Masyarakat kita, terutama para pelajar, sering mengeluh bahwa jadi orang pintar itu sulit. Mereka bilang, kalau jadi orang pintar itu harus rajin, sering belajar, dan di kelas masuk peringkat 10 besar dari atas. Yang dapat peringkat 1 pasti dapat penobatan sebagai orang terpintar di kelas. Yah… kalau begitu kelihatannya jadi orang pintar itu benar-benar sulit ya?
Harus rajin belajar, menyimak guru yang berpidato menjelaskan di depan kelas, tidak bisa main game atau dugem setiap hari, harus punya jadwal belajar, dan lain sebagainya. Semua itu harus dilakukan supaya jadi orang pintar dan masuk 10 besar.
Tapi sebenarnya, jadi orang pintar itu tidak sulit. Jadi orang pintar itu mudah, tidak perlu belajar susah-susah supaya bisa jadi orang yang pintar di sekolah. Anda tidak perlu jadi orang yang dianggap nerd oleh teman-teman Anda untuk jadi orang pintar. Anda bisa setiap hari menonton anime, bermain video game, atau dugem hingga pusing. Sebenarnya mudah sekali mengambil jalan menuju kepintaran. Bagaimana caranya?
. . .
. . .
. . .
1. Anda Bisa Pintar Dengan Menyontek
Betul, mudah saja. Masih perlu dijelaskan?
Bisa dibilang ini cara paling mendunia dan paling standar yang sering digunakan oleh masyarakat untuk meraih jalan menuju kepintaran. Dengan menyontek Anda bisa jadi orang paling pintar di kelas dengan nilai sempurna, Anda bisa menjadi peringkat 1 dan diakui sebagai orang terpintar di kelas Anda–setidaknya Anda akan diakui oleh guru, orang tua Anda, atau orang-orang yang belum mengenal Anda. Tapi Anda perlu hati-hati dalam menggunakan teknik ini, jangan terlalu sering menjadi yang terpintar. Sekali-sekali Anda perlu membiarkan orang lain menjadi lebih pintar dari Anda, siapa tahu ada yang mencoba mengikuti jejak Anda dengan teknik ini.
2. Anda Bisa Pintar Dengan Persahabatan
Lho, bagaimana bisa bersahabat dengan orang-orang hasilnya berbuah kepintaran? Apakah harus dengan membuat kelompok belajar, kemudian belajar bersama-sama? Aah, tak usah…!!! Terlalu repot! Itu sih omong-kosong.
Sudah saya bilang bahwa Anda tidak perlu belajar susah-susah supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa mudah berteman dengan orang banyak.
Kalau sudah? Dekati guru mata pelajaran yang Anda inginkan. Berteman baiklah dengan guru tersebut, kalau perlu buat diri Anda tampak seperti anak murid yang baik, patuh, tapi di saat yang bersamaan juga bisa bergaul dengan mudah dengan guru tersebut. Efektifkah cara ini? Asal tahu saja, menurut beberapa sumber, guru itu bisa saja mempertimbangkan nilai seorang murid dari sikapnya. Jadi misalnya nilai Anda jelek, tapi sikap Anda bagus, yah… dinaikkan sedikit tak apalah.
Jadi, bagaimana cara efektif supaya Anda bisa pintar di semua pelajaran? Dekati semua guru! Kalau tingkat persahabatan Anda begitu tinggi, terkadang ada guru yang akan menyempurnakan nilai Anda tanpa ragu.
3. Anda Bisa Pintar Dengan Kekuasaan
Kalau ini sih, tergantung takdir ya.
Tidak semua orang bisa menggunakan cara ini, tapi bagi Anda yang bisa, manfaatkanlah! Mungkin Anda adalah salah satu dari beberapa orang terpilih yang menjadi pintar dengan cara ini. Bagaimana caranya?
Anda perlu pendekatan sosial seperti cara kedua, tapi tidak perlu seintensif itu dan lagi bukan Anda yang melakukan ini. Alhasil cara ini lebih efektif bagi Anda yang menginginkan cara efektif untuk menjadi pintar. Anda cukup minta tolong kepada orang tua Anda untuk bicara ke para guru agar nilai Anda dinaikkan. Tapi harap ingat! Harus diingat baik-baik cara ini tidak akan berguna jika orang tua Anda bukan orang penting. Orang tua Anda harus jendral besar, presiden direktur, presiden negara, atau justru sesama guru–semakin tinggi pangkatnya semakin baik… misalnya “guru” di universitas atau guru besar. Semakin besar pengaruh orang tua Anda, maka semakin besar kemungkinan Anda mencapai nilai sempurna.
