“Ya… bola terus digiring ke gawang… Kimura mengoper, dan… ah, sayang sekali! Bola terpantul keluar.”
Yap, kalimat ini — terutama bagi para penggemar bola — tentu sudah tak asing lagi bukan? Yah.. mohon maklum kalau nggga sepenuhnya tepat — soalnya saya bukan penggemar bola, sepak bola. Pokoknya, kalimat ini sering terdengar diluncurkan oleh sang komentator dalam suatu pertandingan sepak bola. Dan dalam contoh diatas, mengambil contoh suatu pertandingan di JFL — Japan Football League.
Tapi bukan itu yang mau kita bahas. JFL disini bukan Liga Sepakbola Jepang — bukan, sama sekali bukan… saya juga ngga tahu Kimura itu siapa. Tapi JFL disini bermakna lain… berdasarkan pada suatu kata yang mungkin sudah tak asing lagi di telinga warga negara Indonesia, terutama bagi para manusia yang tinggal di kota besar.
![]()
“Jayus For Life”
Made-in-Paint karena Photoshop lambat.
Ha? Ada Apa Dengan Jayus (AADJ)? Hm… istilah ini, seperti yang sudah disebutkan diatas, tentunya sudah tak asing lagi bagi orang Indonesia. Tapi mungkin masih ada yang belum tahu. Oleh karena itu, mari kita tilik dulu artinya sebentar…
Menurut Wikipedia, jayus berarti:
“Jayus adalah sebuah istilah slang dalam bahasa Indonesia digunakan untuk mengomentari lontaran yang dianggap tidak lucu. Kata ini mulai populer pada pertengahan 1990-an di sekolah-sekolah menengah swasta Jakarta.“
Nah, itu menurut Wikipedia. Tapi apakah arti jayus menurut saya?
Pertama, perlu diketahui bahwa Jayus itu bukan temannya Jasjus, karena jayus ngga belum dijual di warung-warung atau di market, masih bisa diperoleh secara gratis dari orang-orang di sekitar Anda.
Jayus juga bukan akronim dari Jaya Usaha, seingat saya itu nama CV yang keluar di soal akuntansi pembukuan waktu saya kelas II SMP dulu. Jadi, apa itu jayus menurut saya?
Jayus itu, menurut saya, ngga sepenuhnya benar-benar ngga lucu. Definisi jayus menurut seorang Xaliber adalah:
“Jayus adalah sebuah istilah slang dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk mengomentari sebuah lelucon yang dianggap tidak wajar. Untuk bisa ngejayus dengan baik, diperlukan pengetahuan yang cukup luas. Oleh karena itu, jayus sebenarnya tidak bisa dibilang mudah agar bisa benar-benar jayus.”
Ngejayus dengan baik? Iya, jayus itu bisa jadi garing seperti ayam goreng atau lucu seperti keju. Karena sekarang hal-hal yang lucu pun masih disebut jayus. Seperti misalnya… Anda tahu laron bukan? Tahukah Anda bahwa nama laron itu ada asal-usulnya?
Alkisah, dulu orang belum mengenal nama laron. Karena bentuknya yang seperti lalat dan ‘hobi’nya mereka memutar-mutari benda-benda terang (seperti lampu petromak), maka mereka menyebutnya sebagai lalat saja. Sampai suatu ketika, mereka lama-lama memperhatikan lalat yang satu ini. Kok ya lalat ini muter-muternya di sumber cahaya aja ya? Dan lagi, mereka cuma muncul waktu setelah matahari terbenam — alias malam-malam.Mereka pun memutuskan, bahwa makhluk yang satu ini pastinya bukan lalat. Mereka lalu memutuskan untuk mencari nama untuk lalat yang satu ini. Sampai akhirnya tercetus lah nama laron. Nah, darimana kah asal nama laron ini? Nama laron itu diambil dari lalat karena bentuknya yang mirip lalat dan hobinya yang muter-muterin sesuatu. Lalu, dilihat juga hobi dan ciri khasnya yang lain, yaitu cuma muncul pas malam-malam dan ‘patroli’ di sekitar tempat itu aja, mirip sama orang lagi ngeronda.Alhasil, lalat itu pun disebut lalat yang lagi ngeronda. Karena kepanjangan, mereka pun memutuskan untuk mempersingkatnya, dan mengambil dua kata yang terpenting, yaitu ‘lalat’ dan ‘ronda’. Jadi sejak saat itu, lalat yang cuma muncul tiap malam itu disebut laron…
Nah, itulah salah satu contoh cerita jayus karangan saya… lucu atau nggaknya sih tergantung Anda.
Capek? Jangan lah… nanti rugi. Dimana-mana, orang lebih memilih gopek kan daripada capek?



…
…
….
Uwah… speechless? ^^;
Maafkan saya –a
Humor yang aneh.
Maaf juga buat mas Laron yang namanya dipakai buat topik m(_ _)m
Sepertinya anda positif terkena virus Xaninus jayunicus.
*tidak tahu cara memiringkan teks*
…..
OoO….
Baru kali ini Xali punya humor…
Ahaha ^^;
Humor yang membuat speechless dan membuat orang malas membaca blog ini -_-a
…tak tahulah..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
……..
*koment apa spam?*
…… :-O
jayus
Itu mah bukan jayuz.
Itu namanya ‘kirata’.
Entah bahasa Betawi atau Sunda, artinya ‘kira-kira katanya’ atau ‘kira-kira nyata’ atau sejenisnya.
(itulah hebatnya definisi ‘kirata’, sampai definisinya pun juga ‘kirata’)
Tak disangka artikel ini cukup ’sukses’ juga
Padahal maksudnya hanya selingan.
@kunderemp: Hoo.. begitu ya.
Saya maksudnya hanya bercanda sih, tapi ternyata ada pengertian lainnya
Ahaha ^^;
Humor yang membuat speechless dan membuat orang malas membaca blog ini -_-a
…tak tahulah..
speechless, tp ga malas kok
wakakakkakakakaka XD
aku berkeping-keping…
heheheh….
JFL.. JFL.. Membuat speechless saja
Virusnya sekarang sudah berkurang.
Benar… jayus…
*saya sih lebih ngakak akan komentar AoS tentang Xaliber posiif terkena Xaninus jayunicus*
Jayus, tapi nggak garing…
Hidup jayus!
iya, Jayuzz
Nantikan seri berikutnya.
Ja-jayus….
ya Tuhan,,, humor robot memang susah dimengerti manusia….
*terlempar dari blog sendiri ke resensiblog kemudian ke desert betle lalu ke post ini…. diitung necro post yak…???*
Ide yang tiba-tiba muncul ketika Tafakur Alam tahun lalu… entah kenapa pas disana saya benar-benar ngga bisa berhenti ngejayus (tanyalah bake atau Ash
).
Necro post dibolehkan kok disini.
saya rasa juragan salah mengartikan jayus..
jayus itu adalah lawakan tingkat “tinggi” dimana dibutuhkan “kepintaran” berlebih untuk me “ngeh” kan lawakan tersebut..
mungkin ada jayusers lainnya yang bisa mentranslate ke bahasa umum