Dalam kesempatan kali ini, saya mau mencoba judul yang agak panjang sedikit. Alasannya secara spesifik, tidak ada, selain untuk menarik minat dan untuk variasi saja
Sebenarnya saya ada calon judul lainnya… tapi karena lebih panjang daripada ini, jadi saya urungkan niat untuk memasang judul itu. Judul ini dipilih karena lebih umum (walau tidak begitu relevan), bisa cukup menggambarkan apa yang mau dibahas kali ini, dan rasanya paling sering ditemui
Nah, cukup omong-kosongnya. Mari masuk ke dalam topik.

“Pinjem USB dong, mau ngopi data nih…!”
Sekarang ini, kata USB sudah seringkali terlontar dari mulut-mulut setiap orang di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, dan oleh yang mengerti komputer tentunya — walaupun hanya mengerti sedikit. Alat yang disebut ‘USB’ ini sudah menggantikan keberadaan disket yang dulu sering digunakan sebagai media penyimpanan data portabel. Meskipun alat lain yang disebut CD sudah ditemukan sejak lama, tapi ‘USB’ dianggap lebih praktis daripada CD, lebih efisien, dan dapat menyimpan data yang jauh lebih besar daripada disket. Dan karena praktisnya itu, tidak jarang orang meminjam ‘USB’ milik temannya untuk mentransfer data dengan mengucapkan (umumnya) beberapa patah kata: “Pinjem USB dong!”
Sebelum melangkah lebih jauh lagi, saya mau memberikan pernyataan bahwa saya disini bukan membahas tentang sejarah USB, tentang perangkat komputer, atau hal-hal hai-tek™ lainnya. Nah, kembali ke topik lagi. Mereka mengucapkan beberapa patah kata: “Pinjem USB dong!”. Iya, sebagian besar orang mengerti yang mau dipinjam adalah benda yang ada pada gambar diatas. Tapi sadarkah dia, bahwa dengan mengucapkan kata itu berarti dia sebenarnya ingin meminjam plat logam yang berada pada moncong alat yang ada pada gambar itu? Atau dia ingin mencomot slot yang berada pada komputer, suatu slot dimana kita biasanya menancapkan alat yang disebut ‘USB’ itu?
Iya. USB itu sebenarnya bukan alat kecil yang suka kita bawa kemana-mana, bukan perangkat keras yang bisa menyimpan data hingga lebih dari 512 MB. USB itu adalah slotnya sendiri; slot dimana orang-orang menancapkan benda yang biasanya disebut ‘USB’ itu. Sedangkan benda yang sering disebut ‘USB’ itu sendiri bernama USB Flash Drive (atau USB Memory Stick, Flash Drive, atau Flash Disk. Beberapa varian nama juga sering digunakan, termasuk ‘USB’ saja).
Jadi kalau misalnya saya ditanya “Pinjem USB dong!” di lab komputer sekolah (biasanya mereka meminjam untuk mengopi tugas… ah, yang ini tak usah dibahas. Nanti keluar topik), maka saya akan menjawab “Itu ada banyak di komputer disini,” karena memang itu yang saya lihat. Yang saya bawa itu USB Flash Drive-nya, kalau hanya USBnya saja ya saya tidak bisa menyimpan data.
Hal yang sama juga berlaku pada MP3 Player. Di tempat saya, orang seringkali mengatakannya MP3 saja. Ada orang yang membawa iPOD, maka dikatakan bahwa dia membawa MP3. Memang, secara konten, betul-betul saja sih. Orang itu memang membawa file MP3, banyak pula. Tapi, lain halnya jika masalah ‘MP3′ ini sudah masuk ke peraturan. Jika dalam suatu acara (acara sekolah misalnya, seperti Pesantren Kilat) terdapat “larangan untuk membawa MP3″, maka para peserta yang mempunyai HP masa kini dan mengandung lagu-lagu yang berformat MP3 juga harus menyingkirkan alat komunikasinya atau menghapus lagu-lagu tersebut jika masih ingin membawanya (orang yang tidak taat peraturan tidak termasuk
)
Kalau begitu, MP3 sendiri itu apa? MP3 itu adalah format encoding sebuah suara digital. Pengertian sederhananya, MP3 itu adalah format sebuah file lagu, sama seperti .DOC untuk dokumen Microsoft Word, .XLS untuk dokumen Microsoft Excel, dan .HTML untuk dokumen HTML pada halaman web.
Melangkah lebih jauh lagi, kebiasaan menyebut komponen-komponen yang tidak spesifik pada suatu nama ini kelihatannya dipengaruhi oleh kebiasaan menyingkat nama yang mudah diingat dan simpel. Oke, kalau komponen yang diambil memang mendeskripsikan nama itu dengan baik, maka tak masalah. Contohnya pada penyingkatan nama Microsoft Excel menjadi Excel. Walaupun tidak relevan sepenuhnya, tapi masih memuat kontennya. Tapi bagaimana dengan penyingkatan nama seperti dua contoh diatas? Kalau yang seperti itu, sudah jelas salah karena yang disebut bukan komponennya yang dapat menggambarkan benda tersebut dengan baik.
Hal semacam ini juga dapat ditemukan pada penyebutan Adobe Photoshop yang salah menjadi Adobe, atau Mozilla Firefox jadi Mozilla. Menyebut Adobe berarti menyebut nama perusahaannya, dan menyebut Mozilla berarti menyebut aplikasi lain yang dikeluarkan oleh Mozilla, yaitu Seamonkey (yang tadinya bernama Mozilla). Kenapa saya kesannya sok-detil-banget? Karena seperti yang dikatakan oleh Divine Angel, berbeda pengucapan maka berbeda pula artinya. Pada kasus ‘USB’, jika ada orang yang mengucapkannya ‘USB’ saja, maka ‘Flash Drive’-nya tidak terhitung.
Jadi jika ada yang mengatakan bahwa “Dilarang bawa MP3″, maka perkataannya itu perlu diklarifikasi lagi. Yang dia maksud itu apa, dilarang bawa file MP3 atau MP3 Player? Karena penyebutan komponen yang salah juga akan membuat arti dari barang yang dimaksud berbeda.



