Stratifikasi Sosial Dengan Musik?

Jujur saja, entri ini murni didasari dengan keisengan saya, setelah selama 15 tahun lebih berdomisili di DKI Jakarta, selama kira-kira 9 tahun belajar ilmu sosial, dan setelah saya membaca sebuah balada tentang ke-mainstream-an. Ah, lebih tepatnya, membaca komentarnya.

Nah, puncaknya, saya jadi terinspirasi untuk memberikan semacam gambaran bagaimana sebuah stratifikasi sosial diberikan dengan musik. Jenis musik, lebih tepatnya. Dan, sebagaimana manusia lebih tertarik untuk melihat sebuah gambar besar daripada tulisan dengan huruf kecil-kecil yang kalau dihitung sama besarnya dengan gambar itu, maka saya akan mencoba menjelaskannya dengan gambar.

Tenang, gambarnya tidak besar kok.

Stratifikasi?

Nah, cukup jelas? Atau justru belum? Jelas maupun tidak jelas, saya akan coba jelaskan satu-satu artinya, cenderung dengan penjelasan singkat. Dimulai dari strata–yang menurut gambar ini–paling bawah.

  1. Musik Dangdut dan Tradisionil
    Musik dangdut, musik yang katanya merupakan musik khas Indonesia. Jenis musik ini berada di strata paling bawah pada gambar, karena umumnya yang menyukai jenis musik yang satu ini adalah golongan menengah kebawah. Dan di Indonesia, golongan inilah yang paling dominan, seperti yang tergambar pada piramida stratifikasi sosial pada umumnya. Maka musik jenis ini mendapat strata terbawah, dan menurut beberapaorang-orang yang Mercedes Benz-nya tak boleh disentuh golongan menengah keatas, terutama para manusia yang sedang mengalami fase pubertas, adalah musik ‘rendahan’.
    Kemudian diatas musik dangdut terdapatlah musik tradisional, yang mana semakin dilupakan dan semakin pudar karena kebosanan masyarakat terhadap budaya sendiri, misalnya menonton wayang. Alhasil, jenis musik ini umumnya hanya disukai oleh, kalau tidak golongan menengah kebawah, para kakek dan nenek yang masih bisa menghargai budaya sendiri.
  2. Musik Rock
    Jenis musik ini termasuk metal, alternative, grunge rock, punk rock, dan sebagainya. Musik jenis ini merupakan jenis musik yang memiliki penggemar yang bisa dibilang paling banyak, tidak terbatas hanya pada kalangan menengah saja, tapi juga pada kalangan atas. Namun, sejauh pengalaman saya, seringkali muncul pendapat bahwa musik jenis ini memberikan strata golongan menengah di bagian bawah karena kurangnya eksklusifitas layaknya beberapa jenis musik lainnya. Musik jenis ini terkesan lebih bebas dan mungkin agak urakan, oleh karenanya dia mendapat strata di tingkat ini.
  3. Musik Pop
    Jenis musik lainnya yang digandrungi oleh kebanyakan masyarakat, terutama remaja. Jenis musik ini sebenarnya punya cakupan yang sangat luas, tapi yang dimaksud disini adalah musik pop yang tidak termasuk musik Rock, Hip-hop, dan RnB, karena ketiganya sudah memiliki kasta tersendiri. Mirip seperti musik Rock, musik ini berada di kasta menengah karena sifatnya yang lebih bebas.
  4. Musik Hip-Hop dan RnB
    Difokuskan pada musik hip-hop-nya sendiri, musik jenis ini berada di kasta menengah keatas karena kesan eksklusifitasnya dan terkadang menunjukkan tingkat kekayaan seseorang. Musik yang juga dikenal dengan nama musik rap ini identik dengan aksesoris bernama bling-bling yang, sesuai namanya, berkilau-kilau dan gemerlapan di tengah malam yang gelap. Bling-bling, cling-cling. Yang menyukai musik ini terdengar di gendang telinganya, sejauh pengalaman saya umumnya adalah para eksekutif, anak pejabat, dan orang-orang golongan menengah keatas.
  5. Musik Jazz
    Jenis musik yang juga merupakan hasil impor dari luar negeri ini, identik dengan penggunaan terompet dan jas. Sesuai namanya jazz, pakai jas. Karena kesan eksklusif yang ditimbulkan oleh pemakaian jas, terutama karena bangsa ini bukan negara yang benar-benar menerapkan jas sebagai pakaian formal, maka musik jazz cenderung mendapatkan nilai kelas atas, dimana pendengarnya tidak sebanyak jenis musik yang berada pada strata dibawahnya.
  6. Musik Klasik
    Jenis musik dengan pendengar yang cenderung paling sedikit, dan paling tidak digemari di masyarakat pada umumnya. Suaranya terkalahkan oleh berbagai melodi dari jenis-jenis musik lainnya. Hal ini yang menyebabkan musik klasik berada pada strata teratas di piramida stratifikasi sosial ini. Apakah itu saja alasannya? Tentu tidak. Musik klasik, yang juga identik dengan sesuatu yang mengalir pelan, bernuansa formal, dan orkestra, memberikan kesan bahwa jenis musik ini adalah jenis musik yang hanya dapat dinikmati oleh golongan teratas. Kesan eksklusif dalam bentuk yang formal terkandung dalam musik jenis ini, ditambah orkestra yang cenderung kurang disukai dibanding tampilan band-band jenis lainnya membuat musik klasik berada pada kasta ‘brahmana’ di piramida stratifikasi sosial ini.

