Jadi Pintar itu Mudah!

Masyarakat kita, terutama para pelajar, sering mengeluh bahwa jadi orang pintar itu sulit. Mereka bilang, kalau jadi orang pintar itu harus rajin, sering belajar, dan di kelas masuk peringkat 10 besar dari atas. Yang dapat peringkat 1 pasti dapat penobatan sebagai orang terpintar di kelas. Yah… kalau begitu kelihatannya jadi orang pintar itu benar-benar sulit ya? :? Harus rajin belajar, menyimak guru yang berpidato menjelaskan di depan kelas, tidak bisa main game atau dugem setiap hari, harus punya jadwal belajar, dan lain sebagainya. Semua itu harus dilakukan supaya jadi orang pintar dan masuk 10 besar.

Tapi sebenarnya, jadi orang pintar itu tidak sulit. Jadi orang pintar itu mudah, tidak perlu belajar susah-susah supaya bisa jadi orang yang pintar di sekolah. Anda tidak perlu jadi orang yang dianggap nerd oleh teman-teman Anda untuk jadi orang pintar. Anda bisa setiap hari menonton anime, bermain video game, atau dugem hingga pusing. Sebenarnya mudah sekali mengambil jalan menuju kepintaran. Bagaimana caranya?

. . .

. . .

. . .

1. Anda Bisa Pintar Dengan Menyontek

Betul, mudah saja. Masih perlu dijelaskan? :lol: Bisa dibilang ini cara paling mendunia dan paling standar yang sering digunakan oleh masyarakat untuk meraih jalan menuju kepintaran. Dengan menyontek Anda bisa jadi orang paling pintar di kelas dengan nilai sempurna, Anda bisa menjadi peringkat 1 dan diakui sebagai orang terpintar di kelas Anda–setidaknya Anda akan diakui oleh guru, orang tua Anda, atau orang-orang yang belum mengenal Anda. Tapi Anda perlu hati-hati dalam menggunakan teknik ini, jangan terlalu sering menjadi yang terpintar. Sekali-sekali Anda perlu membiarkan orang lain menjadi lebih pintar dari Anda, siapa tahu ada yang mencoba mengikuti jejak Anda dengan teknik ini. :mrgreen:

2. Anda Bisa Pintar Dengan Persahabatan

Lho, bagaimana bisa bersahabat dengan orang-orang hasilnya berbuah kepintaran? Apakah harus dengan membuat kelompok belajar, kemudian belajar bersama-sama? Aah, tak usah…!!! Terlalu repot! Itu sih omong-kosong. :lol: Sudah saya bilang bahwa Anda tidak perlu belajar susah-susah supaya bisa jadi orang pintar. Persahabatan disini, mudah saja. Tidak perlu sampai jadi Hitler yang mempunyai kelebihan dengan sorot matanya yang tajam, tentunya, tapi Anda hanya perlu santai sedikit dan memiliki beberapa social skill supaya bisa mudah berteman dengan orang banyak.

Kalau sudah? Dekati guru mata pelajaran yang Anda inginkan. Berteman baiklah dengan guru tersebut, kalau perlu buat diri Anda tampak seperti anak murid yang baik, patuh, tapi di saat yang bersamaan juga bisa bergaul dengan mudah dengan guru tersebut. Efektifkah cara ini? Asal tahu saja, menurut beberapa sumber, guru itu bisa saja mempertimbangkan nilai seorang murid dari sikapnya. Jadi misalnya nilai Anda jelek, tapi sikap Anda bagus, yah… dinaikkan sedikit tak apalah. :mrgreen: Jadi, bagaimana cara efektif supaya Anda bisa pintar di semua pelajaran? Dekati semua guru! Kalau tingkat persahabatan Anda begitu tinggi, terkadang ada guru yang akan menyempurnakan nilai Anda tanpa ragu.

3. Anda Bisa Pintar Dengan Kekuasaan

Kalau ini sih, tergantung takdir ya. :? Tidak semua orang bisa menggunakan cara ini, tapi bagi Anda yang bisa, manfaatkanlah! Mungkin Anda adalah salah satu dari beberapa orang terpilih yang menjadi pintar dengan cara ini. Bagaimana caranya?

Anda perlu pendekatan sosial seperti cara kedua, tapi tidak perlu seintensif itu dan lagi bukan Anda yang melakukan ini. Alhasil cara ini lebih efektif bagi Anda yang menginginkan cara efektif untuk menjadi pintar. Anda cukup minta tolong kepada orang tua Anda untuk bicara ke para guru agar nilai Anda dinaikkan. Tapi harap ingat! Harus diingat baik-baik cara ini tidak akan berguna jika orang tua Anda bukan orang penting. Orang tua Anda harus jendral besar, presiden direktur, presiden negara, atau justru sesama guru–semakin tinggi pangkatnya semakin baik… misalnya “guru” di universitas atau guru besar. Semakin besar pengaruh orang tua Anda, maka semakin besar kemungkinan Anda mencapai nilai sempurna. :)

Meskipun cara ini cukup efektif, apalagi jika Anda kurang suka menyogok orang membantu kondisi perekonomian guru, cara ini tidak akan berhasil kalau orang tua Anda bukan orang penting.