“USB itu sebenarnya bukan alat kecil yang suka kita bawa kemana-mana, bukan perangkat keras yang bisa menyimpan data hingga lebih dari 512 MB.”
*ehem* lebih kok. punya Me-u 2GB. (USB FD, tp punya jg MP3 player 1GB yg udh penuh total
)
iya jg ya, tidak blh bawa mp3. kdg Me-u jg mendengar kata2 seperti itu, tetapi bingung. yah, akhirx, Me-u meninggalkan mp3 player dan mencabut kartu memori di hp (anak teladan kan?
)
“Jadi kalau misalnya saya ditanya “Pinjem USB dong!” di lab komputer sekolah (biasanya mereka meminjam untuk mengopi tugas… ah, yang ini tak usah dibahas. Nanti keluar topik)”
ckckckckckckck…. -___-;a
btw, xali, jgn terlalu minjamin FD ke org2. nanti ada file2 yg terhapus. Me-u kdg gitu lho!! sampe marah2!!
namanya juga manusia
heheheh…
Aha, kunci untuk berdalih.
“Pak, kebetulan saya membawa MP3 Player yang ekstensinya .wma dan .wav . Tak apa – apa kan kalau saya bawa ke dalam…?”
Itu contoh saja
Karena umumnya 512 MB.
Aha.. daripada menghindari keambiguitas ya?
Iya, saya juga agak jarang meminjamkan FD. Dengan alasan diatas
Aha.. ^^;
Saya agak perhatian hal-hal yang tidak penting.
Ah, ide bagus
Karena yang dilarang MP3 maka seharusnya itu diperbolehkan >: )
heheheh…
maslahnya:
based on my imagination…
“Itu ada banyak di komputer disini!”
-> terdengar jazjuz…
heheheheh…
bagaimana kalau menyebut plesdisk?
bercanda uy…
niatnya menyingkat jadi fatal. mending singkat jadi FD aja yaK…
lalu kalo mp3 player karena pake aipot jadi ud kbiasa sebut aipot (iPod)
Bah, bah, bah… *lagi kesal nih, tapi bukan karena entry ini*
Kalau yang bilang begitu guru IT bagaimana…?
Kayaknya ga aneh deh… Karena kalau ga salah di sini juga sama. Bener ga? Lupa gua…
Kesimpulannya…lucu.
Akhirnya ada yang membahas masalah ini. Sudah mengganjal sejak lama
*save @ del.icio.us*
@Jabizri: Walaupun jazjuz, tapi memang benar kan?
@divine: Betul, artinya jadi berbeda.
@Master Li: Guru IT tidak selamanya benar ^^;
@Geddoe: Ah, disimpan di del.icio.us? Terima kasih
istilahkan untuk memudahkan…..
bahasa memang akan bertambah karena istilah2 untuk memudahkan mengingat
Kalau istilahnya Flashdisk aja atau FD aja bisa juga kan?
Mungkin aw
kaynya ini sama dengan kata kata, beli aqua dulu buat minum. namun kenyataannya yang di beli adalah air mineral kemasan yang mereknya buka Aqua. betul begitu??
Hmm… mirip-mirip juga.
Jadinya salah kaprah.
Konyol ah
Gak penting, yg penting orang ngerti maksudnya
Aha.. mungkin untuk sebagian memang ngga begitu penting

Tapi kalau dilihat dari artinya, maka bisa agak fatal lho
Misalnya seperti yang dicontohkan Death Berry
Benar itu, salah kaprah yg parah… masa ke mana-mana gw bawa usb?
He he
Kurang lengkap nyebutnya.
Huahuahua. benar2 menggelikan. Wkwkwkwk. Sering kita ngomong USB yang padahal itu perangkat komputer. masa perangkat komputernya mau “dicopot”?? Ya namanya ‘manusia’ ya gimana lagi? Wkwkwk. Paling tidak ga parah2 lah. Hehehe. Seharusnya buat program2 seperti Mozilla Firefox sebutnya firefox bukan mozilla kan? Hmm, tapi gimana lagi, kalo kita bilang firefox kadang ada yang ga ngerti.
Tapi dari entri atas, apa ga flash disk ya??
bagus banget! nanti kalo aku digituin aku bilang gitu ahhhhhhhhhh
saya mau tanya.. kenapa ya.. plesdisk saya tidak isi.. tpi klo kita lihat di properties used space banyak. tpi data tidak ada…harap saran dan bantuannya. by budiman
harap info ke email boedy_pyar@yahoo.com