
.
“Apalah arti sebuah nama?”
- William Shakespeare
Kutipan dari William Shakespeare yang itu tentunya sudah sering didengar, juga sangat sering ditemui di berbagai media. Biasanya kutipan itu dipakai untuk memberikan pernyataan bahwa nama dari seseorang itu tidak penting, tapi yang penting adalah orangnya sendiri, bukan namanya. Yang menyalahkan Shakespeare atas kutipan tersebut, kemudian berbalik menyatakan bahwa arti dari sebuah nama itu penting karena di sebuah nama terkandung doa di dalamnya, juga tidak jarang ditemui. Beberapa bahkan mengkafirkannya karena pernyataan itu. ![]()
Tapi, yah, lupakan saja. Itu hanya pembukaan, karena saya tidak akan membahas konflik tidak jelas itu.
Sekarang mari kembali ke soal kutipan itu sendiri, karena itu yang mau saya bahas. Meskipun sudah banyak digunakan di media, tapi sebenarnya penggunaan seringkali kurang tepat. Jadi, yang mau saya bilang, sebenarnya kutipan itu salah atau kurang tepat, lho.
Kutipan itu sebenarnya bukan hanya terdiri dari sekitar empat kata. Kalau terdiri hanya dari empat kata itu, maka kesan yang didapat dari kutipan itu bahwa arti dari sebuah nama itu tak penting. Jadi bisa saja orang memberikan nama ke suatu hal secara asal.
Nah, pada kesempatan kali ini saya hanya mau meluruskan, bahwa sebenarnya bukan itu pesan yang mau disampaikan sang penyair. Kutipan aslinya entah kenapa dan entah oleh siapa terpotong dan menjadi kutipan yang dikenali sekarang ini, sehingga artinya juga berubah.
Daripada basa-basi dan omong-kosong lagi, lebih baik saya berikan saja ya kutipan aslinya?
Baiklah, kutipan aslinya adalah sebagai berikut:
What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.
Terjemahan kasarnya kurang lebih:
Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.
.
Jadi…? ![]()
Sudah lebih jelas, ‘kan sekarang? Artinya tentu bisa Anda mengerti sendiri dari kutipan versi lengkapnya diatas. Yaitu bahwa bagaimanapun orang lain menyebut orang itu sebagai orang yang sinting, maniak, cupu, robotik, atau apa pun juga, tapi jika dia adalah orang yang baik, maka dia tetaplah orang yang baik. Seorang Adolf Hitler, meskipun disebut sebagai seorang yang megalomania, artis gagal, kurang waras, atau apa pun juga, tapi ia tetaplah seorang Adolf Hitler.
Seorang pernah bilang, bahwa janganlah mengutip sepotong-sepotong dari sebuah pesan, karena makna yang dimuat bisa hilang atau justru berubah. Dan, kebenaran yang salah dimengerti oleh pendengarnya adalah yang terburuk.
. . .
. . .
. . .
Sekedar catatan tambahan, untuk mengeja nama Shakespeare mungkin agak sulit bagi sebagian orang. Beberapa mungkin mengetiknya Shakeseapre, Shakeseprea, Shakespeer, Shakesepear, atau justru Syeikh Shepeer (lho?
). Jadi saya mau menyarankan sedikit panduan mudah untuk menghafalkannya.
Cukup ingat “Shake” (goncang) dan “Spear” (tombak) saja. Kalau dirasa perlu silakan hafalkan sebagai “tombak yang mengguncang”. Kalau sudah, tambahkan akhiran -e. Jadilah Shakespeare.
.




p4ndu_Y4m4to
/ Jumat, 10 Agustus 2007PERTAMAX!!
Jangan – jangan orang tersebut dituntut untuk berbuat sesuatu sesuai dengan namanya?
Waduh, bisa repot aku.
Kan namaku Pandu Gilas Anarkhi
dnial
/ Jumat, 10 Agustus 2007Milk shake aja ah….
Konteksnya kurang lengkap.
Ceritanya kan Si Romeo sama Juliet mbahas tentang kisah cinta mereka. Dan Romeo mempertanyakan, Apa sih arti nama Capulet (nama keluarganya) yang membuat perselisihan.
Sek.. Huff…
PERTAMAX!!!!
Xaliber von Reginhild
/ Jumat, 10 Agustus 2007p4ndu_Y4m4to:
Bukannya dituntut, tapi diharapkan kan (doa).
dnial:
Oh, cerita lengkapnya saya kurang tahu. Terima kasih menambahkan.
Btw, keduax itu.
Ash
/ Sabtu, 11 Agustus 2007Ho..jadi maksudnya nama itu penting, tetapi jangan menilai seseorang dari namanya?
*Saya lebih tertarik tulisan anda soal pengejaan Tombak Berguncang lho
*
Count of Madness
/ Minggu, 12 Agustus 2007hehehe….. Apalah kata dunia tentang Count of Madness??
Apalah arti seorang Bartholomew di dunia??
Kok saya jadi rada ngaco gini…. gara gara syekh Supir Bajaj dari Republik Raja Beling yang ngaku ngaku Shakespear kali ya….hehehe….