4. Anda Bisa Pintar Dengan Kekuatan

Kata siapa adu otot itu cara barbar? FPI saja masih suka gontok-gontokkan kok. Lalu kata siapa pula kepintaran tidak ada hubungannya dengan otot? Buktinya apa? :lol: Jadi bukannya tidak boleh Anda coba gunakan kekuatan Anda untuk membuat Anda jadi orang pintar di kelas, tentunya semakin sedikit pihak yang mengetahui cara Anda ini semakin baik. Di beberapa tempat Anda boleh menerapkan metode kekerasan langsung; langsung hajar saja guru Anda yang memberikan nilai buruk. Hajar terus hingga ia mau memberikan Anda nilai yang baik, sehingga Anda bisa menjadi orang pintar di kelas. Tapi tidak semua tempat memperbolehkan Anda berbuat seperti itu, Anda bisa ditangkap polisi karenanya. Dan lagi, perbuatan ini lebih beresiko, bisa saja Anda justru dihajar oleh guru Anda jika ternyata Anda lebih lemah.

Kalau begitu apakah cara ini tidak bisa dimasukkan? Bisa saja, jika Anda cukup punya uang, Anda bisa menyewa para preman penolong dengan bayaran untuk memaksa guru Anda membuat Anda jadi pintar. Atau kalau orang tua Anda cukup berpengaruh, bisa meminta tolong orang bayaran untuk mengancam guru Anda agar menaikkan nilai Anda jika dia tidak mau mati. Sedikit ancaman dan Anda bisa jadi pintar; agen-agen rahasia tentu lebih efektif daripada Anda yang mungkin kurang ‘sangar‘.

5. Anda Bisa Pintar Dengan Sok Beriman dan Alim

Kalau Anda seorang pacifist, coba cara yang ini. Anda bisa tampil dengan gaya Islami, sering berada di masjid, atau hal-hal yang berbau keagamaan lainnya. Yang penting ada orang lain yang melihat Anda, terutama guru Anda. Seperti yang sudah dikatakan di poin kedua, guru akan mempertimbangkan murid dari sikapnya, jadi cobalah untuk bersikap seperti anak-baik-tak-berdosa-yang-selalu-ke-masjid. Kalau perlu Anda juga boleh menjadi seorang yang sangat patuh terhadap hadis. Bagaimana jika Anda suka melihat pornografi? Tak apa, cara ini masih tetap bisa dicoba; tampil alim di depan guru, ketika tak ada guru, silakan tonton Miyabi sepuasnya. :mrgreen: Membicarakan barang yang aneh-aneh juga tetap bisa, yang penting jangan di depan guru.

Tapi jangan lupa untuk menguasai sedikit ilmu agama Anda, atau cobalah kuasai cara-cara menghindar dari ajakan orang lain. Karena akan jadi masalah jika Anda ditarik guru agama Anda untuk mengikuti lomba baca Al-Qur’an, misalnya. :mrgreen:

6. Anda Bisa Pintar Dengan Uang

Bisakah? Bisa, tentu saja… justru cara inilah yang sebenarya paling efektif dibanding cara lainnya! Zaman sekarang ini uanglah yang paling berkuasa. Segala hal perlu uang, dari makanan hingga pendidikan. Bahkan mau memenuhi panggilan alam pun tidak gratis. Kalau mau dirunut, sebenarnya pendidikan akademis formal kebanyakan remaja sekarang ini segalanya berkaitan dengan uang.

Pertama, harus daftar biaya sekolahnya itu sendiri. Kemudian untuk mengikuti tes masuknya juga harus bayar. Jika tidak lulus tes masuk, tapi tetap mau masuk disitu, harus bayar juga kan? Tentunya bayar ke siapa, itu rahasia masing-masing. :mrgreen: Kedua, setelah masuk sekolahnya, harus beli buku pelajaran. Uang lagi yang bermain. Ketiga, setelah memasuki kelas pertama kali, ada istilah yang namanya “bayar uang sekolah”. Kalau muridnya ikut ekstrakurikuler yang ditawarkan di sekolahnya, harus bayar uang ekstrakurikuler juga. Kalau-kalau diadakan pensi, harus bayar lagi, padahal kebanyakan tidak bisa memilih mau ikut berpartisipasi atau tidak. Keempat, setelah lulus, harus berinteraksi dengan uang lagi. Mau bayar buku tahunan harus dengan uang, begitu juga kalau mau diwisuda.

Jadi, bukannya tidak mungkin kalau Anda juga bisa menjadi pintar dengan uang. Caranya? Mirip dengan cara kedua, jika Anda malas pendekatan sosial, lakukan saja pendekatan materi. Apakah cara ini terlalu murahan? Biar saja, yang penting kan Anda bisa jadi pintar. Mau murahan atau mahalan urusan nanti, yang penting pintar dulu. Lagipula, siapa bilang mengeluarkan uang itu murah? :lol: Kalau gurunya tidak mau, ya Anda coba saja berurusan dengan Kau-Tahu-Siapa. Beliau kan juga merupakan orang yang bisa membuat Anda masuk ke sekolah dengan cara yang–ups, seharusnya saya tak perlu bilang ya. :P

7. Anda Bisa Pintar Dengan Tubuh

Anda selalu ketahuan ketika menyontek? Bapak Anda bukan presiden, bukan juga direktur? Anda orang yang lemah dan tidak punya cukup uang? Tidak ada cara lain yang sesuai bagi Anda? Apa boleh buat, mungkin Anda bisa coba cara terakhir. Cara ini cukup mengandalkan fisik Anda, juga kemampuan Anda merayu. Jadi bagi orang-orang yang agak kaku mungkin cara ini agak susah, tapi sebaliknya bagi yang ahli nggombal akan jadi mudah.