Nah, kira-kira begitu penjabaran saya. Mungkin, dan saya yakin pasti, penjabaran yang saya berikan diatas tidak sepenuhnya dapat mengungkapkan apa yang tergambar pada piramida tersebut. Hal-hal yang tidak saya sebutkan pada penjabaran diatas, sepenuhnya saya serahkan kepada penafsiran Anda. Karena, sekali lagi, gambar bermakna 10 kali lebih banyak daripada tulisan. :)

Catatan: Berhubung banyaknya pertanyaan yang menanyakan jenjang strata yang berbeda-beda, maka dengan ini saya menyatakan bahwa stratifikasi sosial ini bersifat terbuka. Dalam artian, orang-orang mudah untuk berpindah strata, tergantung musik mana yang terlihat dominan dalam orang tersebut. :) Segala pernyataan saya dalam bentuk komentar dibawah yang menyatakan sebaliknya, mohon diabaikan saja; saya — dengan bodohnya — baru menyadari hal ini beberapa bulan setelah entri ini dibuat. :(

57 pemikiran pada “Stratifikasi Sosial Dengan Musik?

  1. Hmm… Menarik Juga Neh :p ,
    Tapi ga begitu suka ma Rock n’ House -> oRang yang suka musik tertentu mencerminkan sikapnya. Rata-rata keras dan pemarah.

    Klasik? Lumayan bagus cuman pada jarang yg suka. Gw aja cuma suka beauty and the beast. Bagai mana dengan Blues? Aku suka OST Mulan, Reflections :p

  2. Eh, Kang Xali….

    Kalau aku dimana dong??

    Kalau sukanya: Disco, Dance, Eurodance, dan Eurotrance music??

    Tapi kalau menurut tingkatan diatas, saya berada di strata teratas donk… kan saya suka music klasik dan jazz…hehehe

  3. Penjabaran yang menarik…

    Saya merasa setuju dengan strata klasik ada di tingkat atas… nuansa musiknya elegan dan nggak banyak orang yang tahan ndenger musik jenis ini (rata2 pasti pada tidur)

    Saya suka klasik, tapi saya bukan golongan atas karena saya ndenger klasik selalu di media elektro dan ndak mungkin nonton langsung –a

    Seperti biasa, dip.. tulisan yang bagus..

  4. Dangdut itu merakyat, ohohohooo… Saya suka felem “Mendadak Dangdut”. :)

    Barang lokal dengan jangkauan luas dan harga terjangkau, DangDut!

  5. @divineangel: Elektronik masuk pop juga :)
    @Torikatsu: Blues pop juga.
    @Count of Madness: Disco menengah keatas, kalau berdasarkan piramida ini :P
    @Death Berry: Bukannya mau menempatkan, tapi kalau berdasarkan gambar mungkin menengah :P
    @Ash: Terima kasih :)
    Saya juga mendengarkan klasik lewat HaPe. Kalau menonton langsung, bayarnya… :P
    @Rujak Cingur: Stratifikasi iseng saja kok :P
    @Master Li: Iya, dangdutlah yang paling merakyat.

  6. Hei..hei… Kategori Pop itu adalah musik2 yang mudah dimengerti. Itu alasannya dibilang Pop, populer. Sedangkan elektronik cenderung banyak bermain synthesizer atau alat2 musik informal. Biasanya nadanya tidak jelas dan liriknya samar. Tidak bisa disamakan dengan Pop.
    Tetapi tidak selalu keras seperti rock juga. Coba homogenic.

  7. Hip-Metal & Rock-Punk masuk kasta yang tengah yah…:P
    btw, klo saya, lagu2 dangdut ama lagu2 tradisionil yang di disco2in rada2 anti … panas di tlinga soalnya… :P

    heheheh….