Meskipun cara ini cukup efektif, apalagi jika Anda kurang suka menyogok orang membantu kondisi perekonomian guru, cara ini tidak akan berhasil kalau orang tua Anda bukan orang penting.
4. Anda Bisa Pintar Dengan Kekuatan
Kata siapa adu otot itu cara barbar? FPI saja masih suka gontok-gontokkan kok. Lalu kata siapa pula kepintaran tidak ada hubungannya dengan otot? Buktinya apa?
Jadi bukannya tidak boleh Anda coba gunakan kekuatan Anda untuk membuat Anda jadi orang pintar di kelas, tentunya semakin sedikit pihak yang mengetahui cara Anda ini semakin baik. Di beberapa tempat Anda boleh menerapkan metode kekerasan langsung; langsung hajar saja guru Anda yang memberikan nilai buruk. Hajar terus hingga ia mau memberikan Anda nilai yang baik, sehingga Anda bisa menjadi orang pintar di kelas. Tapi tidak semua tempat memperbolehkan Anda berbuat seperti itu, Anda bisa ditangkap polisi karenanya. Dan lagi, perbuatan ini lebih beresiko, bisa saja Anda justru dihajar oleh guru Anda jika ternyata Anda lebih lemah.
Kalau begitu apakah cara ini tidak bisa dimasukkan? Bisa saja, jika Anda cukup punya uang, Anda bisa menyewa para preman penolong dengan bayaran untuk memaksa guru Anda membuat Anda jadi pintar. Atau kalau orang tua Anda cukup berpengaruh, bisa meminta tolong orang bayaran untuk mengancam guru Anda agar menaikkan nilai Anda jika dia tidak mau mati. Sedikit ancaman dan Anda bisa jadi pintar; agen-agen rahasia tentu lebih efektif daripada Anda yang mungkin kurang ‘sangar‘.
5. Anda Bisa Pintar Dengan Sok Beriman dan Alim
Kalau Anda seorang pacifist, coba cara yang ini. Anda bisa tampil dengan gaya Islami, sering berada di masjid, atau hal-hal yang berbau keagamaan lainnya. Yang penting ada orang lain yang melihat Anda, terutama guru Anda. Seperti yang sudah dikatakan di poin kedua, guru akan mempertimbangkan murid dari sikapnya, jadi cobalah untuk bersikap seperti anak-baik-tak-berdosa-yang-selalu-ke-masjid. Kalau perlu Anda juga boleh menjadi seorang yang sangat patuh terhadap hadis. Bagaimana jika Anda suka melihat pornografi? Tak apa, cara ini masih tetap bisa dicoba; tampil alim di depan guru, ketika tak ada guru, silakan tonton Miyabi sepuasnya.
Membicarakan barang yang aneh-aneh juga tetap bisa, yang penting jangan di depan guru.
Tapi jangan lupa untuk menguasai sedikit ilmu agama Anda, atau cobalah kuasai cara-cara menghindar dari ajakan orang lain. Karena akan jadi masalah jika Anda ditarik guru agama Anda untuk mengikuti lomba baca Al-Qur’an, misalnya.
6. Anda Bisa Pintar Dengan Uang
Bisakah? Bisa, tentu saja… justru cara inilah yang sebenarya paling efektif dibanding cara lainnya! Zaman sekarang ini uanglah yang paling berkuasa. Segala hal perlu uang, dari makanan hingga pendidikan. Bahkan mau memenuhi panggilan alam pun tidak gratis. Kalau mau dirunut, sebenarnya pendidikan akademis formal kebanyakan remaja sekarang ini segalanya berkaitan dengan uang.
Pertama, harus daftar biaya sekolahnya itu sendiri. Kemudian untuk mengikuti tes masuknya juga harus bayar. Jika tidak lulus tes masuk, tapi tetap mau masuk disitu, harus bayar juga kan? Tentunya bayar ke siapa, itu rahasia masing-masing.