Ada dua metode yang bisa ditempuh dalam menggunakan cara ini. Jalan pertama, Anda cukup menggunakan kemampuan bicara Anda seperti cara kedua, tapi untuk wanita bisa disertai dengan gaya tubuh yang aduhai. Tentunya jangan ngebor Inul, saya rasa itu tidak akan efektif kecuali mau pentas di panggung. Jika Anda cukup ahli, bisa saja guru Anda akan terpikat dan mau menaikkan nilai Anda.

Jalan kedua, jika Anda benar-benar mau melakukan jalan ini, berarti Anda benar-benar haus akan kepintaran, haus akan kepuasan rasanya menjadi orang pintar. Jalan apa? Kaitkan dengan judul. Sudah? Nah, saya tak akan bicara lebih jauh, karena ini cenderung kurang baik untuk dibicarakan. Jadi silakan pahami sendiri maksudnya, karena di beberapa tempat, sebenarnya metode ini sempat digunakan.

Mungkin cara ini memang terlalu murahan, tapi demi nilai, apapun bisa jadi halal. Yang penting tujuan Anda tercapai kan? Jadi orang pintar?

. . .

. . .

. . .

Sekian pembahasan kali ini. Dari beberapa cara diatas, silakan pilih mana yang terbaik bagi Anda. Cara-cara diatas hanya menjelaskan cara-cara dasar untuk memandu jalan menuju kepintaran dan peringkat 10 besar. Sedangkan untuk hasilnya sendiri akan kembali ke diri masing-masing, bagaimana cara menjalankan dan menerapkannya. :mrgreen:
Dan bagi yang kurang sesuai dengan cara-cara diatas, silakan coba cara yang lain; masih banyak jalan menuju kepintaran.

Semoga entri kali ini bisa bermanfaat bagi pembacanya.

.

PS: Meskipun cara ini mungkin bisa membuat Anda menjadi pintar di sekolah, tapi tak ada jaminan cara ini akan membuat Anda jadi pintar di kemudian hari. :)

95 Tanggapan ke “Jadi Pintar itu Mudah!”


  1. 1 Unit 076 Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:05

    “Kalau begitu apakah cara ini tidak bisa dimasukkan? Bisa saja, jika Anda cukup punya uang, Anda bisa menyewa para preman penolong dengan bayaran untuk memaksa guru Anda membuat Anda jadi pintar. Atau kalau orang tua Anda cukup berpengaruh, bisa meminta tolong orang bayaran untuk mengancam guru Anda agar menaikkan nilai Anda jika dia tidak mau mati. Sedikit ancaman dan Anda bisa jadi pintar; agen-agen rahasia tentu lebih efektif daripada Anda yang mungkin kurang ‘sangar‘.”

    Blegug siah!! Gameboy lu! Ga jelas!

  2. 2 p4ndu_Y4m4to Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:14

    Saya lebih memilih cara no. 2 dan 5.
    Paling gampang dilakukan soalnya.
    (Meskipun yang no. 1 juga sering dilakukan :lol: )

  3. 3 Xaliber von Reginhild Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:17

    Unit 076:
    He? Apa maksudnya? :?

    p4ndu_Y4m4to:
    Paling mudah memang… Tapi tidak direkomendasikan lho. :P

  4. 4 Mihael "D.B." Ellinsworth Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:33

    Satir ya ? :?

    Kesannya terlalu abstrak dan umum, tapi lupakanlah.

    Bagus. :mrgreen:

  5. 5 Neo Forty-Nine Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:35

    No 7 itu maksudnya apa ya?
    jadi kampus ayam buat dipejabatin main yang suka perempuan?

  6. 6 Xaliber von Reginhild Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:41

    Mihael D.B. Ellinsworth:
    Maunya satir, tapi ngga tahu kelihatan seperti satir atau ngga. :P

    Neo Forty-Nine:
    Iya, ‘jual diri’, kasarnya…
    Tapi tidak seefektif cara lain sih, saya rasa. Dan kurang umum, meski tetap ada cara begitu.

  7. 7 Joerig Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:46

    ah untung saja saya ngga mau jadi orang pintar …

  8. 8 dnial Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 15:47

    Bingung mbacanya!
    Satir yang aneh….

  9. 9 Ravelt Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 17:17

    :lol: *senyam senyum baca artikelnya*

    kalau di sekolah saya (tepatnya di kelas), murid2nya paling sering pake cara yang ke2 :mrgreen: menunjukkan kekompakan kelas gituu *hoek..hoek..*

    Tapi nggak selalu Lhaaaaaaaa~~~ :P

  10. 10 g'kor Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 17:24

    Kata orang Padang gak perlu PINTAR namun yg diperlukan adalah PINTAR-PINTAR atau PANDAI-PANDAI……!

