Sejujurnya menyiapkan tulisan yang dikhususkan untuk hari-hari tertentu seperti ini tidak selalu mudah, bagi saya. Ada kalanya memang ada yang ingin disampaikan, tapi ada kala lain di mana hari itu ya berlalu begitu saja seperti hari-hari lainnya. Bisa jadi karena memang tidak ada yang spesial, bisa jadi karena sebenarnya ada–tapi terlanjur terbenam di kesibukan lain yang sudah mendahului dari hari-hari sebelumnya. Kalau melihat dari tulisan yang dimaksudkan untuk selebrasi tanggal 16 November saja, ada yang cukup thoughtful seperti yang saya tulis tahun lalu, tapi ada pula yang lainnya yang bisa membuat dahi mengernyit lantaran kurang nyaman dibaca (apa sebenarnya tujuannya saya menulis seperti itu?).
Saya tidak ingin menyalahkan social media/social network sites, meski memang harus diakui bahwa waktu saya untuk berselancar di internet bisa dibilang hampir 50%-nya direbut oleh aktivitas di situs-situs tersebut. Berbeda dengan menulis di blog ini, menulis di media macam itu tak perlu banyak berpikir panjang; lempar saja apa yang ada di pikiran, kalau ternyata susunan kalimatnya seburuk rupa Ephialtes, atau gagasannya seamburadul tulisannya John dari Edessa, tak jadi masalah karena bisa langsung dikoreksi atau dikritik kemudian.
Bukannya saya bilang blog ini tak bisa dijadikan sarana diskusi atau koreksi atau kritik; tentu saja bisa, seperti yang sudah berlangsung selama ini, tapi selain memerlukan gagasan yang lebih matang, penuturan kata per paragraf pun sebaiknya juga mesti saya tulis agar bisa dipahami. Lain dengan Twitter misalnya, yang tak perlu alur yang terlalu baik. Toh juga kultwit juga tidak bisa dibilang enak dibaca.
Biasanya saya memang memfasilitasi situs-situs macam itu untuk merampungkan hal-hal yang masih sangat mentah; bila blog ini macam Starbucks (karena sudah tak ada lagi yang minum di warkop), mungkin anggapannya situs-situs itu macam berdialog dengan diri sendiri ketika membuang hajat (komparasinya jelek sekali memang, tapi kira-kira seperti itu). Dan lagi, update status macam itu bisa dilempar secara berurutan tanpa perlu mempunyai korelasi sama sekali antara satu sama lainnya.
Jadi ketika saya memutuskan untuk menulis lagi di blog ini untuk selebrasi tahunan, saya mesti berpikir dulu dengan jernih: apa yang mau saya sampaikan, apa yang mau saya tulis?
Sayangnya memang berhubung sudah tidak menulis secara reguler lagi (selain merampungkan skripsi yang ditulisnya juga seenak maunya saja), kemampuan saya terasa agak-agak mandul. Satu-satunya kegiatan menulis yang masih secara aktif dilakoni cuma bermain text-based RPG (sebenarnya saya kurang nyaman dengan istilah ini, lebih nyaman menyebutnya sekedar roleplay) di beberapa forum saja. Sebutlah forum yang saya urus, Gotei13 RPF. Dan beberapa forum lain. Meski sama-sama menulis, tapi gaya permainan di forum-forum seperti ini entah kenapa budayanya memang lebih berorientasi ke arah “bermain” ketimbang benar-benar menulis (seperti di blog).
Makanya menjadi cukup remarkable ketika saya menulis selebrasi yang masih bisa dibaca untuk beberapa tahun ke depan seperti yang saya tulis tahun lalu itu. Untuk itu–dan berbagai macam hal lainnya yang tak terhitung, tentu–mungkin saya harus berterima kasih sangat banyak pada pacar saya (sekarang sudah mantan), karena kalau menilai dari tulisan-tulisan selebrasi saja, cuma itu yang bisa dipandang cukup reflektif sebagai manusia (kalau meminjam ungkapan teman-teman, yang meluluhkan hati seorang robot
). Sekarang rasanya tumpul kembali, di-combo dengan hal-hal lain yang sudah saya tinggung di awal tulisan jadinya malah semakin buruk saja.
Padahal pada selebrasi kali ini, saya seharusnya sudah tidak bisa masuk penjara anak-anak lagi kalau berbuat kriminal; dan entah kenapa patokan umur macam ini selalu saya anggap spesial, mungkin karena terlalu sering terpengaruh oleh macam-macam budaya yang merayakan adulthood.
Mungkin, seiring dengan umur yang menginjak platform yang baru, blog ini juga akan saya bawa ke platform baru–hostingan sendiri. Selain supaya untuk memacu produktivitas menulis (rugi dong udah bayar masa ditelantarkan), meyeleksi tulisan-tulisan dan sortir kategori, juga karena kegatelan saya untuk mempersonalisasi wadah tempat saya menuangkan tulisan-tulisan ini. Yah bahkan toilet pun masih dipoles, apa salahnya kalau blog tidak?
…tapi tentunya ini masih wacana.
Satu, saya masih khawatir soal blog of the day (meski rasanya makin irelevan karena siapa sih yang masih mengandalkan fitur itu?) dan hasil search engine yang seringkali merujuk pada postingan-postingan mengecewakan di WordPress.com. Kedua, terbukti dari yang sudah-sudah, kalau saya bilang “saya akan mulai melakukan X lagi!” yang ada pastinya tertunda.
Jadi lebih baik tidak dijadwalkan.
——
P.S.: …bahkan untuk mempublikasikan tulisan ini sendiri butuh jeda waktu yang sangat lama (29 November). Sudah di-draft sejak sebelum tanggal 16 November, tapi baru dipublikasi sekarang. Namun untuk menjaga konsistensi (dan memudahkan saya tracking) marilah kita sematkan pada tanggal 16 November 2012 saja ya?

“Kover majalah TIME bulan Mei 2011″