  8. intresting…
    saya sebenarnya mau posting tentang strata sosial dalam musik, tapi mau sedikit memprotes anggapan yang ada di masyarakat. menurut saya jangan terlalu mengkotak-kotakan orang dengan selera musiknya. saya kadang geli juga ngeliat (denger) orang ada yang nanya
    “eh lo anak apa? anak EMO (emang emo genre yah?tanya ke orang luar, ga ada genre emo koq!!) ato ROCK N ROLL?”
    so what gitu kalo gw anak emo ato rock n roll? kalo ada yang nanya gitu ke saya, jawabnya tentu “gw anak Jazz, emang napa??”hehehe….
    satu lagi, saya kurang setuju kalo Jazz itu disebut musik orang kaya, emang orang susah kayak saya gak boleh denger jazz??hehe….saya suka banget sama jazz, tapi saya bukan orang kayak koq. lagian kalo liat sejarahnya,jazz itu musik perlawanan dari kaum minoritas, kalo gak salah kaum afro-amerika. sama seperti reagge. maaf nih saya bukan mengkritisi tulisan ini, saya cuma mengkritisi stigma yang ada di masyarakat. anyway good post dude!!!!

  9. Karena pemain Jazz yang umumnya terlihat pakai jas di konser-konser, maka mungkin kesan yang didapatkan adalah “ini musik orang kaya”.
    Begitu juga dangdut, karena irama yang mungkin kurang famiiiar dan yang sering terlihat pendengarnya adalah kalangan bawah, maka kesan yang ada adalah “ini musik orang bawah”.
    Padahal belum tentu begitu…

    Sama-sama. :)

  10. saya merasa terbantu dengan adanya web ini, but titlenya kurang kurang banyak so saya harus mencari lagi ke web lain. nuhun upami aya kalepatan nyuhunkeun di hampura

  11. sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk informasi yang saya dapat dari web ini, saya ingin menanyakan kalo music metal berada di stratifikasi mana?????? tolong jawab. pokoke sopo-sopo makan wayang modo e dalang

  12. wahahahahaha!!!!masa musik ada strata nya sih…kasian dong orang2 pecinta dangdut merasa menjadi kasta terbawah…:P
    menurut gw sih music kan selera orang so gak ada/perlu strata2an deh…
    nah misalnya seorang dirut perusahaan besar suka ama music dangdut jadinya gimana gambar stratanya tuh…?????

  13. Ping-balik: Kekuatan Opresif Kelompok Mayoritas « Deathlock

  14. Ping-balik: Apa Kata Bung Karno « Deathlock

  15. Ping-balik: (Rupanya) Saya (Juga) Hebat « Deathlock

  16. “Stratifikasi berdasarkan musik” itu diambil dari mana???Dari buku,ato dr pendapatmu sendiri???
    Kebetulan gw lagi melakukan penelitian ilmiah tentang musik jazz dan musik klasik.Butuh info lengkap tentang musik2 klasik n jazz.Sejarahnya seh g dah dapet.
    Tapi yg mpe skarang msh g cari2 itu ttg:
    1)Perkembangan musik klasik dan jazz di masyarakat saat ini?
    2)pengaruh (+) & (-) musik jazz dan klasik thdp gaya hidup penggemarnya?
    3)Penggemar musik jazz dan klasik itu mayoritas berasal dari golongan mana,dan yang bergaya hidup seperti apa?

    Ada yang bisa bantu gw cari sumber buku ato apa pun yang jelas asal-usulnya ttg musik klasik dan jazz???Terutama yang ngejawab tiga pertanyaan di atas!!Tolong kasih info secepet mungkin.Soalnya gw dikejar waktu.

    Salah satu rumusan masalah yang gw buat tuh ttg stratifikasi berdasarkan musik.Kayaknya pertanyaan gw yang satu itu dah kejawab begitu ngeliat rubik ini.^^
    Thnx B4!!!^O^

  17. Pendapat sendiri, mas/mbak, setelah sebelumnya saya melihat paradigma yang berkembang di masyarakat sesuai anggapannya masing-masing terhadap jenis musik yang didengar orang lain. Seperti musik dangdut yang cenderung didengar oleh menengah ke bawah misalnya. :)

    Kalau yang poin 1~3 saya kurang tahu. Mungkin bisa lihat Wikipedia? :) Yah, semoga berguna, mas/mbak. :D

  18. klo saya sebagai pecinta dangdut,saya rasa dangdut sudah bisa naik ke tingkat atas diantara jalur musik yg ada,sudah banyak digemari di mancanegara sekalipun,cz dengan alat2 musik yg sekarang yg serba canggih…dangdut no 1 di indonesia,ini cuma opini loch……

  19. Anda tidak bisa dengan mudahnya memilah-milah strata sosial berdasarkan musik. Anda secara dongkol sangat gampang memilah-milahnya karena anda hanya melihat permukaan dari struktur sosial yang ada di Indonesia.
    Rakyat menengah-kebawah lebih suka dangdut, rakyat golongan atas suka jazz atau klasik. Itu hanya persepsi dongkol yang anda lihat. Anda tidak berpikir lebih dalam.