  11. 11 g'kor Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 17:25

    dan kalo di Betawi-in:
    “…….pinter-pinter lo aje deh…!”

  12. 13 arVee Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 20:40

    makSud loh,,,????
    kaSar banGeT sIeh,, sAmpE adA jUal diRi sGala,,,,

  13. 14 dre Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 21:18

    so? whats the point? apa cuman satir segini aja? anyway, still nice

  14. 15 Sawali Tuhusetya Rabu, 8 Agustus 2007 pukul 23:21

    Jadi pintar memang mudah, tapi ada yang lebih mudah dari sekadar pintar. Coba apa ayo? Ha-ha-ha… Merdeka! Salam kenal!

  15. 16 Setya Kamis, 9 Agustus 2007 pukul 5:50

    Kamu pintar membuat tulisan! :D

  16. 17 Rizma Jumat, 10 Agustus 2007 pukul 10:30

    ada cara pintar yang normal ga?? kaya makan roti-nya doraemon gituh,, :lol:

    btw, masih musim maen 10 besar ya,,
    *udah ga inget lagi*

  17. 18 mataharipagi Jumat, 10 Agustus 2007 pukul 15:29

    aku cuma setuju sama PS-nya saja yang ada dibawah… :lol:

    tapi aku membutuhkan kepintaran permanen…bukan hanya temporary saja… :)

  18. 19 Xaliber von Reginhild Jumat, 10 Agustus 2007 pukul 20:39

    Joerig:
    Saya juga tak mau jadi “pintar”. :mrgreen:

    dnial:
    Hehe, maklum. Masih coba-coba.

    RaveIt:
    Konteks persahabatan yang dimaksud bukan itu, lho. :P

    g’kor:
    Setuju. :)
    Tapi kalau di jenjang pendidikan yang dikejar sih ‘kepintaran’.
    Salam kenal, pak.

    Iwan Darmawansyah:
    Bukannya brang pintar minum Tolak Angin, pak? :mrgreen:
    Hehe. Salam kenal, pak.

    arVee:
    Mungkin agak kasar, tapi cara yang ini ada lho. Meskipun di Indonesia saya rasa memang kurang umum. Dan semoga tidak akan jadi umum. Salam kenal, mbak.

    dre:
    Ada di poin terakhir. :)

    Sawali Tuhusyah:
    Hmm… menulis tips menjadi pintar? :P
    Salam kenal juga, pak.

    Setya:
    :?

    Rizma:
    Hehe, kalau ada saya juga mau. :P
    Yang paling umum ya cara 1, 2, dan 3 aja.
    10 besar masih jadi tren, kok. Soalnya katanya berguna buat seleksi mahasiswa nanti. Makanya pada berlomba-lomba menjadi pintar. :D

    mataharipagi:
    Nah, itu dia poinnya. :mrgreen:

  19. 20 Ash Sabtu, 11 Agustus 2007 pukul 19:12

    Ah… tulisan yang (lagi-lagi) cukup menarik…

    Apa cara keempat tidak terlalu sadis ya? :) Kok jadi kayak di film-film…

    Tambahin cara baru! “Pintar dengan tekno” hack komputer sekolah dan ganti nilai anda! Tapi ini buat sekolah yg sistemnya sudah maju.. kalau sistem tulisan tangan sih… -_-

  20. 21 Lemon S. Sile Sabtu, 11 Agustus 2007 pukul 23:31

    Tapi definisi pintar sendiri relatif to? Saya memilih pintar dalam hal lain…

  21. 22 Xaliber von Reginhild Minggu, 12 Agustus 2007 pukul 0:10

    Ash:
    Yang penting jadi pintar. :P
    Hehe, bisa juga tuh. :mrgreen: Di Indonesia sekolah mana saja ya yang bisa diterapkan?

    Lemon S. Sile:
    “Pintar” disini maksudnya yang kebanyakan dikejar oleh orang.
    N-i-l-a-i. :mrgreen:

  22. 23 Lemon S. Sile Minggu, 12 Agustus 2007 pukul 0:35

    Hahaha, kalau begitu sih menurut saya bukan pintar. Tapi bodoh. :mrgreen:

    Buat saya pintar itu asal puas dengan diri sendiri dan pilihan itu sudah pintar.

  23. 24 Xaliber von Reginhild Minggu, 12 Agustus 2007 pukul 1:54

    Hehe, sekarang sih yang penting tampak luar dulu. :lol:
    Mau aslinya pintar apa ngga urusan belakang… memang pembodohan, sih. :?