Kedua, setelah masuk sekolahnya, harus beli buku pelajaran. Uang lagi yang bermain. Ketiga, setelah memasuki kelas pertama kali, ada istilah yang namanya “bayar uang sekolah”. Kalau muridnya ikut ekstrakurikuler yang ditawarkan di sekolahnya, harus bayar uang ekstrakurikuler juga. Kalau-kalau diadakan pensi, harus bayar lagi, padahal kebanyakan tidak bisa memilih mau ikut berpartisipasi atau tidak. Keempat, setelah lulus, harus berinteraksi dengan uang lagi. Mau bayar buku tahunan harus dengan uang, begitu juga kalau mau diwisuda.
Jadi, bukannya tidak mungkin kalau Anda juga bisa menjadi pintar dengan uang. Caranya? Mirip dengan cara kedua, jika Anda malas pendekatan sosial, lakukan saja pendekatan materi. Apakah cara ini terlalu murahan? Biar saja, yang penting kan Anda bisa jadi pintar. Mau murahan atau mahalan urusan nanti, yang penting pintar dulu. Lagipula, siapa bilang mengeluarkan uang itu murah?
Kalau gurunya tidak mau, ya Anda coba saja berurusan dengan Kau-Tahu-Siapa. Beliau kan juga merupakan orang yang bisa membuat Anda masuk ke sekolah dengan cara yang–ups, seharusnya saya tak perlu bilang ya.
7. Anda Bisa Pintar Dengan Tubuh
Anda selalu ketahuan ketika menyontek? Bapak Anda bukan presiden, bukan juga direktur? Anda orang yang lemah dan tidak punya cukup uang? Tidak ada cara lain yang sesuai bagi Anda? Apa boleh buat, mungkin Anda bisa coba cara terakhir. Cara ini cukup mengandalkan fisik Anda, juga kemampuan Anda merayu. Jadi bagi orang-orang yang agak kaku mungkin cara ini agak susah, tapi sebaliknya bagi yang ahli nggombal akan jadi mudah.
Ada dua metode yang bisa ditempuh dalam menggunakan cara ini. Jalan pertama, Anda cukup menggunakan kemampuan bicara Anda seperti cara kedua, tapi untuk wanita bisa disertai dengan gaya tubuh yang aduhai. Tentunya jangan ngebor Inul, saya rasa itu tidak akan efektif kecuali mau pentas di panggung. Jika Anda cukup ahli, bisa saja guru Anda akan terpikat dan mau menaikkan nilai Anda.
Jalan kedua, jika Anda benar-benar mau melakukan jalan ini, berarti Anda benar-benar haus akan kepintaran, haus akan kepuasan rasanya menjadi orang pintar. Jalan apa? Kaitkan dengan judul. Sudah? Nah, saya tak akan bicara lebih jauh, karena ini cenderung kurang baik untuk dibicarakan. Jadi silakan pahami sendiri maksudnya, karena di beberapa tempat, sebenarnya metode ini sempat digunakan.
Mungkin cara ini memang terlalu murahan, tapi demi nilai, apapun bisa jadi halal. Yang penting tujuan Anda tercapai kan? Jadi orang pintar?
. . .
. . .
. . .
Sekian pembahasan kali ini. Dari beberapa cara diatas, silakan pilih mana yang terbaik bagi Anda. Cara-cara diatas hanya menjelaskan cara-cara dasar untuk memandu jalan menuju kepintaran dan peringkat 10 besar. Sedangkan untuk hasilnya sendiri akan kembali ke diri masing-masing, bagaimana cara menjalankan dan menerapkannya. 
Dan bagi yang kurang sesuai dengan cara-cara diatas, silakan coba cara yang lain; masih banyak jalan menuju kepintaran.
Semoga entri kali ini bisa bermanfaat bagi pembacanya.
.



“Kalau begitu apakah cara ini tidak bisa dimasukkan? Bisa saja, jika Anda cukup punya uang, Anda bisa menyewa para preman penolong dengan bayaran untuk memaksa guru Anda membuat Anda jadi pintar. Atau kalau orang tua Anda cukup berpengaruh, bisa meminta tolong orang bayaran untuk mengancam guru Anda agar menaikkan nilai Anda jika dia tidak mau mati. Sedikit ancaman dan Anda bisa jadi pintar; agen-agen rahasia tentu lebih efektif daripada Anda yang mungkin kurang ‘sangar‘.”
Blegug siah!! Gameboy lu! Ga jelas!
Saya lebih memilih cara no. 2 dan 5.
)
Paling gampang dilakukan soalnya.
(Meskipun yang no. 1 juga sering dilakukan
Unit 076:
He? Apa maksudnya?
p4ndu_Y4m4to:
Paling mudah memang… Tapi tidak direkomendasikan lho.
