Dalam waktu seminggu ini ada sesuatu yang menarik perhatian saya. Sesuatu itu tidak lain dan tidak bukan adalah mengenai suatu masa–umumnya 3 hari–yang umum terjadi di setiap SMP maupun SMA, yaitu Masa Orientasi Sekolah (sebagian menyebutnya Masa Orientasi Siswa) yang lebih akrab dikenal dengan sebutan MOS. Semua yang pernah sekolah saya yakin tentu sudah tak asing dengan nama ini, dan beberapa orang mungkin mengenal istilah ini dengan nama ospek, posma, atau nama-nama lainnya. Tapi akhir-akhir ini rasanya nama yang lebih “gaul” adalah MOS.
Seakan-akan sudah menjadi tradisi, yang namanya MOS pasti siswa-siswinya cukup dibatasi dalam hal penampilan. Yang merasa laki-laki rambutnya harus dicukur hingga sangat tipis, dan yang merasa perempuan rambutnya harus dikepang. Dan, tentunya, jika tak mau dianggap beda-sendiri sok jagoan, pakaian harus dijaga agar tetap rapi. Ya, sampai sini kelihatannya masih terdengar bagus… tapi tidak setelah yang namanya para veteran perang para senior mulai mengambil peran, sampai-sampai melenceng dari nama acaranya itu sendiri.
Benarkah seperti itu?
New Medals