  24. 25 Dreamer Selasa, 14 Agustus 2007 pukul 16:00

    wew… pertamanya saya paling bingung sama yang nomer 2, tapi sekarang udah ngerti [setelah melihat dengan mata kepala sendiri] :P

    gen, research sendiri? :lol: ato gen pernah mencoba salah satu cara itu? [sulit dipercaya kalo gen gak pernah melakukan cara nomor 1]

  25. 26 jejakpena Selasa, 14 Agustus 2007 pukul 21:02

    Ahihihihi… semoga menjadi anak pintar ya, :mrgreen:

    Eh, tipsnya boleh juga :cool: :lol:

  26. 27 Xaliber von Reginhild Jumat, 17 Agustus 2007 pukul 18:03

    Dreamer:
    Untungnya, selama 3 tahun ini saya belum memakai cara mana pun. :)
    Sisanya hasil penelitian.
    *apa ini dijadikan materi kartul aja ya*

    jejakpena:
    Amin. :mrgreen:

  27. 28 zaraki Selasa, 21 Agustus 2007 pukul 22:35

    cara ke 7 cocok tuh sama guru disekolahku dulu yang emang males dibelai istrinya…

    gen selama 3 tahun tidak pernah memakai cara apapun ato memang g bisa pake cara apapun

  28. 29 Xaliber von Reginhild Kamis, 23 Agustus 2007 pukul 18:28

    Selama 3 tahun terakhir; tak pakai, tak bisa, dan tak mau. :P

  29. 30 Uchiha Miyu Sabtu, 25 Agustus 2007 pukul 11:01

    Oi xali..

    CAPE DEEE!! -___- tinggal nunggu masa dpn buruk aja. wakakkakakakakkakakakakaka!

  30. 31 marsel lasol Senin, 27 Agustus 2007 pukul 12:26

    dasar tips tips yang anda buat sama sekali tidak menolong orang malahan sebaliknya!!!!!111
    tidak bbberrrrrrggggguuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaa

  31. 32 Xaliber von Reginhild Rabu, 29 Agustus 2007 pukul 20:07

    Uchiha Miyu:
    Pintar sesaat kurang berguna. :P

    marsel lasol:
    Maaf, mas. Soalnya, seperti yang tertulis di tag, memang tujuannya satir aja.
    Kalau soal jadi pintar yang beneran, saya paling hanya bisa beri tips supaya belajar aja, soalnya itu cara saya yang paling efektif. :?
    Atau buka Wikipedia. :D

  32. 33 yudi Minggu, 16 September 2007 pukul 18:43

    menurut aku orang yang rangking 1 belum tentu pintar.
    jika dia mencontek untuk jadi rangking 1 maka dia lihai atau cerdik. jadi bingung ni pinter sama ga ya dengan lihai atau cerdik?

  33. 34 puji Minggu, 30 September 2007 pukul 8:17

    jangan dengarkan komentar diatas malah membuat kalian(pembaca) jadi bodoh percayalah pada diri kalian

  34. 35 puji Minggu, 30 September 2007 pukul 8:18

    terserah lolo pade ikut boleh nggak juga boleh
    :) )

  35. 36 iis Jumat, 7 Desember 2007 pukul 18:11

    jd sebenarnya gimana kalo mu pintar

  36. 37 iis Jumat, 7 Desember 2007 pukul 18:12

    kadang gw bingung kalau belajar yang baik tu gmana. udah belatar 7 hari 7 malem tetep az ngjwab soalnya susah

  37. 38 Xaliber von Reginhild Jumat, 7 Desember 2007 pukul 20:52

    @yudi:
    Bisa jadi pelakunya yang lihai, bisa jadi pengawasnya yang lalai. :mrgreen:

    @puji:
    Komen siapa nih? :?

    @iis:
    Hmm… tergantung, mbak. :) Setiap orang punya cara belajarnya sendiri-sendiri, ada yang tipe audio, ada yang visual, ada yang kinestetik, de es be. Kalau sudah mengetahui “tipe”nya, coba dipraktekkan aja. :mrgreen:

  38. 39 tai hahaha Minggu, 23 Desember 2007 pukul 22:49

    kalo lu semua pada bingung berarti lu semua ***maaf, disensor***

  39. 41 Xaliber von Reginhild Minggu, 23 Desember 2007 pukul 23:02

    @komentator atas saya:
    Maaf, tapi komentarnya terpaksa saya sensor. :) Boleh saja flaming disini (meskipun tidak dianjurkan), asalkan flame-nya ke saya, bukan ke pengunjung yang lain. Mereka hanya bertamu saja, kok, jadi kesalahan semuanya berada di tuan rumah. Oke? ;)

  40. 42 Dekisugi Senin, 24 Desember 2007 pukul 11:22

    saya suka yang nomer 2, karena, faktanya, itulah yang terjadi, gyahahahaha!

  41. 43 Xaliber von Reginhild Senin, 24 Desember 2007 pukul 14:38

    Kalau di kuliah, katanya memang begitu ya, mas. :P

  42. 44 abell Kamis, 27 Desember 2007 pukul 23:25

    pinter itu luas bgt bagi gw !!!
    apa lo udah cukup pinter untuk bilang lo itu PINTER ??
    gw pingin tau dari diri lo masing-masing.

  43. 45 Xaliber von Reginhild Jumat, 28 Desember 2007 pukul 0:39

    Saya sih belum merasa benar-benar pintar, kalau mau melihat ke atas lagi. ;)

  44. 46 BrovkinPEtrO Minggu, 13 Januari 2008 pukul 16:05

    Good day!Dear
    Just found an amazing site.
    Wanna get free ringtones now? Any phone and carrier supported. Download Now For Free. Tons of Music. Millions of MP3’s.
    Come on in: http://www.ringtone-i.net
    Let’s meet!!!