Satir ya ?
Kesannya terlalu abstrak dan umum, tapi lupakanlah.
Bagus.
No 7 itu maksudnya apa ya?
jadi kampus ayam buat dipejabatin main yang suka perempuan?
Mihael D.B. Ellinsworth:
Maunya satir, tapi ngga tahu kelihatan seperti satir atau ngga.
Neo Forty-Nine:
Iya, ‘jual diri’, kasarnya…
Tapi tidak seefektif cara lain sih, saya rasa. Dan kurang umum, meski tetap ada cara begitu.
ah untung saja saya ngga mau jadi orang pintar …
Bingung mbacanya!
Satir yang aneh….
kalau di sekolah saya (tepatnya di kelas), murid2nya paling sering pake cara yang ke2
menunjukkan kekompakan kelas gituu *hoek..hoek..*
Tapi nggak selalu Lhaaaaaaaa~~~
Kata orang Padang gak perlu PINTAR namun yg diperlukan adalah PINTAR-PINTAR atau PANDAI-PANDAI……!
dan kalo di Betawi-in:
“…….pinter-pinter lo aje deh…!”
Orang Pintar pake linux
makSud loh,,,????
kaSar banGeT sIeh,, sAmpE adA jUal diRi sGala,,,,
so? whats the point? apa cuman satir segini aja? anyway, still nice
Jadi pintar memang mudah, tapi ada yang lebih mudah dari sekadar pintar. Coba apa ayo? Ha-ha-ha… Merdeka! Salam kenal!
Kamu pintar membuat tulisan!
ada cara pintar yang normal ga?? kaya makan roti-nya doraemon gituh,,
btw, masih musim maen 10 besar ya,,
*udah ga inget lagi*
aku cuma setuju sama PS-nya saja yang ada dibawah…
tapi aku membutuhkan kepintaran permanen…bukan hanya temporary saja…
Joerig:
Saya juga tak mau jadi “pintar”.
dnial:
Hehe, maklum. Masih coba-coba.
RaveIt:
Konteks persahabatan yang dimaksud bukan itu, lho.
g’kor:
Setuju.
Tapi kalau di jenjang pendidikan yang dikejar sih ‘kepintaran’.
Salam kenal, pak.
Iwan Darmawansyah:
Bukannya brang pintar minum Tolak Angin, pak?
Hehe. Salam kenal, pak.
arVee:
Mungkin agak kasar, tapi cara yang ini ada lho. Meskipun di Indonesia saya rasa memang kurang umum. Dan semoga tidak akan jadi umum. Salam kenal, mbak.
dre:
Ada di poin terakhir.
Sawali Tuhusyah:
Hmm… menulis tips menjadi pintar?
Salam kenal juga, pak.
Setya:
Rizma:
Hehe, kalau ada saya juga mau.
Yang paling umum ya cara 1, 2, dan 3 aja.
10 besar masih jadi tren, kok. Soalnya katanya berguna buat seleksi mahasiswa nanti. Makanya pada berlomba-lomba menjadi pintar.
mataharipagi:
Nah, itu dia poinnya.
Ah… tulisan yang (lagi-lagi) cukup menarik…
Apa cara keempat tidak terlalu sadis ya?
Kok jadi kayak di film-film…
Tambahin cara baru! “Pintar dengan tekno” hack komputer sekolah dan ganti nilai anda! Tapi ini buat sekolah yg sistemnya sudah maju.. kalau sistem tulisan tangan sih… -_-
Tapi definisi pintar sendiri relatif to? Saya memilih pintar dalam hal lain…
Ash:
Di Indonesia sekolah mana saja ya yang bisa diterapkan?
Yang penting jadi pintar.
Hehe, bisa juga tuh.
Lemon S. Sile:
“Pintar” disini maksudnya yang kebanyakan dikejar oleh orang.
N-i-l-a-i.
Hahaha, kalau begitu sih menurut saya bukan pintar. Tapi bodoh.
Buat saya pintar itu asal puas dengan diri sendiri dan pilihan itu sudah pintar.
Hehe, sekarang sih yang penting tampak luar dulu.