Eva Braun
/ Senin, 13 Agustus 2007memang sih
katanyanama ngga ada hubungannya sama kepribadian orang yg punya nama tsb …dan aku yakin kata “adolf hitler” atau “adolf hiedler” ga berarti megalomania, artis gagal, kurang waras, atau apa pun juga …
Xaliber von Reginhild
/ Jumat, 17 Agustus 2007Ash:
Ada apa dengan Tombak Berguncang?
Count of Madness:
Eva Braun:
Hehe, yang bagian Adolf Hitler sebenarnya maksudnya untuk bercandaan, kok.
Bukan berarti saya fans Adolf.
*berhubungan dengan itu, kelihatannya Adolf benar-benar jadi ‘serigala’ ya*
zaraki
/ Selasa, 21 Agustus 2007g da yang nganggep kamu cupu,sinting,atawa maniak kok…tapi kalo robotik sih…..
( ^ 3^)
kalo menurutku artinya adalah sikap lebih penting dari nama…
Xaliber von Reginhild
/ Kamis, 23 Agustus 2007Lho, memangnya saya orang baik?
CY
/ Jumat, 24 Agustus 2007hmm… jadi Britney spears berarti “tombaknya Inggris” ya hehehe….
Xaliber von Reginhild
/ Jumat, 24 Agustus 2007Hehe, bisa juga.
Britain Spears.
Uchiha Miyu
/ Sabtu, 25 Agustus 2007Hoooo…ternyata xali suka william shakespear jg.
meskipun adolf hitler tetap adolf hitler, begitulah sifatnya.
Xaliber von Reginhild
/ Rabu, 29 Agustus 2007Saya bukan penggemar Shakespeare, kok.
Bagaimana?
Uchiha Miyu
/ Jumat, 31 Agustus 2007Seperti yg xali sudah tulis. -__- me-u ga terlalu suka ngomongin kejelekan org.
Xaliber von Reginhild
/ Jumat, 31 Agustus 2007Hitler bukannya ngga waras ah, kalau menurut saya. Dia mungkin kurang taktis aja. Beberapa dongeng Hitler kan hasil rekayasa sekutu.
Kalau referensi bagus soal Hitler menurut saya ada disini:
http://ajiedunkler87.wordpress.com/2006/09/19/adolf-hitler-keluarbiasaan-dibalik-keburukan/
Uchiha Miyu
/ Senin, 10 September 2007Percaya atau tidak, yang membuat karya miliks Shakespeare bukan Shakespeare sendiri. Ada di Yahoo! News.
fia
/ Senin, 24 Desember 2007Hadist mengatakan bahwa Nabi Mohammad (SAW) pernah
mengubah nama “Aasiyah” (disobedient=tidak taat) menjadi “Jameela” (beautiful=cantik)dan beliau juga meng-encourage orang-2 untuk memberikan nama-2 yg terbaik untuk anak-2 mereka dari ayat-2 suci Al-Qur’an atau nama-2 nabi, karena pada hari kiamat nanti
Allah akan memanggil kita dg nama-2 kita sewaktu kita
hidup di dunia. Kesimpulannya, nama adalah penting,
karena sedikit banyak mempengaruhi kepribadian si orang yg bersangkutan dan terkandung “doa” didalamnya.
Kalo mau percaya kata-nya Shakespeare,ya itu terserah,
tapi Islam mengajarkan segala sesuatu yg baik dan indah.
fia
Xaliber von Reginhild
/ Senin, 24 Desember 2007@Uchiha Miyu:
Hoax?
@fia:
Jadi meskipun orang lain memanggil kita dengan nama si jelek, si dodol, atau apa pun juga, tapi jika namanya memang bagus maka ia akan tetap indah.
Hehe, dibaca dulu mbak.
Yang dimaksud Shakespeare adalah nama ‘julukan’.
Johny Rusly
/ Sabtu, 17 Januari 2009Di dalam bisnis, nama adalah segalanya.
Orang marketing berani membelanjakan banyak uang, sangat banyak uang, hanya untuk keharuman sebuah nama (merek).
Wahyudin
/ Selasa, 13 September 2011Alasan Shakespheare memang benar mungkin yang penting adalah kualitas dan kavabelitas orangnya. Namun demikian nama akan menjadi sebuah yang penting sebagai petunjuk atau sejenis etalase pribadi, dalam agama Islam nama merupakan doa atau semacam visi orang yang memberi nama (orang tuanya) atau bagi siempunya nama tersebut sehingga jika nama dikemudian hari diketahui mengandung makna buruk maka yang bersangkutan bersedia mengganti nama. Nama juga pembeda yang memiliki nilai jual khusus contoh kaos merk Cresida dan beberapa merk kaos terkenal memiliki harga yang tinggi dan gengsi tersendiri padahal dibuat pada tempat yang sama yaitu C15. Seorang teman penjahit pakaian ia sering menerima maklun dari toko2 besar di Kota Bandung membuatkan kemeja yang kemudian oleh sipemesan diberi merk terkenal jadilah harganya senilai barang inpor. Nama memilik arti penting tentang eksistensi pemiliknya…