  45. 47 Xaliber von Reginhild Minggu, 13 Januari 2008 pukul 16:54

    Wow, isn’t that great? Thanks for your information. I’m gonna bring Mr. Akismet with me next time we met. :)

  46. 50 chongmin ren Rabu, 30 Januari 2008 pukul 13:39

    oooooooooooooooooo, mudah bangets tuh

  47. 51 wella Sabtu, 8 Maret 2008 pukul 11:49

    haha..boleh juga tuh jadi kalau mau pintar itu banyak cara yah dan ga cuma pintar di akademi..

  48. 52 luffi Sabtu, 8 Maret 2008 pukul 16:06

    woi,yg nge-fans ma one piece segera gabung dengan klub one piece

  49. 53 Xaliber von Reginhild Sabtu, 8 Maret 2008 pukul 21:46

    @chongmin ren:
    Hm? :?

    @wella:
    Iya, kan ini satir, mbak. :D

    @luffi:
    Lho?

  50. 54 Taufik Kamis, 3 April 2008 pukul 11:34

    Wah, ini jurus pintar dari mana yaa? kok gak ada dikamusku. apa ada halaman yang sobek ato belum di terjemahkan ya.. heeheheh

  51. 55 Xaliber von Reginhild Minggu, 6 April 2008 pukul 17:34

    Jurus-jurus yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang pernah saya lihat, pak… :D

    Hehe, ini satir kok.

  52. 56 farid Jumat, 6 Juni 2008 pukul 17:39

    wuuich….._…?? mudah mudah juga yah jadi orang pintar..

  53. 57 reccarebellion Sabtu, 7 Juni 2008 pukul 12:08

    jah.caranya kejam2 amat.

  54. 58 Babianto Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 13:09

    Ini tulisan sesat!! mohon untuk dihapus dan tidak dipublikasikan karena anda scr tdk langsung sdh meracuni pemikiran bangsa kita…
    Mohon perhatiannya dan mohon diperhatikan untuk postingan-pöstingan selanjutnya.
    Thanks in advance

  55. 59 Babianto Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 13:12

    Think smart! karena moral bangsa kita sudah terpuruk dan ditambah lagi tulisan sesat dari anda ini..
    tak masalah apabila hanya anda yg berpikiran seperti ini, namun jgn racuni otak penerus bangsa dgn tulisan gak bermutu spt ini..

  56. 60 Xaliber von Reginhild Sabtu, 19 Juli 2008 pukul 20:51

    @farid:
    Jadi ‘pintar’ memang mudah… jadi pintar, belum tentu. :P

    @reccarebellion:
    Begitulah.

    @Babianto:
    Maksud saya ini ditujukan untuk satir, mas. Jadi refleksi atas apa yang terjadi di sekitar saya, soalnya banyak praktisinya.

  57. 61 Radix Hidayat Kamis, 31 Juli 2008 pukul 6:08

    yup, benar sekali… jadi pintar itu mudah!!
    sayangnya, pintar tidak sama dengan cerdas. sudah banyak tuh kejadian orang-orang dengan IP selangit yang jatuh berguguran ketika memasuki dunia nyata. kebanyakan teori sih, tidak pernah praktek.

    *semoga saja saya tidak termasuk yang demikian. cerdas tapi tidak pintar masih mending lah. kalo bisa cerdas dan pintar.*

  58. 62 aya nidji Kamis, 7 Agustus 2008 pukul 14:15

    wah, bagus…pinter…cara yang menyesatkan. tapi gpp.tar Q coba..tapi yang persahabtan x y..eh, ada cara laen lg g? yg rada bener gtu…mkch…

  59. 63 Gatot koco Minggu, 7 September 2008 pukul 4:48

    oo…emang praktisnya seperti itu, hampir 65 persen dunia pendidikan merah putih memakai tips-tips di atas. Saya pikir artikel ini dapat menjadi materi tambahan pemerintahan ‘bersama kita bisa’ untuk menciptakan dunia pendidikan yang bermartabat dan berbudaya luhur.

  60. 64 Mucliz Jumat, 12 September 2008 pukul 22:19

    Kurang komplit tu blech……. klo mnurut tips gw “orang pintar minum Bintangin”

  61. 65 M.S.I.Nazar Senin, 10 Nopember 2008 pukul 14:13

    hem,,,,,cara orang menjadi pintar itu gampang,,,tidak harus seperti itu
    berbakti kepada ortu, semangat, dan tawakal…cukup.

  62. 66 alin Kamis, 20 Nopember 2008 pukul 19:08

    kepintaran memang terkadang memerlukan kelicikan,but kelicikan itu membuat kita melanglah ke jalan yang salah…?!?

