Mungkin karena terpengaruh oleh lingkungan sekitar, saya jadi terpengaruh untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang lain. Tidak, saya tidak bermaksud untuk menjadi mainstream, juga tidak bermaksud menjadi blogger yang mengejar traffic.
*Baidewei, katanya ada istilah ‘keren’nya lho buat yang suka cari perhatian, walaupun itu saya rasa terlalu ‘keras’.*
Nah, kembali ke permasalahan. Saya juga merasa bahwa saya ini juga robot manusia, dan mungkin perlu entri untuk melepaskan emosi (Apanya? Kelihatannya sudah lebih dari 3 entri yang isinya omong-kosong tak berguna). Jadi, ini merupakan sekedar entri yang mungkin termasuk bersifat agak nyampah, atau pribadi.
Nah, sebenarnya apa maksud saya? Tidak lain dan tidak bukan, cuma mencoba buat puisi (kalau ini bisa disebut puisi). Memang, masih amatir. Tidak sebagus buatannya Master atau buatannya DA. Yah, cukup omong-kosongnya. Kita mulai saja?
—————————————————–
Puisi X
Hal yang tanpa disadari
Bahwa sang surya telah pergi
Dewi malam pun berada
Membuat ia berbedaSebuah tanda dalam kehidupan
Bersinar di layar yang biru
Cerah dan tampak mapan
Berdegup tanpa raguSebuah tanda dalam kehidupan
Berada di layar yang biru
Yang sekarang telah berawan
Tanda ia telah berlalu
—————————————————–
Singkat? Memang ![]()
Ini hanya pelampiasan dari kegilaan saya. Hmm.. sekedar pemberitahuan saja, judulnya sebenarnya tak ada. Makanya saya beri nama Puisi X. Arti dari puisinya? Jangan tanya
*bakar diri dan masukan entri ini ke tong sampah. Ini memang non-sense! Non-sense!
*



Nyampah masih lebih baik dari copy paste khan.
walaah,, sayang dong,, Ma aja pengen bisa bikin puisi,, tapi ga bisa,,
sini sini,, jangan dibuang ke kotak sampah,, buat Ma aja,,
masalah bakar diri sendiri-nya siihh,,,,
Perlu tambahan kayu??
*kabur*
Hmmm… ‘a-a-b-b’, lalu berpindah lagi ke ‘a-b-a-b’.
Entri ‘nyampah’…? Tergantung persepsi sih.
Entri nyampah kok bisa masuk Blog of the Day…?
Mencoba mengutak-atik pola…. eh?
Cobalah sedikit bebas memainkan kata-kata.
Baru kehilangan sesuatu…
Hmm… Jangan2 baru putus ya??
*analisis gampangan*
dari pada bikin yang non-sense, bikin ad-sense aja wakakakakk
*ditimpuk sekampung*
Yang kemarin rupanya…
Seandainya artinya ada di dua baris terakhir tiap bait jadilah pantun
Hah?! Baru putus? Kapan nyambungnya?!
@anas: Iya.
Maksud saya disini untuk melepas penat saja kok. Tidak ada maksud terselubung, jadi maaf kalau ada yang kurang berkenan.
@Rizma: Aha ^^;
Ini masih asal-asalan, jadi sebaiknya memang ada di tempat sampah, bersama dengan penulisnya yang telah terbakar.
@Death Berry: Iya, masih terikat dengan pelajaran Bahasa dulu
Soalnya ini memang tak bermakna.
…blog of the day? Kebetulan saja mungkin
@Master Li: Terima kasih sarannya, Master m(_ _)m
Saya coba-coba lagi kalau berpuisi
@sore9n: Hehe, terkait sih

Tapi belum sampai tahap setinggi itu kok
Pernah punya pasangan saja belum
cK: ^^;
Tapi, betul juga. Apalagi kalau punya Sixth-sense
D.A.: Terlalu singkat ya, mungkin memang mirip pantun
Hehe…
pusipuisinya keren…Tambah lagi yang ahli buat puisi
Lha? Saya cuma amatir kok, saran aneh…jangan diikuti.
*baca entry lalu puisi*
Hmm… ^_^
Seru juga ya meluapkan emosi lewat kata-kata…
Eh, ada niat bikin sampai trilogi kaya punya Shan In ga?
Aaa, baru pertama kemari, Salam kenal
@p4ndu_Falen45: Terima kasih
Tapi saya tak bisa disebut ahli.
@Master Li: Kan konstruktif master
@jejakpena: Salam kenal juga
Mungkin tidak atau belum ada niat, karena saya jarang-jarang buat puisi, cuma buat kalau iseng saja