
“Every leaders always found their death one day, and always have to find their successors.”
Setelah selama hampir satu tahun berada di balik layar, sekarang saatnya untuk memberikan ruang tersebut ke para penerus. Membiarkan para penerus mengenakannya dengan baik, sementara diri sendiri harus terus melangkah naik ke atas. Dengan berharap bahwa para penerus bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dan tidak menyalahgunakan kekuasaannya, akhirnya kedudukan ini dilepas dengan keberadaan pemimpin bagi para penerus.
Singkat saja, setelah berhasil naik ke kelas XII, maka sebagian besar yang berada di kelas XI harus ditinggalkan dimana dia seharusnya berada. Rasanya tidak terasa bahwa setahun yang lalu saya menjadi seorang peserta, dan sekarang saya yang menjadi panitia mengurus para siswa kelas XI untuk melanjutkan jabatan yang telah dipegang.
Poinnya adalah, bahwa dari tanggal 27 hinnga 28 Juli 2007 kembali diadakan acara Pelatihan Pengembangan Diri (PPD) bagi para siswa kelas XI yang tertarik mendaftarkan diri sebagai anggota Kerohanian Islam di SMA Labschool Jakarta. Dan seselesainya acara ini, maka berakhir pula jabatan sekretaris yang saya pegang di organisasi ini. Begitu pula dengan sang Bendahara, sang Sekretaris, dan sang Syiar Islam. Jadi mungkin tak ada lagi pamer bertugas dengan jaket hitam di sekitar sekolah dan memeriksa para siswa kelas X yang bolos dari shalat Jum’at, karena tugas itu sudah digantikan oleh kelas XI.
Jadi maksudnya apa tentang entri ini? Tidak ada apa-apa sebenarnya, hanya sebagai ingatan yang agak berkesan saja. Setelah menempuh PPD, menyelenggarakan PILAR, Tafakur Alam, dan Ma’bit, akhirnya harus diakhiri kembali dengan kegiatan PPD yang hanya berlangsung dalam 2 hari, dimana kegiatannya adalah Materi Organisasi dan Membuat Surat bagi Kelas XI (materi yang sebenarnya saya perlukan dulu, tapi tak dapat), Muhasabah dengan berkeliling pos dan tes pengetahuan, pertempuran taktikal yang disebut dengan War Games, Pelantikan Rohis baru, kampanye Mas’ul, pemilihan Mas’ul, dan terakhir penutupan–berfoto di depan kamera bagi yang mau.
Baiklah, sekian untuk hari ini, 2 hari yang cukup berat untuk pelepasan jaket hitam ini. Mungkin entri ini memang kurang berisi, karena memang sekedar untuk iseng saja (juga berhubung bulan sudah menampakkan cahayanya dan saya tidak bisa menyisipkan sesuatu yang berguna karena kurang stamina). Semoga Rohis selanjutnya bisa menyamai atau bahkan lebih baik dari Jundul Khoiri, dari segala aspek.
. . .
————————–
Sekedar memberitahu saja, dahinya tidak ada yang menghitam seperti anggapan beberapa orang kok



Hoo, enaknya yang Rohis…
Harusnya kalau tidak dicurangi oleh oknum saya juga melakukan hal yang sama dalam waktu dekat.
War Games saya lihat tuh dulu. Mirip FF Tactic. Dan yah, selamat… Mudah2an penerus bisa lebih
hancurbaik.Hmm…pelepasan kekuasaan ? Saya sudah melakukannya kemarin.
Ya, padahal LPJ dan beberapa hal lain masih belum beres~
ooo, regenerasi toooo…
Ah.. damn… dasar Si Bos, pake di tulis segala… saya ikut-ikutan sedih nih!!
Rasanya agak nggak rela melepaskannya… dulu pas masih jadi sekre, saya sering banget ngeluh “njrit, salah mulu ni proposal!” tapi sekarang, saat udah nggak bisa teriak stress gitu lagi (sebenernya masih bisa “njrit, nggak ngerti cara bikin LPJ!” tapi itu urusan OSIS subseksi Rohis sih, cuma saya aja dijadikan tumbal oleh org yg bersangkutan…) rasanya jadi… sepi…
Mudah-mudahan aja penerus kita bisa njalanin lebih baek lagi ya Bos…
Skali lagi, “JK Takbir!”
“Allahuakbar!!”
Mihael “D.B.” Ellinsworth:
Wets, maaf komennya terjaring akismet. Baru saya lepaskan sekarang…
Hmm..? Jangan-jangan mau mundur dari jabatan di forum tetangga juga?
Neo Forty-Nine:
Iya, harus mundur dari jabatan mas
Ash:
Kan sudah dibilang ini tak penting.
Takbir: “Allahu akbar!”
Semoga dapet penerus yang baik.
Amin. Terutama yang lebih baik imannya dari saya.
Terima kasih.