  63. 67 Xaliber von Reginhild Kamis, 20 Nopember 2008 pukul 23:20

    “Pintar” dalam artian nilai akademisnya bagus mungkin iya, tapi apakah ia benar-benar pintar? :mrgreen:

    Itu poin saya. :)

  64. 68 shandy Sabtu, 22 Nopember 2008 pukul 2:13

    HIDUPPPPPPPP,,,,,,,,,,,,,,,
    NYONTEXZZZZ!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    heheheh,,,,,

  65. 69 Geni XX Kamis, 27 Nopember 2008 pukul 8:26

    klo cra seperti itu bukan dinamakan pintar , ,
    tapi tidak jauh dari cara cerdas untuk menutupi kebodohan.

    kadang2 Q jga sering nglakuin hal seperti itu , ,
    Q jga liat situasi dlu sebelum beraksi , ,
    Coalnya jangan remehkan Gru jaman skarang , ,

    lo mau nilai bagus pacarin aja salah satu guru
    ky Gw , ,alhasil Xm bisa privat gratis

    kan terkesan lebih gokil , , ,heheheheh
    just rock’n roll

  66. 70 RISSA Minggu, 30 Nopember 2008 pukul 0:19

    cara yang anda sarankan semuanya salah… gak….ada yang beres..
    itu cara dosa… selagi kita masih hidup di dunia,,, kerja keras itu sangat diperlukan…
    bukan dengan caRA INSTAN…ITU MALAS.. YOU KNOW ??
    LEBIH BANGGA NILAI 20 DARI PADA 100 TAPI NYONTEK DAN TIDAK…TAHU ASAL MUASAL JAWABAN YNANG ANDA PEROLEH…TIDAK PUNYA MOTIVASI…

  67. 71 p4ndu_454kura® Rabu, 3 Desember 2008 pukul 9:12

    Kayaknya yang punya rumah lagi sibuk. Saya numpang komen, deh.

    @ RISSA
    Sebenarnya tulisan ini bersifat sindiran kepada masyarakat sekitar. Makanya dikasih label satir.

    Jadi maksud penulis disini bukannya menyarankan hal-hal tersebut, melainkan menunjukkan bahwa cara-cara seperti yang disebutkan di tulisan ini pernah dilakukan oleh beberapa siswa dan mahasiswa di Indonesia. :)

  68. 72 Ordinary Kid Rabu, 3 Desember 2008 pukul 20:30

    At least,saya gak termasuk kriteria diatas..

    *ditimpukin

    *pake duit tapinya
    :mrgreen:

  69. 73 tia Kamis, 15 Januari 2009 pukul 8:30

    walah…tak kirain beneran…. :(

  70. 74 Ria mardiah.B Senin, 19 Januari 2009 pukul 14:09

    Hei……. ini tips jadi pintar atau ajaran sesat sich…… yang benner dong… masa’ pinter nyontekkkk

  71. 75 Xaliber von Reginhild Selasa, 20 Januari 2009 pukul 0:52

    Jadi sesat. :P Kan sudah saya bilang ini satire.

  72. 76 ewhyn Jumat, 13 Februari 2009 pukul 22:58

    puisi panjang untuk pelangi
    suatu waktu di subuh yang perawan
    kufikirkan dirimu, dan cintaku.
    kufikirkan sahabatku.
    betapa makna……..
    tusuk saja punggungku, biar sepi mengaduh.
    tusuk saja dadaku biar ramai bergemuruh.
    dan aku tak perlu lagi diam seribu bahasamu.
    atau gulungan senyum yang terus ganggu tidurku.

    patahkan saja rantingnya, agar terbagi dua.
    aku tak ingin lagi dunia.
    datangi diriku…sapa, caci dan tamparlah.
    ajari aku tentang cinta yang kau maksud.

    banting saja kristalnya, biar seperti permata.
    aku tak perlu lagi dunia.
    ajak sahabatku…sapa, hajar dan ikat diriku.
    ajari aku tentang setia.

    penggal saja kepalaku, agar kau percaya kalau aku manusia.
    aku tak lagi butuh dunia.
    ajak semuanya…ramai-ramai meneliti,
    tentang apa arti cinta, tentang diam yang kau punya.

    potong saja tanganku, agar tak lagi memberimu.
    aku tak mau lagi dunia.
    buktikan semua, tentang kasih, tentang damai tentang cinta.

    ayo….tantang aku dengan berani..!
    liat cinta-cinta itu, terus tumbuh keluar dari kepalaku.
    tak bisa diam, tak bisa tenang.

    ayo kemarilah bersama semua.
    bunuh dirku…cabik-cabik badanku, potong semuanya.
    tak mengapa, mungkin kelak kau temukan cinta di antara arteriku.
    yang mengalir bersama darah yang menuliskan namamu……………

  73. 78 siapa kek Minggu, 1 Maret 2009 pukul 10:21

    pinternya keblinger !
    hhaha…

  74. 79 kuchiki Minggu, 1 Maret 2009 pukul 10:45

    pintar dengan cara itu?
    cuma pintar sesaat ajj..

    apa lagi dengan nyontek..
    cuma bikin orang ketergantungan, pasrah, dan ga mau usaha.

    mungkin cara biar pintar itu sebaiknya,,
    niat,,
    belajar (ga cuma dari buku, tapi dari hal-hal yang terjadi),,
    berdo’a..
    that’s all..

