar nafsunya

  20. 21 Xaliber von Reginhild Jumat, 31 Agustus 2007 pukul 22:04

    Benar juga, hitung-hitung memperkuat rasa nasionalisme, sama mengingatkan diri mereka. Daripada lagu-lagu dugemisme atau lagu royal. :lol:
    …atau mungkin ada lagu lainnya. :mrgreen:

  21. 22 Dins Kamis, 18 Oktober 2007 pukul 19:12

    When I am down and, oh my soul, so weary
    When troubles come and my heart burdened be
    Then, I am still and wait here in the silence
    Until you come and sit a while with me

    U raise me up..~

    Nyanyiin deh! :D
    Bwehhehehe

  22. 24 Dins Jumat, 19 Oktober 2007 pukul 8:48

    Jangan tanya kenapa ah –a
    Pokoknya nyanyiin dulu! :D
    Tau kan iramanya?^^
    Ntar juga kejawab sendiri kenapa XD

  23. 25 nadia Senin, 5 Nopember 2007 pukul 6:03

    dear all
    ini sangat menarik mengetahui pendapat anda semua mengenai korupsi yang terjadi di indonesia. tapi bila hanya pendapat tanpa melakukan sesuatu untuk menguranginya tentu omong kosong. bagaimana mengurangi korupsi tentu praktekkan dari diri sendiri. jangan memberi sesuatu kepada orang yang memang sudah tugasnya melakukan hal tersebut. example karena ingin cepat menyelesaikan kTP kita memberi buah tangan kepada petugas kelurahan. itukan sama dengan mendorong orang korupsi. atau hal-hal kecil lainnya. memang susah seh merobah kebiasaan orang Indonesia untuk memberikan hadiah (uang pelicin) untuk memudahkan urusan karena hal tersebut sudah mendarah daging. tetapi bila kita coba terapkan pada diri kita perhaps everybody will follow. take along time to change the habbit but it worth to do.

  24. 26 Xaliber von Reginhild Selasa, 6 Nopember 2007 pukul 19:38

    @Dins:
    Kayaknya iramanya beda.

    @nadia:
    Betul, dari kita sendiri juga jangan justru menyokong korupsi. Saya pribadi sebisa mungkin berusaha untuk merubah. Yang ada di sekitar. :D

  25. 27 Marduk Senin, 12 Nopember 2007 pukul 4:22

    Heh… I suppose the journey to ‘enlightenment’ must start somewhere. Though IMO, this godforsaken country is beyond saving!

  26. 28 fantasyforever Selasa, 21 Oktober 2008 pukul 9:44

    Hmm.. Benar2 miris kalo melihat lagunya. Sampai beginikah indonesia? :-S


  1. 1 Binekha Toenggal Ika « hanja oetjapan konjol tjalon remadja Lacak balik pada Minggu, 21 Oktober 2007 pukul 2:59
  2. 2 I Have Lost My Religion « all hail rozenesia™ Lacak balik pada Sabtu, 29 Desember 2007 pukul 2:04
  3. 3 Bahasa itu Memang Multitafsir, Bos… « Deathlock Lacak balik pada Minggu, 1 Juni 2008 pukul 16:50
  4. 4 Berbenah dan Apartemen « Deathlock Lacak balik pada Minggu, 17 Agustus 2008 pukul 1:27

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 97,879 soldiers