Mau aslinya pintar apa ngga urusan belakang… memang pembodohan, sih.
wew… pertamanya saya paling bingung sama yang nomer 2, tapi sekarang udah ngerti [setelah melihat dengan mata kepala sendiri]
gen, research sendiri?
ato gen pernah mencoba salah satu cara itu? [sulit dipercaya kalo gen gak pernah melakukan cara nomor 1]
Ahihihihi… semoga menjadi anak pintar ya,
Eh, tipsnya boleh juga
Dreamer:
Untungnya, selama 3 tahun ini saya belum memakai cara mana pun.
Sisanya hasil penelitian.
*apa ini dijadikan materi kartul aja ya*
jejakpena:
Amin.
cara ke 7 cocok tuh sama guru disekolahku dulu yang emang males dibelai istrinya…
gen selama 3 tahun tidak pernah memakai cara apapun ato memang g bisa pake cara apapun
Selama 3 tahun terakhir; tak pakai, tak bisa, dan tak mau.
Oi xali..
CAPE DEEE!! -___- tinggal nunggu masa dpn buruk aja. wakakkakakakakkakakakakaka!
dasar tips tips yang anda buat sama sekali tidak menolong orang malahan sebaliknya!!!!!111
tidak bbberrrrrrggggguuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaa
Uchiha Miyu:
Pintar sesaat kurang berguna.
marsel lasol:
Maaf, mas. Soalnya, seperti yang tertulis di tag, memang tujuannya satir aja.
Kalau soal jadi pintar yang beneran, saya paling hanya bisa beri tips supaya belajar aja, soalnya itu cara saya yang paling efektif.
Atau buka Wikipedia.
menurut aku orang yang rangking 1 belum tentu pintar.
jika dia mencontek untuk jadi rangking 1 maka dia lihai atau cerdik. jadi bingung ni pinter sama ga ya dengan lihai atau cerdik?
jangan dengarkan komentar diatas malah membuat kalian(pembaca) jadi bodoh percayalah pada diri kalian
terserah lolo pade ikut boleh nggak juga boleh
)
jd sebenarnya gimana kalo mu pintar
kadang gw bingung kalau belajar yang baik tu gmana. udah belatar 7 hari 7 malem tetep az ngjwab soalnya susah
@yudi:
Bisa jadi pelakunya yang lihai, bisa jadi pengawasnya yang lalai.
@puji:
Komen siapa nih?
@iis:
Setiap orang punya cara belajarnya sendiri-sendiri, ada yang tipe audio, ada yang visual, ada yang kinestetik, de es be. Kalau sudah mengetahui “tipe”nya, coba dipraktekkan aja.
Hmm… tergantung, mbak.
kalo lu semua pada bingung berarti lu semua ***maaf, disensor***
stupid
@komentator atas saya:
Boleh saja flaming disini (meskipun tidak dianjurkan), asalkan flame-nya ke saya, bukan ke pengunjung yang lain. Mereka hanya bertamu saja, kok, jadi kesalahan semuanya berada di tuan rumah. Oke?
Maaf, tapi komentarnya terpaksa saya sensor.
saya suka yang nomer 2, karena, faktanya, itulah yang terjadi, gyahahahaha!
Kalau di kuliah, katanya memang begitu ya, mas.
pinter itu luas bgt bagi gw !!!
apa lo udah cukup pinter untuk bilang lo itu PINTER ??
gw pingin tau dari diri lo masing-masing.
Saya sih belum merasa benar-benar pintar, kalau mau melihat ke atas lagi.
Good day!Dear
Just found an amazing site.
Wanna get free ringtones now? Any phone and carrier supported. Download Now For Free. Tons of Music. Millions of MP3’s.
Come on in: http://www.ringtone-i.net
Let’s meet!!!
Wow, isn’t that great? Thanks for your information. I’m gonna bring Mr. Akismet with me next time we met.
aduhh!??
Kenapa, mas/mbak?
oooooooooooooooooo, mudah bangets tuh
haha..boleh juga tuh jadi kalau mau pintar itu banyak cara yah dan ga cuma pintar di akademi..
woi,yg nge-fans ma one piece segera gabung dengan klub one piece
@chongmin ren:
Hm?
@wella:
Iya, kan ini satir, mbak.
@luffi:
Lho?
Wah, ini jurus pintar dari mana yaa? kok gak ada dikamusku. apa ada halaman yang sobek ato belum di terjemahkan ya.. heeheheh
Jurus-jurus yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang pernah saya lihat, pak…
Hehe, ini satir kok.
wuuich….._…?? mudah mudah juga yah jadi orang pintar..
jah.caranya kejam2 amat.