  75. 80 Xaliber von Reginhild Senin, 2 Maret 2009 pukul 9:01

    Silakan lihat disclaimer di akhir tulisan.

  76. 81 joule Kamis, 9 April 2009 pukul 14:48

    ahhhh………..
    jadi bingung…?????
    ngak tau mo pilih cara yang mana????

  77. 82 apa mengapa dan bagaimana Kamis, 9 April 2009 pukul 22:21

    Wkwkwkwk
    Untung gue g pengen jadi orang pinter.
    Gue lebih milih jadi orang biasa aja, ga pinter ga papa dech.

  78. 83 anak masiver indonesia... Minggu, 19 April 2009 pukul 2:56

    kalau menurut w cih.

    tu ada bnernyya uga….

    tpy g smwa lo.

    tpy…..

    tpy…

    tpy…

    masa mw jdi rank pnter nyontek g mngkin kan…….

    aneh yach….

    kalau anda mw pinter langsung ja ksitus ini

    http://WWW.ORANG PINTAR MINUM TOLAK MANGIN.COM

  79. 84 DsHe Kamis, 23 April 2009 pukul 11:51

    kalo gitu caranya itu sich hanya pintar sesaat cuy…

  80. 85 yoLa cHan Sabtu, 25 April 2009 pukul 15:44

    wOy ,,
    jde tiipS pinTer qYa gtoO cUma seSaaT ajj ..
    aPaLagii deNgan nYontek ‘ gaX bNgeDt tuU
    gUw qYanDt Law dAH deWasa ciiTa2 gUw jde gUru .
    Loo sALAh ngAsiih tipS qYa gToo ………

    yanG bNerr tipS NyA Tu :
    1. beraDa dii jaLan aLLah
    2. beR do’a n’ taWakaL
    3. jaN Lpa Law mALem beLjar aPaLaGi Law Gy uLangAN .

    Oqe aAx tiipS dRe gUw ..
    he .. he .. he .. ^_^

  81. 86 waenoful Kamis, 30 April 2009 pukul 16:13

    loe! kalo ngsih saran yang bener aja dwong
    itu emang bener2 menyesatkan

  82. 87 sendit Selasa, 12 Mei 2009 pukul 9:51

    pintar tapi gak cerdas….percuma booss…

    http://sendit.wordpress.com

  83. 88 putri Rabu, 3 Juni 2009 pukul 9:27

    slah cmua….

    law mo pinter y blajar downk…..

    ntu mah…malah ngajarin yg g baek….

    da tipz yg laen g?

  84. 89 hakurei Senin, 6 Juli 2009 pukul 13:44

    Wuahahaa
    Udah lama ngga blogwalking ke sini. Makin oke aja ini tulisannya sang jendral..:D

    Woow..
    Caranya-orz-
    Nyi..nyindirnya kena boss~!
    Hebat.

    Tapi, pinter dengan menjual diri emang bisa?
    Haha, ini ngga terpikirkan selama ini..:D

    Well, pinter itu ndak penting.
    Lagian, pinter sih IMO ya, cuma titel thok.
    Buktinya, banyak orang yang dicap pinter ngga selalu dapat peringkat, bahkan mbah dukun beranak yang bahkan mungkin ngga bisa ngurutin alfabet dibilang ‘orang pintar’ juga tho?XD

    Haha.
    OK, keep writin dah Boss.


  1. 1 Menuntut Sekolah « Angel’s Tea House Lacak balik pada Minggu, 12 Agustus 2007 pukul 1:29
  2. 2 Hati-hati Link Jebakan « Deathlock Lacak balik pada Minggu, 21 Oktober 2007 pukul 21:33
  3. 3 Potret Generasi Muda Kita? « Deathlock Lacak balik pada Rabu, 5 Desember 2007 pukul 23:33
  4. 4 Sekolah? Buat Apa? « Deathlock Lacak balik pada Minggu, 9 Desember 2007 pukul 12:49
  5. 5 Evaluasi dan Resolusi untuk… Revolusi? « Deathlock Lacak balik pada Jumat, 28 Desember 2007 pukul 0:36
  6. 6 Teknik-teknik Jitu Menyontek « Deathlock Lacak balik pada Kamis, 22 Januari 2009 pukul 1:23

Tinggalkan Balasan




Espionage?

Status

"Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama,
yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terima kasih atas berkat yang Kau berikan,
jauhkanlah kami dari percobaan.

Amin."

- Cin(T)a

First of All…


Xaliber von Reginhild Deathlock

Bukan orang penting. Idealis. Senang sains dan teknologi hingga politik dan militer.

Pelawan arus. Individualis. Tertutup. Lebih bagus di interaksi tak langsung.


Konservatif yang fleksibel. Suka berimajinasi dan menulis seenak jidatnya jarinya. Selalu terbuka terhadap kritik dan saran.


Not to Forget



Jangan Asal Copy-Paste!
Harap cantumkan alamat blog ini jika Anda mau copy-paste.

Yuk.Ngeblog.web.id

Transmission


Yahoo! Messenger ID: swordsmaster_xaliber

Regiments

Graveyard

Soldiers in Field

counter

Reinforcements

  • 97,276 soldiers