    Saya termasuk orang yang suka musik klasik sampai metal. Anda tidak bisa begitu saja menempatkan posisi saya ditengah-tengah bukan? Jikalau iya ini menunjukkan betapa lemahnya teori anda.

    Simpelnya musik adalah masalah ‘taste’, kalau anda memang ingin memilah-milah anda butuh penelitian antropologi yang dalam.

    Maaf kalau kata-kata saya sedikit ketus, ini dikarenakan ke’gemasan’ saya terhadap orang-orang macam anda yang hanya berpikir di permukaan dan tidak mencoba untuk tenggelam ke dasarnya.
    Seperti halnya teman anda yang sedang populer, Lemon S. Sile yang bodoh itu.

  20. Ping-balik: Quote of The Day « sora-kun.weblog()

  21. @fansrhoma:
    Dosen saya juga penggemar dangdut. :mrgreen: Saya sih tidak merasa salah apa-apa dengan dangdut, tapi stigma yang muncul, setidaknya dari lingkungan sekitar saya, ya seperti itu.

    @Nurachman Andika D.:
    Oke, saya akui bahwa di awal-awal saya membuat tulisan ini, saya belum punya percaya diri (or something like that) sebagai blogger baru untuk mengukuhkan tulisan ini, jadi saya belum bilang kalau strata sosial ini bersifat terbuka, terkandung sudut pandang masyarakat.

    Cumaaa… beberapa bulan setelahnya, saya cantumkan di tulisan bahwa strata ini bersifat terbuka, tergantung persepsi orang. Kalau Anda mau perhatikan dengan teliti — yah, sebenarnya nggak usah teliti, yang penting nggak fast-read — saya rasa pasti Anda menemukan pernyataan di atas. :roll: Kalau Anda mau baca komen-komennya saya rasa Anda juga bisa mengerti apa maksud saya di entri ini.

    …atau mungkin tidak. Toh pemikiran saya masih dongkol dan bodoh untuk bisa menilai orang lain itu pintar apa tidak. :lol:

  22. Satu bahasan lagi dari saya.
    JANGAN TERMAKAN GENERALISASI!!!

    …bercanda. :P Kedongkolan saya nggak cukup untuk bicara begitu, barangkali. :lol: Mungkin Anda tertarik untuk menyumbangkan alasan mengapa Anda sampai bisa mengeluarkan statement begitu di entri ini atau [disini]. :?

  23. Hihi. ada yang ga mau dikotak kotakkan gara gara selera musiknya tuh.

    Begini Om penulis, Saya suka DAngdut tahun 1990′an pertengahan. Seuka musik Rock/Metall/Ballad terbaru seperti Metallica, Slank, Bon Jovi,Bryan Adams, Queen, Iwan Fals.

    Tambahan. Saya ga suka yang namanya aliran jenis musik Hip Hop. Tapi kalau R and B bolehlah sesekali.

    Lalu. Masuk strata manakah saya? :mrgreen:

    Apa ada strata baru yang khusus??
    :D

  24. Klasifikasi ga akan selalu tepat. Bisa aja ada satu dua data yang ga cocok. Jadi kalau orang di atas marah-marah ya biarin aja. :lol:

    Mumpung lu dah kuliah sekarang, kenapa ga coba bikin surverynya aja? Dah belajar statistika kan?

  25. @Mihael Ellinsworth:
    Kayaknya bahasanya diplomatis, kok. :mrgreen:

    @Mr. Fortynine:
    Hehe, kalau mengacu dari sini… ya stratanya bisa berpindah-pindah, tergantung orang yang menilainya. Karena stratifikasi ini agaknya terlalu relatif. :)

    @hariadhi:
    Saya belum dapat mata kuliah penelitian sosial, tapi kalau ada tugas begitu barangkali bisa dicoba juga ya. :mrgreen:

  26. Saya suka semua jenis musik, berarti piramida itu punya saya dong. :lol:

    Sebenarnya stratifikasi itu tidak selalu mutlak. Pada daerah-daerah tertentu pasti bersinggungan atau melompat. Kita hanya bisa berkata “pada umumnya” atau “kebanyakan”. Tetapi seberapa umum dan seberapa banyak itu yang tidak bisa/sulit dikuantifikasikan dengan tepat. Apakah 68% seperti tulisan saya itu ? ;)

  27. emang ya Upper tu SEnang musik klasik jazz,.ko ga bgt ama w ya penalara’an yg salah walau mayoritas upper tu senang bgt klasik tetapi saya amati cukup iMbang antara uPper anD middLe

  28. …atau mungkin anda ingin mendengarkan musik dari radio online? please come visit us, Java FM memutar lagu hits indonesia sepanjang masa nonstop 24 jam

  29. Ping-balik: Evaluasi dan Resolusi untuk… Revolusi? « Deathlock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s