Ini tulisan sesat!! mohon untuk dihapus dan tidak dipublikasikan karena anda scr tdk langsung sdh meracuni pemikiran bangsa kita…
Mohon perhatiannya dan mohon diperhatikan untuk postingan-pöstingan selanjutnya.
Thanks in advance
Think smart! karena moral bangsa kita sudah terpuruk dan ditambah lagi tulisan sesat dari anda ini..
tak masalah apabila hanya anda yg berpikiran seperti ini, namun jgn racuni otak penerus bangsa dgn tulisan gak bermutu spt ini..
@farid:
Jadi ‘pintar’ memang mudah… jadi pintar, belum tentu.
@reccarebellion:
Begitulah.
@Babianto:
Maksud saya ini ditujukan untuk satir, mas. Jadi refleksi atas apa yang terjadi di sekitar saya, soalnya banyak praktisinya.
yup, benar sekali… jadi pintar itu mudah!!
sayangnya, pintar tidak sama dengan cerdas. sudah banyak tuh kejadian orang-orang dengan IP selangit yang jatuh berguguran ketika memasuki dunia nyata. kebanyakan teori sih, tidak pernah praktek.
*semoga saja saya tidak termasuk yang demikian. cerdas tapi tidak pintar masih mending lah. kalo bisa cerdas dan pintar.*
wah, bagus…pinter…cara yang menyesatkan. tapi gpp.tar Q coba..tapi yang persahabtan x y..eh, ada cara laen lg g? yg rada bener gtu…mkch…
oo…emang praktisnya seperti itu, hampir 65 persen dunia pendidikan merah putih memakai tips-tips di atas. Saya pikir artikel ini dapat menjadi materi tambahan pemerintahan ‘bersama kita bisa’ untuk menciptakan dunia pendidikan yang bermartabat dan berbudaya luhur.
Kurang komplit tu blech……. klo mnurut tips gw “orang pintar minum Bintangin”
hem,,,,,cara orang menjadi pintar itu gampang,,,tidak harus seperti itu
berbakti kepada ortu, semangat, dan tawakal…cukup.
kepintaran memang terkadang memerlukan kelicikan,but kelicikan itu membuat kita melanglah ke jalan yang salah…?!?
“Pintar” dalam artian nilai akademisnya bagus mungkin iya, tapi apakah ia benar-benar pintar?
Itu poin saya.
HIDUPPPPPPPP,,,,,,,,,,,,,,,
NYONTEXZZZZ!!!!!!!!!!!!!!!!!!
heheheh,,,,,
klo cra seperti itu bukan dinamakan pintar , ,
tapi tidak jauh dari cara cerdas untuk menutupi kebodohan.
kadang2 Q jga sering nglakuin hal seperti itu , ,
Q jga liat situasi dlu sebelum beraksi , ,
Coalnya jangan remehkan Gru jaman skarang , ,
lo mau nilai bagus pacarin aja salah satu guru
ky Gw , ,alhasil Xm bisa privat gratis
kan terkesan lebih gokil , , ,heheheheh
just rock’n roll
cara yang anda sarankan semuanya salah… gak….ada yang beres..
itu cara dosa… selagi kita masih hidup di dunia,,, kerja keras itu sangat diperlukan…
bukan dengan caRA INSTAN…ITU MALAS.. YOU KNOW ??
LEBIH BANGGA NILAI 20 DARI PADA 100 TAPI NYONTEK DAN TIDAK…TAHU ASAL MUASAL JAWABAN YNANG ANDA PEROLEH…TIDAK PUNYA MOTIVASI…
Kayaknya yang punya rumah lagi sibuk. Saya numpang komen, deh.
@ RISSA
Sebenarnya tulisan ini bersifat sindiran kepada masyarakat sekitar. Makanya dikasih label satir.
Jadi maksud penulis disini bukannya menyarankan hal-hal tersebut, melainkan menunjukkan bahwa cara-cara seperti yang disebutkan di tulisan ini pernah dilakukan oleh beberapa siswa dan mahasiswa di Indonesia.
At least,saya gak termasuk kriteria diatas..
*ditimpukin
*pake duit tapinya
walah…tak kirain beneran….
Hei……. ini tips jadi pintar atau ajaran sesat sich…… yang benner dong… masa’ pinter nyontekkkk
Jadi sesat.
Kan sudah saya bilang ini satire.
puisi panjang untuk pelangi
suatu waktu di subuh yang perawan
kufikirkan dirimu, dan cintaku.
kufikirkan sahabatku.
betapa makna……..
tusuk saja punggungku, biar sepi mengaduh.
tusuk saja dadaku biar ramai bergemuruh.
dan aku tak perlu lagi diam seribu bahasamu.
atau gulungan senyum yang terus ganggu tidurku.
patahkan saja rantingnya, agar terbagi dua.
aku tak ingin lagi dunia.
datangi diriku…sapa, caci dan tamparlah.
ajari aku tentang cinta yang kau maksud.
banting saja kristalnya, biar seperti permata.
aku tak perlu lagi dunia.
ajak sahabatku…sapa, hajar dan ikat diriku.
ajari aku tentang setia.
penggal saja kepalaku, agar kau percaya kalau aku manusia.
aku tak lagi butuh dunia.
ajak semuanya…ramai-ramai meneliti,
tentang apa arti cinta, tentang diam yang kau punya.
potong saja tanganku, agar tak lagi memberimu.
aku tak mau lagi dunia.
buktikan semua, tentang kasih, tentang damai tentang cinta.
ayo….tantang aku dengan berani..!
liat cinta-cinta itu, terus tumbuh keluar dari kepalaku.
tak bisa diam, tak bisa tenang.
ayo kemarilah bersama semua.
bunuh dirku…cabik-cabik badanku, potong semuanya.
tak mengapa, mungkin kelak kau temukan cinta di antara arteriku.
yang mengalir bersama darah yang menuliskan namamu……………
mas tulisannya dikopipaste tuh : http://ridho2009.wordpress.com/2009/02/06/jadi-pinter-itu-mudah-koq/
pinternya keblinger !
hhaha…
pintar dengan cara itu?
cuma pintar sesaat ajj..
apa lagi dengan nyontek..
cuma bikin orang ketergantungan, pasrah, dan ga mau usaha.
mungkin cara biar pintar itu sebaiknya,,
niat,,
belajar (ga cuma dari buku, tapi dari hal-hal yang terjadi),,
berdo’a..
that’s all..
Silakan lihat disclaimer di akhir tulisan.
ahhhh………..
jadi bingung…?????
ngak tau mo pilih cara yang mana????
Wkwkwkwk
Untung gue g pengen jadi orang pinter.
Gue lebih milih jadi orang biasa aja, ga pinter ga papa dech.
kalau menurut w cih.
tu ada bnernyya uga….
tpy g smwa lo.
tpy…..
tpy…
tpy…
masa mw jdi rank pnter nyontek g mngkin kan…….
aneh yach….
kalau anda mw pinter langsung ja ksitus ini
http://WWW.ORANG PINTAR MINUM TOLAK MANGIN.COM
kalo gitu caranya itu sich hanya pintar sesaat cuy…
wOy ,,
jde tiipS pinTer qYa gtoO cUma seSaaT ajj ..
aPaLagii deNgan nYontek ‘ gaX bNgeDt tuU
gUw qYanDt Law dAH deWasa ciiTa2 gUw jde gUru .
Loo sALAh ngAsiih tipS qYa gToo ………
yanG bNerr tipS NyA Tu :
1. beraDa dii jaLan aLLah
2. beR do’a n’ taWakaL
3. jaN Lpa Law mALem beLjar aPaLaGi Law Gy uLangAN .
Oqe aAx tiipS dRe gUw ..
he .. he .. he .. ^_^
loe! kalo ngsih saran yang bener aja dwong
itu emang bener2 menyesatkan
pintar tapi gak cerdas….percuma booss…
http://sendit.wordpress.com
slah cmua….
law mo pinter y blajar downk…..
ntu mah…malah ngajarin yg g baek….
da tipz yg laen g?
Wuahahaa
Udah lama ngga blogwalking ke sini. Makin oke aja ini tulisannya sang jendral..:D
Woow..
Caranya-orz-
Nyi..nyindirnya kena boss~!
Hebat.
Tapi, pinter dengan menjual diri emang bisa?
Haha, ini ngga terpikirkan selama ini..:D
Well, pinter itu ndak penting.
Lagian, pinter sih IMO ya, cuma titel thok.
Buktinya, banyak orang yang dicap pinter ngga selalu dapat peringkat, bahkan mbah dukun beranak yang bahkan mungkin ngga bisa ngurutin alfabet dibilang ‘orang pintar’ juga tho?XD
Haha.
OK, keep writin dah Boss.